May 2, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 124

 

Assistance

Tindakan yang pemuda itu lakukan terlihat mengherankan di mata orang lain. Saat Bai Yunfei mulai berjalan mendekati keduanya, yang lainnya menyadari apa yang terjadi dan mengikuti di belakangnya.

Dalam perjalanan, mata Bai Yunfei yang sebelumnya memperhatikan sekitar akhirnya terfokus pada dua sosok di sebuah sudut. Lalu tubuhnya tiba-tiba berputar ke kiri.

“Eh? Bai Yumfei, bukankah kamu…”

Tindakannya yang tiba-tiba membingungkan semua orang. Kata-kata Tianming sepertinya tidak dihiraukan oleh Bai Yunfei saat dia menghilang dalam keramaian. Tianming menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Jing Mingfeng dan yang lainnya, tidak yakin harus melakukan apa.

“Bai Yunfei… apa dia tidak menolong dua orang itu? Haruskah kita…. mengikutinya?” Tanya Tianming.

Tang Xinyun melihat ke arah dimana Bai Yunfei menghilang dengan mengerutkan alisnya. Ada tatapan kekecewaan di wajahnya saat dia melihat pasangan wanita tua dan anak kecil itu. Kemudian tatapan simpati mengambil alih wajahnya. Setelah menggigit bibir bawahnya karena ragu, dia akhirnya memutuskan untuk berjalan ke arah mereka.

Saat mereka mendekati pemuda itu, dia terkejut dan ketakutan. Saat dia perlahan pergi, dia mengerutkan bibinya, dan tubuhnya yang rapuh bergerak untuk melindungi wanita tua yang ada di belakangnya.

Ada tatapan kesedihan di mata Tang Xinyun, tapi dia bisa memberikan sebuah senyuman kehangatan. “Adik kecil, jangan takut. Kami tidak akan menyakitimu. Kami disini untuk membantumu.”

Kemudian dia melihat wanita rapuh di belakang pemuda itu, “Apa itu nenekmu?”

Pemuda itu sepertinya sedikit melonggar saat dia melihat ketulusan dibalik mata Tang Xinyun. Dengan ragu, dia menjawab dengan menganggukkan kepalanya, “Ya.”

Dengan sedikit berpikir, Tang Xinyun menggerakkan tangan kanannya, dan tiga buah emas muncul dari cincin interspasialnya. Dengan menyerahkannya pada anak kecil itu, dia berkata, “Ambil koin ini, nenekmu sangat sakit; ambil ini untuk membeli obat dan biarlah nenekmu meminumnya. Dia akan segera membaik.”

Saat dia mengeluarkan tiga emas, Zhao Mancha terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun, dia berubah pikiran saat dia melihat ketulusan di wajah Tang Xinyun. Sehingga dia menutup mulutnya.

“Xi-Xiao Hu, jangan… jangan ambil itu…” sebuah suara rapuh terdengar dari belakang pemuda itu saat wanita di belakangnya mencoba untuk berbicara.

“Nyonya, kumohon jangan di tolak. Ini akan membantu masa depan anda.” kata Tang Xinyun pada wanita tua itu dengan senyuman hangat.

Tertegun, pemuda itu mengambil kepingan emas darinya seolah mengabaikan suara nenek yang berada di belakangnya. Mengambil koin tersebut dengan ‘kasar’, dia kemudian menyimpannya dalam baju sehingga tidak ada orang lain yang dapat melihatnya.

Menjatuhkan diri ke tanah dengan suara ‘bruk’, anak itu menundukkan kepalanya pada Tang Xinyun sebagai rasa terima kasihnya. Dengan segera membangunkannya, Tang Xinyun menggeleng, “Jangan seperti ini. Cepat, pergi bantu nenekmu. Kamu bisa merawatnya lebih baik nanti, oke?”

Selama beberapa detik, anak laki-laki itu menatap Tang Xinyun seolah mencoba menghilangkan bayangan dalam benaknya. Dia akhirnya berkata dengan suara tulus. “Terima kasih!”

Dengan memperlihatkan senyuman bahagia, Tang Xinyun menjawab, “Haha, tidak perlu berterima kasih padaku. Ini adalah sesuatu yang seharusnya aku la-“

“Apa yang kalian semua lakukan di sini?” bahkan sebelum dia selesai, sebuah suara dari belakang menyelanya. Menoleh, Tang Xinyun melihat Bai Yunfei dengan dua benda di tangannya saat dia menatap mereka penasaran.

“Bai Yunfei? Bukankah kamu pergi?” Tanya Tianming dengan kebingungan.

“Pergi? Kemana aku akan pergi?” Bai Yunfei bingung, tapi kemudian senyuman terlihat di wajahnya, “Aku hanya pergi membeli sesuatu, bukankah aku mengatakan pada kalian untuk menunggu disini sebentar?”

“Kamu pergi kemana pergi? Tidak satupun dari kami yang mendengarmu mengatakan sesuatu.”

“Eh… lupakan itu. Keramaian mungkin menengelamkan perkataanku.” Bai Yunfei menggelengkan kepalanya lalu berjalan mendakati anak laki-laki itu. Dia membuka salah satu kantung kertas yang dia pegang. Didalamnya terdapat beberapa roti kukus untuk dimakan anak itu.

“Makanlah ini dulu. Penuhi perutmu dan kamu akan mendapatkan energi untuk merawat nenekmu.” Jelas Bai Yunfei sebelum menyerahkan kantung tersebut, “Ini adalah beberapa obat-obatan yang digunakan untuk perawatan penyakit tertentu. Carilah tempat untuk memasknya lalu berikan pada nenekmu.”

Melihat tatapan kosong di wajah anak itu, Bai Yunfei tertawa dengan memberikan beberapa koin tembaga. Dengan menyembunyikannya di balik baju anak itu, Bai Yunfei dengan pelan berkata, “Ambil uang ini dan bawa nenekmu, mengerti?”

Saat itulah pemuda tersebut menyadari apa yang terjadi. Reaksinya bahkan lebih dari saat dia menerima tiga koin emas. Dia meletakkan barang-barang pemberian itu lalu segera bersujud sekali lagi. Dia bersujud sambil berkata dengan suara gemeter, “Terima kasih….terima kasih….”

Bai Yunfei tidak melakukan apapun untuk menghentikannya, membiarkannya menyelesaikan apa yang dilakukan. Kemudian dengan membantu neneknya, mereka berdua perlahan dengan tertatih –tatih mereka ke sisi jalan hingga menghilang dari pandangan. Senyuman yang sama muncul di wajahnya saat berbicara dengan anak itu, Bai Yunfei menatap yang lain, “Baiklah sekarang semuanya sudah selesai, kita harus melanjutkan perjalanan kita.”

……

Semua orang yang melanjutkan perjalanan, tidak satupun dari mereka merasa sebahagia ini sebelumnya.  Namun, tatapan tenang terlihat di masing-masing wajah mereka.

“Tianming, apa kamu memperlakukan nenekmu dengan ketulusan seperti anak itu?” Bai Yunfei tiba-tiba bertanya pada Tianming .

“Ap? Bagaimana aku bisa? Rumahku tidak seperti itu, dan nenekku memiliki banyak pelayan yang melayaninya…”

“Kalau begitu, saat nenekmu sakit, apa kamu merawatnya?”

“Bukan-bukankah ada banyak orang untuk itu? Meskipun aku melakukannya, itu akan…”

“Apa kamu pernah mencoba berbincang dengannya?”

“Aku…”

Untuk sesaat, Tianming terdiam. Akhirnya dia berbalik dan menoleh untuk melihat Bai Yunfei, kata-kata selanjutnya  diucapkan dengan suara pelan, “Bai Yunfei, Aku-aku rasa aku mengerti sekarang…”

“Kalau begitu bagus.” Bai Yunfei tersenyum. “Kapan kamu pulang, ingat untuk memperlakukan ibu dan nenekmu dengan rasa berbakti yang layak. Aku bisa menjamin kalau kau melakukan seperti yang seharusnya, maka hidupmu akan sangat berbeda…”

“Aku mengerti!” Tianming mengangguk lalu senyuman muncul di wajahnya. “Bai Yunfei, kapan kamu akan pergi, kami semua berpikir kamu tidak membantu mereka berdua! Tidak satupun dari kami berpikir kamu akan kembali dengan obat-obatan dan makanan!”

“Haha, saat aku melihat mereka, tidak ada cara bagiku bisa menolong mereka. Aku hanya bisa memberikan apa yang mereka butuhkan sekarang, tapi… masa depan mereka sepenuhnya bergantung pada anak kecil itu. Kita hanya bisa membantunya sementara, tapi uang kita seharusnya bisa membantu mereka selama beberapa hari. Saat dia makan, dia mampu mengumpulkan energy mencari cara untuk mendapatkan uang…”

Dengan tertawa ringan, Tianming menjawab, “Ya, sebelum kau kembali, nona Xinyun telah memberikan mereka tiga koin emas! Itu seharusnya cukup untuk merela hidup lebih lama…”

Bai Yunfei merasa terkejut dengan kata-kata yang diucapkannya, “Apa katamu!?”

Reaksi yang tiba-tiba itu menakuti Tianming. Dia kehilangan kata-kata. “Aku… aku berkata bahwa nona Xinyun memberinya tiga koin emas. Itu seharusnya cukup bagi mereka untuk sesaat…”

Mata Bai Yunfei beralih menatap Tang Xinyun.

“Ya? Tuan Bai, apa aku….apa aku melakukan kesalahan?” Tang Xinyun bingung. Dia tidak mengerti apa yang terjadi.

Alis Bai Yunfei mengernyit marah lalu berbalik untuk melihat Zhao Mancha dan Jing Mingfeng yang tepat berada di sampingnya.

Saat Bai Yunfei melihat keduanya, mereka berdua tidak mampu bertatapan. Mereka mengalihkan pandangan mata mereka, dan wajah mereka terlihat…. Malu?

“Hmph!!”

Bai Yunfei mendengus dingin, tapi tidak ada perkataan apapun yang keluar. Itu adalah langkah yang cepat saat Bai Yunfei berjalan ke arah dimana anak kecil dan neneknya pergi.

“Tapi… bibi Zhao, kenapa tuan Bai melakukan itu? Apa ada masalah?” Tang Xinyun benar-benar bingung dengan reaksi Bai Yunfei.

Ada keraguan di wajah wanita bibi Zhao saat dia menghela napas. “Nona.. Kamu akan mengerti jika kamu mengikutinya…”

……

Belum satu menit berlalu Bai Yunfei telah mencapai salah satu gang dengan terburu-buru. Dengan soulsense yang disebar untuk melacak keduaya, dia mulai menyisir tempat itu untuk mencari mereka.

Gerakan yang tiba-tiba membuat matanya berkilat, tapi kemudian kebahagian itu berubah menjadi rasa marah. Tatapan dingin terlihat di matanya sebelum tubuhnya berkedip. Dia menyusuri jalur sempit dengan hembusan angin yang mengikuti di belakangnya.

Dalam gang itu, empat pria jahat sedang menendang dan memukuli sosok kecil dan rapuh. Beberapa roti kukus dan bahan obat-obatan terlihat berserakan. Sesosok wanita yang sangat rapuh terlihat didorong ke samping dengan tubuhnya yang gemetar tanpa henti, tidak mampu bergerak. Sepertinya seseorang telah mendorongnya dengan paksa.

“To-tolong! Jangan pukul — jangan pukuli dia lagi. Xia — Xiao Hu, beri mereka uangnya…” wanita itu merengek memohon pada para penyerang mereka. Anak laki-laki itu memeluk dadanya untuk mencegah koin diambil.

“Tidak! Aku tidak akan memberikannya!” anak laki-laki itu meringkuk seolah dia memutuskan untuk melindungi koin itu hingga mati.

“Apa itu? Kamu tidak menyerahkannya? Kalau begitu kami akan menghajarmu sampai mati!” seorang pria mendaratkan tendangan kejam pada perut anak itu dengan mengumpat padanya, “Kau pengemis kecil! Hanya beberapa koin tembaga sudah cukup bagimu. Apa gunanya koin emas!? Kamu hanya perlu membeli beberapa roti kukus dan sayuran busuk! Jangan bodoh. Serahkan mereka atau kami akan menghajarmu sampai mati dan mengambil koin itu dari jasadmu!”

Wanita tua itu akhirnya berhasil bergerak ke salah satu pria itu. Dengan tangan gemetar, dia memegang celana pria itu dan mulai memohon. “Tolong — tolong jangan sakiti dia lagi. Kalian akan membunuhnya! Kami akan memberimu uangnya! Kami tidak memerlukannya! Kumohon… jangan sakiti dia lagi…”

“Nenek tua menjijikkan, lepaskan aku!” Pria itu dengan kejam menatapnya. Sebuah tendangan cukup untuk memisahkan mereka, namun seolah dia tidak puas hanya dengan itu, kaki pria itu mendaratkan tendangan lain.

“Hmph!”

Sebuah seringai terlihat. Beberapa saat kemudian, pria itu tiba-tiba merasakan sakit dari kakinya. Saat dia melihat ke bawah, yang dapat dilihatnya adalah sesuatu seukuran ibu jari yang keluar dari samping kakinya, dengan darah yang mengalir….

“Aah!!” hanya membutuhkan setengah detik bagi pria itu untuk bisa memulihkan kesadarannya. Dia mencengkeram kaki kanannya yang berdarah sebelum amburuk ke tanah. Sebelum dia ambruk, Bai Yunfei memberikan pukulan pada perutnya dengan tendangannya. Pria itu terlempar sepuluh meter jauhnya.

Pada waktu yang bersamaan, tiga suara debaman berbeda terdengar saat tiga pria terlempar oleh Jing Mingfeng yang berdiri melindungi anak-laki-laki itu dengan ekspresi menyeramkan.

Di jalan masuk gang tersebut, Tang Xinyun berdiri dengan terkejut dari awal hingga akhir. Dengan sesuatu yang terjadi tepat ada di depannya, dia jelas tidak tahu harus bereaksi seperti apa…

Translator / Creator: andra