February 3, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 95

 

Taking Liberties With Women

Jing Mingfeng melihat ke kiri dan ke kanan lalu melihat ke bawah dan berlari menuju ke samping sebuah rumah. Berpura-pura bersandar pada bangunan karena kelelahan, dia menatap ke depan dengan ekspresi tenang.

Dengan menundukkan kepalanya, menutup kedua matanya seolah sedang berusaha keras mengingat sesuatu. Dia bergumam dan berkata, “Kurus, dahi lebar, dagu…”

Saat dia mengingat kembali ingatannya dan bergumam pada dirinya sendiri, kumis di wajahnya mulai menggeliat. Sepuluh detik kemudian, dia membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Penampilan wajahnya saat ini sangat berbeda dari sebelumnya. Dia terlihat 70-80% mirip Bai Yunfei!

“Ya, ini yang terbaik yang bisa aku ingat. Meskipun tidak mirip dengan sempurna, ini adalah perkiraan yang bagus. Setidaknya tidak akan ada masalah dengan ini.” Jing Mingfeng merasakan wajahnya dengan mengangguk senang. Lalu, kemudian dia berkata pada dirinya sendiri, “Dan lagi, dia memiliki rambut pendek, itu bisa membantuku.”

Setelah itu, dia memperlihatkan sebuah senyuman licik dengan wajah yang sangat mirip Bai Yunfei. Jika Bai Yunfei melihatnya sekarang, dia pasti akan menyerah memukuli Jing Mingfeng. Senyuman itu benar-benar licik.

“Oh, benar. Sekarang bukan waktunya untuk bahagia karena diriku sendiri.” Jing Mingfeng menghentikan senyumannya. Dia segera mulai menyusuri jalan ke arah sebuah toko kain terdekat.

Hampir tidak seorangpun berada toko kain. Berdiri dengan menjinjitkan kakinya, Jing Mingfeng melihat sekeliling sebelum tiba-tiba ekspresi gembira muncul di wajahnya. Ada dua sosok di beberapa ratus meter darinya sedang berjalan menuju sebuah gang di sebelah kanannya.

“Ha, mereka berjalan menuju gang dengan hanya sedikit orang, ini menguntungkanku.” Jing Mingfeng tertawa sebelum akhirnya segera mengejar mereka.

Jalan tersebut tidak sesibuk jalan lain yang di dekatnya. Ini juga mulai larut, dan semua toko di pinggir jalan telah berkemas. Hanya ada cahaya dari bangunan terdekat dan cahaya bulan untuk menerangi jalanan.

“Nona, kenapa kita tidak menetap di kota Yanlin selama beberapa hari. Sudah dua bulan sejak kita meninggalkan rumah, anda belum istirahat sama sekali…” Wanita paruh baya berbicara pada wanita muda di sampingnya dengan ekspresi penuh kasih sayang dan kesetiaan.

“Tidak perlu bibi Zhao. Apa bibi pikir seorang Soul Warrior sepertiku tidak bisa menahan rasa lelah?” Gadis itu berbalik dan tersenyum. Dia mengangkat tangan kirinya untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menjuntai di depan wajah ke belakang telinganya. Kulitnya secantik giok dengan alis yang melengkung seperti daun willow. Cahaya di matanya lebih terang dari langit malam yang berada di atasnya, dan saat dia melihat langit berbintang, matanya berkilau bersama dengan setiap bintang di langit. “Selain itu, kita sudah berada di sini selama dua hari penuh. Aku tahu bibi ingin aku istirahat sedikit lebih lama, itulah mengapa kita tidak membeli apapun hari ini. Aku merasa kita sudah cukup lama berada di sini. Kita akan membeli apa yang kita butuhkan dan segera melanjutkan perjalanan…”

“Dan…” Gadis itu menoleh ke belakang untuk melihat ujung jalan. Dengan pelan dia berkata, “Semakin cepat kita sampai tempat itu, semakin cepat bibi bisa pulang ke rumah dan merawat ibu.”

Alis bibi itu mengerut lalu mendesah, “Nona, sebenarnya nona…”

“Bibi Zhao, aku tahu apa yang akan bibi katakan, tidak perlu menghiburku.” Gadis itu menggelengkan kepalanya. “Aku sudah menahannya selama 18 tahun hingga akhirnya aku bisa berjalan keluar dari sangkar burung di rumah itu. Aku hanya ingin melakukan apa yang aku inginkan. Selama aku memiliki kekuatan yang cukup, aku mampu menghancurkan rantai ibu yang mereka pakaikan padanya…mereka yang mengambil ibu, secara pribadi, aku tidak terlalu peduli. Tapi… mereka yang memberikan siksaan pada ibuku. Akan ada hari dimana aku pasti akan kembali membalaskan ibu sepuluh kali lipat—tidak—seratus kali lipat!”

Di akhir ucapannya, wajah gadis itu perlahan semakin terang karena kemarahan serta kesedihan yang terlihat….

Mata Bibi Zhao memancarkan rasa sakit. Melihat gadis kecil yang tertekan itu, matanya memantulkan penderitannya. Saat dia akan berbicara, matanya tiba-tiba beralih ke samping dan berteriak marah, “Anak muda. Apa yang kau inginkan?!”

Segera setelah dia berbicara, sebuah ledakan energi dapat di rasakan saat cahaya pada cincin orange mengarah pada mereka. Sebuah tangan kanan terulur dan mencengkeram pantat gadis kecil itu dengan cengkeraman bejatnya.

Reaksi bibi itu sangat cepat, tapi pemilik tangan tersebut merespon hingga tak bisa diprediksi. Dengan memutar pergelangan tangannya, tangan itu meraih ujung baju gadis itu.

“Tzzkk!” Suara robekan terdengar saat sebuah lubang seukuran telapak tangan terlihat di baju gadis itu. Beruntung reaksi gadis itu tidaklah lambat. Dengan segera mencengkram bagian atas bajunya, dia mencegah robekan yang lebih panjang.

Bibi itu terlihat marah dan terkejut. Bukan karena dia tidak menyadari seseorang di dekatnya. Dia menyadari seseorang ada di sana, tapi jelas itu adalah langkah kaki seseorang yang bergegas pulang ke rumah, sehingga dia tidak memperhatikannya. Apa yang tidak di bayangkannya adalah pria tersebut tiba-tiba melakukan tindakan seperti ini. Jika dia tidak berekasi secepat itu, dia takut hal ini akan membuat nona mudanya lebih di lecehkan.

Karena serangan diam-diamnya gagal, dia meledakkan soulforce lagi untuk mendorongnya lima hingga enam meter jauhnya untuk berhadapan dengan mereka—itu adalah Bai Yunfei! Oh, bukan. Itu sebenarnya adalah Jing Mingfeng yang berpura-pura menjadi Bai Yunfei.

Jing Mingfeng menatap gadis muda di depannya lalu melirik ke arah wanita tua yang sedang marah. Matanya melihat lagi gadis kecil yang baru saja menyadari keadaan ini. Matanya melihat kain yang ada di tangannya. Dengan senyuman licik, dia mengendus aroma kain tersebut seolah memabukkan dan tersenyum licik, “Gadis yang mempesona, bahkan bajunya oh sangat manis. Hehe… tuan muda beruntung memiliki gadis ini. Gadis cantik, ijinkan tuan muda ini menjagamu. Kemari dan aku akan mencintaimu dengan baik, hehe….”

Gadis itu menatpnya kosong seolah kehilangan kata-katanya, Seolah dia tidak pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya. Jing Mingfeng mengendus bajunya dengan kasar hingga alis mata gadis itu membeku dan wajahnya memerah. Matanya terlihat marah dan seluruh tubuhnya mulai bergetar.

“Nak, aku melarangmu memperlakukan nona muda sekasar itu!!” Reaksi bibi itu lebih cepat. Dia menghentakkan kakinya pada tanah bahkan sebelum Jing Mingfeng selesai berbicara, menyebabkan bebatuan di tanah berserakan di bawahnya. Dengan melompat ke udara, dia terbang beberapa meter ke depan dengan kaki kanan yang siap menendang dada Jing Mingfeng.

“Aku pergi, tidak perlu sekasar itu!” Jing Mingfeng berteriak cekikikan. Dengan kaki kanannya mengetuk tanah, dia meluncur ke samping dengan kesulitan dan menghindari serangan kakinya.

“Boom!” Sebuah ledakan terdengar di udara dengan debu dan angin berhembus di segala arah. Jing Mingfeng menutup matanya dan dengan cepat mundur beberapa langkah. Kaki bibi itu menyebabkan sebuah lubang selebar satu meter dan dengan dalam tiga meter di tempat dirinya berdiri!

“Fiuh, itu bahaya sekali. Dia pengguna earth property kekuatan apa yang dimilikinya! Bagusnya aku lebih cepat…” Jing Mingfeng menyeka keringat di dahinya sembari diam-diam membanggakan dirinya.

Saat dia melihat gerakannya meleset, bibi itu tidak terlihat terkejut atau bahakan berhenti bergerak. Sebaliknya, kemarahan di wajahnya meningkat bersamaan dengan dalamnya lubang saat dia melakukan tendangan ke arah Jing Mingfeng.

“Kamu masih mendekat?!” Jing Mingfeng berteriak saat menghindari pukulan yang datang, “Bibi, kau terlalu brutal! Kamu akan membunuhku jika seperti ini!”

“Kau bajingan! Setelah mengganggu nona muda, jika aku tidak membunuhmu di sini dan sekarang, setidaknya aku akan mematahkan satu lenganmu!” Bibi itu meluapkan kemarahan sembari menyerang kaki Jing Mingfeng dengan kakinya, tapi Jing Mingfeng dengan gesit melompatinya.

Jing Mingfeng berteriak lagi dan lagi saat dia melompat dan menghindari serangan bibi itu. Meskipun bibi itu seorang Soul Sprite tahap menengah, serangan kuatnya tidak sebanding untuk melawan kecepatan Jing Mingfeng. Jing Mingfeng tidak melawan dan hanya menghindar. Yang lebih penting, dia mencoba mencari kesempatan untuk menyerang gadis di belakang bibi itu. Dalam setiap kesempatan, dengan waspada bibi itu menghalanginya untuk berbuat demikian. Setelah sepuluh kali pertarungan, dia gagal mendaratkan serangan padanya.

Selagi dia menghabiskan waktunya untuk menghindar, dia selalu menemukan waktu untuk menggoda dan mengejek gadis itu dengan kata-kata vulgar. Kata-kata itu cukup untuk membuat wajah gadis itu semakin merah karena marah. Berkali-kali gadis itu tertarik untuk menyerangnya bersama dengan bibi untuk membantu memberi pelajaran pada pria itu.

Menghindari ledakan di depannya, Jing Mingfeng tiba-tiba tertawa aneh, “Lihat ini!”

Translator / Creator: andra