March 25, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 109

 

‘The Heart Flies With the Clouds’, Tang Xinyun

“Xinyun?”

Bai Yunfei sedikit terkejut saat mendengar namanya. Tanpa mampu menghentikan dirinya dari mengulang nama itu, dia memikirkan frase ‘Jiwa yang terbang bersama awan.’ Frase ini sangat mirip dengan namanya. Apa karena itu dia merasa malu?

“Tidak, tidak. ‘Yun adalah huruf yang menunjukkan buah jeruk…” Rona di wajah gadis itu semakin terlihat saat dia memperkenalkan dirinya.

Catatan penerjemah: Huruf ‘Yun’ dalam namanya memiliki arti yang mirip dengan huruf ‘awan’ pada nama Bai Yunfei.

“Oh.” Bai Yunfei menggelengkan kepalanya karena malu. Meskipun dia merasa sepertinya gadis itu menyembunyikan sesuatu, dia tidak ingin menganggunya dengan menanyakan hal lain. Dengan melihat sekeliling, dia berkata, “Nona Tang kemari untuk mandi dan mencuci bukan? Kalau begitu saya tidak akan menganggumu lagi. Tianming, ayo pergi.”

“Ap? Oh! Baiklah, baiklah.” Tianming tersentak dan segera menyusulnya.

Melihat Bai Yunfei pergi dengan tatapan waspada, bibi Zhao berpaling dan mengambil sebuah baskom dari cincin interspasialnya untuk digunakan Tang Xinyun mandi.

“Nona, apa nona masih berpikir dia bukanlah penipu yang sama? Lihat betapa rendahnya dia menggunakan namamu, hmph! Dia pasti melakukannya dengan sengaja!” Bibi Zhao mengejek dibelakang Bai Yunfei.

“Bibi Zhao, jangan terlalu curiga. Aku rasa ini hanya pertemuan yang tidak disengaja…. Dia tidak mungkin mengetahui namaku sebelumnya.” Tang Xinyun mencuci wajahnya dan menyeka airnya dengan sebuah handuk.

“Mana mungkin… saat nyonya memberikan anda nama, beliau berharap anda tidak akan tenggelam dalam kekejaman klan. Dia berharap jiwa nona bebas tanpa dikekang sama seperti awan. Bebas terbang, nyonya memutuskan nama “Xinyun” dari frase ‘Jiwa yang terbang bersama awan.’ Nyonya memberi anda nama dengan huruf ‘Yun’ karena itu lebih sesuai untuk anak perempuan. Dia bilang namanya adalah Bai Yunfei. Itu berati dia sengaja mencoba meniru nama anda!”

Wajah Tang Xinyun sedikit memerah, tapi sepertinya melihat bibi itu putus asa, dia menjawab, “Bibi Zhao, apa bibi pikir dia akan tahu arti dari namaku?”

“Oh. Itu…” Wajah wanita tua itu mengeras saat dia menyadari bahwa pemikirannya terlalu jauh.

“Ya baiklah. Bibi Zhao, jangan terlalu memusuhinya. Meskipun dia adalah orang yang dengan yang malam itu, sepertinya dia sekarang tidak memiliki niat buruk lagi, bukan? Akan lebih baik mengenal lebih banyak orang selama kita melakukan perjalanan.”

“Itu… baiklah. Selama dia tidak memperlakukan nona dengan tidak sopan, aku tidak akan memulai masalah dengannya…”

……

“Bai Yunfei, kenapa bibi itu memanggilmu ‘cabul?’ Apa yang kau lakukan? Apa kamu—jangan bilang kamu…” Disisi lain, Tianming dan Bai Yunfei berjalan kembali ke perkemahan. Berbalik untuk melihat Tang Xinyun, matanya mulai berbinar saat dia menunjukkan senyum jahil pada Bai Yunfei.

“Sialan, jangan menuduhku untuk sesuatu yang tidak aku lakukan!” Bai Yunfei menatapnya dan memukul kepalanya. “Aku pria yang punya harga diri, bagaimana mungkin aku melakuakn hal yang vulgar seperti itu?”

“Kalau kamu tidak melakukan apapun, maka kamu tidak melakukannya, aku tidak mengatakan apapun…” Tianming memijat kepalanya yang sakit dengan tidak puas. Melihat ‘kemarahan’ di mata Bai Yunfei membuatnya menyadari sesuatu, akan tetapi, “Tapi Bai Yunfei, kamu sangat luar biasa! Batu yang dilemparkan bibi itu tidaklah kecil, bagaimana kamu bisa menangkisnya dengan mudah? Aku tahu bahwa bibi itu setidaknya adalah seorang Soul Sprite, lalu seberapa kuat dirimu?”

“Sama sepertinya, aku seorang Soul Sprite tahap menengah.” Jawab Bai Yunfei.

“Woah!! Soul Sprite tahap menengah! Kamu sekuat kakak tertuaku, dan dia berumur 30 tahun! Aku bisa lihat kalau dirimu tidak lebih dari 20 tahun, tapi kamu sudah sekuat itu!” Tianming berseru dan memujinya.

Tidak yakin bagaimana dia harus menyikapi situasi ini, Bai Yunfei berbalik untuk melihat kejuahan dimana pedagang Huang berada.

Meskipun itu hanyalah serangan biasa dari bibi itu, tapi serangan tersebut penuh dengan soulforce yang kuat. Bagi rata-rata orang biasa, itu merupakan serangan yang sangat menakjubkan. Saat Bai Yunfei menhancurkannya hingga halus, itu adalah kekuatan yang luar biasa bagi mereka, dan lagi dia melakukannya dengan sangat mudah!

“Ba-tidak… permisi. Tuan Bai, aku tidak berpikir bahwa anda…anda adalah seorang soul cultivator… Saya sangat sembrono saat itu. Mohon maafkan saya jika saya tidak sopan pada anda.”

“Boss Huang, apa yang anda katakan? Saya yang berada dibwah perlindungan anda. Bagaimana bisa anda meminta maaf padaku? Saya menyembunyikan identitas dengan sengaja. Jadi perlakukan saya seperti kemarin, tidak perlu terlalu sopan.” Bai Yunfei menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.

“Tapi…” Huan Wan hanyalah orang biasa, tapi dia sangatlah pintar. Melihat ketulusan di amata Bai Yunfei, keraguannya menghilang dalam sekejap. Dengan tertawa dia menjawab,“Baiklah kalau begitu…. Aku akan memanggilmu Bai Yunfei sekarang. Siapa yang akan berpikir bahwa dirimu adalah seorang soul cultivator? Dan kamu sangat ramah! Ini sulit dipercaya. Kalau begitu, mohon bantuannya dalam sisa perjalanan ini, Bai Yunfei.”

Huang Wan tertawa. Dia sepertinya telah kembali seperti sebelumnya. Akan tetapi, masih ada kilatan memuji di matanya. Secerdik apapun dia, dia tidak bisa membiarkan kesempatan dengan seorang soul cultivator kuat ini lepas dari darinya. Sebagai seorang pedagang, ini adalah kesempatan langka untuk bisa terhindar dari berbagai bahaya.

“Itu wajar. kalau ada yang bisa saya bantu, maka jangan ragu-ragu untuk mengatakannya. Saya akan melakukan yang terbaik.” Bai Yunfei mengangguk.

“Haha, terima kasih, Bai Yunfei. Kami sudah menyiapkan sarapan, kemari dan makanlah!” Tawa Huang Wan membuat matanya berbinar. Memberi tanda pada seseorang di sampingnya, Huang Wan meminta mereka mengambil bubur untuk diberikan pada Bai Yunfei.

Dengan menganggukkan kepalanya dengan sopan sebagai tanda terima kasih pada pria tersebut, Bai Yunfei menerima mangkuk itu dan mulai berbincang dengan Huang Wan sembari dia makan. Tapi terkadang dia melirik Tang Xinyun dan temannya.

Melihat mereka berdua perlahan berjalan mendekat, Bai Yunfei melambaikan tangannya pada mereka. “Nona Tang, kemarilah dan makan dengan yang lain agar kita bisa pergi lebih cepat!”

Dengan mengerutkan alisnya, bibi itu menyela marah, “Seseorang telah memberikan sarapan ke tenda kami, kami akan…”

“Tidak, bibi. Kita harus makan disini jadi kita bisa pergi lebih awal. Kita tidak bisa menahan tuan Huang lagi seperti yang telah kita lakukan.” Tang Xinyun menyela bibi itu. Dengan menganggukkan kepalanya pada Bai Yunfei, dia berjalan mendekat ke sisinya. Dengan menggerakkan tangannya sebuah bangu kecil muncul dari cincin interspasialnya dan diletakkan di bawah sebagai tempatnya duduk.

Tidak bisa melakukan yang lain, bibi hanya bisa mengikuti di belakang. Mengeluarkan dua mangkuk kecil untuk mengambil bubur, dia menyerahkan semangkuk pada Tang Xinyun dan mulai memakannya.

“Ah, kemana nona Tang akan berencana pergi?” Setelah menghabiskan makan, Bai Yunfei bertanya pada Tang Xinyun saat mereka melihat semuanya berkemas.

“Kenapa kau peduli kemana kami akan pergi? Apa kamu mencoba mengikuti kami selamanya!?” Sebelum Tang Xinyun mengatakan sesuatu, bibi menyela.

“Ehm…” Bai Yunfei menatap sedih bibi itu sesaat lalu mengangkat bahunya. “Baiklah. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bibi, aku akan mengatakan kemana aku akan pergi. Aku ingin melewati kota Guyi untuk menuju kota Gaoyi sebelum memasuki provinsi Pingchuan. Sekarang, kemana kalian akan pergi?”

“Kau! Kau…” Mata bibi itu melebar seolah dia siap marah.

“Baiklah. Melihat reaksi bibi, aku bisa mengasumsikan jika kita akan menuju jalan yang sama? Kebetulan apa ini. Kenapa kita tidak melakukan perjalanan bersama hingga tiba di kota Gaoyi? Akan sia-sia jika kita melakukan perjalanan seolah orang asing.”

“Hmph! Lupakan! Kami akan menyewa sebuah kereta di kota Guyi dan segera bergegas! Kami tidak akan merepotkanmu dengan ‘pertimbanghanmu’ untuk kami!” Bibi itu menolak dengan tegas.

“Baiklah, jika seperti itu, maka aku tidak bisa membantahnya…”

Bai Yunfei tertawa. Dia hanya bertanya karena ingin, jadi jika mereka menolak niat baiknya, maka tidak ada gunannya untuk mengatakan hal lain.

Translator / Creator: andra