April 10, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 115

 

 The Consequences of Not Filling An Hole After Digging It

Dengan melanjutkan perjalanan mereka, Bai Yunfei terkejut saat menyadari bahwa hubungan antara Jing Mingfeng dan Tianming berkembang ke tingkat yang aneh.

Hanya membutuhkan waktu hingga pagi hari sebelum mereka berdua terlihat mengalungkan lengan ke pundak masing-masing di siang hari. Seolah mereka sekarang adalah saudara sedarah. Saat siang hari, mereka berdua telah terpisah dari kelompok dan memberi isyarat satu sama lain saat mereka berbicara dengan semangat.

Saat malam tiba, semua orang berkumpul di tepi pegunungan dimana Huang Wan mulai memerintahkan mereka untuk mempersiapkan tenda dan beberapa orang menyiapkan makan malam.

Tang Xinyun bersiap untuk pergi menikmati pemandangan karena dia tertarik dengan matahari terbenam. Dia ingin berada di sana sebelum matahari benar-benar terbenam di balik bukit-bukit. Zhao Mancha dengan patuh mengikuti di belakangnya. Jing Mingfeng dan Tianming berlari ke dalam sebuah hutan terdekat dan tidak meninggalkan apapun selain tawa yang terdengar. Dengan pikiran yang sangat bosan, Bai Yunfei hanya bisa duduk pada sebuah batu di dekatnya, dan mulai mengupgrade beberapa sisa dagger yang dimilikinya.

   ……

“Upgrade gagal.”

“Equipment hancur.”

Dengan mengibaskan tumpukan debu ditangannya, Bai Yunfei menggelengkan kepalanya kecewa. “Kegagalan lainnya, apa aku telah mengunakan semua keberuntungaku semalam?” Dia mengela napas.

Sebuah gelang rantai berwarna coklat muncul di tangannya. Dengan sekilas melihatnya, dia terfokus. “Upgrade.”

 “Upgrade sukses.”

“Equipment level: Superior.”

“Upgrade level: +10.”

“Attribute tambahan: +51 Strength.”

“Efek tambahan untuk item +10: Menyerang lengan dengan item ini di tangan ada kesempatan sebesar 1% untuk dapat meningkatkan kekuatan dua kali lipat.”

“Upgrade requirement: 28 soulpoint.”

Awalnya dengan senang, Bai Yunfei memperhatikan efek tambahan item tersebut sebelum kekecewaan terlihat di wajahnya. “Walaupun peningkatan kekuatan sebanyak dua kali lipat tidaklah buruk, terlalu terbatas dan sepertinya tidak mungkin untuk diaktifkan…”

Setelah seseorang menjadi Soul Sprite, sebuah pertarungan biasanya menjadi pertarungan antar elemental attribute. Yang terkuat adalah dengan element terkuat; dengan begitu, pertarungan akan semakin jauh. Pada tingkat kekuatan ini, hanya sedikit orang yang terlibat dengan pertarungan dekat. Meskipun pertarungan antara Jiang Fan dan pria itu berjarak beberapa ratus meter, tapi pertarungan itu sangat menegangkan dan hebat. Tentu saja, ada beberapa soul cultivator yang senang dengan pertarungan dekat karena soul technique istimewa mereka, tapi saat mereka hanyalah minoritas dari para soul cultivator. Meskipun disatu sisi lain menginginkannya, disisi lain lebih memilih untuk menjauh satu sama lain. Untuk alasan tersebut, efek tambahan dari perhiasan ini sebenarnya tidak berguna. Upgrade Bai Yunfei hari ini sepertinya tidak berguna. 1% itu sangat menyedihkan. Keculi jika seseorang cukup beruntung, tidak mungkin musuh dapat membiarkan seseorang menyerang mereka ratusan kali dalam pertarungan…

“Eh? Bukankah itu… Tianming?” Segera setelah dia menggunakan gelang, Bai Yunfei samar-samar dapat melihat sosoknya bersembunyi di balik malam saat berjalan ke tenda. Orang biasa mungkin tidak akan menyadarinya, tapi Bai Yunfei bisa dengan jelas melihat Tianming.

Tianming seperti seekor kucing dalam gerakan lambatnya. Dadanya yang menggembung seolah menyembunyikan sesuatu. Lalu, dengan melihat sekeliling, dia menghilang di tenda dalam sekejap.

Sekitar sepuluh menit kemudian, penutup terbuka agar Tianming bisa masuk. Dengan menarik penutup, dia memastikan penutup itu seolah tidak ada yang berubah.

“Tianming, apa yang sebenarnya kau lakukan?”

Dengan berputar-putar, tatapan ‘berhasil’ yang sebelumnya terlihat di wajah Tianming segera berubah menjadi tatapan terkejut. Tanpa sadar melompat beberapa meter ke udara karena terkejut, dia hampir terjatuh ke tanah.

“Ba….Bai Yunfei, apa yang kau lakukan di sini?” Tianming bertanya lalu menatap curiga Bai Yunfei dan dengan memutar tubuhnya.

“Bukankah seharusnya aku menanyakan itu padamu? Kenapa kamu sembunyi-sembunyi?”

“Ti-tidak… Aku uh, menyiapkan tempat tidur! Ya! Aku membantu merapikan tempat tidur dan yang lainnya. Kau tahu apa yang aku lakukan di sini.” Mata Tianming berputar -putar seolah mencoba membuat alasan.

 “Oh, baiklah…” Bai Yunfei menatap Tianming. Menyadari tidak ada yang aneh dengan dirinya sekarang, Bai Yunfei menggelengkan kepalanya. “Kalau begitu kenapa kamu bersikap seolah kamu melakukan hal buruk seperti itu?”

“Ah? Be-benarkah? Mungkin cahayanya buruk, kau mungkin salah Bai Yunfei. Ba-ba-baiklah, aku memiliki tempat tidur lain yang harus dibersihkan sekarang, sampai jumpa!” Dengan melihat ke kiri dan kanan, dia berbicara satu kalimat dan segera lari menuju tenda lain.

“Oh…” Bai Yunfei menggelengkan kepalanya lalu kembali ke tempat di mana Huang Wan dan lainnya sedang memanggang kelinci. Berhenti sepuluh meter kemudian, Bai Yunfei berbalik melihat tenda tempat Tianming keluar.

“Bukankah itu tenda milik nona Tang dan bibi Zhao? Sepertinya mereka menarget mereka sepanjang hari….”

   ……

Selama makan malam, Bai Yunfei duduk di samping dua pria berwajah babi — oh, mereka adalah Jing Mingfeng dan Tianming.

Siapa yang menghajar mereka? Bibi Zhao tentu saja. Sebenarnya mereka berencana mencari wanita untuk tidur dengan puluhan kalajengking yang merangkak di sekeliling tempat tidurnya saat malam. Dengan kalajengking yang merangkak ke sana kemari, itu akan menjadi lelucon yang jahil…

Sialnya, bibi Zhao kembali ketenda terlebih dahulu sebelum makan malam dan mengetahui rencana mereka.

Alasan itulah yang membuatnya tergesa-gesa menggali lubang untuk memasukkan kalajengking, Tianming lupa menutup lubangnya lagi…

Setelah interogasi cepat, dua pria itu dipukuli hingga hampir kehilangan nyawa mereka.

Ini adalah konsekuensi karena tidak menutup lubang yang digali…

   ……

Melihat dua pria memar yang memakan bubur mereka dengan bibir kaku hingga buburnya meluber tanpa mereka ketahui, Bai Yunfei mencoba untuk menahan senyuman di bibirnya. Mereka melirik bibi, yang berpura-pura seolah tidak terjadi apapun. Tang Xinyun sedang menyantap makanannya dengan tersenyum sedangkan Bai Yunfei menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan apapun. Hati Jing Mengfeng penuhi dengan keinginan nakal untuk balas dendam, tapi tidak banyak yang dia perkirakan. Apa yang Bai Yunfei tidak mengerti adalah kenapa Tianming turut serta dalam lelucon ini? ‘Dorongan’ apa yang Jing Mingfeng tawarkan pada Tianming untuk mendapatkan dukungannya. Bahkan yang lebih membuat penasaran, kenapa Tianming sama sekali tidak marah dengan hasil ini?

Seolah menyadari tatapannya, Tang Xinyun mengeser kepalanya untuk menyapa dengan tersenyum, senyumnya memperlihatkan lesung pipit di wajahnya, mendesak Bai Yunfei untuk tersenyum kembali. Saat tatapan waspada bibi Zhao mengarah padanya, Bai Yunfei segera mengalihkan pandangannya, matanya menatap semangkuk bubur seolah berkata, “ ku tidak ada hubungannya dengan mereka berdua; lelucon mereka tidak ada hubungannya denganku….”

Malam hari, dua pria berkepala babi itu ingin berbagi tenda yang sama, dan memindahkan Bai Yunfei ke tenda lain. Ini benar-benar membuat Bai Yunfei heran – apa ini persahabatan yang lahir dari kesulitan dan penderitaan?

   …………

Pada hari kedua, dengan wajah tanpa luka Jing Mingfeng dan Tianming mendatangi bibi Zhao dengan senyuman di wajah mereka untuk meminta maaf. Dengan menganggunya hingga akhirnya dia menyerah lalu memaafkan mereka, keduanya menundukkan kepala mereka, dan berlari dengan meneriakkan kata-kata yang hanya bisa mereka pahami. Beberapa saat kemudian, tangan Jing Mingfeng terlihat digerak-gerakan saat mata Tianming penuh dengan cahaya marah….

Dengan menghela napas putus asa, Bai Yunfei membuang muka dan bergumam sendiri, “Dia anak yang baik, tapi dia tersesat terlalu cepat.…”

Semakin mereka mendekati kota Guyi, semakin banyak orang yang terlihat di jalanan. Bahkan ada beberapa kedai yang sering terlihat. Untuk makan siang semuanya berkumpul di penginapan terdekat untuk menyantap makan sebelum melanjutkan perjalanan.

Sekitar jam dua atau tiga sore, Bai Yunfei memperlihatkan keingintahuannya pada Huang Wan tentang keadaan kota Guyi, tiba-tiba, suara Tianming terdengar dari belakang.

“Bai Yunfei, Bai Yunfei! Cepat kemari ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu…” Tianming melambaikan tangannya pada Bai Yunfei.

“Oh? Apa?” Bai Yunfei mendekat untuk bertanya.

“Hehe, aku punya rahasia untukmu…” Tianming diam-diam melihat ke kiri dan kanan sebelum melangkah mendekatinya. Dengan menutupi mulutnya menggunakan tangan kiri, dia memiringkan tubuhnya untuk berbisik pada telinga Bai Yunfei. “Aku sadar bahwa nona Xinyun memperhatikanmu akhir-akhir ini!”

“Eh?” Dengan bingung Bai Yunfei menolehkan kepalanya untuk melihat Tang Xinyun yang berada di depannya. Bai Yunfei segera menurunkan tangan kanannya untuk meraih tangan yang menggunakan sebuah giok di tangan lainnya dengan tatapan menakutkan.

Dengan menyipitkan matanya untuk memelototi wajah malu Tianming, dia berkata, “Tianming, apa yang kamu dapatkan dengan mengganggu bersama Jing Minfeng selama dua hari terakhir!?”

“Oh uh… itu hanya bercanda. Sebuah candaan, itu saja! Bai Yunfei kita hanya bergurau…”

Menarik kembali tangannya dengan senyuman malu, Tianming mencoba untuk menghindari tatapan samar tersebut dan mengangguk, bersembunyi di balik tubuh Jing Mingfeng. “Bai Yunfei, jangan marah. Aku hanya bermain-main. Jangan cemas, aku tidak pernah belajar hal buruk…”

“Oh…” Dengan jawaban yang sepertinya jujur, Bai Yunfei tidak  tahu bagaimana harus merespon. Dengan memutuskan untuk melirik Jing Mingfeng, Bai Yunfei menyadari sesuatu terjadi. Dia mengumpat lalu melihat ke hutan di sisi kanannya.

Pada waktu yang bersamaan, tindakan Bai Yunfei itu menarik perhatian bibi Zhao dan Jing Mingfeng. Tang Xinyun terlambat menyadari, namun saat dia melihat gerakannya, dia juga menyadari keadaan yang tidak biasa dan berbalik melihat ke arah tatapan Bai Yunfei.

“Chirppp!!”

Suara kicau burung terdengar dari kedalaman hutan. Suaranya sedih, bersiul dari kejauhan, dan melihat sekawanan burung yang terbang kesegala arah….

 

Translator / Creator: andra