May 18, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 131

 

Xinyun In Trouble

Dalam sebuah rumah besar yang terletak dibagian timur laut kota Gaoyi.

Sebuah aula luas yang sebagian dipenuhi dengan cahaya emas dari matahari terbenam, yang mana sangat berbeda dengan bagian tidak dapat dicapai oleh sinar tersebut.

Tapi, tidak ada pelayan dalam ruangan luas ini. Hanya ada dua orang yang terlihat sedang duduk di kursi kepala keluarga. Mereka sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu.

Seseorang yang berada dibagian kiri mengenakan satu set baju yang sangat indah. Dia memiliki alis tebal, mata besar serta wajah yang tegas. Namun, samar-samar dia memancarkan aura yang mengagumkan. Dia adalah kepala keluarga Zhao, Zhao Xing; seseorang yang berada di bagian kanan mengenakan jubah hitam. Dia memiliki bibir yang tipis dan hidung yang mancung. Dia memiliki rambut hitam, tapi helaian abu-abu dapat terlihat diantara rambutnya. Dia terlihat berumur sekitar 50 tahun. Di lengannya, seekor soulbest mirip kucing hitam dengan tiga ekor yang terlihat saat dia dibelai pelan. Orang itu bernama Li Chen, dan dia merupakan Soul Ancestor tahap menengah dari Beast Taming School yang datang untuk bekerjasama dengan keluarga Zhao.

“Tuan Li, sudah hampir sehari sejak orang-orangmu pergi. Mereka masih belum kembali juga, apakah mungkin pengejaran mereka gagal? Burung Quickshade itu….” Zhao Xing sedikit mengerutkan alisnya saat menatap keluar, kemudian dengan hati-hati mengajukan sebuah pertanyaan.

Ekspresi Li Cheng masih tidak berubah. Namun, dia sedikit menolehkan kepalanya untuk melihat Zhao Xing. Dia lalu dengan tak acuh berkata, “Apa? Apakah kepala keluarga Zhao berpikir bahwa Beast Taming School tidak mampu mendapatkan kembali burung Quickshade?”

“Tidak tidak, bukan itu yang aku maksud. Hanya saja…. Burung Quickshade cukup kuat, dan ditambah dengan kekuatan dua soul cultivator, kalau dia mencoba yang terbaik untuk lari….”

“Jangan cemas, meskipun Wu Sen hanyalah seorang Soul Sprite tahap akhir, dia adalah penjinak Thunderbird, seekor soulbeast tingkat lima. Berhadapan dengan Quickshade yang belum sepenuhnya pulih bukanlah masalah. Sedangkan dua soul cultivator itu, Wu Sen bisa mengatasi seorang Soul Sprite tahap menengah. Pemilik dari burung Quickshade itu hanyalah seorang Soul Warrior, jadi baik Fang Hao atau Tai Ping mampu mengatasinya tanpa masalah. Mereka seharusnya akan segera kembali.” Kata Li Chen dengan tenang sembari membelai three-tailed spirit cat.

Zhao Xing meragukannya sesaat lalu berkata, “Tapi… burung Quickshade itu telah terikat soul contract dengan orang lain. Ini…”

Li Chen mengerutkan alisnya saat berbicara, “Tenanglah semua akan baik-baik saja, aku pasti memiliki cara untuk memenuhi janjiku padamu. Soul Cultivator itu lemah, dan soul contract yang dia buat dengan burung Quickshade dibuat belum cukup lama. Saat ada waktu, aku akan mengajarimu sebuah rahasia dari Beast Taming School yang memungkinkanmu menggunakan soul seal dalam sebuah slave seal. Dengan slave seal, kamu bisa mengendalikan burung Quickshade sesuka hatimu. Kecerdasan burung tersebut akan menurun beberapa persen, tapi kamu mampu mengendalikan burung itu sesuai perintahmu.”

Mata Zhao Xing berbinar, dan dia hampir tidak mampu mengendalikan kegembiraannya; Meskipun dia hanya akan mendapatkan sebuah teknik rahasia dasar dari Beast Taming School, ini menandakan bahwa dia sudah diangap sebagai setengah murid dari Beast Taming School. Ini adalah sesuatu yang sangat menguntungkan untuk perkembangan keluarga Zhao ke depan.

“Ya, ya! Terima kasih banyak tuan Li karena telah membantuku! Di masa depan, keluraga Zhao akan mengikuti Beast Taming School dengan jiwa dan raga. Aku akan melayani sekolahku dengan sepenuh hati!”

Saat Zhao Xing melihat Li Chen menutup matanya untuk istirahat, dia tidak berani melanjutkan pujiannya. Dia berbalik untuk melihat keluar rumah dengan mata yang berbinar senang. Dia berpikir, “Dengan dukungan dari Beast Taming School, wali kota dan keluarga Liu tidak akan bisa melakukan apapun. Aku akan mempunyai burung Quickshade di tanganku; saat Zhao Chuan mengirimkan anak sialan dari keluarga Ye itu untukku, aku tidak perlu mengandalkan bantuan dari Beast Taming School untuk memaksa keluarga Ye melakukan kompromi! Dengan begitu, keluaga Zhao milikku akan mampu menekan keluarga Liu dan akhirnya menjadi keluarga nomor satu di kota Gaoyi!”

Dalam sebuah dataran yang terbuka, pantulan suara teriakan burung memecahkan ketenangan malam, menggema hingga kejauhan.

“Jiu!”

Xiao Bai menjerit panjang. Saat itu, dia bukan lagi burung kecil putih. Sebaliknya dia kembali ke mode bertarungnya, dan bahkan lebih besar dari saat terakhir kali Bai Yunfei menyelamatkannya. Saat sepasang sayap sepanjang tiga meter dibentangkan, sebuah energi hijau berkumpul di sekelilingnya. Diikuti dengan gerakan sayapnya, wind blade terlempar ke segala arah.

suara jeritan burung lain terdengar dari arah yang Xiao Bai hadapi. Sebuah bayangan ungu terlintas di langit. Dalam sekejap melewati wind blade yang ditembakkan ke sisi kanan Xiao Bai dengan secepat kilat. Bayangan ungu tersebut berhenti, memperlihatkan tubuhnya. Itu adalah seekor burung gereja besar, namun lebih kecil dari Xiao Bai dengan energi ungu yang menggelilinginya. Tubuhnya juga ditutupi dengan bulu-bulu berwarna ungu, dan terlihat dia memiliki mata berwarna ungu. Namun, mata itu saat ini bewarna merah darah dan tidak ada jejak kehidupan di dalamnya.

Thunderbird tersebut dengan mudah menghindari banyak wind blade yang mendekat. Akan tetapi, dua burung lainnya yang berencana diam-diam menyerang burung Quickshade dari kiri tidak terlalu beruntung. Mereka sedikit menyesal dan mencoba menghindari wind blade. Burung abu-abu itu mampu mengandalkan kecekatan untuk menghindari wind blade, tapi elang emas itu tidak memiliki waktu untuk menghindar, sehingga sayap kanan dan dadanya terkena wind blade. Dia dipaksa mundur sekitar sepuluh meter lalu berhenti. Meskipun tidak terlihat terluka, gerakannya jelas lebih lambat dari sebelumnya.

Dua burung itu adalah burung yang sebelumnya menyerang burung Quickshade, Goldfeathered Eagle dan Galebird.

Keberadaan dua soulbeast itu secara alami akan memperlihatkan keberadaan tuannya, Fang Ho dan Tao Ping. Sekitar 200 meter di bawah empat burung tersebut adalah Fang Hao dan Tai Ping. Dengan melihat ke tanah dan ke langit dengan penuh perhatian, keduanya benar-benar hening. Ekspresi wajah mereka memperlihatkan bahwa mereka cukup sibuk sekarang.

Beberapa ratus meter di bawah keempat burung tersebut, siluet seorang wanita cantik terbang ke kiri dan ke kanan. Sebuah long sword fleksibel sepanjang satu meter di kedua tangannya berkilat di udara dan meninggalkan bayangan saat mencoba mempertahankan diri dari serangan seekor kelelawar raksasa yang menyerang kepalanya selagi ular warna-warni mencoba menangkapnya sebisa mungkin.

Itu Tang Xinyun.

Tang Xinyun terlihat cukup kelelahan karena menghadapi dua soulbeast. Jubah putih yang dipakainya robek dibeberapa bagian, dan ada tiga luka yang terlihat di pergelangan tangannya. Meskipun darahnya telah mengering, luka tersebut dan jejak darah membasahi kulitnya yang seputih salju hingga tidak sedap dipandang.

Bisa terlihat bahwa dua soulbeast yang menyerang, atau tuan mereka terlihat cemas dan tidak berniat untuk membunuhnya, terlihat dari dua soulbeast yang tidak melancarkan serangan mematikan. Oleh karena itu, Tang Xinyun masih mampu menghadapi mereka meskipun dia lebih lemah dibandingkan mereka yang mengejarnya. Akan tetapi, jika mereka terseret terlalu lama, dia pasti akan kalah karena kelelahan.

Tang Xinyun saat ini mengahadapi beberapa kesulitan, tapi bibi Zhao yang selalu menjadi penjaganya juga tidak bisa menolongnya. Alasannya karena Zhao mancha juga tidak bisa menghindar dari lawannya. Disebuah tempat kecil lebih dari 100 meter dari sisi kanan Tang Xinyun, Zhao Mancha saat ini terlibat pertarungan dengan seekor Spirit Monkey berwarna hitam. Meskipun ekspresi dan serangannya menakutkan, Spirit Monkey yang lebih pendek darinya itu melompat mengelilinginya sembari melengking. Ini sebenarnya untuk memerangkap perempuan itu dalam satu tempat sehingga dia tidak bisa mendekati Tang Xinyun.

Setiap dia mencoba untuk mendorong Spirit monkey mundur dan bergegas ke sisi Tang Xnyun, tanah di bawahnya akan berguncang dan memperlihatkan penjepit kuning besar mirip kepiting yang akan menyerangnya. Zhao Mancha tidak memiliki pilihan lain selain melompat setiap penjepit itu mencoba menarik kakinya, tapi dengan Spirit Monkey yang mengambil kesempatan saat dia melompat, dia tidak bisa mengambil langkah lain untuk mendekati Tang Xinyun.

Bukan satu soulbeast yang dia lawan, melainkan dua.

Ada banyak luka terlihat di tubuh Zhao Mancha. Terdapat bercak darah merah pada betis kanannya disebabkan oleh soulbeast yang tersembunyi di tanah. Tiga luka panjang lainnya terlihat dipunggungnya saat Spirit Monkey menyerangnya dengan kuku tajamnya. Namun meskipun dengan luka serius tersebut, Zhao Mancha menyadarinya dan melanjutkan bertarung dengan seluruh kekuatannya untuk kembali ke sisi Tang Xinyun.

Seorang pria paruh baya, berwajah panjang dengan berpakaian hitam berdiri sekitar lebih dari sepuluh meter dari bibi Zhao. Wajahnya menegang saat menatap bibi Zhao, dan ekspresinya mirip dengan Fang Hai dan Tai Pung. Dia jelas berkonsentrasi mengendalikan dua soulbeast yang melawan bibi Zhao.

Tidak terlalu jauh darinya terdapat seorang pria berpakaian hitam. Wajah kuningnya menatap langit di atasnya dengan tatapan acuh tak acuh dengan jari tangan kanannya yang bergerak. Cahaya ungu di sekeliling tubuhnya identik dengan Thunderbird yang terbang di langit. Orang ini adalah orang yang sama dengan yang dibicarakan oleh Wu Sen dan Li Chen. Seorang Soul Sprite tahap akhir dengan thunder affinity dan juga penjinak Thunderbird-soulbeast terkuat yang dikendalikannya.

Translator / Creator: andra