May 4, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 125

 

Moonlight On The Rooftops

Bai Yunfei membantu wanita tua itu untuk berlutut saat dia mengalirkan soulforce padanya untuk meredakan rasa sakitnya. Dia berbalik untuk menatap empat pria yang meronta-ronta di tanah dengan tatapan tajam dan dingin, “Enyahlah!!”

Karena kehilangan kata-kata, keempat pria itu menetap kosong sebelum salah satu pria yang tidak terlalu banyak luka memelototi Bai Yunfei. Dengan tertatih, dia berteriak, “Siapa kalian! Kami dari gang Eagle…”

Sebelum mereka selesai berbicara, soulforce yang kuat menekan mereka dalam sekejap. Tekanan itu sangat kuat hingga apapun yang mereka ingin katakan dipaksa berhenti di tenggorokan mereka.

Keinginan membunuh muncul dari mata Bai Yunfei saat dia berbicara dengan dingin, “Kalau kamu tidak segera pergi, aku akan membunuh kalian semua!!”

Keempat pria itu gemetar karena ketakutan. Bahkan seorang pria yang terdapat lubang di kakinya berhenti berteriak saat itu. Dengan saling melihat satu sama lain, mereka tidak mengatakan apapun. Mereka dengan tertatih-tatih keluar dari jalanan sempit itu.

Jing Mingfeng membantu pemuda bernama Xiao Hu untuk berdiri. Dengan sedikit soulforce untuk membantu memulihkan luka-luka tubuh anak itu, dia sudah terlihat sedikit membaik.

Seorang soul cultivator sebenarnya dapat menerima soulforce orang lain untuk memulihkan luka mereka, tapi itu tidak berlangsung lama. Jika afinitas solforce berbeda, maka efek pemulihannya bisa menjadi boomerang. Namun, jika orang biasa menerima soulforce dalam tubuh mereka, maka itu dapat menstimulasi titik akupuntur dan membantu proses pemulihan tubuh.

Segera setelah Xiao Hu mengangkat kakinya, dia berlari ke sisi neneknya dengan ekspresi cemas. Setelah menyadari neneknya tidak mengalami luka berat, dia mendesah lega. Dia memiringkan kepanya untuk menatap Bai Yunfei dengan bahagia. “Terima kasih!”

Dengan tertawa, Bai Yunfei menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu berterima kasih kepada kami. Sebaliknya, kamilah yang menyebabkan masalah untukmu. …” Saat dia berbicara, mata Bai Yunfei berputar untuk melihat seseorang di sampingnya.

Setelah beberapa pertimbangan, Bai Yunfei berkata pada anak laki-laki itu, “Meninggalkanmu di sini akan berbahaya. Siapa yang tahu orang-orang itu akan kembali mencarimu atau tidak. Aku bisa membantumu lagi, tapi apa kamu mau ikut denganku?”

Tertegun, Xiao Hu menatap neneknya lalu melihat Bai Yunfei dalam diam. Kemudian, dengan pasti, dia menganggukan kepalanya, “Baiklah!”

Dengan tersenyum, Bai Yunfei berteriak, “Tianming, kemarilah!”

“Ah? Oh! Aku datang!” Tianming berlari mendekati Bai Yunfei dengan penasaran, “Bai Yunfei, ada apa?”

“Gendong nenek ini dan kita akan kembali mencari boss Huang.”

“Ah? Itu …” Tianming melihat wanita yang kotor dan baju berdebu itu dengan tatapan ragu.

“Ada apa? Kamu tidak mau? Apa kamu membenci orang tua yang kotor? Kalau begitu lupakan saja, aku yang akan melakukannya.” Bai Yunfei menyipitkan matanya sebelum bersiap berlutut untuk mengendong wanita tersebut.

Tersadar dari lamunannya, Tianming memperlihatkan wajah bersalah saat dia panik, “Tidak, tidak, bukan begitu… Bai Yunfei, aku mengaku salah. Biar aku yang melakukannya, aku mohon.”

Bai Yunfei berdiri mundur dengan tersenyum saat dia melihat Tianming dengan hati-hati mengangkat wanita di punggungnya. Dengan menganggukkan kepala pada Xiao Hu dan Jing Mingfeng, dia berkata, “Ayo pergi.”

Ada ekspresi rumit di wajah Tang Xinyun saat dia melihat Bai Yunfei melihat nenek itu sebelumnya. Saat dia melihat wanita di punggung Tianming dan Xiao Hu yang berada di samping mereka berdua, mulutnya terbuka seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi kemudian dia menutupnya seolah tidak yakin dengan apa yang akan diucapkannya. Matanya mulai basah dan rasa bersalah mengambil alih wajahnya.

Melihat keadaannya sekarang, Bai Yunfei menggelengkan kepala dan berkata dengan pelan, “Kamu…tidak memiliki niat buruk.”

Kemudian dia melihat Zhao Mancha yang berdiri dengan rasa bersalah dia samping Tang Xinyun, “Bibi, tapi, itu salah…”

Tanpa mengatakan hal lain, mereka berbalik untuk berjalan menyusuri jalanan.

……

Saat mereka tiba di penginapan Prosperity, Bai Yunfei menyadari bahwa Huang Wan dan yang lainnya telah menunggu mereka. Beberapa piring makanan terlihat siap untuk di santap, dan beberapa orang terlihat sudah duduk mengelilingi meja dengan senyuman dan tawa saat berbincang. Sekitar sebagian dari mereka adalah orang asing bagi Bai Yunfei, tapi mereka sepertinya adalah teman bisnis Huang Wan.

Saat Huang Wan melihat Bai Yunfei dan yang lainnya masuk, dia segera mendekat untuk menyambut mereka. Seorang pria kuat dan kaya datang mendekatinya, tapi orang itu masih terlihat sangat terhormat, meskipun terlihat sedikit gugup. Dia pastilah mengetahui status Bai Yunfei dan lainnya dari Huang Wan.

Keduanya saling bertukar sapaan dengan kelompok sebelum Bai Yunfei menceritakan Xiao Hu dan neneknya. Dia berharap Xiao Hu bisa mendapatkan perkerjaan dengan Huang Wan untuk ditukar dengan beberapa keperluan.

Bai Yunfei memastikan bahwa Xiao Hu maupun dirinya mengenal satu sama lain; akan tetapi, tidak ada pertimbangan istimewa yang dibuat. Xiao Hu akan diperlakukan seperi orang biasa. Seolah hanya masalah kecil bagi seseorang seperti Huang Wan, dia dengan senang hati menerima permintaan itu. Dia lebih tahu bahwa Xiao Hu dan Bai Yunfei telah berkesempatan bertemu dan hampir tidak mungkin bagi mereka untuk bertemu kembali, tapi fakta bahwa dia memiliki hubungan dengan seorang soul cultivator adalah poin yang bagus. Meskipun hanya kesepakatan kecil, menyetujui Bai Yunfei akan menjadi sebuah kehormatan ….

Malam itu, Bai Yunfei beristirahat di tempat tidur yang yang terlihat mengesankan, tapi bukannya melakukan cultivating, Bai Yunfei mengistirahatkan kepalanya pada tangannya sembari mengingat beberapa hal.

Saat itu, Bai Yunfei memikirkan kembali bagaimana kayanya pedagang Huang Wang yang selalu membuatnya kagum. Kemudian dia memikirkan anak laki-laki dan neneknya yang dia tolong dari preman-preman. Lalu yang terakhir, dia memikirkan bagaimana kata-kata dapat mengubah ‘nasib’nya. Akan tetapi, untuk beberapa alasan, ada jiwa ‘melankolis’ dalam dirinya.

Dia sendiri sekarang adalah seorang soul cultivator, tidak lagi rakyat biasa yang harus menelan kemarahannya setiap dia mendapatkan penghinaan.

“Suatu hari nanti, akan ada waktu saat Yunfei kecilku akan seperti awan di langit, melayang melintasi birunya langit dengan bebas.”

Kata-kata manis dan menwan ibunya terngiang di telinganya. Kemudian tangan kanan Bai Yunfei diangkat di depan wajahnya dengan telapak tangan yang menghadap langit-langit. “Ibu, aku menjadi seseorang yang lebih kuat dari orang pada umumnya. Aku bisa melakukan lebih sekarang. Aku bahkan bisa melakukan sesuatu yang hanya bisa aku impikan sebelumnya. Ini adalah hidup yang nyaman sejak… apakah ini ‘kebebasan’ yang ibu ceritakan?”

“Tapi…” Bai Yunfei teringat kembali kesedihannya sebelumnya dengan Glacial School dan bagaimana dia dikejar oleh seorang Soul Ancestor di kota Yanlin. Dengan bantuan orang lain dia mampu melarikan diri dengan nyawanya.

“Mungkin ini hanyalah sementara…. dunia ini sangat besar, dan aku hanya bisa ‘terbang bebas’ dalam waktu yang singkat saja. Hidup terus berjalan lebih lama dari itu. Bahkan meski aku tidak menganggu siapapun, tidak ada jaminan masalah tidak akan mendatangiku. Ada banyak orang yang lebih kuat dariku di dunia ini, dan kalau aku ingin melanjutkan hidupku dengan ‘kebebasan’ ini, maka aku harus lebih kuat!

“Lagipula… ini bukan seperti aku dipaksa untuk ini. Ibu, aku merasa tumbuh menjadi lebih kuat adalah sesuatu yang menyenangkan; ini sama sekali bukan beban. Aku sudah mengambil banyak resiko dengan soul cultivator, soul technique, soul item, soulbeast, sekolah dan bahkan upgrade technique…  Aku merasa masih banyak hal bagiku yang harus diketahui. Gaya hidup seperti ini adalah sesuatu yang aku sukai…. Ibu, jangan mencemaskanku lagi. Anakmu akan terus hidup bebas dan damai. Aku tidak akan mengecewakanmu…”

Semakin dia mengingat, dia semakin memikirkan kenangan yang samar tentang ibunya dan dia mengingat kepingan demi kepingan kenangan tentang kakeknya. Kenangan itu sangat cepat hingga berakhir begitu saja, Bai Yunfei tidak bisa tidur dengan damai atau melakukan cultivating.

Karena tidak ada hal lain yang dilakukan, Bai Yunfei menghela napas ringan dan turun dari tempat tidurnya. Membuka jendela, dia melompat keluar, bersiap untuk berkeliling.

“Eh?” Sesaat setelah dia mendarat di jalanan, Bai Yunfei sedikit terkejut. Lalu dia berbalik untuk melihat atap. Seseorang sedang duduk di atas sana…..

……

Seseorang yang memakai jubah putih sedang duduk di atap. Kepalanya menatap bulan cerah yang mengantung di langit. Matanya berkabut seolah memikirkan sesuatu. Xiao Bai berada dipundaknya dan terkadang melompat-lompat, berkicau untuk menenangkan orang tersebut.

Suara derap langkah kaki membuat Tang Xinyun waspada untuk sesaat, tapi dia segera kembali menenang saat dia mengangguk pada Bai Yunfei yang ada di bawah. Dengan mengangkat kepalanya kembali untuk menatap langit malam, Tang Xinyun sekarang terlihat lebih sedih dibanding sebelumnya.

“Ada apa? Nona Tang, apa yang kau pikirkan hingga tengah malam?” Bai Yunfei melompat lebih dari satu meter dari Tang Xinyun saat bertanya.

Untuk beberapa saat, Tang Xinyun ragu saat dia melihat Bai Yunfei. Lalu dengan sedikit mengangguk, dia membuka mulutnya untuk berbicara. “Aku… tuan Bai, aku ingin berterima kasih, dan aku ingin…meminta maaf…”

“Haha, untuk apa kamu berterima kasih padaku? Maafmu juga tidak diperlukan.” Bai Yunfei tersenyum dengan menggelengkan kepalanya. “Kamu tidak melakukan hal yang salah, nona Tang. Jangan terlalu memikirkan kejadian hari ini…”

“Bagaimana bisa aku tidak melakukan kesalahan? Karena tindakanku, anak itu dan neneknya bertemu dengan para preman. Kalau aku tidak memberi mereka koin emas, maka sejak awal ini tidak akan terjadi…” Dengan menundukkan kepala, dia melanjutkan dengan rasa bersalah yang terlihat dari suaranya, “Tapi… Aku benar-benar berpikir untuk menolong mereka. Aku tidak pernah memkirikan sesuatu seperti itu akan terjadi…

“Sekarang saat aku memikirkan itu, setiap aku melakukan ini sebelumnya, bibi Zhao akan selalu mencari alasan untuk meninggalkanku sebentar. Aku bisa tahu sekarang…dia menolongku karena ‘akibat’ dari tindakanku…” Tang Xinyun menggelengkan kepalanya, “Dan aku rasa aku terlalu naif untuk percaya bahwa aku menolong mereka untuk hidup yang lebih baik. Ini adalah harga dari kepuasan pribadiku…”

“Bibi Zhao hanya memilindungi ketulusan dan kebaikanmu…” Bai Yunfei mencoba menghiburnya.

Tang Xinyun tertawa pahit, “Aku tahu itu. Aku tahu bibi Zhao selalu bertindak untuk kebaikanku. Sekalipun saat di rumah, dia selalu seperti ini. Bahkan sekarang, dia masih sama…. dulu, aku berpikir aku tahu semuanya, tapi sekarang aku sadar aku tidak tahu apapun tentang dunia luar.”

“Bukankah kamu belajar bagaimana itu sekarang? Semakin kamu belajar, maka kamu semakin mengerti. Itulah arti dari perjalanan bukan? Di masa depan, saat kamu melakukan kesalahan, kamu akan menjadikannya perlajaran untukmu.”

Bai Yunfei tidak tahu bagaimana menghibur Tang Xinyun, sehingga saat dia melihatnya masih bersedih, dia mencoba mengganti topik. “Ah, nona Tang, aku tidak pernah mendapat kesempatan untuk bertanya padamu. Kenapa kamu ingin melakukan perlajanan ke luar?”

Bai Yunfei mencoba mengubah topik untuk mengalihkan Tan Xinyun dari depresinya; namun, dia tidak menduga akan melihatnya terjatuh semakin dalam setelah pertanyaan yang diajukannya.

“Aku… ingin menjadi lebih kuat. Aku ingin menjadi kuat bahkan hingga keluargaku tidak akan mengabaikanku. Aku ingin bisa melindungi ibuku dari bahaya apapun dengan kedua tanganku…” Tang Xinyun berkata dengan berbisik setelah keheningan beberapa saat.

Bai Yunfei semakin terdiam setelah mendengarnya berbicara. Dengan menghela napas, dia merespon, “Nona Tang, kamu tidak seharusnya bersedih seperti ini. Demi ibumu, kamu harus tersenyum, bahkan jika bahumu terasa berat. Ibumu ingin kamu bahagia, dan aku yakin kebahagiaanmu adalah keinginan terbesarnya…

“Aku juga ingin menjadi lebih kuat untuk menjaga ibuku. Bahkan meskipun aku kelelahan dan terluka, aku akan melakukannya, tapi, aku tidak lagi mendapatkan kesempatan itu…”

Bai Yunfei awalnya mencoba untuk menghibur Tang Xinyun, tapi, tiba-tiba, rasa tertekannya menyebar padanya. Sebaliknya dia menyebabkan Tang Xinyun terkejut. Untuk beberapa saat, pemandangan di atap berubah menjadi keheningan.

Translator / Creator: andra