December 10, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 63

 

 Is This Jealousy?

“Ini…” Bai Yunfei merasa canggung tanpa tahu harus berbuat apa.

Melihat ekspresi ragu Bai Yunfei, mata Liu Meng meredup sesaat. Dia menundukkan kepalanya dan meletakkan kembali gelang tersebut ke atas meja dan berkata dengan suara pelan: “Jangan bicara omong kosong Xiao Ning. Mungkin gelang ini sangat penting bagi Yunfei. Bagaimana mungkin dia akan dengan mudah memberikannya pada orang lain…?”

Saat Bai Yunfei melihat Liu Meng bertindak seperi itu dan mendengar kata-kata kekecewaannya, hatinya bergetar. Tiba-tiba ada rasa bersalah yang bergejolak di dalam hatinya. Dia merasa mengecewakan gadis di depannya ini adalah dosa yang tak terampuni….

“Tidak…. Itu tidak benar, Meng’er. Gelang ini… Sebenarnya aku siapkan untuk diberikan padamu.” Mata Bai Yunfei berkilat. Dengan mengertakkan giginya, berjalan mendekati Liu Meng, mengambil gelang itu dan meletakkan pada tangannya berkata dengan tersenyum: “Sebenarnya aku ingin memberikan padamu nanti saat kita bertemu. Siapa sangka kamu datang untuk mencariku? Ini waktu yang tepat. Aku akan memberikannya padamu sekarang.”

“Benarkah?” Liu Meng mengangkat kepalanya, menatap Bai Yunfei dengan pipi memerah.

“Ya, Aku serius!” Kali ini Bai Yunfei menggatakannya dengan tegas. Dalam hatinya, bahkan bila hanya untuk senyuman ini, dia layak memberikan gelang ini padannya.

“He he, aku benarkan? Gelang ini pasti dibeli untuk diberikan pada nona!” Xiao Ning berkata dengan tertawa, “Humph, Tuan Yunfei, anda bahkan sengaja menakuti nona dan hampir membuatnya menangis. Anda sangat kejam!”

“Er, ini… Tadi aku tidak sengaja melakukannya…” Bai Yunfei menggaruk kepalanya malu dan berkata dengan senyum menenangkan.

Melihat perilaku ‘bodoh’-nya, kedua gadis itu tertawa senang, membuat Bai Yunfei semakin merasa malu.

Dengan senyuman di matanya, Liu Meng mengamati gelang di tangannya dengan seksama. Sepertinya dia sangat menyukai gelang tersebut. Setelah beberapa saat, dia memakainya di lengan kirinya.

Tepat setelah dia menggunakan gelang itu, dia tertegun sesaat. Lalu dia menatap gelang di pergelangan tangannya dengan ragu dan menutup matanya, seperti sedang merasakan sesuatu.

Tak lama, Liu Meng tiba-tiba membuka matanya dan mengangkat kepalanya untuk menatap Bai Yunfei. Wajahnya penuh ketidakpercayaan, dia berkata dengan terkejut dan bingung: “Yunfei, ini, gelang ini….”

“Ini dia!”

Jantung Bai Yunfei serasa melompat. Saat dia memutuskan memberikan gelang ini padanya, dia sudah memperkiran keadaan ini. Sekarang, dengan melakukan yang terbaik untuk tetap menjaga ketenangannya, dia berkata: “Oh, ada sesuatu yang istimewa dengan gelang ini…. Master memberikannya padaku. Itu bisa, bisa membuat seseorang yang memakainya menjadi lebih ringan dan lincah.”

Mendengar penjelasan Bai Yunfei, Liu Meng sedikit tertegun. Dia mengamati gelang di pergelangan tangannya dengan hati-hati lagi dan sedikit terkejut sesaat lalu menundukkan kepalanya. Tidak mungkin bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.

Saat Bai Yunfei mengira bahwa penjelasannya tidak masuk akal, Liu Meng mengangkat kepalanya lagi. Dia tiba-tiba menatapnya menyesal, berkata: “Maafkan aku, Yunfei. Aku tidak tahu bahwa gelang ini memiliki fungsi yang aneh, aku tidak bisa menerimanya…”

Seperti yang dikatakannya, dia ingin mengembalikan gelang tersebut pada Bai Yunfei.

Bai Yunfei terkejut. Sudah cukup sulit baginya memutuskan untuk memberikan gelang ini, tapi sekarang dia tidak menginginkannya. Ini membuatnya keheranan. Dia mengambil dua langkah maju dan memegang tangan Liu Meng yang ingin melepaskan gelang tersebut sambil berkata: “Meng’er, kamu telah memakainya, jadi jangan dilepaskan. Aku tahu kamu menyukai gelang ini, jadi kamu terima saja. Efeknya tidak terlalu besar…”

“Yunfei, kau… Lepaskan aku….”

Dalam keadaan putus asa, Bai Yunfei merasa bingung. Saat dia mendengar bisikan Liu Meng, dia bereaksi. Dia segera melepaskan pergelangan tangannya dan menggerakan tangannya lagi dan lagi, berkata: “Er, Meng’er, Aku…. Aku tidak bermaksud.”

Wajahnya sedikit memerah, Liu Meng tidak mengatakan apapun. Dia tidak lagi ingin melepaskan gelang tersebut. Sebaliknya, dia membelai lembut gelang itu dengan menundukkan kepala.

Xiao Ning yang sedang duduk di samping menunggu dan melihat mereka dengan mata terbuka lebar. Wajahnya penuh rasa penasaran pada dua orang itu dan berkata: Selain indah, apa keistimewaan gelang ini?

Untuk sementara, di dalam ruangan mulai tenang.

“Oh ya Yunfei kamu bilang kamu ada sesuatu yang harus di lakukan. Apa itu? Bisakah aku pergi denganmu?” Liu Meng adalah yang pertama memecahkan ketenangan dengan mengangkat kepalanya dan bertanya setelah menyembunyikan gelang di lengan bajunya.

“Ini… Aku takut kamu tidak bisa. Aku akan berbicara dengan dua orang teman lama. Mereka akan datang sebentar lagi….” Bai Yunfei mengatakannya dengan sedikit canggung.

“Teman? Masih ada orang-orang yang kamu kenali di kota Cuiliu? Kenapa aku belum pernah mendengar kamu menceritakannya?” Liu Meng bertanya penasaran.

“Oh, aku hanya tidak sengaja bertemu salah satu dari mereka kemarin. Dia…. Murid di Green Willow School. Namanya Qiu Luliu…”

“Apa?! Seorang murid dari Green Willow School?” Mendengar ucapanya, Liu Meng bertanya terkejut. Lalu, seperti teringat sesuatu dan wajahnya menjadi muram. Dia menundukkan kepalanya lagi. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya.

Bai Yunfei cemas dan segera menjelaskan: “Jangan salah sangka, Meng’er. Kami hanya teman biasa. Hanya saja…. Dulu aku pernah menyelamatkan juniornya sehingga saat kami bertemu lagi kali ini, dia memintaku untuk keluar dan berbincang dengan mereka tentang masa lalu….”

“Masih junior?!” Di sisi lain, Xiao Ning tidak bisa menahan ‘seruan’nya.

Keringat keluar di dahi Bai Yunfei. Dia ‘memohon’ dengan ekspresi sedih: “Xiao Ning, kumohon jangan buat masalah, aku mohon…?”

“Ha ha, Yunfei, sebenarnya kamu tidak perlu menjelaskannya padaku.” Liu Meng mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Bai Yunfei lalu melanjutkan: “Aku bukanlah siapa-siapa, jadi aku tidak berhak marah….”

“Itu tidak benar, Meng’er. Aku…”

“Kamu tidak perlu menjelaskannya. Aku mengerti.” Liu Meng berkata dengan tersenyum: “Aku tidak akan menganggumu lagi. Temanmu akan segera tiba, aku akan pergi dulu. Saat kamu dan temanmu selesai berbicara, aku akan datang mencarimu…”

Liu Meng tiba-tiba mengubah perilakunya, membingungkan Bai Yunfei. Sementara dia tidak tahu harus berkata apa dan hanya bisa menatap terkejut saat Liu Meng berdiri dan perlahan meninggalakan ruangannya.

“Humph! Anda sangat bodoh tuan Yunfei! Anda membuatku marah. Aku tidak memperdulikanmu lagi!” Xiao Ning mengerakkan kepalan tangannya di depan Bai Yunfei dengan kejam dan berjalan keluar mengikuti Liu Meng. Saat dia keluar ruangan, dia bahkan menggedor pintu yang terbuka.

“Ini… Aku, Aku tidak bisa mengatakan apapun….”

Sesaat setelah dua gadis tersebut pergi meninggalkan Bai Yunfei yang menggerutu dan hampir menangis.

……

Dengan pikirannya yang kacau, Bai Yunfei berjalan kembali ke tempat tidur, berbaring dan memandangi atap dengan matanya. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya…

“Bai Yunfei, kau di sana?”

Sebuah suara merdu terdengar dari balik pintu. Dia duduk seperti tersengat listrik dan terkejut. Lalu dia menggelengkan kepalanya lembut dan berkata dengan suara pelan: “Kali ini aku yakin pasti nona Qiu…”

Pintu ruangan tersebut dibuka. Qiu Luliu mengenakan pakaian hijau berdiri di depan pintu dengan tersenyum

“Maaf aku terlambat. Kita pergi sekarang, oke?” Kata Qiu Luliu menyesal.

“Oh, tidak masalah, nona Qiu. Aku tidak menunggu terlalu lama.” Bai Yunfei menjawabnya sopan tapi dalam hatinya merasa frustrasi, berpikir jika dia datang dan mengajaknya keluar lebih awal, semuanya akan lebih baik, karena dengan begitu dia tidak akan menyebabkan kemarahan Liu Meng…

Dengan menggelengkan kepalanya, dia mengesampingkan masalah ini. Setelah menatap Qiu Luliu, dia berkata ragu: “Oh, nona Chu tidak datang ke sini?”

“Ha ha, kamu benar tuan Yunfei. Kemarin aku berniat datang dan mencarimu dengan juniorku lalu kita bisa berbincang tentang apa yang terjadi, tapi setelah aku kembali ke sekolah, aku mengatakannya di hadapan master. Beliau… Beliau ingin bertemu dengan pahlawan muda yang menyelamatkan murid kecilnya, jadi maukanh kamu datang ke Green Willow School sebagai tamu? Tidak masalahkan?”

“Oh? Master ingin bertemu denganku? Ini….” Bai Yunfei terkejut. Master Qiu Liu yang tidak lain adalah kepala sekolah Green Willow School. Siapa yang menduga beliau ingin bertemu dengannya?

“Kenapa? Apa kamu merasa tidak nyaman?”

“Tidak. Baiklah. Tolong tunjukkan jalannya nona Qiu…”

…………

Di sebuah tempat sekitar sepuluh mil di bagian barat kota Cuiliu, ada sebuah bangunan besar. Tembok dan bangunan yang tinggi, terlihat luar biasa. Di sekeliling bagunan tersebut, ada hamparan hijau dan deretan pohon willow yang mengelilinginya seperti penjaga. Ranting pohon Willow bergoyang lembut membuat tempat itu terlihat nyaman dan menenangkan dari kejauhan.

Tempat ini ada lokasi markas Green Willow School. Sebuah siluet mungil berdiri anggun di pintu utama.

Dia mengenakan pakaian serba putih yang dihisai berbagai macam permata hijau berbentuk daun willow. Meskipun bertubuh mungil, penampilannya anggun dan ramping. Rambut indahnya cukup panjang hingga mencapai pinggang. Rambut poni datar yang menutupi dahinya, membuatnya terlihat imut. Pipi tembem kemerahan membuat orang lain ingin mencubitnya. Mata besarnya berkilauan, dia menatap ke depan dengan mata penuh harapan.

Dia tentu saja gadis bernama Chu Yuhe yang diculik bawahan Zhang Yang kemudian diselamatkan oleh Bai Yunfei waktu itu.

Sepertinya dia telah menunggu cukup lama. Saat ini, dia melengkungkan bibirnya dan menggumamkan sesuatu seperti tidak puas: “Sudah lama sekali sejak kakak pergi. Kenapa masih belum kembali…?”

Sementara ‘mengeluh’, dia mengangkat kepalanya lagi dan menatap kejauhan. Tiba-tiba, matanya cerah lalu menunjukkan kegembiraan. Dia berlari tidak sabar untuk menyambut.

Di kejauhan, seorang pria dan wanita berjalan beriringan. Mereka tidak lain adalah Bai Yunfei dan Qiu Luliu.

“Markas Green Willow School ada di depan. Yunfei, ayo lebih cepat. Adik… Oh? Ha ha, kau lihat, dia tidak sabar bertemu denganmu.” Qiu Luliu menutup mulutnya dan berkata sambil tertawa saat melihat siluet seseorang yang berlari mendekati mereka.

Saat Chu Yuhe berlari hampir sepuluh meter di depan mereka, dia berhenti. Seperti menyadari perbuatannya yang tidak sabaran. Wajah cantiknya memerah, tangannya meremas baju dan berkata: “Kak, kamu, kamu kembali…Um, Tuan Bai Yunfei bagaimana kabarmu….”

“Ha ha, bagiamana kabarmu, nona Chu? Apakah kamu menunggu kami di sini?” Melihat gadis di depannya, Bai Yunfei juga merasa senang.

“Um, master, master memintaku untuk menyambutmu, Tuan Yunfei…”

“Kamu tidak perlu melakukan seperti ini nona Chu. Panggil saja aku Yunfei.” Kata Bai Yunfei dengan tertawa..

“Baiklah, baiklah, aku akan memanggilmu, memanggilmu kak Yunfei. Anda juga harus memanggilku Yuhe….” Jawab gadis itu

Di sisi lain, melihat juniornya yang malu, Qiu Luliu hanya bisa menggelengkan kepala frustrasi dan berkata pada keduanya: “Baiklah, apakah kalian berdua akan berdiri di sini dan mengobrol? Ayo masuk dulu. Kita akan berbincang nanti.”

Chu Yuhe menunjukkan persetujuannnya dan berjalan di samping Qiu Luliu. Mereka bertiga menuju gerbang utama Green Willow School bersama-sama

Translator / Creator: andra