April 20, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 119

 

Only Two Remain

Sementara Jing Mingfeng membuat keributan dengan tiga soulbeast di sekelilingnya, Bai Yunfei sendiri terjebak dalam kepungan dari segala sisi…

Saat Jing Mingfeng menyerang Soul Warrior di sebelah kiri, Bai Yunfei berlari untuk melawan Soul Warrior yang dengan ular pitonnya. Bai Yunfei bukanlah seorang soul cultivator dengan wind affinity, tapi dia tidaklah lebih lambat dari JIng Mingfeng. Dengan meninggalkan bayangan, Bai Yunfei menghindari serangan elang emas dan ular itu saat dia semakin mendekati sasarannya.

Pria itu lebih cerdik dari Soul Warrior yang dihadapi Jing Mingfeng. Saat dia melepaskan piton, dia tidak memerintahkannya untuk terbang ke arah Bai Yunfei. Suara desisan rendah terdengar dari bibirnya saat dia menggunakan soulforcenya. Dengan satu jentikan jari, dia memberi perintah lain pada piton tersebut. Dia menarik napas dalam-dalam, sehingga membuat tubuhnya membesar hingga seukuran paha seorang pria. Lalu melingkar di sekitar tubuh pria itu seolah dia digunakan sebagai perisai.

Sebelum Bai Yunfei dapat mencapai pria tersebut, piton itu telah melingkar di sekitar tubuh pria tersebut dan dengan cukup ruang bagi piton untuk menetap Bai Yunfei. Saat dia membuka mulutnya, bau mengerikan dapat tercium. Kemudian memanjangkan kepalanya untuk mengigit Bai Yunfei.

Dihadapkan dengan serangan ‘selimut’ dari piton ini, mata Baa Yunfei berkilat waspada namun tetap tenang. Dengan memiringkan tubuhnya ke kanan, kakinya berputar dan dia berayun melewati mulut piton. Lalu dia kembali keposisi semula setelah melakukan manuvernya sehingga dia berada di sisi kiri piton.

“Hmph!” Dengan mengangkat tangan kanannya, lengan Bai Yunfei mengembung saat dia melemparkan pukulan pada kepala piton!

Threefold Fist Force!!

“Bang!” Diikuti dengan redaman suara benturan, sebuah luka sepanjang satu inchi terlihat di kepala piton. Hasil dari pukulan dengan kekuatan yang luar biasa, membuat piton terlempar ke samping.

Dengan ular yang berhasil dikalahkan, Soul Warrior yang tersembunyi dibaliknya terlihat kembali. Mulutnya terbuka saat melihat Bai Yunfei dengan terkejut. Dia tidak menduga melihat Black Python level tiga itu dapat dikalahkan dengan sangat mudah.

Dengan Menarik kembali tangan kanannya, Bai Yunfei bersiap mendaratkan pukulan terakhir pada Soul Warrior yang tertegun itu saat tiba-tiba matanya mengernyit. Dengan mengehentakkan kakinya ke tanah, Bai Yunfei bergegas mundur dengan berputar kekanan untuk menyerang menggunakan tangan kanannya.

Saat dia terjatuh, sosok besar datang menerjang kepalanya. Sepasang cakar emas melewati tempat dimana kepalanya tadi berada. Jika dia tidak bergerak, kepalanya mungkin akan hilang.

Bahkan setelah menghindari elang emas, Bai Yunfei tidak dapat bersantai sedikitpun. Tubuhnya mengikuti matanya saat dia berbalik untuk melihat ular dengan warna cerah keluar dari rumput tempat tangannya kanannnya tadi berada.

Dari kejauhan, mata Soul Sprite itu terbelalak saat dia melihat ular yang menyentuh lengan Bai Yunfei. Dengan senyum liciknya, dia berkata, “Bahkan meskipun kamu seorang Soul Sprite tahap menengah, kamu tidak akan mampu menghindari kematian dari racun Rainbow Snake level 3!”

“Pow!” Tepat di tengah pidato kebanggannya, sebuah suara terdengar saat Rainbow Snake dikalahkan, hampir seperti dia telah diserang menggunakan tongkat besi. Dia tidak bergerak sama sekali seolah dia telah diserang hingga tak sadarkan diri.

Melihat Bai Yunfei kembali, Soul Sprite itu dapat dengan jelas melihat dua lubang di bajunya. Bagaimana Bai Yunfei tidak teracuni oleh bisa ular tersebut? Alasan mengapa Bai Yunfei tidak menggerakkan tangan kanannya adalah karena dia tau tidak mungkin ular tersebut dapat meracuninya. Bagian dari lengan yang dia gunakan untuk menyerang kepala ular tersbut adalah tangan tempat Flameblade Bracer berada!

Satu yang harus ditanyakan. Bagaimana bisa seekor soul beast level tiga mengigit Flameblade Bracer?

Setelah mengalahkan ular, kaki Bai Yunfei dihentakkan ke tanah untuk menghentikan langkah mundurnya. Dengan menyilangkan kakinya, dia meluncur ke arah Soul Warrior itu dengan kecepatan yang menakutkan.

Tidak bisa memanggil kembali soulbeast piton itu kali ini, Soul Warrior tersebut hanya mampu bertahan seorang diri dari dua pukulan Bai Yunfei sebelum terkena pukulan pada bgian pelipisnya. Tertegun, dia itu secara kebetulan terlempar ke arah dimana pitonnya berada. Dengan tak sadarkan diri di atasnya, baik piton maupun pria itu tidak dapat bangkit. Mereka sekarang tidak mampu untuk melanjutkan pertarungan.

Hampir setelah mengalahkan pria itu, sebuah hembusan angin kuat mengenai Bai Yunfei dari belakang. Tanpa ragu, Bai Yunfei membungkuk untuk memungkinkan cakar elang emas itu melewari punggungnya.

Sebuah teriakan berdarah dapat terdengan dari belakang bersamaan dengan tawa senang Jing Mingfeng. Dengnan menolehkan kepalanya untuk melihat ke belakang, Bai Yunfei hanya dapat melihat Jing Mingfeng mengangkat kaki kanannya. Musuhnya, Soul Warrior yang lain, memiliki jejak kaki di sisi kiri wajahnya dan darah mengalir dari mulutnya saat dia terlempar ke udara. Dengan suara berdebam, pria itu menghilang di bawah permukaan danau terdekat.

……

Bahkan belum sepuluh menit berlalu setelah Bai Yunfei dan Jing Mingfeng telah mengatasi tiga Soul Warrior dan empat Soul Personage! Dari semuanya hanya tersisa dua Soul Sprite.

Jing Mingfeng bangga pada dirinya sendiri setelah menendang Soul Warrior tersebut, namun matanya tidak terlihat santai. Dua hembusan angin memaksanya untuk ke samping, tapi sebelum kakinya mendarat pada tanah, kelelawar abu-abu datang dari depan dengan lengkingan keras. Dengan mengepakkan kedua sayapnya, dia terbang beberapa meter. Cakar di kakinya muncul untuk melukai bagian belakang kepala Jing Mingfeng.

Saat cakarnya mencapai kepalanya, mata Jing Mingfeng berkilat. Sebelum dia bisa menyeimbangkan kakinya pada tanah, kaki kirinya ditekuk untuk mengumpulkan kekuatan. Dengan ledakan cahaya biru, dia terbang ke udara dan berjungkir balik. Kaki kanannya ditekuk sebelum mendarat diatas kepala kelelawar!

“Bang!!”

Dibanting ke tanah dengan luapan kemarahan, sayap kelelawar itu bergetar lemah sebelum akhirnya ambuk. Kelelawar itu tidak sanggup lagi untuk melanjutkan pertarungan.

Dalam sekejap, soulbeast lainnya telah dikalahkan!

Dalam sepuluh meter jauhnya, Soul sprite yang tinggi dan pendek itu berdiri dengan ekspresi pucat. Kemampuan Bai Yunfei dan Jing Mingfeng diluar perkiraan mereka. Bahkan disamping fakta bahwa Bai Yunfei seorang Soul Sprite tahap menengah dan Jing Mingfengn Soul Sprite tahap awal yang dapat dicapai dengan cepat membuat keduanya tertegun.

“Sialan! Siapa mereka sebenarnya!? Bahkan tanpa memberi tahu afiliasi mereka, apa alasan mereka melawan kita!?” Pria tinggi itu mengutuk.

Pria pendek itu terus mengamati Jing Mingfeng dengan mata mengenyit saat dia menghindari blade of wind, “Kenapa? Tentu saja ini untuk burung Quickshade! Seekor soulbeast level lima ini adalah sesuatu bagi soul cultivator yang akan mngambil resiko untuknya!”

“Soul cultivator biasa katamu? Apa kamu pikir mereka adalah soul cultivator biasa?” Soul sprite tinggi itu menggelengkan kepalanya saat dia melihat elang emas yang melewati Bai Yunfei lagi. Dia cemas apakah mereka bisa menyelesaikan tugas mereka atau tidak. Sekarang mereka cemas mereka bisa mengatasi dua orang asing yang muncul secara tiba-tiba ini atau tidak…

Beberapa meter jauhnya, Bai Yunfei dan Jing Mingfeng sedang terlibat pertarungan dengan burung level empat. Atau mungkin lebih tepatnya mereka dengan membabi buta menghindari serangan burung tersebut.

Kenyataannya, setiap mereka menghindari serangan-serangan burung itu, mereka berdua tanpa sadar saling mendekati satu sama lain…

…………

Translator / Creator: andra