February 1, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 93

 

Jing Mingfeng, ‘No Discord, No Concord’

“Bang!”

Saat kepalan tangan pria itu bersentuhan dengan batu, Bai Yunfei terhuyung setengah langkah ke belakang dengan tatapan tertegun, Bai Yunfei tidak melakukan apapun selain berdiri di sana dan bukannya mengejar. Dia tahu pria tersebut ingin mengambil kesempatan dalam keramaian untuk kabur sehingga dia berdiri untuk menjaga jalan masuk gang tersebut. Jika dia ingin kabur melawati jalan lain, maka pria itu harus berlari cukup jauh. Bai Yunfei sangat percaya diri bahwa dia bisa mngejarnya jika dia menyerah dengan jalan lain. Dengan kedua dinding yang sangat tinggi, Bai Yunfei mampu untuk menghentikannya jika dia mencoba untuk memanjat.

“Sebuah ba-batu??” Pria tersebut menggerakkan tangan kanannya saat dia melihat benda di tangan Bai Yunfei. Dia tidak bisa menahan diri untuk menarik napas ringan. Dengan ekspresi aneh, mata pria tersebut menatap batu di tangan Bai Yunfei dan terlihat marah, “Nak, apa kamu sedang bermain-main? Kita berdua adalah soul cultivator, jadi tunjukan padaku? Apa kamu benar-benar ingin menangkapku dan memasukkanku ke penjara? Pemerintah kota akan menerima masalah apapun yang berhubungan sengan soul cultivator, bukan begitu? Kalau kamu menganggu tuan kota, maka itu tidak baik bagimu. Kamu telah mendapatkan kembali cincin interspasialmu, jadi jangan katakan bahwa kamu mendapat kerugian. Atau apa kamu bermaksud membunuhku untuk menyelesaikannya!”

“Kalau aku ingin membunuhmu, kamu mungkin sudah bersimbah darah.” Bai Yunfei merendahkan pria tersebut. “Aku tidak berpikir bahwa seorang soul cultivator tahap Soul Sprite akan merendahkan diri dengan mencuri, aku telah belajar banyak. Aku akan melepaskanmu, tapi kamu harus berjanji satu hal.”

“Katakan!” Mengetahui dirinya dalam kesulitan, pria tersebut bertanya dengan  mngertakkan giginya.

Ada senyuman samar di wajah Bai Yunfei, “Aku cukup tertarik dengan kemampuan perubahanmu. Mampu menyembunyikan soulforcemu hingga menjadi setara dengan orang biasa, tapi kamu juga mampu dengan sempurna mengubah penampilan fisikmu. Apakah itu sebuah soul technique? Serahkan dua teknik itu, dan aku biarkan kau pergi.”

“Apa?” Mata pria itu melebar saat dia menatap Bai Yunfei dengan tatapan ragu. Namun kemudian mata lebarnya mulai terlihat marah. Lalu, wajahnya mengejang dan tubuhnya mulai gemetar. Dengan tatapan kebencian pada Bai Yunfei, pria itu membentak, “Kau ingin rahasia keluargaku juga! Kau sama dengan yang lain.. orang-orang sepertimu, kau membunuh seluruh keluargaku demi mereka! Aku tidak akan membiarkan ini! Jangan pikir kau bisa mendapatkan sesuatu dari tubuhku… sebaiknya matilah!”

Matanya seolah bisa mengeluarkan api dan kata-katanya hampir membingungkan. Mengertakkan giginya dengan suara geraman pelan lalu menyerang Bai Yunfei dengan marah!

Cahaya biru yang mengelilingi tubuhnya mulai bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Saat dia menyerang, tangan kananya bergerak sehingga dagger berwarna hitam muncul. Dengan menyerang Bai Yunfei, dia menusukkannya!

Bai Yunfei tertegun. Dia tidak tahu bahwa musuh akan tiba-tiba menjadi sangat marah seperti itu. Tapi, saat dia melihat mata merah pria tersebut, hati Bai Yunfei bergetar sesaat. Mata itu –– Bai Yunfei sangat familiar dengan mata itu. Teringat saat Li Chengfeng dengan kebenciannya pada bandit-bandit hutan, dia juga memiliki ekspresi yang sama. Ini adalah kebencian yang menyebar hingga ke tulang dan jiwanya!

Dalam kebingungannya, dagger musuh sudah mendekatinya. Matanya berkilat, Bai Yunfei melangkah mundur dan menghindari tusukan tersebut. Dia tidak menyerang kembali dan sebaliknya dia mengambil beberapa langkah ke kiri. Tapi apa yang tidak diduganya adalah saat melihat musuh yang kehilangan keseimbangan bahkan pertahanannya. Dengan melemparkan dagger, jatuh di tangan kirinya sebelum menikam tanpa henti abdomen Bai Yunfei!

Alis mata Bai Yunfei terangkat, tapi kakinya tidak berhenti bergerak. Saat tubuhnya miring ke samping seperti boneka yang miring, batu di tangannya diayunkan untuk menghentikan tangan kiri musuh. Lalu, dia berputar untuk menghantamkan batu pada bahu musuh.

“Bang!” Diikuti dengan suara pelan, tubuh seseorang tiba-tiba terlempar –ini adalah tanda bahwa efek ‘hurtling’ telah aktif.

Pria itu terlempar beberapa meter sebelum terjungkir di tanah dengan ekspresi bingung. Bai Yunfei tidak mengejarnya dan mengambil kesempatan untuk berteriak, “Hei! Aku bilang, apa kamu tidak salah orang? Aku hanya mengatakan satu kalimat dan kamu bereaksi berlebihan seperti ini?”

Masih terbingung, pria itu mendongakkan kepalanya untuk menatap Bai Yunfei. Alis matanya terangkat seolah pikirannya mulai jernih. Tatapan matanya kembali normal. Akhirnya, dia menghela napas dan berbicara pada dirinya sendiri, “Hampir saja, aku kehilangan kendali dengan satu kalimat? Beruntung dia bukan musuh yang sebenarnya, atau yang lain… Tidak. aku harus belajar menahan kebencianku. Jing Mingfeng, kapan kamu mejadi cukup kuat, kau tidak bisa menjadi seperti ini lagi…”

Setelah menyadarkan dirinya, Jing Mingfeng menggerakkan tangan untuk mengumpulkan daggernya. Melihat Bai Yunfei, dia menggaruk kepalanya karena malu. Seolah berbicara pada teman baik, dia berkata, “Baiklah.. ini salahku. Aku kehilangan kendali diriku. Saudaraku, pikiranku tidak jernih sesaat. Aku akan pergi mencari dokter. Jadi, seperti katamu, aku tidak akan menganggumu lagi, selamat itnggal.”

Dengan begitu, dia berbalik untuk keluar dari gang seolah berada di jalan yang benar.

Bai Yunfei menatap kecewa. Bibirnya berkedut bingung dia harus tertawa atau menagis sebelum berteriak, “Hei! Kamu pikir kamu bisa pergi dengan mudah? Kamu masih berhutang karena mencoba mencuri cincin interspasialku!”

Langkah Kaki Jing Mingfeng terhenti. Dengan mendesah dalam hati, dia berbalik tak berdaya. “Apa yang kau pikir akan terjadi?”

“Apa maksudmu dengan apa yang aku pikir akan terjadi? Aku tidak memikirkan apapun yang seharusnya terjadi, oke?” Kata Bai Yunfei. Suaranya terdengar tenang, dan untuk beberapa alasan, dia tiba-tiba tidak merasakan kebencian di pria ini. Sebaliknya, dia merasakan persahabatan. Bahkan ada pemikiran ‘pria ini tidak buruk’ dalam pikirannya. Mungkin…dari tatapan kebencian sebelumnya, atau kesedihan yang tertahan di matanya….

Bai Yunfei menatap Jing Mingfeng kecewa sesaat sebelum tiba-tiba tersenyum aneh. Merasakan sebuah kengerian di punggungnya, Jing Mingfeng mundur dengan waspada. “A-apa yang kau lakukan?”

“Haha….” Bai Yunfei tertawa dengan batu di tangannya. “Jika bukan karena aku memiliki kemampuan istimewa untuk menemukanmu, mungkin aku akan kehilangan cincinku. Itu akan menjadi bencana bagiku. Jika aku melepasmu seperti ini, lalu aku tidak akan merasa tenang pada diriku sendiri. Mari kita bertarung dua pertarungan lagi”

Setelah mengatakan itu, Bai Yunfei bahkan tidak menunggu reaksi pria tersebut dan tubuhnya berubah menjadi bayangan. Dalam sekejap mata, dia sudah berada di depan Ji Mingfeng dan mengayunkan batu pada dadanya.

Jing Mingfeng sangat terkejut dan tergesa-gesa menghindar ke samping. Namun Bai Yunfei telah memperkirakan bahwa Jing Mingfeng akan menghindar sehingga dia menggerakkan tangannya untuk menghantamkan batu tersebut pada dada Jing Mingfeng. Pria itu terhuyung ke belakang; tidak ada luka, dan tidak ada sesuatu yang luar biasa.

“Hei! Apa yang kamu lakukan! Soul cultivator macam apa yang menggunakan sebuah batu untuk bertarung!” Jing Mingfeng mundur beberapa langkah terus-menerus sembari berteriak pada Bai Yunfei yang terlihat mengabaikannya. Meskipun musuhnya seorang soul cultivator yang sangat cepat karena wind property miliknya, Bai Yunfei satu level lebih tinggi darinya dan memiliki Wave Treading Steps. Tidak ada tempat untuk lari selain dinding batu bata.

“Akan aku katakan padamu….” Jing Mingfeng mengangkat tanganya untuk menahan serangan ketiga saat tiba-tiba dia terlempar sekali lagi. Hal ini menghentikan ucapannya, tapi dia tidak terlempar jauh karena dinding yang ada di belakangnya….

Jing Mingfeng berdiri untuk membersihkan dirinya dari debu. Tidak ada cedera yang terlihat, tapi dia menatap batu di tangan Bai Yunfei dengan kebingungan –apa yang baru saja terjadi?

Bai Yunfei tertawa sebelum menyerangnya sekali lagi.

Karena pertarungan antara dua orang ini berada di sebuah gang yang sedikit terisolasi.  Yang dapat didengar hanyalah debaman dan suara menggerutu seseorang.

……

Seluruh tubuh Jing Mingfeng dipenuhi kotoran dan debu dari tempatnya berdiri. Dengan posisi membungkuk, wig putihnya terjatuh dan memperlihatkan rambut hitam dibawahnya, dengan keriput yang masih ada di dahinya, dia terlihat sangat aneh.

Berguling seperti keledai untuk menghindari serangan selanjutnya, dia bergegas mundur dengan berteriak, “Hei! Cukup cukup! Aku sudah terlempar tujuh kali, siapa tahu aku akan marah jika ini terulang lagi!!”

Bai Yunfei berhenti saat melihat batu di tangannya dengan bingung, “Oh? Sudah tujuh kali? Baiklah kalau begitu…”

Jing Mingfeng mendesah lega. Saat akan mengatakan sesuatu, Bai Yunfei memukulnya dengan tinjunya. “Kalau begitu satu ronde lagi, kumpulkan keberuntunganmu!”

“Aku….”Jing Mingfeng bahkan tidak punya waktu untuk berteriak mengeluh saat batu itu mengenai bahunya. Tidak. Batu tersebut menghantam bahunya lagi– menyebabkan wajahnya menggelap saat dia menyadari sudah terlambat untuk menghindar… lalu di terlempar seperti yang diinginkannya.

Setelah jatuh dan bangkit dari tanah, Jing Mingfeng melihat Bai Yunfei tidak lagi berusaha mengejarnya. Tidak ingin berada di sini lebih lama lagi, Jing Mingfeng berbalik untuk lari-siapa tahu apakah musuh akan mengeluarkan lagi kalimat “kumpulkan keberuntunganmu” itu lagi atau tidak….

“Hei! Hutang kita sudah impas, aku tidak akan memukulmu lagi. Namaku Bai Yunfei, siapa namamu?”

Kemudian sosok Bai Yunfei yang tersenyum dapat mendengar teriakan dari belakangnya. Jing Mingfeng berhenti sesaat. Tapi bukannya berbalik, dia meningkatkan usahanya untuk lari dari gang tersebut. Segera setelah dia berbalik ke sudut, sebuah teriakan marah terdengar dari Jing Mingfeng.

“Hutang kita sudah impas apanya! Nak, Aku, Jing Mingfeng akan mengingat ini! Aku telah dipermalukan olehmu hari ini, tapi tunggu hingga saat aku membalas dendam!”

Bai Yunfei terkejut sesaat, bibirnya berkedut, “Aku hanya memukulmu beberapa kali dengan sebuah batu. Tidak akan melukaimu atau apapun, sayang sekali…”

————————-

Translator / Creator: andra