August 22, 2017

SBKS Chapter 5 Part 12

 

Akan tetapi Maya menggoyang tangan berkata, “Kwa-huciang, kau mundurlah dan biar aku sendiri yang memberi hajaran kepada bocah nakal bau domba ini. Hei, bocah! Engkau kira bahwa engkau sudah paling jempolan setelah mengalahkan beberapa orang perwiraku yang memang sudah kelelahan dan kehabisan tenaga. Coba kau melawan aku! Lihat, aku akan tetap berdiri di sini, sedikit pun tidak akan memindahkan kedua kakiku. Kau boleh menyerangku, kalau sampai aku merubah kedudukan kedua kakiku, aku mengaku kalah padamu!”

“Kalau hanya mengaku kalah saja apa gunanya bagiku?” Pemuda itu membantah dan memandang Maya penuh selidik, seolah-olah ia dapat merasa bahwa biar pun hanya seorang wanita muda, panglima itu agaknya tidak boleh dibuat sembrono. Kalau tidak berkepandaian tinggi, mana mungkin bersikap demikian takabur?

Kembali Maya tersenyum. “Eh, pecinta domba. Kalau sampai kau dapat merubah kedudukan kakiku, selain aku mengaku kalah, aku akan memerintahkan pasukanku mengambil jalan memutar dan akan kuganti harganya semua dombamu yang terluka atau hilang. Akan tetapi bagaimana kalau kau tidak mampu merubah kedudukan kakiku malah kau akan roboh olehku kurang dari sepuluh jurus? Apa yang akan kau pertaruhkan?”

Mata yang lebar penuh kepolosan itu terbelalak. “Aku? Roboh dalam waktu kurang dari sepuluh jurus olehmu? Mana mungkin ini? Kalau sampai begitu, aku akan berlutut dan menyembah seratus kali kepadamu!”

“Kalau hanya disembah seratus kali oleh orang seperti kau saja apa gunanya bagiku?” Maya membalas bantahan pemuda penggembala itu.