February 6, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 96

 

Entrapment by Jing Mingfeng and the Incoming Ridiculously Absurd Disaster

Menghindari ledakan pada area berbatu di depannya, Jing Mingfeng tiba-tiba tertawa aneh, “Lihat ini!”

Dengan suara kibasan lengannya, kedua tangan Jing Mingfeng berubah menjadi cakar. Lalu, tanpa memperdulikan bibi Zhao yang bisa menyerangnya, dia menyerang terlebih dahulu— dengan memegang dada bibi Zhao….

Bibi Zhao terkejut dan tidak bisa berkata-kata—ini adalah pertarungan antar soul cultivator! Soul cultivator apa yang bertarung dengan memegang dada lawan? Ini adalah taktik licik dari seorang bajingan mesum!

Secara naluriah, bibi Zhao menghentikan serangannya untuk melindungi dadanya menggunakan kedua tangannya.

Jing Mingfeng tertawa licik saat dia menurunkan kaki kanannya. Dengan sebuah hentakan dan satu langkah ke kiri, dia berhenti menyerang dan mendekati gadis muda yang berada beberapa meter darinya.

“Hai gadis cantik, tersenyumlah! Tuan Bai memiliki sebuah hadiah untukmu!” Jing Mingfeng tertawa dan mengulurkan tangan untuk membelai pipinya.

Wajah gadis itu semakin memerah saat dia menggerakkan kepalanya untuk menghindari tangan Jing Mingfeng. Pada waktu yang bersamaan, matanya membeku saat kaki kirinya menendang selangkangan Jing Mingfeng tanpa ampun.

“Oh Sial!” Jing Mingfeng berteriak dengan tangan kirinya menahan kaki yang akan mencapai selangkangannya. Dengan menghindar ke samping sejauh dua meter untuk menghindari tamparan yang mengarah pada wajahnya sambil berbicara dengan sedikit ketakutan, “Aku rasa jika dibandingkan dengan bibi itu, kamu bahkan lebih ganas! Aku hampir kehilangan harta keluargaku karenamu!”

Saat berbicara, Jing Mingfeng tiba-tiba merasa hembusan angin dari belakang. Ini adalah peringatan bahwa bibi Zhao datang untuk menyerangnya.

Wajah bibi Zhao memerah karena marah. Dia tidak pernah membayangkan bahwa musuhnya sangat tidak tahu malu, atau dirinya hampir dengan ceroboh membiarkan pria kurang ajar ini mendekati nonanya lagi. Saat ini, dia tidak menginginkan hal lain selain mencabik-cabik pria itu lalu merobek mulutnya, untuk meredakan kemarahannya.

Jing Mingfeng dengan gesit menghindar ke samping dan bergerak ke arah gadis muda itu lagi. Dengan suara liciknya, dia berteriak, “Hei, nona, aku datang lagiiiii!”

Karena cemas, bibi Zhao segera bergerak dan menghalanginya.

“Haha, kena kau!” Mata Jing Mingfeng berkilat. Tangan kanannya bergerak secepat kilat saat menyentuh kerah baju di bawah leher bibi Zhao dengan tangan yang terus-menerus bergerak untuk menghalanginya. Dengan marah, bibi Zhao meninju bagian tubuhnya.

“Bang!”

Diikuti dengan sebuah suara debaman, Jing Mingfeng akhirnya dijatuhkan untuk pertama kali dan terlempar jauh. Tapi, dia telah mempersiapkan ini, dan menggunakan momentum saat terlempar ke belakang untuk berjungkir balik di udara dan mendarat di atas tanah. Dia menggertakkan gigi sembari menggerakkan tangan kirinya, Jing Mingfeng mengerang kesakitan.  Tapi di tangan kanannya, tiba-tiba ada sesuatu berwarna oranye. Apakah ini… ini baju yang sedang dipakai bibi itu?!

Bibi Zhao berdiri di sana tanpa mencoba untuk menyerangnya. Lenganya disilangkan di dadanya dan seluruh wajahnya menggelap karena marah saat dia memberi tatapan membunuh pada Jing Mingfeng.

Jing Mingfeng… dia entah bagaimana bisa mencuri pakaian dalam yang dia kenakan!

Gadis itu dapat dengan jelas melihat kain di tangan Jing Mingfeng dengan mata terbelalak. Mulut kecilnya ternganga karena tidak percaya dengan tindakan Jing Mingfeng.

Jing Mingfeng tersenyum puas. Dia awalnya ingin mencium kain tersebut karena dia sedang berpura-pura menjadi Bai Yunfei. Semakin vulgar perilakunya, maka semakin baik. Tapi saat dia melihat kemarahan wanita di depannya, sudut bibirnya berkedut dalam keraguan sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan  tindakan yang lebih buruk.

“Pe… pencuri mesum! Aku akan membunuhmu!!” Seluruh tubuh bibi Zhao bergetar karena marah. Dengan sebuah gerakan tangan kanannya, sebuah pedang sepanjang satu satu pertiga meter muncul dalam gengamannya. Ada cahaya oranye yang terpancar dan suara desingan pedang. Dengan sebuah ayunan, ujung pedang tersebut membelah tanah dengan kedalaman tiga meter.

Dengan ledakan kekuatan tersebut, kaki kanannya bibi Zhao menghentak tanah dengan keras sehingga menyisakan sebuah lubang. Jarak puluhan meter dalam sekejap memendek saat dia menyerang Jing Mingfeng dengan mata berkilat penuh keinginan membunuh.

“Sial, Gurauanku kali ini keterlaluan! Waktunya untuk mundur!” Saat sebuah kekuatan penghancur bumi mulai menghancurkan area ini, wajah Jing Mingfeng mulai berubah. Tanpa bisa memikirkan solusi untuk melarikan diri, Jing Mingfeng hanya bisa menggunakan soulforcenya untuk memperkuat kakinya dan membuatnya lebih cepat dari sebelumnya. Seperti seekor anjing liar yang telah lepas dari rantainya, Jing Mingfeng berlari ke arah kanan jalanan.

“Nona, pelayanmu itu tertalu kasar! Dia ingin menghentikan kita untuk bisa bersama. Jadi aku akan bergerak terlebih dahulu. Aku yakin takdir akan mempertemukan kita lagi di masa depan. Hingga saat itu, jangan melupakan ketampananku!” Jing Mingfeng tidak lupa untuk mengucapkan kata-kata terakhir saat dia dengan putus asa mencoba untuk kabur.

Bibi Zhao mengejarnya dengan gesit. Namun, dia mengendalikan dirinya untuk menyerang meskipun marah saat dia melihat pria itu berencana kabur ke jalanan ramai. Jika satu serangan pedangnya lolos, maka kemungkinan penduduk akan terluka.

Jing Mingfeng juga memikirkan hal tersebut, oleh karena itu dia keluar dari jalanan dan berteriak, “Tolong! Ada pembunuh, lari!!”

Suaranya membuat seluruh orang di jalanan berhenti karena bingung. Dengan mengambil kesempatan dalam kekacauan ini, Jing Mingfeng membungkuk dan dengan cepat berlari melewati kerumunan.

Tiba di jalan utama, bibi Zhao berhenti dengan marah. Menatap kerumunan di depannya, dia mengeram dan mulai menahan amarahnya agar dia bisa mengalirkan soulforcenya untuk mencari soulforce Jing Mingfeng. Sesaat kemudian, alisnya mengerut karena terkejut. Dengan kebingungan dia berkata, “Dia pergi? Bagaimana? Aku tidak bisa mendeteksi kepergiannya…”

“Bibi Zhao, bibi baik-baik saja…..”

Bibi Zhao terkejut mendengar suara seorang gadis di belakangnya. Dengan menoleh untuk melihat gadis tersebut, dia menghela napas dalam untuk meredakan amarahnya. Menyingkirkan pedangnya, dia tersenyum kecil pada sang gadis dan menggelengkan kepala, “Ya, tapi pria kurang ajar itu entah bagaimana menggunakan sebuah metode untuk menyembunyikan soulforcenya. Dia pergi.”

Gadis itu terkejut. Menatap kerumunan orang yang telah kembali normal, dia bertanya, “Pria itu… aneh sekali dia! Bagaimana bisa ada…ada soul cultivator tak tau mau sepertinya…”

“Hmph! Bajingan tak tahu malu. Dia tidak hanya memperlakukan nona dengan kasar, dia juga….dia…” Wajah bibi Zhao mulai berubah marah lagi dengan lengan yang menutupi dadanya sendiri. Dengan marah, dia berkata, “Kalau dia dan aku bertemu lagi, aku pasti akan memotong kedua tangannya! Lalu aku akan merobek mulutnya!”

“Baiklah bibi. Jangan marah. Ayo kembali ke penginapan. Jika dia muncul lagi, kamu harus memberikan pelajaran padanya…”

Saat dua wanita tersebut berjalan menyusuri jalan menuju penginapan, bibi Zhao terus-menerus mempendengarkan kata-kata mengutuk ‘penjahat bajingan’ itu lagi dan lagi sedangkan gadis muda itu membisikkan kata-kata untuk menenangkannya.

Tanpa diketahui keduanya, diam-diam seorang pria berjenggot lebat mengikuti ratusan meter di belakang mereka. Berjalan dengan keduanya hingga mereka tiba di penginapan, pria itu menatapnya sesaat lalu berbalik.

Pria itu berjalan ke penginapan lain yang tidak terlalu jauh dan menyewa sebuah kamar untuk semalam. Dengan menutup pintu ruangannya, dia duduk di meja dan menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri. Dengan mata berkilat, dia mulai merenung.

“Aku tidak menunjukkan soulforceku dan bahkan aku berhasil menggunakan Soul Concealment Art untuk sedikit mencampurnya, sehingga mereka berpikir aku sedang mencoba menyembunyikan kekuatanku. Haha…cara seperti ini sangat sempurna untuk menekan orang lain.

Di sudut bibirnya terlihat senyuman sinis. Dengan sebuah gerakan tangan kanannya, potongan kain dari wanita itu muncul. Saat berpikir, senyuman di bibirnya semakin vulgar.

“Hehe, Bai Yunfei, ini adalah harga dari kemarahan Jing Mingfeng…. Kita lihat berapa lama yang kubutuhkan untuk menghancurkanmu!”

…………

Dari dalam penginapan di bagian timur, Bai Yunfei tiba-tiba merasa ketakutan saat dia melakukan meditasi. Ini membuatnya harus kembali pada kesadarannya.

“Apa yang terjadi malam ini? Kenapa aku merasa cemas? Aku merasa jantungku akan melompat keluar setiap saat…”

“Apakah ini karena semua perjalanan yang telah aku lalui? Lupakan, aku telah menyelesaikan cultivating untuk malam ini. Biarkan aku tidur nyenyak malam ini…”

 

Translator / Creator: andra