November 30, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 55

 

Artificial Respiration is Needed?

“Kata-kata itu… Bisakah kamu membuatnya menjadi lebih klise?” Bai Yunfei melengkungkan bibirnya dan berkata dengan nada menghina.

“Kau…” Mtuan muda Long kedua tidak mengerti maksud kata ‘klise’ yang ucapkan Bai Yunfei, dia sangat mengerti ekspresi mengina di wajah musuh. Dia berteriak kerasa pada bawahannya, “Kalian semua serang! Patahkan kakinya untukku! Pukuli dia untukku!!”

Mendengar perintah tuannya, orang-orang ini segera mendekati Bai Yunfei dengan tatapan mata kejam.

Bang, bang, bang, bang!!!

Empat suara berirama terdengar. Kemudian, dengan tatapan tercengang di mata tuan muda Long kedua, empat bawahannya yang tadinya akan menyerang secara ganas telah diterbangkan ke belakang seperti busur lalu menabrak tubuhnya!

Tuan muda Long kedua mendorong orang-orang itu dengan sudah payah, berusaha bangun dari tanah dan menatap Bai Yunfei yang perlahan berjalan mendekat. Ekspresi sombong di wajahnya telah menghilang. Dia terus mundur karena ketakutan, berteriak: “Kau… jangan mendekat!! Aku tuan muda kedua dari keluarga Long, Long Tao! Kakakku seorang soul cultivator! Kalau kau berani menyakitiku, keluarga Long pasti tidak akan membiarkanmu!”

Mendengar kata-kata tersebut, Bai Yunfei menghentikan langkahnya dan menatapnya aneh sesaat. Akhirnya dia hanya bisa mencibir: “Oh… begitu. Ternyata kau hanyalah ‘long tao’!!” [long tao merupakan bagian dalam sebuah film

“Benar!! Aku adalah Long Tao! Aku tuan muda kedua dari keluarga Long!! Kamu tidak bisa menyakitiku!” Long tao… er, tuan muda Long Tao tidak menyadari atau dia tidak mengerti nada ejekan dalam ucapan Bai Yunfei, sehingga dia hanya mengangguk terus menerus.

Sudut bibir Bai Yunfei berkedut. Tidak ingin berbicara lagi, dia berkata dengan melambaikan tangannya: “Pergilah!”

Setelah melihat segerombolan orang ini menghilang di keramaian, Bai Yunfei menggelengkan kepala, ekspresi wajahnya masih terlihat aneh. Tidak mungkin bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.

“Nona, nona! Anda baik-baik saja?” Suara penuh kecemasan terdengar. Bai Yunfei yang terkejut segera berbalik. Dia melihat gadis berbaju biru yang sebelumnya bersandar pada dinding sekarang terbaring di tanah. Gadis pelayan itu berjongkok di depannya dengan cemas dan berteriak lembut. Dari suaranya, sepertinya dia menangis.

Bai Yunfei segera mendekat dan berkata: “Nona, kenapa nona anda? Aku bisa membantu…”

Perkataannya tiba-tiba terhenti. Bahkan tubuhnya membeku di sana. Dia menatap terkejut gadis yang tergeletak di tanah dengan mata tertutup itu, wajahnya keheranan.

“Ini dia… ternyata dia!!” Bai Yunfei sangat terkejut karena orang di depannya ini adalah gadis yang bersama Zhang Yang ketika di kota Luoshi — Liu Meng!

Saat ini, sebuah perasaan yang tak bisa dijelaskan mengalir di hatinya. Bai Yunfei hanya berdiri saja di sana seperti sedang melamun. Ketika suara cemas gadis muda itu terdengar lagi dia terkejut. Dengan menggelengkan kepalanya, dia menenangkan pikiranya lalu berjalan ke sisi Liu Meng dan berjongkok untuk melihat apa dia bisa menawarkan bantuan.

Liu Meng terbaring di tanah. Wajah putihnya sekarang memucat, bibirnya tertutup rapat, alis indahnya mengerut. Dia sama sekali tidak bereaksi pada teriakan gadis pelayan itu.

Melihat gadis muda yang seperti itu, Bai Yunfei merasakan sakit di hatinya. Dia berjongkok di depannya tidak berdaya tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia tidak memiliki kemampuan pengobatan sehingga dia tidak bisa melakukan apapun selain cemas. Gadis pelayan itu juga terlihat sangat cemas. Yang dia lakukan hanya memangil ‘nona’ dengan keras.

Tiba-tiba, sebuah ide terlintas di pikiran Bai Yunfei. Dia terkejut dan bergumam.

“Oh… napas buatan yang dibutuhkannya?”

Saat Bai Yunfei dilemma apakah menggunakan metode ini ‘efektif’ untuk pengobatan darurat. Sebuah erangan lembut terdengar. Gadis muda itu sadar kembali.

Rasa ‘penyesalan’ tiba-tiba muncul dalam hatinya. Setelah sedikit meremehkan dirinya sendiri, Bai Yunfei bertanya dengan cemas: “Nona, anda baik-baik saja? Apa ada yang terluka?”

Meskipun gadis itu telah bangun, dia masih belum membuka matanya dan alisnya mengerut, sebuah lapisan keringat muncul di dahinya, seakan dia merasakan sakit yang hebat. Dia memanggil dengan lembut: “Xiao Ning, di mana, di mana kamu?”

“Aku di sini, nona! Aku di sini! Anda baik-baik saja? Jangan menakutiku!” Gadis pelayan itu menjawabnya tanpa henti, dia sangat cemas, air matanya menetes.

“Bawa, bawa aku ke dokter, cepat…” Suara rapuh gadis muda itu membangunkan gadis pelayan yang cemas agar melakukan sesuatu yang penting saat ini.

“Ya! Ya! Ayo pergi ke dokter!” Sekarang Xiao Ning mulai bereaksi. Dia ingin pergi dan mengangkat nonanya namun dia menyadari dengan tubuhnya yang kecil, tidak mungkin baginya membawa nona ini ke dokter.

Ketika dia mulai merasa cemas, seseorang tiba-tiba mengulurkan tangannya meraih belakang leher dan lutut nona itu lalu mengangkatnya.

Xiao Ning terkejut, namun dia tidak bereaksi. Dia mengangkat kepalanya untuk melihat, dia melihat seorang pemuda yang melawan para bajingan itu tadi.

Meskipun dia merasa kurang pantas bagi seorang nona muda di bopong oleh orang asing seperti ini, namun sekarang bukan saat yang tepat baginya untuk rewel dan dia berkata pada Bai Yunfei: “Terima kasih, terima kasih banyak tuan. Tolong bawa nona saya ke dokter secepatnya….”

“Ya, Ayo.” Bai Yunfei bergegas dan gadis itu menunjukkan jalannya. Meskipun sedang membopong seorang gadis cantik dengan wangi yang harum di dadanya, dia tidak merasa nyaman sama sekali. Sebaliknya ada kecemasan di hatinya.

… … … …

Di klinik, Bai Yunfei yang duduk di sebuah bangku depan pintu asyik memperhatikan orang-orang yang datang dan pergi di jalan, sambil memikirkan sesuatu,.

Sudah lebih dari satu jam sejak dia membawa Liu Meng ke tempat ini. Dokter sedang memberikan perawatan di dalam. Akan lebih baik baginya tidak menganggu sehingga Bai Yunfei duduk di sini di ruang tunggu.

Langkah lembut terdengar dari belakangnya, berjalan mendekatinya. Dia segera berbalik untuk melihat dengan ekspresi senang.

Dia melihat Liu Meng yang perlahan berjalan mendekat dengan bantuan Xiao Ning.

Dengan mengenakan baju biru, dia terlihat segar dan anggun. Pinggangnya ramping, penampilannya yang anggun, dan rambut indahnya menjuntai di belakang seperti air terjun. Wajahnya sedikit memerah. Dengan senyum tipis di sudut bibirnya, dia menatapnya dengan mata besarnya yang cerah.

Bai Yunfei terpesona dengan penampilannya….

“Pfff… Tuan, nona saya sedang berbicara pada anda! Sadarlah!” Bai Yunfei tersadar. Dia melihat gadis pelayan Xio Ning yang menatapnya nakal dan di sampingnya, Liu Meng yang memerah. Dia menatap tajam Xiao Ning dengan agak kesal lalu menatap lembut Bai Yunfei dengan penuh hormat.

“Tuan, terima kasih banyak telah menolong saya tadi….” Suaranya sangat jelas, lembut dan merdu.

Bai Yunfei terpesona lagi, namun ada sedikit kekecewaan di hatinya: “Dia… benar-benar tidak mengingatku.”

Namun dia menggelengkan kepalanya lagi, berkata pada dirinya sendiri: “Apa yang kupikirkan? Normal baginya tidak mengingatku. Lagi pula, saat pertama kali kita bertemu, aku hanyalah ‘rakyat jelata’ di mata orang-orang kaya….”

“Hey! Tuan, anda melamun lagi!”

Mendengar peringatan Xiao Ning lagi. Bai Yunfei menghapus pikiran dalam benaknya itu dan bertanya ragu: “Apa?”

“He he… Tuan, meskipun nona saya sangat menakjubkan, anda tidak bisa melamun dengan menatapnya seperti itu!” Xiao Ning tertawa dan berkata nakal lagi, “Nona saya ingin meminta anda berkunjung ke kedai teh sebagai ungkapan terima kasih karena pertolongan anda tadi!”

“Ah? Oh, baiklah…” Bai Yunfei menggaruk kepalanya karena malu lalu mengangguk setuju.

… … … …

Translator / Creator: andra