April 8, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 114

 

Spirit Recovery

“Upgrade sukses.”

“Equipment grade: Superior.”

“Upgrade level: +10.”

“Attribute tambahan: +65 Spirit.”

“Efek tambahan untuk item +10: Pemulihan Spirit meningkat 3%.”

“Upgrade requirement: 31 soulpoint.”

“Sukses!!” Bai Yunfei merasa senang dan dia menarik napas dalam lalu menghembuskannya untuk menenangkan dirinya. “Meningkatkan pemulihan spirit! Itu artinya…. aku bisa memulihkan soulforceku lebih cepat!?”

Bai Yunfei dengan tidak sabar mengenakan cincin itu dengan mata yang berseri-seri. Dengan menutup matanya, dia mulai merasakan sensasi soulforcenya yang dipulihkan.

Sepuluh menit kemudian, mata Bai Yunfei terbuka dengan tersenyum puas. Dengan mengangguk dia berkata, “Malam ini aku beruntung! Efek tambahan ini sangat luarbiasa!”

“Kalau begitu, haruskah aku mengupgrade cincin interspasial lainnya?” Setelah menenangkan diri, Bai Yunfei menatap cincin di tangan kirinya dengan ragu.

“Lupakan, meskipun aku tahu kapan harus berhenti. Meskipun item +10 mirip dengan cincin interspasial ‘superior’ lainnya. Bagaimanapun juga memiliki cincin interspasial lebih akan cukup berguna.” Bai Yunfei berhenti melakukan upgrade beberapa saat kemudian.

Setelah itu, dia perlahan mulai membereskan segalanya. Lalu dia menyimpan semuanya pada cincin interspasial yang baru saja diupgrade menjadai +10. Hong Yin mengatakan padanya jika sebuah cincin interspasial hancur, maka struktur interspasial cincin tersebut akan hancur dan semua item didalamnya akan rusak. Dia tidak ingin tenda akan penuh dengan benda-benda jika dia gagal, oleh karena itu dia menggeluarkan semuany sebelum melakukan upgrade.

Fire-tipped Spear diletakkan pada cincin interspasial di tangan kanan sehingga mudah untuk menggunakannya saat bertarung. Glacial Pricker juga diletakkan disana. Meletakkannya disana sangatlah tepat. Meskipun menggunakan cincin interspasial di kedua tangannya sebenarnya berlebihan, Bai Yunfei tidak terlalu memperdulikan itu. Cincin interspasial di tangan kirinya terdapat banyak barang-barang lain miliknya. Flying daggernya secara khusus disimpan di cincin tersebut. Dia tidak perlu meletakkan Fire-tipped Spear yang ada di tangan kanannya pada tangan kiri hanya untuk mengeluarkan dagger dalam pertarungan jika mereka terdapat di cincin interspasial yang ada di tangan kirinya.

“Kalau begitu sudahi untuk saat ini. Aku sudah mencapai tujuanku dan juga mendapatkan keuntungan yang tak terduga. Malam ini bisa dikatakan sebagai malam keberuntunganku…” Bai Yunfei menghela napas lega. Hampir seharian dan penggunaan soulforce cukup besar. Tanpa perlu melanjutkan upgrade, dia menyandarkan kepalanya pada bantal dan menutup matanya. Bai Yunfei mulai tidur, dan perlahan memulihkan soulforcenya…

…………

Pagi-pagi buta saat Bai Yunfei keluar dari tenda, dia melihat semua orang sudah bangun. pagi hari sudah mulai sibuk. Didekat perapian banyak orang yang terlihat sedang tergesa-gesa melakukan tugas masing-masing seperti menyiapkan sarapan atau memeriksa barang-barang.

Tidak jauh, Tang Xinyun terlihat sedang duduk di atas batu dan mengamati yang lainnya mengerjakan pekerjaan mereka. Terkadang, dia melihat ke kiri dengan tersenyum pada bibi Zhao yang masih menjaganya. satu-satunya perbedaan hanyalah ada seorang pemuda berjubah abu-abu berumur duapuluh tahun atau lebih dengan tinggi 1.7 meter. Rambutnya diikat dibelakang kepalanya untuk memperlihatkan wajahnya. Saat ini, dia sedang mengatakan beberapa kata pada bibi.

Bai Yunfei terkejut – orang  itu adalah Jing Mingfeng.

Wajahnya yang babak belur telah pulih sepenuhnya, namun melihat bibi yang tidak mengatakan apapun mengenai hal itu, sepertinya dia melakukan sesuatu untuk menenangkannya. Tapi, penampilan ini sangat berbeda dengan saat terakhir kali Bai Yunfei lihat. Jelas dia mengubah penampilannya dengan wajah lain yang ‘sesuai’ dengan keadaan.

Saat itu, Jing Mingfeng menyadari Bai Yunfei. Tersenyum meminta maaf pada bibi, dia mengatakan beberapa kalimat lalu berlari ke arah Bai Yunfei dengan meninggalkan jejak debu dibelakangnya. Senyuman harapan dapat terlihat di wajahnya.

“Jadi, mana milikkku?” Dia segera bertanya bahkan sebelum dekat.

Bai Yunfei melihat sekeliling kemudian memperlihatkan tatapan penuh arti saat berjalan mendekatinya.

Berjalan ke area sepi hampir seratus meter, Bai Yunfei berbalik untuk menatap Jing Mingfeng yang bingung, “Apa ini wajahmu yang sebenarnya?” Dia bertanya.

“Eh?” Jing Mingfeng bingung sesaat lalu tersenyum dengan membusungkan dadanya. “Hehe, bagaimana menurutmu?”

Bai Yunfei melengkungkan bibirnya tanpa bertanya apapun lagi. Dengan menggerakkan tangan kanannya, dia mengeluarkan sebuah gulungan berwarn abu-abu dan melemparkannya pada Jing Mingfeng.

Sambil menangkap gulungan tersebut, Jing Mingfeng segera menoleh, dan kemudian meletakkannya ke dalam cincin interspasialnya. Dengan tatapan tidak sabar, dia bertanya, “Bagaimana dengan barangku?”

“Aku berubah pikiran, aku tidak ingin bertukar denganmu lagi.” Jelas Bai yunfei.

“Kau!” Jing Mingfeng tercengang dan kehilangan semangatnya sesaat. Namun saat dia melihat tatapan menggoda Bai Yunfei, dia tersentak. Dia berkata, “Oy, kamu sedang berguarau denganku!”

“Haha, Aku hanya bergurau dan ingin melihat reaksimu.” Bai Yunfei menyeringai lalu memberikan beberapa perhiasan. “Satu cincin untuk setiap tangan, jangan mengunakan sekaligus di tangan yang sama!”

Selain dua cincin dan gelang, ada sebuah liontin jadeite sword yang efek tambahannya juga dapat meningkatkan kecepatan.

Dengan berseri-seri menatap keempat item yang diterimanya, Jing Mingfeng segera mencobanya. Dengan menutup matanya untuk merasakan kekuatannya, kemudian dia membuka matanya dengan sebuah senyuman di wajahnya. Seolah dia tidak puas, tubuhnya mulai digerakkan saat dia berlari.

Kecepatanya sangat bagus hingga orang biasa hanya dapat melihat bayangannya saja. Berlari beberapa putaran, dia akhirnya berlari kembali ke tempat Bai Yunfei berada.

“Haha!! Luar biasa! Aku bisa merasakan kecepatanku tiga kali lebih cepat dari sebelumnya! Kalau aku bisa menyesuaikan diri, maka aku bisa lebih cepat!” Jing Mingfeng mendekat dan berhenti tepat di samping  Bai Yunfei dengan senyuman puas di wajahnya. Dia tiba-tiba menjerit. Dia bersiap untuk menepuk bahu Bai Yunfei, tapi dia merasakan sesuatu yang berbeda saat lengannya digerakkan. Dengan cepat menarik tangannya, Jing Mingfeng menatap terkejut.

“Ini…” Jing Mingfeng memberikan tatapan heran pada gelang di tangannya, lalu dia menatap Bai Yunfei dengan ragu.

Bai Yunfei tersenyum dan mengangguk, “Gelang ini meningkatkan kecepatan tanganmu.”

Cahaya di mata Jing Mingfeng semakin mencerah saat dia menggerakkan tangannya dari samping ke samping dengan gerakan rumit. Tidak lagi meragukan apa yang Bai Yunfei katakan, dia menatap kagum gelang di tangannya dengan senang.

“Bai Yunfei, Jing Mingfeng, makanan sudah siap! Kita akan pergi setelah ini!”

Tianming berteriak sambil melambaikan tangannya pada Bai Yunfei lalu meneriakkan beberapa kata untuk menyapa Jing Mingfeng sebelum kembali. Jing Mingfeng tidak bisa menahan untuk mengayunkan tangan kanannya. Dia menggerakkannya saat dia kembali bersama Bai Yunfei untuk sarapan.

……

“Jing Mingfeng, apa rencanamu sekarang?” Saat Bai Yunfei menuangkan bubur ke mangkuknya, dia bertanya pada Jing mingfeng tentang rencana kedepannya.

“Ah?” Jing Mingfeng tidak tahu bagaimana menjawabnya sebelum dia menyadari pertanyaan tersebut, “Oh. Apa yang harus aku rencanakan sekarang? Aku tidak memiliki tempat untuk pergi, jadi aku akan pergi kemanapun aku mau. Kemana kau akan pergi?”

“Semua orang di sini menuju kota Guyi. Nona Xinyun dan bibi Zhao akan memyewa kereta  dan segera kesana. Bai Yunfei dan aku akan melanjutkan perjalanan ke rumahku di kota Gaoyi.” Tianming menjawab dengan gembira.

“Baiklah, kalau begitu… karena tidak ada hal lain yang aku lakukan, aku mungkin akan pergi denganmu ke kota Gaoyi dan melihat-lihat.” Jing Mingfeng menjawab dengan merenung.

“Tidak masalah denganku! Saat kita tiba di rumah, aku pasti akan dengan senang menerima Bai Yunfei dan Jing Mingfeng. Ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan di kota Gaoyi.” Tianming tertawa saat menjawabnya

 “……”

Bai Yunfei masih terdiam saat dia mengamati ‘pemahaman yang sama’ dari mereka dengan tatapan aneh, ‘Sejak kapan mereka beruda sangat dekat?”

Translator / Creator: andra