December 3, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 58

 

 Long Tao Duo [long tao = walk-on part]

“Tapi beberapa hari lalu, ayahku menerima informasi bahwa… Zhang Yang tiba-tiba terbunuh sehari sebelumnya!”

Saat ini, suara Liu Meng menjadi semakin keras, takjub dan bahkan …. bahagia?

“Aku selalu tahu dia sangat tidak berguna, bahkan lebih buruk dari tuan muda Long kedua kemarin. Dia biasanya melakukan hal-hal buruk dengan mengandalkan pengaruh keluarganya, tapi tidak ada seorang pun yang berani memprovokasinya. Yang menggelikan adalah dia dibunuh seseorang…

“Aku tidak merasakan apapun dengan kematiannya. Jika ada, itu adalah kebahagiaan. Aku bahagia karena aku akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan perjodohan itu.

“Tapi siapa sangka ayahku tiba-tiba membertahuku untuk pergi ke kota luoshi dan turut andil dalam pengaturan pemakaman di keluarga Zhang sebagai calon istrinya? Aku tidak ingin melakukan ini hingga akhirnya aku berdebat dengan ayah. Dengan marah, aku keluar rumah bersama Xiao Ning dan ingin berjalan-jalan di luar selama beberapa hari untuk meredakan kebosanan sebelum kembali ke rumah…

“Lalu aku pergi ke tempat ini dan kemarin peristiwa itu terjadi dan aku bertemu denganmu, Yunfei…

“Sejak bangun dari klinik kemarin dan melihatmu, aku merasa… kamu berbeda dengan orang lain.” Liu Meng berhenti sesaat, suaranya sedikit takjub, “Kamu seorang soul cultivator yang sangat mulia dan kuat di mata orang biasa, tapi kamu tidak memiliki kesombongan dalam dirimu sama sekali. Selain itu, kamu membantuku tanpa menginginkan imbalan apapun.

“Dan lagi, tatapan matamu, meskipun sedikit, sedikit….” Wajah Liu Meng sedikit memerah. Seolah tidak tahu kata-kata apa yang akan digunakan untuk menggambarkan hal itu, dia melewatinya dan melanjutkan: “Bisa dikatakan tidak ada niat buruk di dalamnya, tidak seperti Zhang Yang. Saat dia melihatku, meskipun dia menutupinya dengan baik, aku masih bisa melihat matanya yang dipenuhi keinginanan memiliki…

“Oleh karena itu, aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berteman denganmu dan mengundangmu ke sebuah kedai teh untuk berterima kasih padamu lalu mengajakmu pergi berkeliling di gunung Qingquan ini dengan ku.

“Yunfei, kita sekarang sudah berteman… bukan begitu?”

Bai Yunfei duduk dan mendengarkannya dengan sungguh-sungguh sepanjang waktu, mencoba mencerna cerita Liu Meng tentang dirinya sendiri. Namun, ada perasaan aneh di hatinya. Matanya berkilat serius.

Saat dia mendengar pertanyaan Liu Meng, dia tiba-tiba tersadar. Setelah tertegun sesaat, dia berkata dengan gugup: “Oh tentu saja… kita teman.”

“He he, baiklah. Akhirnya aku punya teman. Tidak seperti seseorang yang ingin mendekatiku dengan rencana tersembunyi, kamu seorang teman yang aku temukan sendiri!” Liu Meng menghapus kesedihannya. Dengan senyuman di sudut bibirnya dan tangan yang di letakkan di tanah di belakang punggungnya, dia mengangkat sedikit tubuhnya, menatap sekawanan burung yang terbang di langit. Dia terlihat sangat senang.

Bai Yunfei merasa jantungnya berdetak sangat cepat, tapi dia tidak tahu harus berkata apa. Dengan gugup, dia menarik rumput di depannya mengunakan tangan.

Untuk sesaat mereka terdiam lagi dan tidak ada yang ingin berbicara terlebih dahulu.

“Kalian, kalian sudah terlalu, terlalu jauh!!

Dengan napas terengah-engah, sebuah teriakan marah memecah kesunyian dan mengejutkan mereka berdua. Pada saat yang bersamaan, mereka menoleh ke sumber suara untuk melihat. Terlihat Xiao Ning yang akhirnya mendaki ke puncak gunung dan dengan menggertakkan giginya dia menatap dua orang yang sedang duduk santai bersama.

Liu Meng menenangkan Xiao Ning yang ‘sangat marah’. Bisa dibilang, mereka benar-benar memiliki hubungan seperti saudara dan jelas bukanlah hubungan antara majikan dan pelayan — tidak ada seorang majikan yang mencoba meredakan kemarahan pelayan mereka seperti ini, dan tidak ada pelayan yang berani ‘memarahi’ majikannya juga.

Saat makan siang, Liu Meng mengeluarkan sebuah keranjang dari cincin interspasialnya. Setelah terbuka, makanan di dalamnya masih hangat. Ini membuat Bai Yunfei tersipu. Bahan makanan juga ada di cincin interspasialnya, namun ada 2 ayam yang masih belum dimasak. Dia awalnya berencana memanggang dan memakannya — jika dibandingkan, dia merasa rencana awalnya terlalu primitif sehingga dia tidak berani mengeluarkannya.

Setelah makan siang, mereka bertiga berjalan berkeliling gunung, bersenang-senang dengan menangkap burung, berburu kelinci, mengumpulkan bunga liar….. di jalan berumput, tawa yang indah terdengar dari waktu ke waktu.

…………

Saat senja, tiga siluet perlahan muncul di jalanan utama dari gerbang timur kota. Mereka tidak lain adalah Bai Yunfei dan dua gadis.

Ada sedikit ekspresi keinginan yang belum terpenuhi di wajah mereka semua. Bai Yunfei berjalan di sebelah kiri, Liu Meng di tengah dan Xiao Ning di sebelah kanan yang menggumamkan sesuatu dengan semangat.

“Anda sangat luar biasa, tuan Yunfei! Burung biru itu sudah terbang tapi anda masih bisa menangkapnya!” Saat Xiao Ning mengingat bagaimana Bai Yunfei ‘terbang’ ke sebuah pohon besar lalu melompat ke udara dan dengan mudah menangkap seekor burung yang terbang dengan tangannya, wajahnya masih penuh kekaguman. Namun, kemudian dia bertanya dengan kecewa, “Tapi kenapa anda melepaskannya? Nona sangat menyukainya….”

“Ha ha, burung itu milik langit, terbang bebas adalah hidup yang harus dimiliknya. Aku menangkapnya hanya untuk menghibur diriku sendiri. Bagaimana bisa aku mengurungnya di sangkar, mengambil kebebasannya?” Bai Yunfei berkata dengan lembut dan tersenyum.

“Bukankah orang lain menyimpan burung di sangkar? Ah, lupakan, lagipula anda yang menangkap burung itu, jadi anda juga yang harus memutuskan… Tapi sayang sekali kelinci putih dengan garis-garis itu lari. Aku tidak pernah melihat kelinci selucu itu. Akan lebih baik jika aku bisa memeliharanya… tidak, bahkan jika kita menangkapnya, akhirnya anda akan melepaskannya, humph!”

“Oh, maksudmu kelinci itu? Sayang sekali dia lari, tapi jika kita menangkapnya, aku tidak akan membiarkannya lepas….” Bai Yunfei berkata dengan serius

“Oh? Apakah anda ingin menyimpannya sebagai peliharaan?”

“Tidak, aku mungkin akan memakannya…”

“Ah! Anda sangat kejam!”

“Er, aku bertanya padamu, Xiao Ning. Diantara makanan yang telah kita makan untuk makan siang hari ini, sepertinya ada satu yang terbuat dari daging kelinci bukan?”

“Itu…”

“Ha ha, baiklah, Xiao Ning, berhenti bertele-tele. Kamu terlalu banyak bicara. Apa tidak lelah?” Melihat kerutan di alis Xiao Ning, Liu Meng mengatakannya dengan tertawa.

Sementara berbicara dan tertawa satu sama lain, mereka bertiga memasuki gerbang kota, berjalan di jalan yang lebar. Namun, segera setelah mereka memasuki kota, jalan mereka dihalangi oleh sekumpulan orang.

“Kak, itu dia! Dia yang merendahkan keluarga Long kita!” Sebuah suara penuh kebencian terdengar. Dua pria itu kemudian berjalan keluar dari kelompok, saling berbicara satu sama lain. Salah satu dari mereka tidak lain adalah tuan muda kedua dari keluarga Long, long tao….. tidak, Long Tao yang kemarin berusaha menyakiti Liu Meng dan ketakutan karena Bai Yunfei. [long tao = utility man]

Bai Yunfei berkata pada gadis itu untuk mundur sejenak. Dia sendiri melangkah maju. Melihat dua pria di depannya, dia berkata dengan mengerutkan dahinya: “Tuan muda Long Tao, mengapa anda tidak pergi?”

“Apa?” Long Tao tertegun. Tidak hanya dirinya yang tidak mengerti apa maksud kata-kata yang tiba-tiba diucapkan Bai Yunfei, tapi orang lain yang ada di tempat itu juga tidak mengerti. Namun, mereka bisa melihat Bai Yunfei yang meremehkan tuan muda Long di depannya….

“Humph! Bajingan sombong! Sepertinya kamu tidak menghargai keluarga Longku!”

Sebelum Long Tai bisa mengatakan sesuatu, pria tinggi, gagah dan berjenggot di sampingnya yang pertama merespon.

Bai Yunfei menatapnya lalu melihat ke arah Long Tao. Sepertinya dari penampilan mereka terlihat mirip, dia bertanya ragu: “Mungkinkah anda ayahnya? Atau anda gang Long atau sejenisnya?”

“Aku… Aku kakaknya!” Pria berjenggot itu berteriak, wajahnya memerah.

“Oh? Anda kakaknya?” Bai Yunfei membandingkan mereka berdua lalu bertanya: “Anda kakaknya, kalau begitu anda tuan muda pertama dari keluarga Long bukan? Siapa namamu?”

Tuan Muda pertama Long itu mendengus dingin dan berkata dengan ekspresi sombong: “Benar! Aku tuan muda pertama dari keluarga Long….. Long Tao!” [Tao yang ini berbeda dengan nama Tao dari tuan muda kedua Long]

Sudut bibir Bai Yunfei berkedut. Napasnya hampir terhenti di tenggorokan. Setelah menatap mereka lama, dia akhirnya tertawa lepas.

“Setelah banyak bicara, ternyata kamu juga long tao! Benar. Kalian memang saudara! Kamu long tao kedua! Ha ha….”

Dibawah tatapan penasaran sekelompok orang itu, Bai Yunfei tertawa keras hingga sedikit berlebihan. Dalam pikirannya, dia merasa nama dua bersaudara ini sangat lucu. Tentu saja, sebagai satu-satunya orang yang mengerti arti kata ‘long tao’, hanya dia yang mengerti ini, meskipun dia sendiri tidak tahu bagaimana dirinya mengetahui ini.

“Humph! Gila dan bahasa gila! Ini membingungkan! Kalian semua kemari! Patahkan kakinya lebih dulu lalu bawa dia dan siksa dia!” Long Tao [kakak tertua] berteriak marah pada sekitar dua puluh bawahannya. Dia sangat marah karena ejekan Bai Yunfei hingga jenggotnya bergetar.

Bai Yunfei berhenti tertawa dan menatap orang-orang yang perlahan mengepungnya, namun tidak ada tanda kepanikan di matanya. Dia memberikan tanda pada dua gadis dibelakangnya dengan mata untuk mundur lagi. Tidak ada jejak kepanikan di mata mereka. Mereka tahu orang-orang ini tidak akan mampu melakukan apapun pada seorang soul cultivator seperti Bai Yunfei.

Pertarungan berakhir dengan cepat. Hampir satu persatu dari dua puluh pria yang menyerang Bai Yunfei meringkuk di tanah dengan memegang perut mereka dan mulut berbusa….

Saat Long Tao [kakak tertua] melihat Bai Yunfei berdiri di tengah tumpukan orang yang  melihatnya dengan ekspresi bahwa mereka tidaklah cukup. Ekpresinya berubah. Dia berkata dengan penuh kebencian: “Humph! Seorang soul cultivator! Lalu apa? Aku akan mengatasimu sendiri!”

Seluruh otot tubuhnya mengembung, dia menyerang Bai Yunfei dengan ekspresi ganas. Melihat ini. Bai Yunfei melengkungkan bibirnya –- sekarang, seorang soul personage tahap akhir sudah bukan ancaman baginya.

Saat itu dia tidak melepaskan soulforcenya sehingga musuh tidak mengetahui betapa kuat dirinya. Sekarang musuh sudah menyerang, Bai Yunfei sebenarnya tidak tertarik dengan pertarungan ini. Dia mengalirkan soulforcenya, matanya berkilat tajam. Dengan menggerakkan tubuhnya, dia berlari ke arah musuh dengan cepat. Di bawah tatapan terkejut lawan, dia melemparkan pukulam dengan tinju kanannya. Pukulan ini mengenai perut musuh dan menerbangkannya. Pada waktu yang bersamaan, dia berteriak sekali lagi dan tidak ada yang mengerti.

“Bagianmu telah habis, bawa pulang dan pergi!”

Translator / Creator: andra