May 30, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 136

 

Astonishment

Keputusasaan dapat terlihat di wajah Wu Sen saat dia melihat tali emas yang melilit kakinya.

Dia mengenali tali emas itu. Itu adalah tali yang sebelumnya tuan Li berikan pada Fang Hao untuk menangkap burung Quickshade. Dia juga tahu bahwa tali emas itu memiliki kekuatan memanjang dan memendek, tapi… sejak kapan tali itu bisa memanjang sepanjang ini?

Tanpa membiarkan Wu Sen melanjutkan pemikirannya, Compliant Rope itu mengeluarkan cahaya emas dan perlahan mulai memendek. Ditambah dengan kekuatan tarikan dari Bai Yunfei, dua pria itu semakin dekat satu sama lain seperti sebelumnya.

Awalnya, Wu Sen sangat senang bisa menghindari Fire-tipped Spear yang dilemparkan. Dia percaya bahwa musuhnya membuang soul item terkuat yang diandalkannya. Sebenarnya itu adalah tindakan bodoh. Tapi sekarang yang terjadi, dirinyalah yang bodoh! Gerakan membunuh Bai Yunfei bahkan semakin kuat!

Flame Winged Blade!

Saat sebuah long blade sepanjang empat meter dilemparkan ke arahnya, Wu Sen hampir menggunakan perintah peledakan sekali lagi sebelum dia menyadari bahwa lengan kirinya telah terpisah dengan tubuhnya. Rasa sakit itu membuat mulutnya terbuka lebar dan memuntahkan darah. Dia dalam keadaan bingung tapi tidak ingin mati, Wu Sen menyadari bahwa tubuhnya ditelan bara api dan akhirnya berbuah menjadi abu.

Setelah mendarat, Bai Yunfei tidak mengurangi kewaspadaannya dan berputar, hanya untuk melihat Thunderbird yang mendekat hampir sepuluh meter darinya! Tapi kali ini, burung itu telah berhenti terbang dan menunggu dengan mengepakkan sayapnya pelan. Energi kacau yang mengalir tak beraturan dalam tubuhnya perlahan mulai menyurut saat dia mendarat ke tanah perlahan tanpa adanya gerakan lainnya.

“Fiuh…”

Setelah menghela napas, Bai Yunfei mulai merasakan pusing. Tidak mampu menahan dirinya yang terhuyung dua langkah ke belakang, Bai Yunfei menjatuhkan dirinya ke samping. Rasa lelah menyebar keseluruh tubuhnya yang menandakan dirinya kehabisan soulforce.

Dengan menukar beberapa perhiasan yang dapat meningkatkan energinya, Bai Yunfei mampu mempercepat pemulihannya saat menggunakan cincin interspasial +10 yang dapat memulihkan soulforce dengan cepat.

Serangkaian suara langkah kaki terdengar dari sisi kanan, sehingga Bai Yunfei menolehkan kepalanya ke arah suara itu berasal. Saat melihat Jing Mingfeng mendekat, Bai Yunfei tersenyum, “Sudah selesai?” tanyanya.

“Tentu saja. Aku sudah selesai saat kamu membunuh orang pertama dan berencana membantumu, tapi siapa sangka kamu menyelesaikan pertarunganmu sangat cepat? Kamu membunuh dua orang tanpa jeda dalam langkahmu.” Jing Mingfeng tersenyum canggung.

Melihat dari arah Jing Mingfeng datang, dia bisa melihat dalam beberapa ratus meter, tubuh Tai Ping dan Fang Hao tergeletak. Keduanya memiliki luka mengerikan di tenggorokan yang terus mengeluarkan darah segar. Ekspresi keduanya terlihat terkejut dan kosong. Sebuah pisau telah merobek ternggorokan mereka hinga mengeluarkan darah tapi perlahan membunuh mereka.

Pupil mata Bai Yunfei mengecil, tapi dia telah pulih dengan sangat cepat. Dengan sedikit mengangguk pada Jing Mingfeng, dia menutup matanya dan melanjutkan memulihkan soulforcenya.

Sebelumnya, Jing Mingfeng meminta pada Bai Yunfei untuk mengatasi Fang Hao dan Tai Ping seorang diri, dengan begitu Bai Yunfei dapat memusatkan perhatiannya pada pertarungannya sendiri. Karena keteguhannya, Bai Yunfei tidak terlalu memerhatikan bagaimana Jing Mingfeng membunuh dua orang itu, tapi dia tidak ingin menanyakannya. Dia tahu Jing Mingfeng masih menyembunyikan sebuah rahasia, tapi itu tidaklah penting. Setidaknya, Bai Yunfei bisa mengakui bahwa Jing Mingfeng adalah orang yang pantas disebut teman yang bisa dipercaya. Dan baginya itu sudah lebih dari cukup.

Apa yang Bai Yunfei tidak ketahui adalah fakta bahwa Jing Mingfeng menghadapi keterkejutan beberapa kali lebih besar dari Bai Yunfei.

Kamu telah membunuh dua orang Soul Sprite tingkat menengah sebelumnya, dan sekarang kamu menyingkirkan dan membunuh Soul Sprite tahap menengah lainnya serta seorang Soul Sprite tahap akhir. Sebenarnya berapa banyak soul item yang kamu punya, dan apa rahasia lain yang kau sembunyikan….” Wajah Jing Mingfeng masam saat dia menatap Bai Yunfei. Pikirannya kacau, dan orang lain tidak tahu kecuali Jing Mingfeng sendiri tentang apa yang dipikirkannya.

Beberapa menit berlalu sebelum Bai Yunfei berhasil menguatkan soulforcenya kembali untuk bisa berdiri. Dengan mengamati keadaan di sekitarnya, dia memutar Firetipped Spear yang menancap di tanah. Saat dia menariknya, dia berkata pada Jing Mingfeng, “Ayo bersihkan arena pertarungan ini dengan cara seperti kemarin. Kita akan membakar mayat – mayat ini hingga menjadi abu.”

Ye Tianwen awalnya melihat Bai Yunfei mengumpulkan dagger yang dilemparkan ke semak-semak ke dalam cincin interspasialnya sedangkan Tianming dan Jing Mingfeng bergegas membantu di sisi lain. Kemudian, melihat area yang porak poranda tapi ‘bersih’ di sekeliling mereka, Ye Tianwen berkata pada dirinya sendiri dengan tatapan termenung. Menoleh untuk menatap pamannya Ye Quan, dia berkata, “Paman kedua, apakah keempat orang yang kita rasakan sebelumnya benar-benar mati? Mereka semua adalah Soul Sprite; mereka berdua masih di tahap awal, dan dua orang lainnya tahap menengah dan akhir, bagaimana keempat orang itu bisa terbunuh dengan cepat oleh dua orang ini?”

Mereka berdua tiba di tempat kejadian beberapa menit setelah pertarungan berakhir. Tapi mereka bisa merasakan pertarungan yang sebelumnya hingga kedatangan mereka. Saat mereka melihat Bai Yunfei dan Jing Mingfeng keduanya ‘membersihkan’ tempat itu, mereka tidak mengatakan apapun. Ye Tianwen mulai merasakan ada yang salah dengan soulsensenya, mencoba untuk bertanya pada Ye Quan untuk memastikan keraguannya.

Tidak seperti Ye Tianwen, Ye Quan telah menyadari ledakan elemental energy tersebut dan juga empat soulforce tidak stabil yang menghilang seketika. Meskipun dia tidak melihatnya sendiri, dia bisa memperkirakan apa yang telah terjadi. Satu potongan puzzle mengenai dugaanya adalah fakta bahwa dia tidak menduga melihat dua orang yang mampu mengalahkan dan membunuh empat orang dengan sangat cepat. Dari penampilan keduanya, mereka sepertinya tidak terluka…

Dengan menggelengkan kepalanya, Ye Quan menyadari bahwa Bai Yunfei, Jing Mingfeng dan Tianming menuju ke arahnya. Dengan berbisik pelan, Ye Quan berkata, “Apapun masalahnya, mereka berdua tidak bisa disinggung. Meskipun mereka mampu membunuh orang-orang dari Beast Taming School dan melenyapkan setiap bukti keterlibatan mereka, itu…tidak ada salahnya untuk berhati-hati. Kalau ini menyebabkan kemarahan Beast Taming School pada kita, maka mereka tidak akan puas hanya dengan membunuh seluruh anggota keluarga Ye meskipun itu sepuluh kali lebih besar.”

Ye Tianwen menganggukkan kepalanya setuju. “Baiklah, mari bicarakan ini setelah kembali ke rumah. Tianming sepertinya memiliki pertemanan yang dalam dengan mereka berdua, dan kita tidak mengetahuinya secara rinci. Kita akan bertanya pada Tianming nanti malam dan merencakan apa yang harus dilakukan nantinya….”

Di kota Gaoyi di sebuah mansion keluarga Ye.

Hari sudah mencapai tengah malam, tapi aula masih sangat terang seolah masih siang hari.

Saat Bai Yunfei dan lainnya berjalan ke dalam aula, yang pertama berbicara sebenarnya bukanlah pria paruh baya mirip dengan Tianming yang sedang duduk di kursi utama, melainkan seorang wanita tua berambut putih yang duduk di sampingnya.

“Ming’er, Ming’er ku, kamu…kamu akhirnya kembali! Kamu membuat nenekmu ini cemas, apa kamu menderita di luar sana? Lihatlah dirimu, kamu sekarang sangat kurus! Sebenarnya kamu pergi kemana… ayahmu mengatakan bahwa bajingan dari Zhao itu mencoba menculikmu. Kemarilah dan biar nenekmu memeriksamu – apa kamu terluka? Jangan kabur lagi, dunia luar sangat berbahaya, dan kamu tidak tahu apapun. Jadi jika terjadi sesuatu…”

Wanita tua itu bahkan sepertinya tidak menyadari Bai Yunfei ataupun lainya dan segera mendekati Tianming yang berada di sisi kiri kelompok. Dengan memegang pergelangan tanganya kuat, wanita itu menatapnya dengan penuh kasih sayang dan mulai berbicara kata-perkata berturut-turut. Sulit membayangkan ada seorang wanita tua memiliki kekuatan berbicara sepanjang itu tanpa berhenti. Bahkan yang lebih mengesankan adalah dia melanjutkan perkatannya tanpa memperhatikan orang-orang disekeliling mereka berdua.

Tatapan tak sabar terlihat di wajah Tianming saat dia menepis tangan wanita itu dengan tidak sopan, “Nenek, berapa kali aku katakan, jangan memperlakukanku seperti anak umur tujuh tahun lagi. Setiap saat, nenek selalu seperti ini, menyebalkan sekali…”

“Tianming!” Bai Yunfei membentaknya dengan suara pelan dan mengerutkan alisnya.,

“Ah?” terkejut, Tianming berbalik menatap Bai Yunfei dengan bingung.

“Apa kamu lupa apa yang aku katakan padamu sebelumnya?”

“Aku… aku tidak.” Tianming terdiam beberapa saat sebelum berpikir untuk memukulnya. Dengan berbicara pelan, dia berkata, “Dari semua kebaikan, berbakti adalah sesuatu yang sangat penting. Bai Yunfei, Aku tidak akan lupa, maaf….”

Bai Yunfei menggelengkan kepalanya, “Kamu tidak perlu minta maaf padaku.”

“Ya….” Tianming menatap wanita di depannya dengan kepala menunduk. “Nenek, maafkan aku. Aku telah membuat nenek cemas. Aku tidak akan melakukan ini lagi…”

Segera setelah mengatakan itu, semua orang tertegun. Semua orang dari keluarga Ye tertegun melihat Tianming dengan mulut terbuka seolah mereka menyaksiksan sesutau yang sulit dipercaya.

Translator / Creator: andra