May 20, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 132

 

Stay Your Hands!!

Tang Xinyun mengigit pelan bibirnya. Dengan tatapan pasti di wajahnya, dia menyerang tubuh ular warna-warni yang meluncur dari rumput di sisi kanannya itu. Kilatan cahaya terpancar dari bagian tubuh ular yang dia serang. Meskipun ular kecil itu terlempar, dia jelas tidak terluka.

Tang Xinyun mengambil kesempatan dari waktu singkat yang dia miliki untuk melihat bibi Zhao. Dia melihat wanita itu tidak mampu menerobos jebakan musuh yang ada di sekelilingnya meskipun dia menyerang mereka dengan membabi buta. Dia bisa mendengar jeritan Xiao Bai yang penuh kemarahan dan keputusasaan. Jejak keputusasaan terlintas di mata Tang Xinyun, tapi segera tergantikan dengan tatapan teguh yang tak tergoyahkan. Dia terus menggunakan pedangnya untuk bertahan dari serangan kelelawar hitam selagi melakukan yang terbaik untuk perlahan mendekati Zhao Mancha.

Dia dan bibi Zhao sengaja mempercepat langkah kaki mereka setelah meninggalkan kelompok Bai Yunfei di kota Guyi. Mereka telah tiba di kota Gaoyi pada pagi hari, tapi mereka tidak menduga akan menghadapi penyerangan tak lama setelah mereka memasuki kota. Jika bukan karena kewaspadaan Xiao Bai, mereka berdua pasti telah tertangkap saat penyergapan awal terjadi.

Setelah musuh memperlihatkan diri, mereka berdua menyadari bahwa musuh adalah orang-orang dari Beast Taming School, dan segera mengerti bahwa mereka datang untuk Xiao Bai. Setelah berselisih, bibi Zhao menuntun Tang Xinyun saat keduanya lari dari kota Gaoyi. Akan tetapi, musuh tidak menyerah dengan pengejaran mereka. Musuh terus mengejar mereka cukup lama saat mereka mencoba kabur. Akhirnya, mereka masih bisa tertangkap oleh musuh di tempat ini, dan terpaksa terlibat pertarungan sengit.

Tang Xinyun dalam hati merasa cemas saat dia mendengar erangan bibi Zhao. Dia segera berbalik dan melihat monyet itu memekik sedangkan Zhao Mancha menghindari serangan bawah tanah. Sebuah energi kuning dari tanah tiba-tiba keluar dari tubuhnya, dalam sekejap berkumpul di tangan kanannya. Cakarnya membesar lebih dari setengah dari ukuran normal, serta diselimuti oleh cahaya jingga. Kakinya yang kuat dihentakkan ke tanah saat melompati Zhao Mancha. Kemudian, dia mengayunkan cakar kanannya, memberikan sebuah pukulan kuat pada pinggang Zhao Mancha.

“Bibi Zhao!!”

Tang Xinyun berteriak waspada ketika dia didorong oleh kelelawar raksasa di depannya. Saat dia akan berlari ke arah wanita yang lebih tua darinya itu, sebuah pusaran angin tiba-tiba muncul di belakangnya, menangkapnya yang sedang lengah dan menyapunya ke samping. Meskipun angin itu tidak terlalu kuat, angin tersebut masih bisa mengangkatnya beberapa meter ke udara. Setelah itu, angin tersebut membantingnya ke tanah dengan keras.

Di sisi lain, bibi Zhao mendapatkan pukulan di pinggang oleh Spirit Monkey, hingga membuatnya terhuyung dua langkah ke kanan. Dia memuntahkan darah saat empat luka yang serius muncul di sisi kiri pinggangnya.

Setelah memuntahkan darah, tatapan marah terlihat matanya. Dia segera mengalirkan soulforce dan mengangkat longswordnya dan cahaya jingga muncul. Kemudian, dia berteriak rendah saat dia memutar pedangnya lalu menancapkannya ke tanah di bawahnya tanpa ragu.

Itu adalah soul technique sama yang sebelumnya dia gunakan saat melawan Bai Yunfei di kota Guyi. Hanya saja, kekuatannya sekarang beberapa kali lipat lebih kuat. Tanah dalam radius sepuluh meter di sekelilingnya tersentak ke atas bersamaan dengan cahaya jingga yang mirip pedang itu menancap di tanah. Spirit Monkey sebenarnya ingin terus mengejarnya, tapi dia diserang oleh salah satu cahaya jingga tersebut. Darah dan dagingnya meledak dari bahunya dan sebuah luka cukup dalam terukir di tubuhnya

Orang-orang dari Beast Taming School terkejut dan mulai menggunakan soulforcenya. Spirit monkey itu menjerit saat dia hampir menghindari kilatan pedang dan mencoba untuk mundur.

Hanya dalam waktu singkat, hampir seratus cahaya sword-light telah menancap di tanah di sekeliling wanita tersebut. Tepat saat itu, tanah disisi kanannya tiba-tiba mulai bergetar sebelum samar-samar suara retakan terdengar. Sebuah cahaya tiba-tiba muncul di depan matanya lalu dia bergumam untuk menaikkan lagi longsword ditangannya. Diikuti dengan gerakannya, ratusan atau lebih cahaya dari sword-light menggelilinginya seolah menerima perintah darinya untuk berkumpul sepuluh meter di atas kepalanya, dan dalam sekejap mata, mereka membentuk sebuah pedang besar yang terbuat dari energi jingga yang menyilaukan.

Hampir dalam waktu bersamaan saat dia mengangkat longsword miliknya, sebuah pedang yang besar berasal dari energi telah terbentuk. Tanpa jeda apapun, dia mengayunkan dan menunjuk ke sisi kanan. Saat dia menununjuk titik di tanah yang mengeluarkan suara sebelumnya, sebuah suara ‘pch’ terdengar, dan energi luarbiasa pedang itu sebenarnya telah menancap pada titik tersebut.

“Zhi!!”

Sebuah suara menggema terdengar dari tempat tersebut sebelum sebuah getaran dahsyat menguncang bumi. Namun, segera setelah itu tidak ada satupun suara terdengar. Pedang raksasa perlahan berubah menjadi cahaya dan kemudian menghilang. Zhao Mancha sendiri terlihat berlutut menggunakan satu lutut dengan pedang yang menopangnya saat dia menghirup napas. Saat hal ini terjadi, wajah pria paruh baya itu memerah. Dia tidak bisa menahan diri untuk memuntahkan darah segar, dan memperlihatkan ekspresi tidak percaya di wajahnya.

Meskipun terluka parah, bibi Zhao mampu mengaktifkan teknik terkuatnya untuk membunuh salah satu soulbeast. Ini semua terjadi hanya dalam waktu sekitar sepuluh detik. Saat Wu Sen menatap Wu Lin yang memuntahkan darah, dia dengan dingin mendengus seolah dia kecewa. Saat dia menatap bibi Zhao lagi, ada jejak kemarahan di matanya. Dia melambaikan tangan kanannya, sehingga Thunderbird yang berada dikejauhan berteriak. Setelah menghindari salah satu wind blade Xiao Bai, dia tiba-tiba berbalik dan menyerangnya.

Tepat saat itu, Tang Xinyun tergeletak di tanah dan belum sadarkan diri. Saat Tang Xinyun melihat burung itu akan melancarkan sebuah serangan berbahaya pada Zhao Mancha yang masih memulihkan diri, ekspresi wajahnya berubah. Dia hanya bisa berteriak, “Xiao Bai!”

Pikiran Xiao Bai terhubung denganya pikiran Tang Xinyun, dan dia segera mengerti maksudnya. Sembari merespon dengan berkicau, dia membentangkan sayapnya dan bergerak kea rah wanita tersebut dengan kecepatan yang tidak kalah dibandingkan Thunderbird itu,

Di sisi lain, tatapan Fang Hao dan Tai Ping berkilat secara bersamaan saat mereka bereaksi. Whirlwind Bird yang berada di belakang Xiao Bai tiba-tiba berhenti dan merentangkan sayapnya, menyebabkan banyak wind blade terlempar. Akan tetapi, mereka tidak mengarah pada Xiao Bai. Sebaliknya, mereka mengarah pada Tang Xinyun yang mencoba untuk berdiri!!

Goldfeathered Eagle juga menjerit dan terjun ke bawah seperti bayangan emas. Dengan cepat mengejar wind blade dan cakarnya yang seperti baja memancarkan cahaya emas.

Xiao Bai yang terbang beberapa meter menyadari keadaan aneh yang terjadi. Tanpa ragu sama sekali, Xiao Bai menjerit dan untuk menyerah menyelamatkan Zhao Mancha. Soulforcenya meledak saat sosok Xiao Bai berbalik. Dia berhasil terbang ke sisi Tang Xinyun dalam waktu singkat, membentangkan sayapnya untuk melindungi Tang Xinyun.

“Plip plip plip…” suara serangan tersebut mengema dari punggung Xiao Bai dan bulu putihnya bertebaran, Bahkan ada beberapa tetes darah yang tercampur dengan bulu-bulu…

Sebuah cahaya emas melintas sebelum sebuah suara terdengar di telinga Tang Xinyun. Setelah itu, darah segar berceceran di wajahnya. Tiga luka dalam muncul di sayap kiri Xiao Bai dan dalam sekejap memerahkan bulunya dengan darah.

Pada waktu yang bersamaan, suara yang sama juga menggema dari lokasi Zhao Mancha. Meskipun dia berhasil melukai bahu kanannya dan merobek dagingnya hingga darah mengalir keluar. Terlebih lagi, tubuhnya mati rasa setelah tergores oleh cakar petir milik Thunderbird dan gerakannya semakin melamban.

Sayangnya, pada saat kritis ini, Wu Sen mengertakkan giginya saat mengayunkan tangannya, dan tatapan sinis terlihat di wajahnya. Cahaya semerah darah terlihat di mata Spirit Monkey yang telah melompat sepuluh meter di udara. Dia melompat ke arah wanita yang setengah berlutut itu!

Tang Xinyun sepertinya ketakutan dengan perubahan keadaan yang tiba-tiba ini dimana dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Namun, musuhnya jelas tidak kebingungan seperti dirinya. Setelah Whirlwind Bird dan Goldfeatherd Eagle melukai Xiao Bai, mereka meluncur ke bawah lagi tanpa berhenti, berniat untuk menggunakan kesempatan dengan terus menyerang. Sedangkan Thunderbird, dia berteriak sekali lagi saat menyerang kea rah Xiao Bai, meluncur secepat kilat seperti sebuah panah ungu.

Saat-saat yang tak diwaspadainya ini membuat dirinya terjatuh dalam kedaan yang tak diharapkan.

Seringai dingin muncul di sudut bibir Wu Sen. Meskipun dia telah menyia-nyiakan lebih banyak energi dari yang diharapkannya, keadaan saat ini telah teratasi. Sebenarnya, jika bukan karena mereka tidak bisa membunuh Tang Xinyun, karena dia melakukan sebuah spirit contact dengan burung Quickshade, tidak mungkin Tang Xinyun dan Zhao Mancha bisa mampu bertahan selama ini. Sekarang, mereka harus membawa burung Quickshade dan gadis itu kembali untuk menyelesaikan tugas mereka. Untuk wanita paruh baya itu, mereka bisa membiarkan Wu Lin melampiaskan kemarahannya pada wanita itu karena dia telah membunuh Earthclaw Prawn miliknya.

Tiba-tiba, ekspresi Wu Sen menegang. Rambut halus pada tubuhnya berdiri seperti jarum, dan dia bereaksi sesuai instingnya. Cahaya ungu dalam tubuhnya bersinar, dan dia tanpa ragu melompat ke kiri, tanpa peduli tentang bagaimana menyedihkan dirinya saat melakukan itu.

Sebuah sinar merah menyala meluncur saat sebuah ledakan tiba-tiba terdengar di telinga semua orang yang ada.

“Angkat tangan kalian!!”

Translator / Creator: andra