April 29, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 123

 

Compliant Rope

“Equipment level: Middle rare.”

“Attack power: 326.”

“Upgrade requirement: 67 soulpoint.”

Bai Yunfei menatap tali di tangannya dengan sedikit kecewa, “Ah…. ini adalah soul item tingkat Human-ranked middle-grade?”

Kalau Fang Hao tahu apa yang Bai Yunfei pikirkan saat ini, dia pasti akan muntah darah. Soul item ini khusus untuk menangkap burung Quickshade, dan dia mendapatkannya dengan susah payah. Sekarang Bai Yunfei tahu adalah item yang murahan, dia sangat…

“Eh, mungkin aku terlalu berlebihan.” Bai Yunfei merasa dirinya sedikit terlalu serakah. Dengan mengejek, dia berpikir, “Aku akan mengupgradenya terlebih dahulu. Glacial Pricker adalah sebuah item low rare dengan attribute yang bagus. Siapa tahu, mungkin tali ini akan lebih baik dari itu.”

“Upgrade.”

……

Sekitar sepuluh menit kemudian.

“Upgrade sukses.”

“Equipment level: Middle rare.”

“Upgrade level: +10.”

“Attack power: 326.”

“Attack power tambahan: 151.”

“Efek tambahan untuk item +10: Dengan menggunakan soulforce tambahan, kamu bisa memanjangkan dan memendekkan tali serta mengendalikannya dengan bebas. Tali mungkin akan memamjang lima kali lebih panjang dari panjang awal. Semakin panjang, maka akan semakin lemah. semakin pendek, maka akan semakin kuat.”

“Upgrade level: 67 soulpoint.”

Bai Yunfei  sedikit tertegun dengan efek dari tali emas itu. “Kelebihannya… sedikit aneh bukan?”

Setelah berpikir sesaat, dia dengan pasrah menggelengkan kepalanya, “Mari kita coba. Aku ingin tahu apa yang bisa dilakukannya!”

Bai Yunfei memeriksa tali itu dengan hati-hati untuk mengetahui mana pangkal dan mana ujungnya. Dia menyadari bahwa pada salah satu ujung tali itu terdapat bahan yang keras sepanjang sepuluh sentimeter dimana biasanya letak pegangan berada. Di ujung lain membentuk sebuah runcingan kecil. Saat Bai Yunfei meresakannya, rasanya seperti ujung anak panah kecil.

Dengan memegang pegangannya, Bai Yunfei mengayunkannya ke samping. Suara desingan terdengar sebelum terdengan suara debaman. Tali tersebut mengenai pintu tendanya yang berada 15 meter jauhnya.

“Ini cukup panjang!” Bai Yunfei terkejut. Dia hanya ingin sedikit menggulurnya. Dia tidak berpikir tali itu akan memanjang sejauh ini dalam waktu singkat.

Dengan sedikit berpikir, dia mengalirkan soulforcenya pada tali emas itu. Kemudian, dia merasa tali emas itu terhubung dengan tubuhnya sendiri, seperti tangan yang memanjang beberapa meter.

Saat dia menggunakan Fire-tipped Spear, dia merasakan sensasi yang sama dengan ini. Satu-satunya perbedaannya adalah Fire-tipped Spear memberinya sensasi ‘akrab’, hampir seperti tak terpisahkan. Tali emas ini memberikan perasaan ‘asing’. Dan juga perasaan seperti ‘lakukan sesukamu.’

Dengan sedikit menggerakkan tangan kanannya, sebuah ‘gelombang tali’ datang dari pegangannya hingga ujung. Dengan suara ‘pop’ yang terdengar, tali panjang itu perlahan meliuk-liuk seolah hidup. Dia menatap sebuah bangku di sebelah kirinya, dan tali itu seperti menerima perintah lalu bergerak ke arah bangku tersebut. Dengan melilit salah satu kaki bangku, tali itu menariknya ke udara dengan suara desingan sebelum Bai Yunfei memengannya dengan tangan kirinya.

“Hei, ini cukup mudah.” Bai Yunfei menurunkan bangku itu dengan mata berbinar. Ini pertama kalinya dia menggunakan sebuah soul item jenis tali; oleh karena itu, dia merasa sangat penasaran dengannya.

“Aku akan mencoba memanjangkan dan memendekkannya…”

……

Setelah “bermain” selama sepuluh menit atau lebih, Bai Yunfei akhirnya berhenti dengan percobaan yang menyenangkan.

Saat memanjang 5 kali lebih panjang dari panjang normal, tali itu mencapai sekitar 70 meter. Bai Yunfei merasa seolah seekor ular ‘melingkari’ tenda. Bai Yunfei menyadari semakin panjang tali maka akan semakin tipis tali tersebut. Tali itu sangat kuat hingga ujungnya. Tali itu terasa lebih lembut, namun ‘ketahanannya’ masih sama.

Dengan memendekkannya sependek yang dia bisa, Bai Yunfei menyisakannya seperti sebuah tongkat emas sepanjang lebih dari dua meter. Dia bisa dengan mudah mengayunkan tongkat tersebut, dan merasa seolah ada sebuah tombak ditangannya.

Karena tali emas ini dapat memanjang dan memendek, Bai Yunfei berpikir sejenak lalu memberikan nama tali itu dengan “Compliant Rope”…

Mengembalikan Compliant Rope tersebut ke dalam cincin interspasialnya, Bai Yunfei menguap lalu berbaring di tempat tidurnya.

“Aku akan istirahat lalu mengupgrade equipment sisanya nanti…”

…………

Pada hari kedua, saat semua orang keluar dari penginapan bersiap untuk pergi, Tang Xinyun turun diikuti oleh Zhao Mancha. Perlahan berjalan keluar dari pintu, dia mengenakan jubah putih, dengan senyuman tipis di wajahnya seolah tidak ada yang berubah. Perbedaannya sekarang adalah di bahunya terdapat seekor burung kecil, berwarna putih seukuran burung pipit. Setelah memperhatikan dengan seksama, burung ini adalah burung Quickshade seukuran elang yang sama dengan kemarin.

“Nona Tang, apa itu…” Melihat burung putih tersebut, Bai Yunfei perlahan menyadari siapa itu, tapi dia tidak sepenuhnya mengutarakan pertanyaannya. Jing Mingfeng dan Tianming keduanya dengan penasaran menatap burung itu.

“Ya, ini adalah burung Quickshade yang sama dengan kemarin, tapi sekarang dia lebih kecil. Sehingga lebih praktis untuk melakukan perjalanan sekarang.” Tang Xingyun mengangguk dengan tersenyum. Saat dia menolehkan kepalanya untuk menatap burung itu, dia bertanya, “Xiao Bai, kau ingat mereka berdua? Mereka yang menyelamatkamu kemarin, berterima kasihlah pada mereka…”

“Xi-Xiao Bai…” Jing Mingfeng merasa bingung. Dengan memberikan tatapan aneh pada Bai yunfei, wajahnya berkedut. Dengana mengaitkan tangan pada lengan Tianming, mereka berdua segera bergerak ke sampung untuk tertawa jahil.

Bai Yunfei merasa bibirnya berkedut. Saat dia mendengar nama “Xiao Bai,” untuk beberapa alasan, pikiran pertama yang dia pikirkan adalah  “Xio Bai? Kenapa terdengar seperi nama seekor anjing?”

“Chirrrp!!” seolah menyadari arti dibalik tawa semua orang, burung Quickshade “Xiao Bai,” itu berkicau lalu mengepakkan sayapnya siap untuk terbang.

“Apa yang terjadi? Ada yang salah dengan nama Xiao Bai?” Tang Xinyun menyadari reaksi aneh semua orang, sehingga dia bertanya dengan bingung.

“Tidak, bukan apa-apa. Xiao Bai adalah nama yang bagus, Sangat lucu meski…” Jing Mingfeng menyela lalu menoleh pada Bai Yunfei dengan tatapan sungguh-sungguh, “Bagaimana denganmu, kakek Bai?”

Setelah mengutarakan dua kata terakhir itu, dia melompat untuk menghindari tendangan Bai Yunfei. Dengan tertawa, dia dan Tianming berlari pergi.

“Itu…” Tang Xinyun mendengar ucapan terakhirnya, dan menatap Bai Yunfei dengan ekspresi malu-malu.

“Haha, nona Tang, jangan memikirkan itu. Boss Huang telah siap untuk pergi sekarang. Kita harus pergi dengan mereka. Kita harus tiba di kota Guyi hari ini…” Bai Yunfei tersenyum. Dengan mengangguk pada Zhao Mancaha, Bai Yunfei dan yang lainnya melanjutkan perjalanan.

…………

Malam hari, kelompok itu tiba ditujuan mereka — Kota Guyi.

Kelompok perlahan dibubarkan sementara Huang Wan menangani kesepakatan. Bai Yunfei, Tang Xinyun dan yang lainnya berjalan menyusuri jalanan, berkeliling. Huang Wan mengatakan bahwa mereka akan menginap Prosperity Inn malam ini. Dia juga berterima kasih pada Bai Yunfei dan yang lainnya atas ‘perlindungan’ mereka. Pada waktu yang bersamaan, dia mengatakan bahwa semua persiapan malam ini telah disiapkan untuk mereka.

Semua orang berjalan santai menyusuri jalanan. Tianming adalah yang paling bersemangat dengan melihat kiri dan kanan di seluruh kota. Seringkali, dia akan memilih barang dagangan di sisi jalan bila dia menemukan kesalahan, berkata bahwa ini begini dan begitu tentang toko barang di kota Gaoyi yang memiliki barang dagangan yang lebih baik, atau toko ini tidak memiliki pesona yang sama dengan yang lain, atau hanya akan mengatakan sesuatu untuk alasan apapun …

Saat Jing Mingfeng tanpa sengaja membahas masalah keluarganya, Tianming mengembungkan pipinya dan berkata dengan tidak puas, “Jangan bicarakan itu. Keluarga itu sangat membosankan bagiku! Anak dari paman kedua dan ke tiga dalam keluargaku sering mengerjaiku, dan kakak tertuaku selalu dengan ayah. Dia sangat jarang ada di rumah, dan saat dia dan aku bertengkar, ibuku selalu memarahiku, berkata bahwa aku tidak seharusnya membuat masalah dengan mereka. Pah! Siapa yang mengatakan bahwa mereka harus bertengkar denganku? Aku tidak akan tinggal diam! Dan ada pembantu juga, dia menghabisakan hari-harinya dengan bergosip dan mengomel! Mereka sangat membosankan! Aku bahakan tidak ingin melihatnya, aku…”

Ditengah ucapannya, tiba-tiba suasana menjadi aneh di tempat itu. Saat dia menoleh untuk melihat, dia melihat Bai Yunfei dan yang lainnya menatap seolah …. tidak senang?

“Ap-apa yang salah?” Tianming menyadari dirinya mengatakan sesuatu yang salah. Dia merasa lehernya ditarik dengan sendirinya seolah mempertanyakan ucapannya.

Bai Yunfei menghela napas saat dia bersiap menjelaskan dengan sungguh-sungguh, “Tianming, biarkan aku berkata jujur. Kamu tidak seharusnya mengatakan itu tentang keluargamu. Terlebih, kamu tidak boleh memperlakukan mereka dengan cara seperti itu… meskipun itu adalah orang tuamu atau kakek nenekmu, mereka masih orang-orang yang harus kau hormati. ‘Kasih sayang’ yang mereka berikan padamu adalah sesautu yang tidak bisa kau abaikan dan tidak bisa dibenci. Kalau bukan karena aku tahu hatimu tidak mengatakan itu, maka aku sudah lama tidak berhubungan denganmu. Diluar semuanya dalam hidup, berbakti adalah hal yang paling penting. Seseorang tidak mengerti itu bukanlah temanku.”

“Itu… aku…” tatapan Tianming kosong seolah dia semakin cemas.

“Kamu mungkin tidak mengerti sepenuhnya, tapi aku harap kamu akan menyadarinya cepat atau lambat…” Bai Yunfei memberinya senyuman seolah mengajarkan pada anak kecil, “Apa kamu tahu artinya ‘keluarga’?

“Ap?” Tianming menggelengkan kepalanya seolah tenggelam dalam pertanyaan Bai Yunfei.

Bai Yunfei menunjuk seseorang di depan mereka, “Itu, itulah yang dinamakan ‘keluarga’.”

Seratus meter di sebuah sudut jalan, dua sosok rapuh terlihat sedang duduh di tanah. Ada seorang anak kecil yang terlihat berumur 12 atau 13 tahun. Bajunya terlihat rusak, dan hampir memperlihatkan lengan putihnya. Rambutnya tak beraturan seolah dia tidak mandi selama beberapa hari. Dan lagi, di tanganya ada setengah roti kukus yang disuapkan dengan hati-hati, secuil demi secuil,  pada seorang wanita berumur sekitar 70 tahun.

Wanita itu bersandar pada tembok. Bajunya robek, namun rambut putihnya tidak lebih rapi dibandingkan anak kecil itu. Sepertinya, rambutnya telah disisir oleh seseorang. Dia terlihat tidak selemah anak kecil itu, namun matanya tenggelam dalam wajahnya. Mereka jelas lebih redup dibanding yang lainnya.

Roti kukus itu telah dihabiskan oleh wanita itu, dan anak laki-laki itu membawakan sebuah mangkuk. Dia memberikan minuman pada wanita itumenggunakan mangkuk tersebut.

Saat itu, seseorang berjalan mendekat dan melemparkan sebuah koin tembaga. Wajah anak kecil itu terangkat sembari mengambil koin tersebut. Dengan berlutut di tanah, anak itu bersujud pada orang yang memberinya koin kemudian berlari kembali ke wanita sebelumnya. Dia mulai mengatakan sesuatu dengan senang pada wanita itu.

Dengat mata berbinar, Bai Yunfei mulai berjalan ke arah mereka.

“Tak peduli kemanapun kamu pergi, akan selalu ada orang-orang yang seperti ini… tapi sekeras apapaun waktu, kamu tidak boleh meninggallakan satu sama lain. Ini…inilah arti keluarga…”

 

Translator / Creator: andra