December 22, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 72

 

See Through It

Bai Yunfei berjalan kembali ke penginapan. Setelah masuk ke dalam ruangannya dan membanting pintu, tidak ada suara pergerakan apapun lagi

Dua jam kemudian, dia berjalan keluar ruangan lagi. Tidak ada kegembiraan di wajahnya. Dia hanya berjalan dengan alis yang sedikit mengerut. Setelah berjalan tanpa tujuan lebih dari setengah jam, dia berlari menuju sebuah gang lalu menghilang.

Sekitar satu jam kemudian, dia kembali ke penginapan dan mengurung diri dalam kamarnya.

Sekitar pukul 6 malam, ketukan pintu membangunkan Bai Yunfei yang duduk di atas tempat tidur berlatih pernapasan. Suara bertanya Xiao Ning terdengar dari balik pintu.

……

Karena hari ini cuaca berawan, langit terlihat gelap dan tidak banyak orang-orang berlalu-lalang di jalanan. Bai Yunfei merasakan dinginnya angin yang bertiup ke wajahnya.

Tak lama, dia mengikuti Xiao Ning masuk ke dalam sebuah restoran di barat. Setelah naik ke lantai dua dan mendorong pintu sebuah ruangan, dia melihat Liu Meng sedang duduk di dalam dan seorang pria paruh baya berumur sekitar empatpuluh tahun berada di sampingnya.

Melihat Bai Yunfei memasuki ruangan, Liu Meng terlihat gembira. Dia berdiri, berjalan di sampingnya dan berkata pada pria paruh baya tersebut: “Ayah, ini Yunfei. Dia seorang Soul Warrior tingkat menengah!”

Setelah berkata demikian, dia menarik tangannya lembut, menuntunya ke sebuah meja dan mendudukkannya, lalu berkata: “Yunfei, ini ayahku Liu Yan.”

Bai Yunfei menatap pria paruh baya yang sedang memperhatikannya dan sedikit mengangguk, berkata dengan sopan: “Paman Liu.”

Liu Yan menarik pandangannya dan berkata dengan sedikit mengangguk: “Mm, tidak buruk, meskipun penampilanmu biasa saja, sepertinya kamu adalah seseorang sangat tenang dan berhati-hati. Ini sesuatu yang sulit diperoleh.”

Setelah mengucapkannya, dia berhenti, menatap Liu Meng yang berada di sampingnya lalu berkata pada Xiao Ning: “Bawa semua hidangan itu kemari. Aku terburu-buru kemari jadi aku sedikit lapar.”

Xiao Ning menunjukkan persetujuannya. Lalu ruangan terjebak dalam keheningan yang canggung.

Bai Yunfei menundukkan kepalanya, seperti tidak tahu apa yang harus dikatakan. Liu Yan juga menundukkan kepala seperti beristirahat karena dia terlihat lelah seperti yang dikatakan.

Di sisi lain, Liu Meng muncul dengan sedikit cemas. Untuk mencairkan suasana, dia tidak ada pilihan selain bertanya pada Liu Yan mengenai bisnisnya. Bai Yunfei tidak mengerti hal ini sehingga dia hanya mendengarkan percakapan mereka tentang barang-barang dan kenaikan harga dia kota-kota tertentu atau kerugian karena barang tertentu yang tidak tiba tepat waktu.

Beberapa saat kemudian, saat makanan yang berangsur-angsur dihidangkan, topik pembicaraan di antara mereka berdua beralih pada ibu Liu Meng. Liu Meng mengatakan beberapa hal pada Bai Yunfei, ingin membawanya andil dalam percakapan mereka, namun dia sepertinya tidak ingin berbicara banyak dan hanya menjawab seperlunya.

“Oh ya, Yunfei, sepertinya kamu tidak pernah membicarakan tentang keluargamu. Di mana keluargamu? Kenapa kamu tidak pernah menceritakan orang tuamu?” Melihatnya melamun, Liu Meng bertanya.

Bai Yunfei terdiam sesaat lalu menjawab: “Aku seorang yatim piatu. Aku mulai mengikuti Masterku sejak kecil.”

“Oh… Begitu.” Liu Meng seolah mengetahui bahwa dia telah menyebutkan kejadian sedih dalam hidup Bai Yunfei, sehingga dia segera mengalihkan topik pembicaraan, “Tidak heran kamu sangat tangguh. Kamu mulai belajar dibawah bimbingan master saat kamu masih kecil. Itu pasti sangat melelahkan bukan? Kamu sangat tekun.”

“Humph, mencapai Soul Warrior tahap menengah di usia delapanbelas tahun, kamu sangat berbakat dibandingkan soul cultivator biasa. Tapi itu….” Mendengar Liu Meng memuji Bai Yunfei, Liu Yan mengernyit dan berkata dengan tidak setuju.

“Ayah, kenapa ayah berkata seperti tiu?” Liu Meng terlihat cemas, “Tingkat soulforce bukanlah satu-satunya yang dimiliki Yunfei. Dia….”

“Kamu ingin mengatakan tentang soul item special atau yang lainya lagi?” Liu Yan menyela ucapannya dan berkata dengan mengernyit: “Aku bukanlah seorang soul cultivator, tapi aku berhubungan dengan keluarga Zhang dari Glacial School dalam beberapa tahun terakhir ini dan mendapatkan banyak pengetahuan. Tidak ada soul item special. Jangan membuat cerita konyol tentang soul item untuk meningkatkan statusnya!”

“Itu tidak benar ayah. Yunfei benar-benar memiliki….”

“Jadi kenapa kalau dia memilikinya? Mereka hanyalah pemberian dari masternya!” Liu Yan menyela lagi.

“Berhenti bicara…. Aku mohon padamu, berhenti bicara….” Bai Yunfei menundukkan kepalanya. Meskipun dengan ekspresi tenang, dia ‘memohon’ tanpa henti dalam pikirannya.

“Bagaimana bisa? Master Yunfei membuatnya. Sebagai muridnya, Yunfei juga pasti…” Suara Liu Meng terdengar. Seolah dia ‘memohon’ untuk membelanya, namun dalam hati Bai Yunfei, kata-kata itu seperti ribuan jarum yang menghujam jantungnya.

“Yunfei, sebenarnya… Kamu juga tahu bagaimana membuat soul item bukan?” Liu Meng memegang tangan kanannya menggunakan tangan lembutnya yang seperti giok dan bertanya dengan lembut sembari menatapnya dengan ekspresi penuh harap.

Bai Yunfei menutup matanya dalam diam, merasakan kehangatan dari tangannnya sendiri. ‘Kehangatan’ yang seharusnya membuatnya merasa bahagia, berubah menjadi rasa dingin yang menjalar hingga jantungnya, membekukannya…

Lalu dia mengangkat kepalanya. Setelah bertatapan langsung dengan matanya yang penuh harap, pupilnya mengecil, namun dia tidak menjawab pertanyaan itu. Sebaliknya, dia bertanya dengan tenang: “Meng’er kamu ingat pada hari saat kamu di culik oleh orang-orang dari keluarga Long? Saat itu, kamu menyebutkan namaku pada Long Taogu bukan?”

“Oh? Yunfei, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan pertanyaan ini?” Liu Meng terkejut lalu berkata dengan santai: “Saat itu, aku ditangkap oleh mereka. Dalam kecemasan, aku menyebutkan namamu berharap kamu datang menyelamatkanku… apakah kamu marah karena ini?”

Bai Yunfei tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia mengangkat kepalanya dan berkata pada Liu Yang yang duduk di depannya: “Paman, ulang tahun Meng’er beberapa hari lagi, bisakah anda mengizinkan saya menemaninya hingga ulang tahunnya sebelum anda membawanya pulang?”

“Apa?” Liu Yan terkejut dengan pertanyaannya yang tiba-tiba dan melirik Liu Meng ragu. Setelah berpikir sesaat, dia berkata dengan mengerutkan kening: “Mana mungkin? Aku sudah berjanji pada ibunya untuk membawanya pulang. Selain…..”

“Ha, ha ha, ha ha ha…” Tawa Bai Yunfei menyela ucapannya. Lalu tawa itu perlahan berubah menjadi tawa mengejek yang penuh sindiran.

Bai Yunfei masih menundukkan kepalanya. Bahunya bergetar tanpa henti dan tawanya mengandung kesedihan mendalam.

Tangan Liu Meng tiba-tiba terasa kosong. Kelembutan itu telah di tarik. Dia berdiri, mundur dua langkah dan menatap Bai Yunfei dengan ekspresi bingung, berkata dengan ragu: “Kau…Kau sudah tahu ini?”

Bai Yunfei menghentikan tawanya, mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan senyuman samar: “Aku tahu apa?

“Maksudmu aku tahu bahwa pria ini bukanlah ayahmu, atau makanan ini hanyalah jebakan, atau kamu mendekatiku sebelumnya hanya untuk menipuku?”

Bai Yunfei berkata tanpa menunggu jawaban dari Liu Meng. Perkataan itu membuat ekspresinya berubah drastis.

Translator / Creator: andra