March 15, 2017

Upgrade Specialist in Another World – Book 2 / Chapter 105

 

Once Again….

“Red Lotus!”

Mata dingin Jiang Fan menatap tajam pria berjubah hitam tersebut. Dengan mengacungkan crimson-red swordnya pada pria itu, tujuh lotus di sekelilingnya seolah memiliki nyawanya sendiri. Dengan api membumbung, mereka melayang untuk mengelilingi pria itu dan menutup semua jalannnya.

Pria itu memberikan tatapan mematikan pada Bai Yunfei yang hampir menghilang sepenuhnya dari pandangannya. Cahaya emas dari daggernya meluas tiga meter dari ujungnya dan menembakkan cahaya ke langit.

Dengan mendengus, Jiang Fan menebaskan pedangnya hingga satu lotus di sisi kiri terlempar dan menyerang cahaya emas itu.

“Bang!!”

Karena meledak, ledakan dari benturan tersebut menyapu seluruh tempat itu. Tidak mampu menahan kekuatan yang membakar, batu di bawahnya mulai hancur dan remuk saat cahaya emas dan red lotus itu menghilang.

Sesaat setelah efek tersebut, secercah cahaya emas terlihat di bawah kaki pria berjubah hitam itu saat dia melompat ke kiri ketika salah satu fire lotus itu diterbangkan. Lalu muncul seolah dia ingin lari dari penjara ini dan fokus untuk mengejar Bai Yunfei dibandingkan fokus pada Jiang Fan.

Tapi Jiang Fan tersenyum dingin seolah dia telah memperkirakan hal ini akan terjadi. Dengan menggerakkan pedangnya dengan gerakan melingkar, dia memerintahkan enam lotus yang tersisa untuk menyerang pria tersebut.

Kecepatan enam lotus itu lebih cepat dari sebelumnya—setidaknya dua kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya! Dalam sepersekian detik, iris mata pria itu mengecil karena terkejut. Ini diluar perkiraannya, sehingga membuatnya membeku dan segera mengeluarkan seluruh kekuatannya tanpa ragu. Cahaya menyilaukan itu bahkan lebih terang dari saat Bai Yunfei menggunakan Winged Flame Blades sebelumnya. Bahkan dagger di tangannya mulai bergetar saat suaranya memantul pada pisau.

Melihat lotus yang mendekat, pria berjubah hitam itu memiringkan daggernya sehingga terdengar pantulan suara ‘xiingg’. Cahaya emas menyilaukan melesat dan mulai menekan fire lotus dengan cahayanya.

Tanpa berhenti, pria itu menaikkan dan menurunkan tangannya lima kali sehingga lima blade of light melesat untuk menyerang lima lotus yang masih tersisa.

Kemudian, cahaya emas itu mulai berkumpul di sekelilingnya seperti sebuah kepompong. Pemadatan itu menutupi tubuh manusia, pria berjubah hitam itu sekarang terlihat seperti kepompong emas yang melayang di udara.

Meskipun sulit untuk menjelaskan ini, semua ini terjadi dalam waktu yang cukup singkat. Setelah enam blades of light dikeluarkan, dia masih memiliki cahaya emas di sekelilingnya yang dapat melindungi dirinya sendiri dari efek yang dihasilkan.

“Bang!!!”

Ledakan terjadi hampir bersamaan, sehingga menghasilkan sebuah ledakan yang keras. Suara itu sangat keras hingga menguncang buni; mungkin bahkan orang-orang yang berada di kota Yanlin dapat mendengarnya.

Setelah ledakan-ledakan tersebut, enam lotus berubah menjadi elemental fire yang penuh dengan kekuatan. Dengan pria berjubah hitam sebagai pusatnya, sepuluh meter di sekelilingnya berubah menjadi lautan api yang menyembunyikan kepompong emas.

Api panas yang sangat panas itu menyebar ke seluruh area tersebut, meruntuhkan pilar-pilar batu di area itu. Banyak dari mereka mulai menghitam, dan mereka berubah menjadi debu halus karena campuran cahaya emas dan elemental fire!!

Seribu meter jauhnya, Bai Yunfei yang berlari sekuat tenaga nyaris menghantam sebuah batu besar setelah mendengar ledakan yang mengerikan. Melihat ke atas, dia hanya bisa melihat sebuah gelombang api yang membumbung dari tempat pertarungan. Bahkan seribu meter jauhnya, dia masih bisa merasakan panas dari elemental fire.

“Ini adalah….sebuah pertarungan antar Soul Ancestor!!” Mata Bai Yunfei merefleksikan api panas yang membara itu sesaat sebelum kemabali menjadi normal. Tapi tanpa berhenti dengan menekan lukanya, Bai Yunfei terus berlari secepat yang dia bisa.

Berdiri di atas sebuah pilar batu, Jiang Fan mengamati lautan api itu dengan mata yang terlihat tenang. Tapi pedang di tangannya tidak terlihat tenang bahkan seincipun. Dia tahu bahwa satu serangan dari pria itu penuh dengan kekuatan dan dia bukan orang yang bisa dianggap enteng. Tidak akan ada waktu untuk mengendurkan kewaspadaannya sekarang.

Seluruh tempat itu menjadi sangat sepi. Bahkan bisa dikatakan sunyi senyap. Bahkan suara jangkrik dan tonggeret di sekitar sini tidak terdengar sama sekali. Hanya suara gemertak lautan api yang terdengar.

Setelah sekitar sepuluh menit, api itu akhirnya mulai meredup secara tiba-tiba, sebuah kilauan cahaya emas tiba-tiba membumbung tinggi di langit. Membelah api yang tersisa menjadi dua, pria berjubah hitam itu terbang di bagian tengahnya.

Alis Jian Fan tengangkat karena terkejut. Dia tahu bahwa musuh tidaklah terluka parah, tapi sepertinya pria itu sama sekali tidak terluka. Meskipun dia tidak melihat wajah di balik topengnya, cahaya muram di mata pria itu dan pakaian yang tak tersentuh itu menunjukkan besarnya soulforce yang digunakan, pria itu tidak terluka.

Pria itu berjalan keluar dari kobaran api dan berdiri puluhan meter dari Jiang Fan dengan tatapan mematikan. Tanpa berkata apapun, pria itu sepertinya tidak berniat mengejar Bai Yunfei.

Dengan menggunakan soulsensenya untuk mencari Bai Yunfei, Jiang Fan menyeringai setelah menyadari bahwa Bai Yunfei telah pergi sekarang. Dengan menepukkan tangannya, dia berkata, “Sepertinya kamu tidak ingin bertarung lagi, jadi biarlah. Jika ada kesempatan di masa depan, tolong ajari aku dengan baik!”

Mengenggam erat sebuah pedang di tangannya, mata pria itu terlihat menahan keinginan membunuhnya. Dia tidak ingin hal lain selain melawan Jiang Fan, tapi dia tahu ini bukanlah waktu dan tempat yang sesuai untuk pertarungan besar saat ini. Lawannya adalah seseorang dari Crafting School; jika mereka mengetahui siapa dirinya, maka ini akan membawa ketidak beruntungan dan akan mempengaruhi rencana sekolahnya.

Menatap tajam Jing Fan selama beberapa menit pria berjubah hitam itu menyeringai untuk terkahir kalinya lalu melompat melewati pilar-pilar. Setelah beberapa lompatan, dia menghilang di langit malam berlawanan arah dengan arah Bai Yunfei melarikan diri.

Jiang Fan melihat sosok yang menghilang itu selama beberapa detik lalu mendesah pelan. Dengan mengambil pedangnya, dia berbalik. Tidak merasakan apapun disana, alisnya mengerut lalu menggelengkan kepalanya tak berdaya.

“Anak ini, dia benar-benar lari… apa dia takut aku akan menyakitinya atau semacamnya?” Jiang Fan bergumam. “Mungkin dia tidak pernah bertemu denganku sebelumnya dan tidak tahu siapa aku… Lupakan itu, selama dia melarikan diri, semuanya baik-baik saja. Semakin banyak pengalaman yang didapatkannya untuk mengasah dirinya, itu akan lebih baik. Jika dia berpetualang jauh dari sekolah, itu akan lebih baik untuknya merasakan pahitnya hidup.”

Lalu melirik ke arah pria berjubah hitam yang menghilang, matanya berkilat penasaran. “Siapa orang itu…..dia sengaja bertarung seperti itu dengan tidak menggunakan soul technique atau gaya bertarung khusus. Apakah dia takut untuk mengungkapkan dirinya? Apa yang dia inginkan dengan memburu seorang junior hingga seperti itu….”

Dengan pikiran yang dipenuhi keraguan, Jiang Fan kembali ke kota.

……

Bai Yunfei hanya bisa merasakan pikirannya yang mengabur ketika dia mencoba yang terbaik untuk menopang tubuhnya sendiri saat berlari secepat mungkin ke dalam hutan. Dedaunan bergemerisik dibawah kakinya saat berlari selama beberapa waktu. Tanpa berhenti, yang Bai Yunfei tahu hanyalah semakin jauh dia berlari semakin sedikit kemungkinan dia akan terkejar…

Setelah berlari hampir satu jam, Bai Yunfei akhirnya berhenti, tenaga dan kekuatannya terkuras. Dengan memanjat ke atas pohon, dia menyembunyikan dirinya di balik dahan-dahan pohon dan duduk di atas sebuah dahan pohon tebal untuk mengatur napasnya.

Bahkan tak lama setelah mengirup napas, wajahnya tiba-tiba memerah. Dengan tangan di dadanya, Bai Yunfei mulai terlihat pucat.

“Pfft!!”

Muntahan darah berceceran di dedaunan pohon, daun yang hijau mulai memerah. Sakit, Bai Yunfei terbatuk beberapa kali sebelum akhirnya kondisinya mulai membaik.

Dengan menyandarkan punggungnya pada pohon, Bai Yunfei menutup matanya dan mulai bernapas perlahan. Beberapa menit kemudian, dia melakukan meditasi. Cahaya merah lemah mengalir ke tubuhnya, perlahan wajahnya mulai segar warna wajahnya mulai stabil.

……

Pada hari kedua saat matahari hampir menggantung di langit, Bai Yunfei perlahan membuka matanya.

“Phew….” Mengambil napas dalam-dalam, mata Bai Yunfei terlihat bahagia.

“Ini keberuntungan bahwa aku tidak terluka cukup serius. Setidaknya, ini akan memakan waktu dua hari untuk benar-benar sembuh.” Bai Yunfei mengusap dadanya, “Terima kasih pada langit karena Goldsilk Soul Armor. Jika tidak, seluruh tulangku sudah menjadi debu sekarang.”

“Aku telah diselamatkan oleh seseorang lagi….” Bai Yunfei berpikir dengan ekspresi engan. “Jika bukan karena Jiang Fan salah mengira aku dari Crafting School, aku pasti akan dibunuh oleh pria bejubah hitam itu. Sial, kenapa aku selalu harus mengandalkan orang lain untuk menyelamatkan hidupku?! Keberuntungan tidak akan selalu dipihakku, hanya membutuhkan waktu di mana keberuntungan tidak ada untukku dan aku kehilangan nyawaku…..”

“Kekuatan. Aku butuh kekuatan!!” Bai Yunfei mengepalkan tangannya kuat seolah ada keinginan kuat yang membanjiri matanya. “Kalau aku menjadi seorang Soul Ancestor, atau lebih kuat lagi… maka aku tidak perlu mengantungkan diri pada orang lain. Aku bisa mengalahkan atau bahkan membunuh mereka yang mencoba membunuhku! Kekuatan, aku hanya butuh kekuatan….”

Beberapa menit kemudian, Bai Yunfei kembali pada ekspresi tenangnya lagi.

“Ah, Aku penasaran kemana Jing Mingfeng…”  Bai Yunfei tiba-tiba memikirkan Jing Mingfeng yang dikejar oleh seorang Soul Ancestor juga. Tidak bisa menghentikan dirinya dari cemas, Bai Yunfei menyeringai saat menghina dirinya sendiri, “Sial, ini karena dia semua ini terjadi padaku. Kenapa aku mencemaskannya? Jika dia tidak bosan menggukanku, Aku tidak akan disebut cabul atau dikejar untuk dibunuh dan kehilangan nyawaku!”

“Bagus aku beruntung….bajingan Jing Mingfeng itu. Kalau aku melihatnya lagi, aku akan menghajarnya hingga dia tidak bisa hidup dengan normal!!” Bai Yunfei berpikir benci, tapi itu bukanlah dendam, sehingga itu membuatnya sedikit aneh. Pada seseorang yang telah memberinya banyak masalah dan bahaya, Bai Yunfei masih bermurah hati padanya; apakah dia menjadi seorang masokis? Bai Yunfei terdiam mengutuk dirinya sendiri—ini hanya karena dia lolos dari bahaya tanpa terluka cukup parah sehingga dia hanya bisa tertawa dan mengagumi dirinya sendiri.

Tapi dia telah memutuskan bahwa jika ini terjadi lagi, dia pasti akan menuntut pertanggung jawaban dari Jing Mingfeng…..

 

Translator / Creator: andra