September 28, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 9

 


Change

Selama beberapa hari ini, ia telah membeli banyak benda untuk mempelajari Upgrade Technique, khususnya perhiasan yang tidaklah murah meskipun kualitasnya rendah. Selain itu, untuk makan Bai Yunfei tidak terlalu berhemat. Sebelumnya dia memang kekurangan gizi, namun sekarang dia harus berlatih, jadi itu wajar baginya untuk melakukan diet yang sesuai, untuk memiliki tubuh seperti yang diinginkan.

Apa yang dilakukannya setelah uangnya habis nanti, Bai Yunfei telah membuat sebuah rencana.

Dia keluar dari desa tempatnya tinggal lalu berjalan melewati gang dan jalan-jalan, menuju jalan utama di pusat kota.

“Tolong… Tolong biarkan saya pergi. Saya membutuhkan uang ini untuk memberi makan istri dan anak saya di rumah. Kasihanilah kami dan jangan ambil semuanya …”

Ketika dia sampai di depan sebuah gang, suara ketakutan dan memohon terdengar dari gang yang ada di seberang.

“Sialan! Apa masih ada barang berharga lain yang tersimpan di tubuhmu?! Cepat keluarkan! Kalau tidak, akan kupatahkan kakimu!” Kemudian terdengar suara kejam. Sepertinya ada suara orang lain yang sedang tertawa.

Ini adalah penindasan dan perampokan pada yang lemah.

Kejadian seperti ini bukanlah hal baru di kota, khususnya di tempat terpencil seperti ini. Sebelumnya Bai Yunfei telah sering menemui hal seperti ini. Namun dia tidak memiliki pilihan lain selain menyerahkan uang hasil kerja kerasnya seharian. Hal semacam ini selalu dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari tiga hingga empat orang, dan bahkan mereka menggunakan senjata, jadi tidak mungkin bagimu untuk melawan dan tidak ada seorang pun yang akan menolong.

Bai Yunfei sebenarnya ingin pergi, namun saat dia akan mengangkat kakinya, tiba-tiba dia tertegun. Dia berbalik dengan ekspresi jengkel dan berjalan menuju gang tersebut.

“Aku… masih belum menyingkirkan pengecut ini? Bai Yunfei, hei Bai Yunfei, kamu mau lari. Sebelumnya kamu bisa meyakinkan diri bahwa kamu tak berdaya, tapi sekarang, kalau kamu melarikan diri, bagaimana bisa kamu disebut punya hati nurani? Lupakan omong kosong tentang keadilan dunia, setidaknya kalau aku menemukan sesuatu yang salah, aku tidak akan duduk dan melihat saja!”

Setelah berjalan menuju gang berdebu itu, Bai Yunfei segera melihat situasi di depannya: tiga pria besar yang terlihat kejam, masing-masing membawa belati di tangannya, mengepung pria paruh baya yang kurus; salah satu dari mereka juga membawa kantung uang dan menggeledah pria paruh baya itu …

Bai Yunfei sama sekali tidak berniat untuk sembunyi. Pria paruh baya yang dikepung itu adalah yang pertama kali melihatnya. Mendengar langkah kaki, dia terlihat bahagia, namun ketika dia melihat seorang pemuda biasa, ekspresinya menyuram. Para pria besar itu juga terkejut ketika mendengar seseorang mendekat, tapi ketika mereka melihat Bai Yunfei, mereka menghela napas lega kemudian tertawa terbahak-bahak.

“Hah! Aku tidak pernah menduga seseorang akan datang pada kita tanpa dipaksa!”

“Bajingan! Kamu sedang tidak beruntung. Keluarkan semua uang ditubuhmu! Dan kami akan membiarkanmu pergi!”

Seorang pria besar dengan ekspresi kejam berjalan mendekati Bai Yunfei. Yang lainnya berpindah ke belakang Bai Yunfei untuk mencegahnya melarikan diri.

Mungkin karena ekspresi Bai Yunfei sangat tenang membuat pria besar itu terheran, dia mengepalkan tangannya dan mengerak-gerakannya di depan wajah Bai Yunfei: “ Brengsek, kamu tidak dengar ucapanku? Keluarkan semua uangmu! Atau, jangan salahkan aku yang kasar padamu!”

Bai Yunfei sangat familiar dengan pria seperti ini, sifat seperti ini dan kata-kata ini. Dia tahu jika dia ragu-ragu, pria didepannya akan menghajarnya tanpa ampun lalu mengambil semua uangnya.

Tapi, dia bukan pemuda lemah seperti dulu. Sebaliknya…. Dia seorang soul cultivator yang kuat!

Sebenarnya dia tidak tertarik bicara dengan orang-orang ini, Bai Yunfei mengangkat tangan kanan dan mencengkeram pergelangan tangan seseorang di depannya dengan meningkatkan kekuatannya sedikit demi sedikit…

“Clack!”

“Ah!!”

Sebuah suara renyah tulang yang retak terdengar dari gang yang tenang itu. Semua orang tercengang. Pria tersebut menangis kesakitan, suaranya terdengar seperti babi yang disembelih. Tangannya mengendur. Bai Yunfei menyambar belati dari tangannya lalu mengangkat kaki dan menendang perut pria tersebut. Pria besar tersebut terguling beberapa meter. Sambil memegang pergelangan tangannya, dia meringkuk dan meratap tanpa henti.

“kakak ke tiga!”

Orang-orang sekitar tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap kejadian ini. Setelah pria besar itu menerima tendangan Bai Yunfei, pria di belakang Bai Yunfei menjerit kaget lalu mengacungkan belatinya, menusuk punggungnya mengunakan belati.

Saat dia bersuara, Bai Yunfei telah mempersiapkan diri. Dia membungkuknya badannya ke sisi lain. Lengan pria tersebut menggores bahunya dan tersungkur ke depan. Dia mencengkeram pergelangan tangan pria itu. Suara tulang yang retak kembali terdengar dan belati yang terjatuh juga di ditangkap oleh Bai Yunfei.

Dia mendorong sikunya sekuat tenaga, tanpa menunggu pria tersebut membungkuk karena sakit, dia menarik kerah bajunya. Otot pria tersebut menonjol dan tubuh besar laki-laki itu dilempar seperti karung dan jatuh di samping pria yang sebelumnya.

Dalam sekejap mata, dua bajingan tersebut tersungkur ke tanah, namun tubuh Bai Yunfei tidak berpindah sama sekali.

Dengan memegang belati di tangan dan kantong uang di tangan lainnya, pria besar yang terakhir itu berdiri di samping pria paruh baya, melihat Bai Yunfei terheran.

Bai Yunfei berjalan ke arahnya dan mengulurakan tangan, berkata: “Berikan padaku.”

Pria dengan pandangan kosong itu menyerahkan belati di tangannya pada Bai Yunfei.

“Uangnya!”

Pria tersebut bangkit karena terkejut, matanya penuh ketakutan, seperti pria paruh baya yang telah mereka rampok tadi. Dia segera memberikan kantung uang di tangannya pad Bai Yunfei. Setelah berpikir sejenak, dia mengambil kantung uang lain dengan gemetar dan menyerahkannya.

Bai Yunfei memberikan dua kantung uang pada pria paruh baya yang masih terheran, dan berkata: “Anda bisa pergi sekarang. Berhati-hatilah saat pulang nanti.”

Saat pria tersebut mulai tenang. Dia menatap Bai Yunfei ketakutan lalu menerima kantung uangnya. Setelah melamun kembali beberapa saat, dia akhirnya tenang kembali dan membungkuk pada Bai Yunfei: “Terima kasih… Terima kasih…”

Bai Yunfei melihat pria paruh baya tersebut segera berjalan keluar dari gang dan berbalik melihat pria besar yang ada di depannya.

Menatap Bai Yunfei, pria tersebut ketakutan. Dia meletakkan tangannya di belakang pungung dan berkata: “Aku sudah memberi uang. Jangan sakiti aku …”

“Tapi aku tidak pernah mengatakan akan melepasmu setelah kau memberiku uang. Selain itu, dua saudaramu sudah terluka. Kalau kamu melarikan diri tanpa luka sedikitpun, bagaimana kamu menghadapi mereka nanti …?”

Saat Bai Yunfei berjalan keluar dari gang, dia masih terlihat sama seperti sebelumnya, tidak berubah sama sekali. Tapi sorot matanya terlihat lebih cerah dan juga senyum tipis di sudut bibirnya
Saat itu, ketika pria paruh baya membungkuk padanya dan berkata ‘Terima kasih’, seperti ada penghalang yang hancur di hatinya, membuatnya merasa puas dan bahagia…

“Jadi seperti ini rasanya menolong seseorang …”

… … … …

‘Treasure Weapon Shop’ merupakan toko senjata terbaik di kota Luoshi. Semua senjata itu kelas satu. Banyak orang kaya di kota ini senang membei senjata di sana, baik senjata yang rumit dan indah atau yang tahan lama dan tajam.

Bai Yunfei memasuki toko dan langsung menuju konter. Dia bertanya pada penjaga toko yang duduk di belakang meja sembari memoles sebuah pedang pendaek: “ Boss, aku ingin menjual senjata.”

Penjaga toko tersebut mendongak melihat Bai Yunfei lalu menundukkan kepala lalu melanjutkan memoles dan berkata: “pergilah ke toko lain. Aku tidak membeli barang yang rusak.”

“Sebaiknya anda lihat terlebih dahulu.” Setelah Bai Yunfei mengatakannya, dia meletakkan sebuah belati di konter. Belati tersebut telah di upgrade ke +9. Dia merasa dengan tinggat ketajaman seperti ini, dia dapat menjualnya dan mendapatkan uang. Nyatanya dia masih memiliki belati +10 dengan effek tambahan itu, tapi dia tidak cukup bodoh untuk menjualnya.

Penjaga toko mendongakkan kepalanya lagi dan melihat benda tersebut, seperti belati biasa dan dan berkata dengan sabar: “ Hanya belati biasa. Tidak ada yang bisa dilihat. Pandai besi disebelah menjual nya 20 koin tembaga untuk satu buah. Sialan, kamu kemari mau buat masalah, kan?”

Bai Yunfei tidak berminat untuk berdebat dengannya sehingga dia mengambil belati itu, mengarahkan mata pisaunya ke bawah dan mengangkatnya 30 sentimeter di atas konter lalu melepaskannya.

“Pu”, sebuah suara lembut terdengar. Belati itu menancap di konter yang terbuat dari kayu ulin kelas atas, seolah-olah menusuk tanah lunak, cukup dalam!!

“Oh?“ Iini…” Saat belati itu menancap di konter, ekspresi tidak sabar penjaga berubah menjadi takjub dan tidak percaya?!”

Setelah Bai Yunfei mencabut belati tersebut, dia memegang dan mengamatinya cukup lama. Lalu dia mengambil sebuah batu untuk menutup bekas tusukan dan menusuknya lalu mencabutnya sekuat tenaga. Batu tersebut tepotong.

“Mana mungkin? Mana mungkin? Di lihat dari pengerjaan belati ini, jelas ini tidak lebih dari belati biasa. Dan lagi, sepertinya tidak menggunakan bahan istimewa.

Melihat penjaga toko tersebut mengamatinya lagi dan lagi, Bai Yunfei mengetuk meja konter dengan tidak sabar, dan berkata: “Jadi anda mau membelinya atau tidak? Jika tidak, aku akan pergi ke toko lain.”

Penjaga toko itu pun terkejut. Sekarang dia ingat bahwa pria di depannya ini datang untuk menjual belati tersebut. Dengan hati-hati dia menatap Bai Yunfei, matanya berkedip licik. Dia berkata dengan tertawa pada Bai Yunfei: “Ha ha, berapa banyak yang kau inginkan, dik?”

Bai Yunfei mengerutkan dahi. Dia tidak tahu berapa dia harus menjualnya, lalu dia berkata: “Katakan saja harganya. Jika bagus, ini akan kujual.”

Senyuman terlihat di wajah penjaga toko: “Dik, Sepertinya kamu sedang membutuhkan uang untuk keperluanmu, jadi aku tidak mau menyusahkanmu. Aku akan membantumu kali ini dengan membeli belati ini, tapi…” Dia berbicara seolah-olah dia hanya ingin membeli belati ini untuk membantu Bai Yunfei. Lalu dia mengubah topi pembicaraan mereka: “ Kamu tahu, dik, toko Treasure Weapon ku hanya membeli barang yang berkualitas. Mereka yang membeli senjata di toko ku merupakan orang-orang penting. Meskipun belati milikmu ini cukup tajam, tapi tak ada yang istimewa dengan pengerjaan dan designnya. Jika ku beli ini, aku mungkin tidak bisa menjualnya dengan harga bagus. Kau lihat, belati milikkku disana, pengerjaannya…”

“Cukup! Anda pikir saya anak kecil umur tiga tahun?!” melihat penjaga toko yang semakin antusias ketika berbicara, Bai Yunfei kesal. Dia menatapnya dan berteriak untuk menghentikan omong kosongnya.

Penjaga toko melakukan yang terbaik untuk meremehkan belati di tangannya agar memperoleh harga semurah-murahnya. Diteriaki Bai Yunfei, membuat lidahnya serasa kelu. Namun saat dia mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan Bai Yunfei, seluruh tubuhnya gemetar. Dia berjalan beberapa langkah dan berhenti ketika menabrak rak penyimpanan di belakangnya.

“Kamu… Ah, tidak… Tuan, apakah anda seorang Soul Cultivator?!” Penjaga toko bertanya dengan tergagap.

“Oh? Bagaimana anda tahu?” Bai Yunfei terheran. Semudah itukah untuk mengenali seorang soul cultivator?

“Tuan… Tuan Soul Cultivator, Mohon maafkan saya… maafkan saya yang buta seperti kelelawar. Mohon jangan terganggu dengan rendahan seperti saya …” Mendengar Bai Yunfei masuk, penjaga toko buru-buru membungkuk padanya dengan memberi hormat lagi dan lagi sambil meminta maaf.

Dia bukanlah orang dengan kemampuan yang luar biasa. Dia hanyalah orang biasa. Karena itu, dia mengagumi soul cultivator. Dia menjalankan toko senjata ini agar dia dapat berhubungan dengan banyak pemuda dari keluarga kaya, dan tidak ada soul cultivator miskin diantara mereka. Meskipun mereka soul cultivator tingkat rendah seperti soul apprentice atau soul personage, di mata orang biasa, kekuatan meraka tak tertandingi.

Soul cultivator melatih jiwa mereka. Bagi orang biasa, soul yang kuat dapat menggunakannya untuk menekan mereka, sama seperti saat Bai Yunfei menatap Zhang Yang yang marah atau saat Zhenshan menatapnnya, dia merasa berada di bawah tekanan yang luar biasa.
Saat itu, ketika penjaga toko bertatapan langsung dengan Bai Yunfei, dengan tatapan matanya yang terlihat marah, dia merasakan tekanan yang sama seperti para soul cultivator lain.

“Jangan bicara omong kosong. Katakan saja berapa harga belati ini.”

“Ya, ya, ya… Aku tak berani berbohong padamu, Tuan Soul Cultivator. Belati ini setidaknya seharga tiga koin emas.…”

“Aku punya empat belati disini. Sepuluh koin emas dan ambillah!”

… … … …

Ketika Bai Yunfei keluar dari toko, dia sedikit senang. Dia tidak pernah berpikir bahwa belati +9 dapat terjual cukup mahal. Sepertinya suatu saat nanti dia tidak akan khawatir mengenai biaya.

Sekarang dia telah memiliki uang lagi, Bai Yunfei memutuskan membeli beberapa benda untuk melanjutkan percobaannya dalam Upgrade Technique.

“Junior Liu Meng, Ku dengar bahwa Jewelry Pavilion di depan baru saja membawa beberapa perhiasan dan permata. Kenapa tidak pergi melihat-lihat? Mungkin mereka memiliki sesuatu yang kau…”

Sebuah suara terdengar dari kerumunan yang tidak jauh darinya. Bai Yunfei segera berdiri di samping penjual buah seolah-olah tubuhnya sedang di bawah mantra. Seluruh tubuhnya bergetar dan matanya seperti dipenuhi darah.

“Zhang Yang!”

Translator / Creator: andra