March 31, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 111

 

A Deal?

Setelah dipukuli hingga lebam, Jing Mingfeng terkejut melihat Tang Xinyun. Dia tidak menduga bertemu dengannya di sini juga.

“Ini dia, nona Tang! Dia yang bertanggung jawab atas semuanya, bukan aku!” Bai Yunfei melirik Jing Mingfeng seolah tatapan itu adalah rasa sakit yang dijanjikan jika jawabannya tidak jujur.

“Uhhh…” Jing Mingfeng masih berpikir sejenak lalu tersenyum pada Tang Xinyun yang membuatnya terlihat lebih jelek daripada wajah menangisnya. Dengan sedikit bergetar, dia berkata, “Haha, nona, kita bertemu lagi. Aku hanya bergurau saat itu, aku harap nona tidak terlalu memikirkannya….”

“Itu benar-benar kamu!” Sebelum dia bisa menyelesaikan perkataannya, wajah Tang Xinyun berubah. Ucapannya, matanya, sikapnya— meskipun wajah Jing Mingfeng telah babak belur hingga tidak dapat dikenali dan meskipun matanya membengkak, dia segera mengenali siapa pria itu.

Jing Mingfeng menyembunyikan soulforcenya dengan menggunakan beberapa teknik sehingga penyebaran soulforcenya tidak akan bisa diingat dengan jelas saat mereka bertemu waktu itu. Namun, saat dia berdiri di samping Bai Yunfei, Tang Xinyun bisa melihat kemiripan antara Jing Mingfeng dan orang yang melecehkannya malam itu.

Gelombang amarah menyebar di jantung Tang Xinyun saat dia mengetahui kenyataannya. Namun, sebelum dia bergerak, bibi Zhao yang ada disampingnya segera bertindak.

“Sialan kau!!” Aura marah mulai terpancar dari tubuh bibi. Itu bukan soulforce, tapi ‘kemarahan’. Dengan berteriak, dia melompat diantara Bai Yunfei dan Jing Mingfeng. Kemudian dia mencengkeramnya. Wanita itu melemparnya seperti karung kentang, lalu mengejarnya sebelum dia terjatuh ke tanah.

Saat akan mendarat, Jing Mingfeng menjerit kaget, “Tunggu! Bibi, kamu di sini juga!?”

“Bibi! Aku hanya bercanda denganmu hari itu. Jangan merendahkan dirimu sendiri untuk melawan seseorang yang lebih muda! Ak-” Sebelum dia bisa menyelesaikan perkataannya, wanita tua itu mencengkeram kerah bajunya dan membantingnya ke tanah. Kemudian, suara seseorang yang sedang memukul terdengar.

(Karena scene mengenai keadaan alam, maka 527 kata dihilangkan di sini…)

Bibir Bai Yunfei berkedut, tapi dia tidak ragu berbicara untuk menghentikannya. Sebaliknya, dia merasa senang saat melihat Jing Mingfeng yang kesakitan. Kenapa dia harus menghentikannya?

Tang Xinyun tahu bahwa bibi tidak akan melukainya dengan serius meskipun karena amarah yang bibinya rasakan. Jing Mingfeng tidak menggunakan soulforcenya untuk mempertahankan dirinya, dengan artian dia menerima hukuman fisik ini dan karena Tang Xinyun amarah pada Jing Mingfeng, dia tidak bisa ikut campur tangan.

Mata Tianming berbinar aneh seolah kekerasan di depannya ini adalah hal menarik. Dia sepertinya tidak ingin ikut campur.

Tuan Huang? Kenapa dia ikut campur?

Jadi, setelah Jing Mingfeng di pukuli oleh Bai Yunfei, dia harus bertahan sepuluh menit lagi untuk dipukuli oleh tangan Zhao Mancha….

……

Api dari api unggun menyala terang malam itu ketika semua orang bergegas menyiapkan makan malam. Bai Yunfei duduk di atas sebuah batu di sekitar seratus meter. Di sampingnya duduk seorang pria berkepala babi — tunggu — itu adalah Jing Mingfeng.

Melihat bagaimana Jing Mingfeng yang meringis tepat disampingnya, Bai Yunfei hanya bisa tersenyum. Sebenarnya, luka Jing Mingfeng ringan dan mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk bisa pulih mengunakan soulforcenya. Alasan kenapa dia masih seperti itu adalah karena bibi Zhao berjanji jika dirinya menggunakan soulforce kurang dari sehari untuk menyembuhkan luka-lukanya, maka bibi Zhao akan menghajarnya lebih kuat dari saat pertama kali…

“Baiklah, aku bisa kemarahan bibi Zhao mereda. Kamu bisa mengunakan itu sebagai salah satu untuk menebus hutang kita. Berbahagialah!” Bai Yunfei memukul bahu Jing Mingfeng dengan tersenyum.

“Jangan senang karena sakitku. Jika bukan karena aku tetap melangkah, bibi itu tidak akan seperti ini!” Jing Mingfeng menggerutu dengan kumis di wajahnya berkedut saat dia meringis lagi.

“Baiklah kalau begitu.” Bai Yunfei menggelengkan kepalanya tanpa ada keinginan untuk bergurau dengannya lagi. “Aku melihat dirimu tak tersentuh saat kita bertemu, bagaimana kamu bisa lari tanpa terluka?”

Ekspresi wajah Jing Mingfeng mengaku (Bukan karena wajah babi yang terlihat). Memikirkan itu, dia berpaling menatap kejauhan dan perlahan bercerita, “Saat aku dikejar oleh Soul Ancestor itu, dia terlihat seperti sedang mencoba mencari tahu apa aku bersama teman lain atau tidak. Setelah beberapa saat, dia jelas kehilangan kesabaran dan mulai menunjukkan keinginan membunuhnya. Saat itu, beruntung aku menemukan sebuah prosesi berkabung sebuah keluarga kaya yang dihadiri ribuan orang. Aku berbaur dalam keramaian, mengunakan teknikku untuk mengubah wajah, dan menyembunyikan soulforceku. Lalu lari…sederhana. Aku hanya mendengar ledakan dari arahmu berlari, aku ingin memeriksamu, tapi orang yang mengejarku memilih untuk pergi ke arah itu, sehingga aku memutuskan untuk tidak pergi. Aku tahu jika kamu kabur, tidak mungkin kamu akan kembali ke kota, jadi aku pergi dari sana juga. Aku tidak menduga akan bertemu denganmu lagi, kebetulan sekali…”

“Sederhana?” Bai Yunfei menatap ragu.

“Ya, sesederhana itu.” Jing Mingfeng menjawab dengan mengedip.

Baiklah kalau begitu, Aku akan percaya padamu untuk kali ini.” Bai Yunfei tidak ada keinginan untuk melanjutkan pertanyaannya dan mengalihkan ke topik lain. “Apa kamu…..benar-benar tidak melakukan apapun malam itu? Kenapa banyak sekali orang yang mengincarmu? Bahkan dua Soul Ancestor datang.”

“Aku juga tidak tahu!” Jing Mingfeng menggelengkan kepalanya. “Aku tidak berbohong. Malam itu aku berencana menggunakan wajahmu untuk masuk ke rumah itu dan melihat apa ada sesuatu yang bisa aku gunakan. Tapi siapa sangka rumah itu memiliki banyak Soul Sprite dan banyak pria di sana! Dua Soul Ancestor di ruangan itu seperti sedang mendiskusikan sessuatu, tapi aku tidak mendengar satu katapun. Mereka pasti berpikir aku mendengar semuanya, itulah mungkin alasan kenapa mereka sangat gigih…”

Alis Bai Yunfei mengerut saat merenung. Jika Jing Mingfeng mengatakan yang sebenarnya, maka berita ini bukanlah informasi biasa. Ini sebenarnya hanyalah kebetulan karena rahasia orang lain membuat Jing Mingfeng menjadi target untuk dibunuh. Bai Yunfei hanya kurang beruntung karena terjatuh dalam api itu…

“Oh, bagaimana denganmu? Bagaimana kamu bisa lari malam itu? Saat aku melihat tempat itu, sebuah area di stone forest benar-benar hancur. Itu seharusnya bukan kamu yang melakukannya bukan?” Jing Mingfeng bertanya saat Bai Yunfei berpikir dalam.

“Omong kosong apa itu, tentu bukan aku. Saat aku dikejar hari itu, aku bertemu dengan Soul Ancestor lain dan mereka mulai bertarung. Aku mengambil kesempatan itu untuk lari….” Kata Bai Yunfei.

“Semudah itu?”

“Ya, seperti itu.”

“……”

Jing Mingfeng semakin terdiam, dia tahu bahwa dirinya tidak bisa menanyakan hal lain. Dengan berpikir sejenak, dia mengerakkan tangan kanannya sehingga beberapa perhiasan muncul. Dengan menyerahkan perhiasan itu pada Bai Yunfei, dia berkata, “Baiklah… Aku ingin mengembalikan ini.”

Tekejut, Bai Yunfei tersenyum saat dia menatap wajah bengkak Jing Mingfeng. “Oh? Apa kamu sungguh-sungguh ingin mengembalikan ini padaku?”

Bibir Jing Mingfeng berkedut kesal dan matanya menunjukkan keenganan. Ada keraguan sesaat sebelum dia memberikan perhiasan itu pada tangan Bai Yunfei. “Dengan memberikan benda ini mampu menolongku untuk kabur, jadi aku berhutang padamu. Sekarang aku baik-baik saja, jadi aku kembalikan mereka padamu…”

Bai Yunfei tersenyum dan menunduk, tapi dia mengambil perhiasaan itu.

Keduanya tidak mengatakan apapun lagi, dan tempat itu menjadi hening sesaat.

Mata Jing Mingfeng menatap kanvas berbintang yang merupakan langit malam itu dengan mata berbinar. Setelah beberapa saat merenung, dia terlihat seperti telah memutuskan sesuatu.

Beberapa saat kemudian, kilatan kebencian di matanya digantikan dengan ketekadan. Dengan mengigit bibirnya, dia menoleh untuk menatap Bai Yunfei.

“Bai Yunfei, aku ingin membuat kesepakatan denganmu!”

Translator / Creator: andra