September 18, 2017

SBKS Chapter 9

 

Kaisar pertama yang bertahta di Kerajaan Ceng-tiauw, yaitu kerajaan penjajah Mancu yang menguasai Tiongkok, merupakan kaisar yang sampai puluhan tahun lamanya bisa mempertahankan kedudukannya, mengatasi banyak pemberontakan serta perebutan kekuasaan. Kaisar tua ini mulai bertahta dalam tahun 1663 dan dapat mempertahankan kedudukannya ini selama lima puluh sembilan tahun!

 

Pada awal tahun 1700 terjadilah pemberontakan yang dilakukan dua orang pangeran kakak beradik, yaitu Pangeran Liong Bin Ong dan Pangeran Liong Khi Ong, adik-adik tiri kaisar pertama itu, yaitu Kaisar Kang Hsi. Dua orang pangeran yang mencoba untuk berkhianat terhadap kaisar itu melakukan pemberontakan yang nyaris menggulingkan kedudukan kaisar, atau sedikitnya telah menggegerkan kota raja. Akan tetapi akhirnya berkat bantuan para menteri dan panglima yang setia, apa lagi karena bantuan Puteri Milana yang terkenal gagah perkasa dan pandai, pemberontakan itu dapat digagalkan, bahkan dua orang pangeran pengkhianat itu dapat ditewaskan.

 

Akan tetapi, pemberontakan ini dengan segala akibatnya menggores hati kaisar yang sudah tua itu, oleh karena, pertama dia merasa kecewa dan terkejut melihat kenyataan betapa dua orang adik tiri yang dipercayanya itu betul-betul melakukan pemberontakan terhadapnya. Kedua, melihat bahwa dia terpaksa membiarkan dua orang adiknya itu tewas. Dan ketiga, perpecahan-perpecahan yang diakibatkan oleh pemberontakan itu di antara ponggawa dan pembantunya.

 

Lima tahun telah lewat sejak pemberontakan itu dapat ditumpas. Akan tetapi, walau pun pemberontakan sudah dapat dipadamkan dan dua orang pangeran tua itu telah tewas, peristiwa itu mengakibatkan perpecahan di kalangan atas dan mengakibatkan timbulnya sikap curiga-mencurigai di antara mereka, mempunyai pengaruh besar terhadap para pembesar atasan yang mempengaruhi pula para anak buah mereka dan terasa pula ketegangan-ketegangan yang timbul di antara kelompok satu dan kelompok lainnya sehingga rakyat pun merasa gelisah.