September 27, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 3

 

Uncle Wu

Di malam yang damai. Cahaya rembulan bersinar menerangi rumah melalui celah-celah lubang atap dan menerangi sesuatu di tempat tidur yang terlihat miring. Seseorang sedang tertidur miring di atas tempat tidur.

Tiba-tiba, pintu rusak rumah itu sedikit berderit. Dua bayangan diam-diam memasuki rumah seperti kucing.

Melihat orang yang berada di atas tempat tidur adalah seorang pemuda yang sepertinya tidur seperti kayu, dua orang itu mengurangi kewaspadaan mereka dan berhenti dengan hati-hati.

“Apa itu dia?” Seseorang bertanya pada yang lain dengan suara kecil.

Setelah melihat seseorang yang tertidur di atas tempat tidur yang diterangi cahaya bulan, orang itu mengangguk: “Benar, ini orangnya, Ayo kita kerjakan.”

Mereka berjalan ke sisi lain tempat tidur. Salah satu dari mereka melepaskan ikatan karung goni dari bahunya dan meletakkannya di lantai. Sepertinya mereka akan mengisinya dengan orang yang sedang tertidur di tempat tidur itu.

“Sialan, kamu tidak bisa menyalahkan kami bung. Kamu hanya bisa menyalahkan dirimu sendiri yang kurang beruntung karena telah memprovokasi tuan muda. Lagi pula, tidak ada gunanya hidup sengsara seperti ini jadi matilah muda dan berreinkarnasilah. Di kehidupanmu selanjutnya, cobalah untuk bisa terlahir dari keluarga kaya raya…”

“Omong kosong. Cepat masukkan keparat ini dalam karung.”

“Oh, kenapa dia memegang batu di tangannya? Hah! Dia memegangnya erat sekali..”

“Biarkan saja. Biarkan dia memegangnya. Aku punya ide bagus. Sesampainya kita di tempat itu, jangan beri dia senjata. Biarkan dia bawa batu itu karena dia juga akan mati. Saat tuan muda tahu, dia akan senang. Bahkan mungkin dia akan memberi kita hadiah.”

“Ha ha! Idemu itu sangat kejam, tapi aku suka…”

Dua pria tadi bergerak dengan hati-hati. Sepertinya mereka telah sering melakukan hal seperti ini. Mereka memasukkan pemuda itu ke dalam karung, mengikatnya dengan hati-hati, memikulnya di bahu, keluar dari rumah dan dengan cepat mereka menghilang di balik kegelapan malam… Bai Yunfei merasa kali ini dirinya dapat tidur dengan nyenyak, tubuhnya terasa hangat dari kepala hingga kaki dan pikirannya terasa pusing. Dia tidak tahu dimana dirinya berada tapi dia ingin tidur lagi daripada bangun.

“Anak muda, cepat bangun, bangun…”

Tiba-tiba sebuah suara terdengar di telinga Bai Yunfei, membuatnya menjadi lebih tersadar dari sebelumnya. Kemudian dia merasa seseorang mendorong pundaknya. Akhirnya dia membuka mata dan segera bangun.

Menepuk-nepuk dahinya agar tersadar, dia bergumam: “Apa yang terjadi denganku? Tempat apa ini?”

Dia tersadar bahwa ini bukan rumahnya. Ada beberapa tumpukkan jerami di bawah tubuhnya dan orang tua berambut putih di sampingnya, yang terlihat sangat khawatir.

“Kek, tempat apa ini? Dan bagaimana saya bisa disini?” Mungkin karena fokus melihat mata kakek itu bisa membuat dirinya sedikit tenang. Dia melihat kakek itu dengan ragu-ragu dan bertanya-tanya.

“Apa? Kamu bahkan tidak tau bagaimana kamu bisa ditangkap dan dibawa kemari? Oh… Anak muda, kamu telah menyakiti seseorang yang tidak seharusnya kau sakiti. Apakah binatang-binatang dari keluarga Zhang yang telah menangkap dan membawamu kemari?”

“Keluarga Zhang… Zhang Yang?” Bai Yunfei agak tertegun kemudian dia bereaksi.

“Oh, kamu mengenalnya? Bagimana bisa kamu membuatnya marah?! Duh…” Kakek tua itu melihat Bai Yunfei dan mengela nafas sambil mengelengkan kepalanya.

Bai Yunfei melihat sekelilingnya sambil bertanya: “Kenapa kita terkunci di tempat seperti ini? Kapan kita bisa keluar?”

Tempat ini adalah sebuah ruangan luas dengan alas jerami di lantai dan tentu saja tidak hal lain. Tidak ada jendela juga. Sebelah kiri Bai Yunfei adalah pintu masuk yang di tutupi dengan kayu — sebuah penjara? — Dari pintu penjara, Bai Yunfei dapat melihat ladang sekitar ratusan meter persegi di luar. Di kelilingi tembok setinggi 3 hingga 4 meter. Lalu di luar, telihat beberapa kursi mewah diatas lantai.

Bai Yunfei dan kakek tua tadi berada di sudut ruangan. Tidak jauh di sisi lain, masih ada sekitar 10 orang lainnya. Akan tetapi orang-orang itu terlihat kejam. Dengan sekali lihat akan tahu bahwa merka bukanlah orang-orang yang ramah. Mereka berbicara satu sama lain dengan suara yang rendah, mengurus urusan mereka sendiri.

“Keluar?” Raut wajah pria itu berubah ketika dia mendengarnya berbicara demikian.

“Anak muda, kamu… Ya Tuhan! Seluruh kota Luoshi tahu bahwa hanya beberapa orang saja yang telah menyakiti hati tuan muda Zhang Yang dari keluarga Zhang yang dapat bertahan…”

“Apa? Aku…. Aku akan mati?” Bai Yunfei terkaget. Suaranya menjadi sedikit lebih keras, itu terlihat dari tatapan tak bersahabat dari orang-orang di depannya. Segera ia memelankan suaranya, bertanya dengan penuh penasaran: “Kek, kau serius dengan ucapanmu tadi?”

“Duh, anak muda, kamu tidak perlu takut. Apapun yang akan terjadi, terjadilah. Tidak ada gunanya takut…” kakek tua itu menepuk pundaknya dan berkata dengan tenang: “Dan lagi, aku dengar tak lama lagi mereka akan melepaskan kita untuk bertarung dengan seseorang. Selama kita bisa bertahan, mereka akan melepaskan kita…” Saat ini, kakek tua itu memaksakan dirinya untuk tersenyum. Sesungguhnya, dia tidak berpikir bahwa dirinya dan Bai Yunfei, pria tua dan anak muda, akan memiliki kesempatan untuk bisa bertahan.

“Bertarung…” Dalam hatinya Bai Yunfei gemetaran dan merasa sangat ketakutan. Namun setelah melihat ekspresi tenang di mata kakek itu, dia merasa sedikit tenang. Mungkin kebaikan kakek tua itu mengingatkannya pada kakeknya… “ Kek, kau adalah…”

“Nama keluarga ku adalah Wu. Panggil saja paman Wu.”

“Hm, Paman Wu, kenapa dirimu bisa disini juga?”

Namun tak disangka, pertanyaan ini seketika mengubah ekspresi yang mulanya menenangkan menjadi sedih. Matanya menyiratkan kekejaman sambil mengertakkan giginya, seperti seekor hewan buas yang siap menerkam mangsanya.

Kakek tua itu tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Bai Yunfei. Dia sedikit mundur kebelakang, terlihat ketakutan.

Tak berapa lama, ekspresi kebencian di mata kakek itu hilang. Dia menghela napas panjang sambil berkata: “Maafkan aku, apa aku menakutimu?’

Melihat kakek itu sudah kembali normal, Bai Yunfei bernapas lega dan berkata sambil mengibaskan tanganny: “Tidak, tidak… Paman Wu, bila kau tidak ingin menceritakannya lebih baik jangan bercerita tentang itu…”

“Sesungguhnya itu bukan sesuatu yang tidak bisa diceritakan. Karena aku ingin membunuh tuan muda Zhang Yang dengan sebuah parang, dan bawahannya karena telah menangkap dan mengunciku di sini.”

“Apa?” Bai Yunfei tidak dapat membayangkan alasan apa yang menyebabkan paman Wu terkunci ditempat ini.

“Bajingan Zhang Yang itu.. Dia… Dialah penyebab meninggalnya cucu perempuanku!” Tubuh paman Wu bergetar, pikirannya bergejolak, “ Xio Yu’er ku yang malang dia masih 16 tahun!”

“3 hari yang lalu, Cucu kesayanganku berkata dia ingin membeli segulung kain dan membuat sebuah baju untuk ku. Dia berkata musim dingin nanti akan tiba dan dia tidak bisa melihatku kedinginan…” Saat itu, tatapan mata paman Wu penuh dengan kasih sayang, senyuman juga terpancar dari wajahnya. Bai Yunfei dapat merasakan cinta yang tak terbatas untuk cucunya, karena sebelumnya kakeknya juga pernah menunjukkan ekspresi yang sama ketika melihatnya.

“Tapi..Tapi tak lama setelah dia keluar, kami terpisah selamanya!” Air mata mulai mengalir dari mata paman Wu, raut mukanya berubah sedih.

“Tetanggaku berlari dan memberitahuku bahwa Xio Yu’er telah ditangkap oleh anak buah Zhang Yang. Aku segera pergi ke keluarga Zhang Yang untuk mengambilnya kembali, tapi saat tiba disana…tubuhnya sudah sedingin es!”

“Xiao Yu’er, cucuku tersayang, dia tidak sanggup menahan hinaan Zhang Yang sehingga dia dia dipukuli hingga meninggal oleh binatang itu!”

Ekspresi kebencian dari hewan buas yang siap menerkam mangsanya itu muncul kembali di wajah paman Wu, tapi kali ini, Bai Yunfei tidak takut sama sekali. Dia hanya merasa sedih dan marah.

“Setelah aku memakamkan cucu ku tersayang, semua tetanggaku menyarankanku untuk menelan kembali amarahku, mereka berkata aku takkan mampu melawan keluarga Zhang. Aku tahu itu, orang biasa seperti kita, jika keluarga Zhang membunuh yang lain, walikota dan bwahannya hanya akan menutup mata. Di mata mereka hidup kita hanya seperti semut.”

“Tapi, aku tidak tahan! Jika aku tidak melakukan apapun, bagaimana aku bisa jadi orang yang berguna untuk cucuku yang baik hati? Aku akan mati dengan penyesalan! Jadi ku ambil parang di rumah. Mengambil  kesempatan saat dia keluar dengan mabuk dari rumah bordir, aku bergegas. Aku ingin mencincangnya menjadi ribuan potong! Aku ingin dia membayar kematian cucuku dengan nyawanya!”

“Pada akhirnya….Sebelum aku bahkan dapat menyentuh ujung bajunya, aku tertangkap oleh kaki tangannya, lalu.. aku dikurung disini. Sudah satu hari satu malam…Uhuk uhuk…”

Paman Wu menyudahi cerita, karena dia terlihat gelisah, dia mulai terlihat terbatuk dengan tidak nyaman.

Bai Yunfei terdiam. Dia tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun untuk dapat menghibur kakek itu, lalu dia menggenggam tangan kakek tua yang gemetaran, menepuk-nepuk punggungnya dan berkata: “Jangan gelisah, paman Wu. Tidak baik bagi kesehatanmu. Orang seperti mereka lebih rendah dari bintang. Suatu saat nanti dia akan menerima balasan yang setimpal..”

Paman Wu memandang Yunfei dengan sedikit tertegun. Lalu berkata: “Ah… Xio Yu’er ku sering menggenggam tangganku dan menepuk-nepuk punggungku dan menghampiriku dengan gelisah seperti ini juga… Anak muda, aku masih belum menyanyakan namanmu.”

“Saya Bai Yunfei, pangil saja Yunfei.”

“Um, Yunfei, aku lihat kamu anak yang baik..Saat ini semakin sedikit orang-orang sepertimu. Saat ini, jangankan secara fisik maupun hati, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka melakukan apapun, tanpa memperhatikan hidup dan mati orang lain. Mereka telah membuang hati nuraninya. Seseorang harus hidup dengan hati nurani yang bersih…” Setelah paman Wu selesai berbicara, melihat Bai Yunfei yang menatapnya dengan tatapan terkejut, dia bertanya: “Ada yang salah? Kamu tidak setuju dengan yang ku katakan?”

“Tidak, saya hanya teringat kakek saya yang telah tiada. Beliau …juga mengatakan hal yang sama.”

Sesaat kemudian, beberapa orang muncul di balik pintu penjara. Mereka meletakkan satu ember roti kukus dan satu ember air di luar dan berkata dengan suara keras pada orang-orang yang ada di dalam: “Hei kalian! Kemari dan makan! Kalian harus makan sebanyak yang kalian butuhkan, jadi kalian bertenaga untuk mempertaruhkan hidupmu sendiri!”

Karena ada cukup banyak roti kukus di ember, ketika sepuluh dan beberapa orang lainnya telah mengambil dan memakannya paman Wu berdiri dan mengambil beberapa. Dia juga mengambil air dengan mangkuk. Dia kembali ke sebelah Bai Yunfei, memberikannya makanan sambil berkata: “Kamu lapar? Ayo makan. Hanya setelah makan kita dapat mengisi tenaga untuk bertahan hidup.”

Bai Yunfei memakan roti kukus itu sambil berbincang dengan paman Wu dengan suara pelan. Melihat kebaikan hati di mata paman Wu, dia merasa hatinya tergetar. Semenjak kematian kakeknya, dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini lagi – perasaan hangat.

Setelah makan beberapa roti kukus dan berbincang, paman Wu terlihat kelelahan. Dia bersandar pada tembok untuk beristirahat. Namun Bai Yunfei memilih menyendiri di ujung. Akhirnya dia memiliki waktu untuk mengingat apa yang telah terjadi.

“Bagaimana bisa semua luka ditubuhku menghilang?” Yunfei baru saja menyadari bahwa semua luka karena pukulan kemarin secara tiba-tiba menghilang! Setidaknya tubuhnya terasa nyaman.

“Kemarin malam..apakah aku pingsan? Kenapa? Benar! Upgrade.. Batunya!”

Memikirkan itu, Yunfei tanpa sadar tangannya meraih sesuatu di sebelahnya. Tiba-tiba dia menyentuk sebuah benda yang berada di ujung – yang tidak lain adalah batu yang dipegangnya ketika pingsan di malam sebelumnya!

“Saat kamu di bawa ke tempat ini kemarin malam, kamu memegang baru itu dengan erat ditanganmu… apakah itu benda yang penting?” Paman Wu bertanya ketika melihatnya mengambil batu itu.

“Ah..tidak, ini adalah batu yang ku letakkan di bawah kaki tempat tidur..” Yunfei tidak tahhu bagaimana harus menjelaskannya. Untungnya, melihat dirinya yang kesulitan menjelaskan, tidak terlalu di pikirkan oleh oleh paman Wu. Dia hanya tertawa dan tidak melanjutkan pertanyaannya lagi.

Yunfei menundukkan kepala dan melihat batu di tangannya:

“Upgrade successful.”

“Item Grade: Normal.”

“Item Upgrade level: +10.”

“Damage: 9”

“Additional Damage: 16”

“+10 Additional effect: Attack memiliki 1% chance stunning target maksimal 3 detik (ketika menyerang kepala, chance stunning akan bertambah 5%)

“Upgrade requirement: 12 Soulforce.”

“Tentu saja, semua yang terjadi kemarin malam memang nyata…”

“+10 Additional effect? Stun? Apa artinya itu? Kalau aku memukul seseorang dengan batu ini, tentu saja akan membuatnya terluka. Kenapa masih ada peluang beberapa persen lagi?”

“Ayo kita upgrade lagi dan lihat hasilnya?”

Namun dia membatalkan niatnya itu. Kemarin malam, sepertinya dia tidak sadarkan diri karena batu ini. Jadi, bagaimana dia bisa mengupgradenya di tempat seperti ini?

Sambil memegang batu itu, Bai Yunfei melamun. Setelah beberapa saat, dia tersadar karena suara-suara bising.

Dia berbalik dan melihat beberapa kursi mewah telah dipenuhi beberapa orang berpakaian mewah. Sekali lihat dapat dipastikan mereka adalah orang-orang kaya dan para bangsawan. Mereka terlihat besemangat dengan wajah tersenyum. Mereka berbincang satu sama lain dengan suara yang pelan. Beberapa orang menggerakkan tangannya sambil berbincang dengan orang-orang disekitar mereka.

“Semuanya! Selamat datang di Coliseum!”

Tiba-tiba, suara gemuruh memenuhi tempat tersebut. Perbincangan orang-orang kaya dan para bangsawan itu pun terhenti, namum raut muka mereka terlihat lebih bersemangat, meskipun disatu sisi lebih terlihat….gila.

“Para rendahan ini akan berjuang untuk bertahan hidup dan menyerang satu sama lain seperti binatang buas! Ini sesuatu yang menarik dan akan penuh darah! Mari kita nikmati pertunjukkan hari ini!”

 

Translator / Creator: andra