October 15, 2017

SBKS Chapter 14

 

Hujan pertama yang turun tadi malam amat lebat, deras dan merata sampai puluhan li jauhnya. Hujan yang melegakan hati para petani, melegakan tanah kering yang sudah berbulan-bulan merindukan air. Pagi hari ini udara sangat cerah, seolah matahari lebih berseri dari pada biasanya, seperti wajah seorang kanak- kanak tersenyum dan tertawa sehabis menangis. Kewajaran yang indah tak ternilai.

Seluruh permukaan bumi segar berseri seperti seorang puteri jelita baru keluar dari danau sehabis mandi bersih. Daun-daunan nampak hijau segar dan basah, demikian pula bunga-bunga, walau pun tidak tegak lagi melainkan lebih banyak menunduk karena hembusan air dan angin semalam. Tanah yang barusan disiram air selagi kehausan itu mengeluarkan uapan bau tanah yang sedap, bau yang mengingatkan orang pada masa kanak-kanak ketika dia bermain-main dengan lumpur yang mengasyikkan.

Burung-burung pun lebih lincah pagi itu. Suasana yang menakutkan mereka semalam, hujan dan angin ribut, merupakan bahaya mala petaka yang sudah lewat dan mereka menyambut munculnya matahari pagi dengan kicau saling sahut, dan mereka siap-siap berangkat bekerja mencari makan. Kegembiraan nampak pada wajah para petani yang memanggul cangkul, berangkat ke sawah ladang yang sekarang kembali menjadi subur menumbuhkan harapan hasil panen yang baik.