December 20, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 69

 

Things That Always Happen at A Restaurant

Setelah menyelamatkan Liu Meng, Bai Yunfei segera kembali ke penginapannya.

Dalam sebuah ruang tamu, dia dengan lembut menurunkan Liu Meng di atas kasur lalu bertanya dengan cemas: “Meng’er, bagaimana perasaannmu? Apa kamu terluka?”

Liu Meng tersenyum padanya, berkata dengan lembut: “Aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu cemas Yunfei. Mereka memaksaku meminum obat lalu seluruh tubuhku menjadi tak bertenaga. Tapi seharusnya tidak ada masalah. Aku bisa merasakan aku akan kembali pulih. Aku rasa setidaknya aku akan baik-baik saja besok pagi….”

“Benarkah? Apa kamu yakin?” Bai Yunfei memperhatikan warna wajahnya dengan seksama. Setelah berpikir sejenak, dia masih berkata dengan cemas: “Aku rasa aku akan pergi meminta pertolongan senior di Green Willow School agar datang dan melihatmu. Ini mungkin akan sedikit menganggu mereka, tapi aku akan berhenti cemas setelah memastikan kamu baik-baik saja.”

Saat dia akan berdiri, dia merasakan Liu Meng mengenggam tangannya. Dia menaikkan sedikit suaranya berkata: “Tidak perlu melakukan itu, Yunfei. Aku dengar dari mereka bahwa obat ini hanya akan melumpuhkan tubuhku semetara, melemahkan pikiranku, sehingga sulit bagiku mengalirkan soulforce dan membuat seluruh tubuhku tak bertenaga dan tak bergerak….”

Tanganya ditarik, Bai Yunfei terlihat gelisah, dia duduk di atas tempat tidur lagi dan berkata dengan suara pelan: “Kalau begitu… Baiklah, kalau kamu belum membaik hingga besok pagi, aku akan membawamu ke Green Willow School untuk meminta pertolongan.”

Liu Meng tersenyum. Wajahnya sedikit memerah. Dia menatap Bai Yunfei lama lalu berkata dengan lembut: “Terima kasih telah menyelamatkanku Yunfei. Aku tahu…. Kamu pasti akan datang.”

Bai Yunfei mengalihkan pandangannya canggung dan dengan sedikit terbatuk, berkata: “Jangan katakan itu Meng’er. Target mereka adalah aku. Ini semua karena aku telah memprovokasi mereka sebelum kamu diculik.”

“Tapi bukankah kamu memprovokasi mereka karena aku?”

Setelah mengatakan itu, Liu Meng seolah menyadari bahwa ucapannya memiliki arti lain dan wajahnya semakin memerah. Dia memiringkan kepalanya, tanpa berani menatap Bai Yunfei lagi.

Xiao Ning telah memperhatikan mereka dari samping dengan mata terbuka lebar. Sekarang, melihat suasana diantara mereka berdua, matanya memutar dan dia hanya bisa tertawa lalu berkata dengan sombong seolah-olah dia adalah senior: “Akan ku beri tahu kalian sesuatu. Jelas kalian berdua menginginkan hal yang sama, jadi kenapa kalian berpura-pura tidak mengerti satu sama lain?”

“Uhuk uhuk uhuk!!” Bai Yunfei terbatuk kering lalu berdiri, berkata: “Meng’er tubuhmu sangat lemah saat ini, jadi kamu harus tidur lebih awal. Aku akan pergi dan beristirahat juga, setelah bertarung tadi, aku cukup lelah. Kalau kamu ingin membicarakan sesuatu, kita tunda sampai besok.”

Dia kemudian keluar ruangan dengan malu. Di belakangnya, suara tawa Xiao Ning dan omelan pelan Liu Meng terdengar.

Setelah keluar dari ruangan, Bai Yunfei menutup pintu. Ketika dia berbalik, ekspresi malu-malu di wajahnya menghilang dan digantikan dengan ekpresi serius!

Dia berdiri dalam diam di depan pintu selama beberapa detik dan mendesah lenbut lalu turun ke bawah, menemui penjaga, membayar satu ruangan lagi dan mengurung diri dalam keheningan.

…………

Pada hari berikutnya, saat Bai yunfei menemui Liu Meng lagi, dia tidak lagi terlihat sakit. Selain itu, dia terlihat cukup bahagia. Setelah memakan sarapan yang dibeli Xiao Ning untuknya, dia menyarankan padanya bahwa mereka harus pergi berkeliling.

Hari ini sedikit mendung, namun cuaca tidak terlalu buruk. Meskipun tidak ada matahari, udara sangat dingin dan menyegarkan. Bai Yunfei mengikuti dua gadis tersebut, berjalan-jalan tanpa tujuan.

“Ada masalah, Yunfei? Sepertinya kamu memikirkan sesuatu sejak pagi. Apa karena kamu terluka kemarin?” mendengat suara cemas Liu Meng, Bai Yunfei mengangkat kepalanya dan melihat wajah cantiknya dengan mata ragu-ragu dan cemas yang sedang menatapnya tanpa berkedip.

Bai Yunfei mengalihkan pandangan matanya ke samping dan berkata dengan sedikit tidak nyaman: “Tidak, aku baik. Aku hanya ingin tahu…. Apakah orang-orang dari keluarga Long akan menemukan kita sekarang karena berada di jalanan seperti ini….”

Liu Meng terkejut lalu berkata dengan tertawa: “Kamu tidak perlu cemas, bukankah Long Taogu kemarin berkata jika kamu mengalahkan mereka, dia tidak akan mmbuat masalah denganmu lagi? Selain itu, dua pria lainnya juga terluka karenamu. Mereka tidak akan pulih secepat itu.”

“Bisakah kita percaya apa yang mereka katakan….?” Bai Yunfei memaksakan senyumnya, namun tidak memperlihatkan itu di wajahnya, dia membangkitkan dirinya dan berkata: “Kalau begitu, mari kita lanjutkan berkeliling dan membeli benda yang ingin kita beli. Setelah itu….”

“Setelah itu, aku ada sesuatu yang harus ku katakan padamu, Yunfei….” Liu Meng tiba-tiba mengubah topik pembicaran, berkata dengan wajah sedikit memerah.

Bai Yunfei menghentikan ucapanya lalu berkata dengan ragu: “Sesuatu yng ingin kau katakana padaku?”

“Itu, aku kan mengatakannya nanti!” Mata Liu Meng sedikit mengelak. Dia berkata dengan tersenyum: “Sekarang, mari kita lanjutkan berkeliling, aku sangat meyukai suasana di jalanan ini! Lalu, saat kita lapar, kita akan mencari sebuah tempat untuk makan!”

Setelah berkata demikian, tanpa menunggu reaksi Bai Yunfei, dia pergi mendekati Xiao Ning. Dua gadis itu mulai berbicara tentang berbagai toko yang ada di sisi jalan dengan bersemangat, Bai Yunfei mengernyit. Akhirnya dia hanya mendesah dan tidak ada pilihan selain mengikuti mereka.

……

Di bagian barat kota, di jalan yang sama ramainya, seorang pemuda kurus berpakaian serba hitam dengan wajah penuh ketidakpuasan perlahan berjalan di keramaian. Dia memiliki rambut pendek dan wajah yang tampan, namun sepertinya aura menyeramkan mengelilinginya.

“Paman Junior Yang sangat menyebalkan. Sudah beberapa hari sejak dia meninggalkan kota Baifeng, kenapa dia masih belum kembali?!” Selama berjalan, pemuda ini berguma tidak puas seorang diri dengan suara pelan: “Sulit sekali keluar dari sekolah, aku masih membutuhkannya untuk bisa mengajakku ke beberapa tempat.

“Tapi untungnya aku tinggal di kota kota Cuiliu ini, jika tidak, seperti paman aku tidak akan bisa bertahan dengan pria suram berjubah hitam itu sepanjang hari.” Dia mengangkat kepalanya menyapu pandangan pada jalanan, “He he, ada banyak gadis cantik di kota Cuiliu. Beberapa hari terkahir di kota ini, aku seperti hampir mati karena senang.”

Menarik pandangan matanya dari seorang wanita yang menggoda, pemuda itu mengusap perutnya dan berkata pada dirinya sendiri: “Ayo kita cari tempat untuk makan dulu. Lalu kita lihat apakah aku bisa bertemu seorang wanita yang bisa membuatku suka padanya, he he…”

……

Siang hari, di lantai dua sebuah restoran mewah, Bai Yunfei dan dua orang gadis sedang duduk di sebuah meja dekat jendela. Ada banyak hidangan menarik yang diatur di atas meja. Dua gadis itu sedang makan dengan anggun namun Bai Yunfei sedang menatap jalanan di luar. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya.

“Kenapa kamu tidak makan Yunfei? Makanan ini tidak sesuai seleramu?” Suara Liu Meng terdengar. Bai Yunfei mengalihkan pandangannya dan menatap dua gadis yang sedang menatapnya dengan ekspresi cemas.

Entah mengapa, dia hanya menatapnya sebentar sebelum menatap makanan di meja, berkata dengan menggelangkan kepala: “Tidak, baru saja aku memikirkan sesuatu…”

“Apa kamu masih mencemaskan keluarga Long? Kita menghabiskan pagi dengan berkeliling, tapi tidak ada sesuatu yang terjadi? Jangan terlalu memikirkannya….” Liu Meng tersenyum lalu mengambil sepotong ikan dan meletakknya pada mangkuk Bai Yunfei, berkata: “Cepat makan makananmu, oke? Lihatlah, kamu belum memakan sebagian makan di mangkukmu.”

Bai Yunfei mengangguk lalu perlahan memakan makanannya, tapi siapaun bisa mengetahui bahwa dia tidak berselera makan.

“Oh ya, Yunfei. Aku selalu ingin menayakan sesuatu. Kemarin, saat kamu bertarung dengan tiga orang dari keluarga Long… senjata apa yang kau gunakan? Kenapa, kenapa sepertinya… terlihat seperti batu?” Suara penasaran Liu Meng terdengar. Sepertinya dia dan Xiao Ning telah menyelesaikan makan mereka dan menatap Bai Yunfei dengan dagu yang bertumpu pada tangan. Sepertinya dia menanyakannya karena dia tiba-tiba teringat sesuatu.

Sumpit di tangan Bai Yunfei sedikit bergetar. Sepotong sayuran yang diambilnya terjatuh dalam tempat makannya. Dia menarik tangannya dan meletakkan sumpit di mangkuk. Setelah ragu-ragu sesaat, dia berkata: “Ya, itu hanyalah batu biasa.”

“Apa?” Liu Meng berteriak pelan. Mata indahnya terbuka lebar, dia menatapnya dengan ekpresi tidak percaya: “Mana mungkin? Di mana, di mana kamu mendapatkan sebuah… sebuah batu yang luar biasa itu? Mungkinkah itu…. itu sebuah soul item?”

“Ya, bisa dikatakan seperti itu.” Bai Yunfei menundukkan kepalanya dan menjawab pelan.

“Benarkah? Itu sangat luar biasa! Aku tidak pernah mendengar senjata semacam itu. Selain itu, sepertinya itu sangat istimewa. Apakah kau membuatnya sendiri? Apakah kamu murid dari Crafting School?” Tanya Liu Meng. Ekspresinya penuh rasa penasaran.

Bai Yunfei masih terdiam sesaat lalu berkata: “Tidak… Master memberikannya padaku. Ada juga sebuah spear merah. Master memberikan keduanya padaku dulu…”

“Oh?” Liu Meng berkedip, seolah memikirkan sesuatu, lalu berkata dengan tersenyum: “Oh. Begitu. Master tidak mengijinkanmu mengatakan tentang mereka bukan? Um, kalau begitu aku tidak akan menanyakannya lagi….”

“Sebenarnya…” Bai Yunfei mengenyit. Lalu saat dia ingin mengatakan sesuatu, dia disela oleh sebuah kleributan.

“Tuan, lantai dua telah penuh. Tolong tunggu sebentar di lantai satu…” Suara frustrasi seorang pelayan terdengar, diikuti dengan suara langkah kaki.

“Aku ingin sebuat tempat dekat jendela di lantai dua. Jadi bagaiamana bila tidak ada? Katakan saja pada mereka untuk segera pindah!”

Seiring dengan suara sombong itu, seorang pemuda berpakaian serba hitam naik ke atas. Dia melihat sekeliling lalu tiba-tiba menunjuk meja di mana Bai Yunfei dan dua gadis sedang duduk, berkata pada pelayan yang naik ke atas bersamanya: “Aku ingin tempat itu. Katakan pada mereka untuk pindah. Aku akan membayar tagihan mereka!”

Saat dia berbicara, matanya tiba-tiba mencerah, menatap Liu Meng. Setelah terpesona beberapa detik. Dia tertawa keras tiba-tiba.

“Ha ha!! Siapa sangka aku betemu dengan seorang gadis cantik di tempat ini?! Tidak buruk, sepertinya aku sangat beruntung hari ini!” Sembari berbicara, pemuda ini mengangkat kakinya dan berjalan mendekat ke sana.

Liu Meng dan Xiao Ning menatap pemuda itu dengan terkejut, tapi Bai Yunfei sedikit mengernyit. Dia melihatnya dan melanjutkan menunduk, menatap makanan yang ada di meja, matanya sedikit berkilat.

“He he, nona, maukah anda pergi berkeliling kota dengan ku? Lihat, pria pendiam di sampingmu, sejak awal aku tahu dia lemah dan tak berdaya. Jangan pedulikan dia lagi. Pergi saja dengan aku!” Kesombongan pemuda ini sedikit berlebihan, tapi dia mengatakannya seoalah dia benar dan adil. Sepertinya dia biasa berperilaku sombong dan terlebih sukses menjadi sombong.

Tanpa alasan, sebuah gejolak tiba-tiba mengalir dalam hati Bai Yunfei. Bahkan dirinya sendiri tidak tahu mengapa dia seperti ini. Dalam sekejap, gejolak itu berubah menjadi kemarahan yang menyumbat pikirannya membuatnya tidak bisa menahan lagi.

Dia tiba-tiba mengangkat kepalanya. Sebuah petunjuk kemarahan yang langka terlihat di wajahnya dan dia menatap pemuda dengan ekspresi dingin.

“Enyahlah!”

Translator / Creator: andra