May 6, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 126

 

An Indescribable Attack

Bai Yunfei awalnya ingin menghibur Tang Xinyun, tapi, tiba-tiba rasa sedih menghampiri dirinya. Hal ini membuat Tang Xinyun terkejut. Untuk sesaat, pemandangan di atap berubah menjadi keheningan untuk sesaat.

“Tuan Bai, ibumu…” Suara Tang Xinyun mengusir keheningan antara keduanya.

“Ibuku meninggal saat aku berumur delapan tahun. Kemudian kakekku, satu-satunya orang yang tersisa dalam hidupku yang mengandalkanku dan aku pun sebaliknya, telah meninggal juga. Dengan hanya mengandalkan diriku sendiri, aku harus bekerja disebuah toko beras kecil dan memindahkan karung beras untuk makan….” suara Bai Yunfei terdiam sesaat, tapi saat itu semakin dan semakin kuat. Saat dia melihat ekspresi bingung di wajah Tang Xinyun, dia tersenyum dan melanjutkan ucapannya, “Kemudian, keberuntungan membantuku menjadi diriku yang sekarang.

“Ibuku pernah mengatakan bahwa ibu berharap akan ada hari dimana aku menjadi seperti awan di langit. Bebas bergerak kapanpun dan kemana pun aku suka.” Dengan mendongakkan kepalanya untuk melihat langit berbintang seolah mencoba melihat awan melalui kegelapan yang tak berujung, Bai Yunfei tersenyum. “Hari ini aku berdiri, bukan hanya dengan kekuatan tapi dengan kebebasan. Memiliki dua hal yang ibuku inginkan, aku pergi meninggalkan rumah untuk berkeliling dunia. Dengan kebebasan itu, aku menemukan alasan untuk hidup dengan memenuhi apa yang ibuku inginkan dariku….”

“Ya, Aku percaya kamu bisa mencapai apapun yang ada dalam pikiranmu. Kamu adalah seseorang yang kuat dengan sebuah kebanggaan. Dimasa depan nanti, kamu pasti bisa berjalan dengan percaya diri seolah apapun di bawah langit adalah milikmu.” Tang Xinyun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.

“Ya…” Bai Yunfei menjawab dengan penuh kesedihan. Matanya melebar seolah sesuatu baru saja memukulnya. Dengan menggaruk pipinya karena malu, dia berkata, “Er… Aku pikir aku seharusnya menghiburmu. Kenapa ini jadi sebaliknya?”

Tang Xinyun tidak bisa menahan tawanya. Dia tersenyum saat dia melihat wajah malu Bai Yunfei. Bai Yunfei adalah seseorang yang penuh misteri tak terduga baginya, tapi dia merasa tindaknya tidaklah sia-sia.

Suasana di atap sepertinya perlahan telah hidup kembali.

“Nona Tang, kamu…”

“Ahem!!”

Bai Yunfei memikirkan waktu yang tepat untuk bertanya pada Tang Xinyun mengenai kemana dia akan pergi selanjutnya. saat dia akhirnya akan membuka mulut untuk bertanya, tiba-tiba suara batuk memecahkan keheningan dan mengejutkannya. Dengan sedikit malu-malu, Bai Yunfei menoleh untuk melihat Zhao Mancah yang sepertinya muncul entah darimana.

Dia tidak mengatakannya dengan keras, tapi mengatakannya dalam hati, Bai Yunfei hanya bisa berkata, “Bibi, tidak bisakah bibi berasa di kegelapan sedikit lebih lama? Kenapa bibi harus seperti angin yang menganggu suasana di sini?”

Pada waktu yang bersamaan saat wanita tersebut terbatuk untuk menandakan kehadirannya pada dua orang itu, Bai Yunfei hanya bisa menghela napas kecewa. Seperti halnya Jing Mingfeng dan Tianming keduanya merasa keberadaan bibi Zhao tidak pada waktu yang tepat.

Rasa sebal memenuhi Bai Yunfei, membuatnya mengerutkan darinya…

“Nona, sudah waktunya tidur. Kita harus bangun pagi lebih awal untuk pergi.” Wanita itu menatap Bai Yunfei sesaat lalu berbicara pada Tang Xinyun.

“Ya.” Tang Xinyun menjawab datar untuk meresponnya. Dengan menganggukkan kepala pada Bai Yunfei, dia berdiri bersiap untuk mengikuti bibi Zhao kembali ke kamar mereka.

“Nona Tang, apa kamu benar-benar tidak melanjutkan perjalanan dengan kami lagi? Kita menuju arah yang sama, akan menyenangkan kalau semuanya berjalan bersama-sama.” kata Bai Yunfei padanya setelah memikirkan kata-kata yang sesuai untuk diucapkan.

“Tidak perlu. Tang Xinyun dan aku harus memiliki sesuatu yang harus dilakukan. Itu artinya kami tidak punya waktu untuk berjalan pelan dengan anda, tuan Bai.” Tang Xinyun bukanlah orang menjawab itu. Sebaliknya bibi Zhao adalah orang yang menolak tawaran Bai Yunfei untuk melakukan perjalanan bersama. Bahkan sekarang, dia tidak ingin membiarkan nona muda dari keluarganya melakukan perjalanan dengan kelompok ini. Dia mencoba memicahkannya dari kelompok demi kenyamanan. Tang Xinyun telah banyak berubah sejak dengan Bai Yunfei dan lainnya. Bibi Zhao tidak berkata bahwa perubahan ini buruk, dia masih meresa bahaya dan rintangan akan datang jika dengan mereka melebihi perubahan yang baik tersebut. Demi keamanan Tang Xinyun, wanita tua itu ingin segera menuju tujuan mereka secepatnya.

Bai Yunfei melihat Tang Xinyun dan Zhao Mancha yang menghilang dibalik balkon tanpa mengatakan apapun lagi. Karena tidak ada lagi yang ingin dikatakan, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia memilih berada diatap sedikit lebih lama lagi untuk memandangi langit. Dia berpikir sedikit lebih lama sebelum mendapatkan sebuah kesimpulan. Akhirnya melangkah turun dari atap, dia berjalan kembali ke kamarnya…

……

Tak lama setelah sarapan keesokan paginya, Zhao Mancha memanggil sebuah kereta dari kota untuknya dan Tang Xinyun. Dengan perpisahan singkat pada semuanya, dia dan Tang Xinyun mengendarainya dari kota Guyi, menuju ke utara.

Bai Yunfei, Jing Mingfeng, dan Tianming, di sisi lain, menghabiskan waktu dengan berkeliling kota, membeli apapun yang mereka sukai. Selama dua hari, mereka masih berada di kota Guyi. Pagi hari pada hari ketiga, mereka bertiga bersiap untuk pergi ke kota Gaoyi.

Sedangkan Xiao Hu dan neneknya, mereka berdua sekarang melakukan perjalanan dengan Huang Wan dan yang lainnya kembali ke kota Yanlin.

…………

Sejak awal saat mereka meninggalkan kota Guyi, Bai Yunfei dan yang lainnya merasa tenang. Mereka berjalan dan berhenti sesuka hati mereka serta memanfaatkan waktu untuk menjelajahi setiap kota kecil atau desa yang mereka singgahi. Seperti biasa, Tianming dan Jing Mingfeng tak terpisahkan seperti bayangan. Keduanya benar-benar menjadi sahabat yang dekat, dan Bsi Yunfei mulai menyadari bahwa Jing Mingfeng bahkan menyerahkan Disguise Technique pada Tianming.

Pada waktu bersamaan, Jing Mingfeng telah mengajarkan seni mencuri pada Tianming karena suatu sebab. Awalnya, Tianming mencoba tangannya pada Bai Yunfei, tapi setiap mencoba berakhir dengan tertangkap dan mendapatkan sedikit pelajaran kasar. Menghadapi kegagalan setiap kali dia mencobanya pada Bai Yunfei, Tianming tidak ada pilihan lain selain mengganti target. Setiap dia mencapai sebuah tempat dengan jumlah orang yang banyak, Tianming mencuri dari preman atau anak sombong dari keluarga berada. Pada waktu yang bersamaan, orang-orang yang tinggal dalam kemiskinan akan menemulan kantung koin yang terasa lebih berat dari sebelumnya….

Jing Mingfeng dan Tianming yang keduanya menikmati kegiatan ‘mencuri dari yang kaya dan menolong yang miskin,’ hingga membuat Bai Yunfei cemas pada keduanya. Tapi mereka berdua tidak gegabah dalam melakukannya. Jing Mingfeng sendiri tahu saat untuk menilai yang pantas atau tidak pantas, sehingga Bai Yunfei segan untuk menghentikan mereka. Dari waktu ke waktu, Bai Yunfei akan memarahi Jing Mingfeng karena merusak Tianming — Soul cultivator yang terhormat dan bijaksana mencuri uang? Ini adalah pemikiran yang sangat konyol

Setiap Bai Yunfei bertanya pada Jing Mingfeng kenapa dia mencuri seperti ini, Jing Mingfeng akan menjawabnya dengan malu-malu, “Sejujurnya, menjadi seorang pencuri bermartabat adalah pekerjaan sampinganku.”

Dia telah menjelaskan bahwa saat mencuri, dia tidak akan pernah melukai orang yang dia curi. Saat dia mencuri sesuatu yang penting bagi pemiliknya dan tidak penting untuknya, Jing Mingfeng akan mengembalikannya agar tidak mempengaruhi keberadaannya; oleh karena itu, dia adalah seorang ‘pencuri bermartabat’. Apapun perkerjaan utamanya, dia tidak pernah menceritakannya pada mereka berdua.

Tiga hari kemudian, Bai Yunfei tiba-tiba diberi sebuah keputusan sulit — haruskah dia menyetujui ide Jing Mingfeng dan Tianming tentang mengambil jalan pintas melewati hutan?

Dalam benaknya, tindakan ini sedikit tidak perlu. Tidak perlu terburu-buru untuk pergi ketempat yang mereka inginkan, sehingga perjalan melewati jalan utama akan baik-baik saja. Jing Mingfeng dan Tianming tidak berpikir hal yang sama. Mereka berdua mendengar dari sebuah desa kecil terdekat bahwa hutan itu sebelumnya tidak pernah ada soulbeast, sehingga mata mereka berseri-seri berharap mendapatkan satu.

Fakta bahwa Tang Xinyun berhasil mendapatkan partner burung Quickshade telah mempengaruhi mereka berdua. Jing Mingfeng bersumpah dia akan menemukan seekor soulbeast yang kuat dengan wind affinity dan menjadikannya sebagai rekan soulbeastnya.

Jing Mingfeng dan Tianming berhasil mendapatkan peta hutan, dan setelah mempelajari tata letaknya cukup lama, kelompok akhirnya memutuskan utnuk mengambil jalan pintas melewati hutam dengan alasan itu hanya membutuhkan tiga hari perjalanan. Fakta bahwa mungkin di sana ada seekor soulbeast untuk mereka dan hal itu akan menghemat tiga hari, Bai Yunfei akhirnya menyetujui permintaan mereka.

Selama dua hari dan dua malam, ketiga orang itu berjalan menyusuri hutan. Dari awal hingga akhir, mereka tidak melihat soulbeast seekorpun — bahkan tidak satu helaipun ada bulu mereka. Disisi lain, ada banyak hewan liar biasa. Jing Mingfeng dan Tianming yang awalnya bersemangat, menjadi sangat kecewa dengan hasilnya.

Saat mereka kembali ke jalan utama, waktu perjalanan mereka yang tersisa berkurang. Bai Yunfei sendiri menghela napas lega. Dia senang mereka tidak hilang karena dia takut mereka akan hilang.

Tiga hari berikutnya di siang hari, mereka akhirnya berhenti di sebuah kedai teh.

Dengan mereka bertiga duduk di meja yang sama, Bai Yunfei dengan senang memesan secangkir teh untuk diminum. Mereka bersantai dan melihat pengembara lain yang berlalu-lalang. Tianming mengatakan bahwa tidak lama lagi mereka akan tiba di kota Gaoyi. Selama perjalanan mereka tidak ada halangan, mereka bisa tiba di rumahnya di kota pada malam hari.

Dengan melanjutkan perjalanan mereka, kelompok itu kali ini tiba di sebuah hutan kecil. Tianming sekali lagi menyarankan bahwa mereka bisa mengambil jalan pintas untuk menghemat waktu. Kalau mereka mengambil jalan pintas ini, maka kemungkinan mereka tiba di kota sebelum malam. Kali ini, Bai Yunfei menyetujuinya. Dengan mendaki gunung untuk mencapai sisi lainnya tidak akan ada masalah…

Segera setelah mereka melewati puncak gunung, ketiga pria itu bisa melihat sebuah kota di kejauhan. Meskipun tidak sebesar kota Yanlin, ini masih sebuah kota yang mempesona dan indah. Hal pertama yang menarik perhatian adalah empat bangunan besar yang berdiri di sudut kota. Menurut Tianming, satu dari empat gedung itu adalah rumah dari penguasa kota sedangkan tiga lainnya di sudut milih keluarga Liu, Ye dan Zhao. Bangunan yang berada di barat daya kota adalah miliki keluarga Ye.

Setelah melihat rumahnya, Tianming terlihat lebih bersemangat dibanding sebelumnya. Dengan berseru senang, dia berputar dan berteriak pada dua temannya, “Bai Yunfei, Jing Mingfeng! Ayo cepat! Mungkin kita bisa sampai di rumah sebelum makan malam!”

“Tianming, bukannya kamu kabur dari rumahmu? Apakah kamu tidak takut dihukum oleh keluargamu?” Jing Mingfeng bertanya saat dia memperhatikan Tianming yang tidak takut kembali kerumah.

“Tidak! Ini hanyalah masalah kecil. Aku juga sudah melakukannya dulu. Tapi dibandingkan sebelumnya, perjalanan ini lebih lama dari sebelumnya. Aku hanya akan sedikit dimarahi oleh ayah, tapi ibu dan nenek tidak akan membiarkan ayah menyakitiku. Hehe…” Tianming melambaikan tangannya senang.

Setelah berkata demikian, dia mulai berlari menuruni gunung sambil melambaikan tangan pada Bai Yunfei dan Jing Mingfeng.

Segera setelah Bai yunfei akan mengangkat kakinya untuk mulai berjalan, tiba-tiba matanya berkilat terkejut. Dengan menambahkan kekuatan pada kakinya untuk berlari lebih cepat, Bai Yunfei mulai menggunakan Wave Treading Steps untuk mengejar Tianming secepat yang dia bisa. “Tianming! cepat Kembali!” Dia berteriak memperingatkannya.

Pada jarak sepuluh meter, sesuatu yang Bai Yunfei waspadai adalah sebuah benda menyerupai tali hitam yang tiba-tiba ditembakkan ke arah Tianming dari hutan di sisi kiri. Sebelum Bai Yunfei dapat mendekati Tianming, tali hitam tersebut telah melilit leher Tianming.

Saat pertama melihat, benda itu terlihat seperti Compliant Rope, tapi saat melihat untuk kedua kalinya, seseorang akan menyadari bahwa iniitu bukanlah tali. Itu adalah seekor ular sepanjang sepuluh meter!

Tianming lemah dalam hal kekuatan. Tapi reaksinya masih melampaui orang normal atau mungkin karena kepercayaanya pada Bai Yunfei, tapi saat dia mendengar dua kata, ‘cepat kembali,’ Tianming bahkan tidak melihat ular yang datang dari sisi kiri. Sebaliknya dia mendorong kakinya untuk melompat ke belakang. Dia bisa lolos dari bahaya.

Ular hitam ini hampir mengenai lehernya, namun dengan memutar tubuhnya, ular itu membungkuk dan terbang ke arahnya lagi!

Translator / Creator: andra