September 27, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 5

 

The Death of Uncle Wu and the Transformation

Direwolf mendekati mereka berdua selangkah demi selangkah. Dari tubuhnya darah menetes ke tanah tanpa henti. Di belakangnya, potongan-potongan tubuh yang telah menutupi hampir sebagian arena. Sesaat dia tidak hanya telihat seperti iblis yang baru selesai mandi darah, walaupun sebenarnya memang seperti itu!

Ketika Direwolf memutar mata untuk melihatnya, Bai Yunfei merasa tekanan yang sangat kuat menyerangnya. Getaran dari dalam dirinya menyebabkan seluruh tubuhnya menjadi kaku. Ketakutan yang tak terhingga memenuhi pikirannya. Semua yang dapat ia lihat hanyalah arena yang semerah darah dan seorang iblis kejam yang berjalan selangkah demi selangkah mendekatinya.

“Ini buruk. Cepat lari, Yunfei! Ayo berpencar dan cepat lari!” melihat Direwolf mendekat, paman Wu terpaksa meredam rasa takut di hatinya dan berteriak pada Yunfei. Kemudian dia lari menuju sisi yang lain.

Setelah berlari lebih dari sepuluh meter, paman Wu menoleh dan menyadari bahwa Yunfei masih berdiri dengan tatapan bingung pada kegilaan yang perlahan-lahan mendekatinya.

“Yunfei! Cepat lari!” Paman Wu memperingatkannya dengan suara keras tapi Bai Yunfei tetap tidak bereaksi sama sekali.

Saat ini, hanya ada ketakutan dipikiran Bai Yunfei. Pemikiran untuk segera lari sama sekali tidak ada. Pria yang mati secara mengerikan sebelumnya masih telintas dipikirannya. Lalu sepertinya semua kembali ke dirinya sendiri. Mati, dia akan mati,mati!

Direwolf sudah semakin mendekat!

Paman Wu memperingatkannya kembali tapi sepertinya hal itu tidak berguna. Melihat Direwolf yang berjalan mendekati Yunfei, dia melihat kapak ditangannya dan melihat Yunfei, matanya penuh dengan kebulatan tekad. Dia melihat kearah Direwolf dan melemparkan kapak di tangannya dengan sekuat tenaga.

“Kau Iblis! Kemari dan bunuh aku!”

Paman Wu menjadikan dirinya sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian Direwolf, berusaha memberikan Bai Yunfei waktu untuk lari menyelamatkan diri!

Direwolf sedikit mencondongkan dirinya ke sisi lain, menghindari kapak. Dia melihat kearah paman Wu namun tidak mengejarnya seperti yang dia pikir. Sebaliknya, dia melihat ke arah Bai Yunfei seolah-olah memikirikan sesuatu kemudian samar-samar memperlihatkan senyuman yang keji…Setelah itu, dia meraih sebuah palu tembaga yang tergeletak di samping kakinya dan….melemparnya kearah Bai Yunfei!

Dengan wajah penuh kebingungan, Bai Yunfei masih berdiri disana. Jika palu tembaga itu mengenainya, dia pasti tidak memiliki kesempatan untuk hidup!

“Bang!” Sebuah suara terdengar dari benda berat yang menghantam tubuh. Para penonton di sekitar arena bersorak bersama.

Mereka terkejut bukan karena palu  tersebut mengenai seseorang, tapi karena palu tersebut melukai …. Paman Wu bukan Bai Yunfei yang masih berdiri!

Pada saat-saat terakhir, paman Wu tanpa diduga bergegas berlari menuju Bai Yunfei dan mendorongnya, tapi palu yang melayang itu melukai dada nya!

“Pu!” Darah segar menyembur dari mulut paman Wu dan menyembur ke udara dan pada palu sebelum akhirnya terjatuh ke tanah, wajah Bai Yunfei dan pikirannya — sedingin es.

Dalam sekejap mata, semua suara yang ada di sekelilingnya lenyap. Ketika Bai Yunfei melihat paman Wu terjatuh didepannya dengan ekspresi khawatir… tenaga yang sebelumnya hilang telah kembali pada dirinya. Dia menangkap paman Wu yang terjatuh dengan gerakan yang sedikit kaku, meletakkannya di tanah, berlutut disampingnya dengan sedikit terkejut: “Paman…Paman Wu?”

Peristiwa yang tiba-tiba ini mengejutkan semuanya. Mereka berhenti berteriak untuk sementara waktu dan melihat Bai Yunfei di arena sambil berbisik satu sama lain,

Direwolf juga menghentikan langkahnya. Dia tidak melanjutkan langkahnya untuk maju, tapi dia melihat dua orang yang tidak jauh di depannya dengan penuh antusias.

Darah terus-menerus keluar dari mulut paman Wu. Membentuk luka yang cukup dalam di dadanya. Darah yang keluar telah sepenuhnya menjadikan bajunya merah.

“Yunfei… Uhuk uhuk.. kamu akhirnya tersadar, kan?…Lari, kamu harus lari…”

“Paman Wu, paman Wu… jangan bicara, jangan bicara… paman Wu.. kau.. kau tidak boleh mati.. jangan mati…” Bai Yunfei pun membersihkan darah yang keluar dari mulut paman Wu dan air matanya yang tak henti-hentinya mengalir, menetesi wajah paman Wu.

“Ha ha…Jangan merasa bersalah, Yunfei. Aku tidak menyesal…tak masalah selama kamu bisa hidup…”

“Kamu tahu? Nak, ketika pertama kali aku melihat matamu yang jernih, aku berpikir, jika cucuku tersayang masih hidup, jika kalian berdua tinggal di luar, aku pasti akan memperkenalkanmu dengan Xio Yu’er. Kamu..pasti akan menjadi pasangan bahagia, ha ha…uhuk uhuk!” Mungkin karena memikirkan sesuatu yang bahagia atau karena ini adalah saat terakhir sebelum kematiannya, paman Wu mengucapkan kata-kata itu dengan cepat. Lalu dia mulai terbatuk, mengeluarkan banyak sekali darah bahkan mengeluarkan beberapa serpihan organ dalam miliknya melalui mulut!

“Paman Wu, paman Wu…” Hati Bai Yunfei sakit seperti ditusuk sebilah pisau. Sejujurnya dia tidak tahu harus berkata apa dan hanya bisa meneriakkan nama paman Wu berkali-kali.

Paman Wu mengangkat tangannya dengan sedikit kesulitan dan menghapus air mata dari wajah Bai Yunfei, dengan mata yang penuh kasih sayang:

“Yunfei.. kamu harus hidup dengan tekat yang kuat.. apapun yang terjadi sesulit apapun nantinya, jangan pernah berhenti berharap…ingat perkataanku.. kamu harus hidup.. dengan hati nurani!”

“Pada akhirnya… aku belum.. membalaskan dendam cucuku…atas kematiannya….”

Tangan lembut yang membelai itu Bai Yunfei jatuh tak bertenaga dan berhenti bergerak..”Paman Wu…paman Wu…”

Bai Yunfei bergumam sambil memperhatikan pria tua yang bahkan belum setengah hari dikenalnya, mengungkapkan perasaan dalam hatinya.

“Ah!”

“Ah!”

“Ah!”

Bai Yunfei mengangkat kepalanya dan menangis sekeras-kerasnya, tapi itu tidak dapat meredakan kesedihan di hatinya. Dua goresan merah mengalir di wajahnya… Air mata darah!

Disisi lain, Zhang Wang memperhatikan Yunfei yang berada di arena dengan senyum dingin di sudut bibirnya, matanya penuh dengan kepuasan.

Tuan muda Zheng kedua itu juga memperhatikan Bai Yunfei. Ekspresinya sedikit berubah.

Saat ini bahkan pria dengan jubah hitam di sebelah kiri mengangkat kepalnya, sepertinya sedang mengamati situasi yang terjadi di arena… Direwolf dengan dingin menatap Bai Yunfei yang ada didepannya. Rupanya karena dia merasa cukup sering melihat situasi seperti ini, dia bersiap mengangkat kakinya dan mulai berjalan kedepan.

Namun dia melihat Bai Yunfei yang berhenti menangis, perlahan berdiri kemudian mendekat kearahnya selangkah demi selangkah dengan membawa sebuah batu ditangannya!

Tanpa diduga Direwolf merasa sedikit takut ketika lawannya mulai mendekat dengan mata yang berdarah.

“Takut? Mana mungkin…?”

Direwolf sedikit menggelengkan kepala dan berjalan mendekati Bai Yunfei. Dia memutuskan untuk menyiksa perlahan-lahan musuh terakhirnya ini sampai mati… Karena mereka sudah tidak terlalu jauh satu sama lain, mereka berhadapan setelah beberapa kali helaan napas. Direwolf mengangkat tinju kanannya dan melemparkan pukulan ke arah wajah Bai Yunfei.

Bai Yunfei mengangkat batu dan mengarahkannya pada tinju Direwolf.

Mengingat kemampuan Direwolf, dia dapat menghindari batu itu dengan mudah, namun dia tidak akan melakukan itu. Sebuah batu? Dia bahkan dapat menghancurkan tembok menjadi berkeping-keping hanya dengan sebuah pukulan!

Meremukkan batu lalu mematahkan lengan anak itu, ini bukan ide yang terlalu buruk. Senyum dingin terlihat di sudut bibir Direwolf.

“Pa!”

“Clack!’

Suara pertama terdengar dari batu yang ditinjunya.

Namun suara yang kedua bukan dari batu yang di hancurkannya. Sebaliknya itu suara tulang yang mulai hancur!

Direwolf menunduk melihat jarinya yang patah dengan tertegun. Dia bahkan lupa tentang nyeri dan semua gerakannya.. Namun tidak dengan Bai Yunfei!

Setelah menghancurkan tinju Direwolf dengan batu, dia melangkah maju, mengangkat batu itu dan mengayunkannya kearah dahinya!

Ketika batu itu jatuh, Direwolf sudah sepenuhnya tersadar, tapi itu sudah terlambat baginya untuk menghindar — mungkinkah kepalanya akan hancur seperti tinjunya juga?

“Kamu bercanda?!”

Seketika, Direwolf merasakan kekuatan itu di seluruh tubuhnya, yang sebelumnya hanya samar-samar, tiba-tiba meningkat, menggeliat di dalam tubuhnya dan mengalir ke kepala. Kulit pada wajah dan kepalanya mengejang sedikit demi sedikit lalu tiba-tiba berubah menjadi seperti lapisan tanduk, ini sepertinya…semakin mengeras?

“Oh?” di stand, Zhang Yang dengan ekspresi senang.” Hancur?”

“Pa!” Terdengar sebuah suara.

Itu adalah suara batu yang memukul kepala. Kali ini, tidak ada suara tulang yang retak.

“Aku tidak teluka! Tapi….aku bisa menghindar!”

Direwolf sangat gembira. Meluapkan kegembiraan di hatinya, dia kembali dengan ekspresi kejamnya. Namun saat akan mengangkat tangan untuk melakukan balasan, tiba-tiba… kepalanya merasa pusing sesaat.

+10 Additional effect: Attack memiliki 1% kesempatan stun pada target maksimal 3 detik (ketika menyerang kepala, chance stunning akan bertambah 5%).

Trigger Successful!

“Oh?” dari stand, sebuah suara terdengar lagi. Kali ini, berasal dari pria berjubah!

“Ada apa, paman Qin?” Tuan muda Zheng kedua bertanya dengan ragu.

“Beberapa saat lalu, aku sepertinya merasakan sesuatu, batu itu…ada perubahan Soulforce di dalamnya..”

“Apa? Jangan-jangan… batu itu adalah soul item? Bagaima mungkin…?”

“Oh.. Mungkin karena Direwolf sudah sepenuhnya bangkit, perubahan soulforce ketika memasuki Stage Soul Apprentice jika aku tidak keliru.. Dan lagi, soulforce pemuda itu juga bangkit. Meskipun masih sangat lemah, itu sudah sangat menunjukkan perubahan…Aku mungkin telah membuat kesalahan.”

Di arena, Direwolf tiba-tiba merasakan pusing yang menyebabkan pikirannya kosong Tentu, dia tidak dapat mengontrol soulforcenya dan transformasi yang ada di kepalanya tiba-tiba menghilang.

Tapi serangan kedua Yunfei menggunakan batu tersebut berlanjut!

“Pa!”

“Clack!”

Um, kali ini, terdengar suara tulang yang patah.

Detik pertama!

Tubuh Direwolf mundur selangkah, diikuti dengan serangan ketiga dari batu!

Saat ini, selain suara tulang yang patah, darah juga mulai keluar!

Detik kedua!

Direwolf akhirnya kehilangan keseimbangan dan jatuh kebelakang.

Dengan mata yang berdarah-darah, Bai Yunfei tidak berhenti. Dia maju selangkah, berjongkok, mengangkat batu itu dan memukulkannya kembali!

Detik ketiga!

Direwolf akhirnya tersadar dari rasa pusingnya. Hal pertama yang dirasakannya – kepalanya terasa sangat sakit.. Lalu dia dapat memulihkan pengelihatannya dan melihat..sebuah batu!

Setelah itu, dia tidak sadarkan diri — kali ini benar-benar pingsan — dalam artian dia mungkin tidak berkesempatan untuk terbangun kembali.

Dengan serangan ketiga dari batu, Bai Yunfei telah meratakan wajah Direwolf dan mengalahkannya, dia benar-benar tidak berdaya dan membeku.

Kemudian dia memukul-mukulkan batu itu lagi dan lagi tanpa henti. Seluruh arena terdiam. Semuanya tertegun melihat pemuda itu mengayunkan batu miliknya di arena, termasuk Zhang Yang, tuan muda Zheng kedua dan bahkan paman Qin… Sulit diungkapkan berapa kali batu itu bisa menyerang Direwolf. Bahkan Bai Yunfei pun tak tahu jawaban pertanyaan ini, biarkan dan amati saja.

Setelah cukup lama, Bai Yunfei akhirnya mengakhirinya, karena… dia sudah merasa tidak  sedang ‘memukuli kepala’.. Matanya berhenti mengeluarkan air mata, tapi masih ada bekas darah. Dia mengangkat tangannya dan mengusap matanya. Akhirnya dia mulai tenang kembali.

Dia menundukkan kepalanya untuk melihat Direwolf yang terbaring di bawahnya. Setelah beberapa saat dia hilang akal, perlahan dia berdiri. Berjalan mendekati tubuh paman Wu, membawanya dan menengok kearah Zhang Yang dan berkata:

“Aku sudah menang. Biarkan aku pergi…”

Dengan tatapan dinginnya, Zhang Yang tiba-tiba merasa cemas dan ketakutan. Tapi dia bereaksi dengan tubuh yang gemetar, ekspresinya berubah.

Dia melihat mayat Direwolf di arena kemudian melihat kearah Bai Yunfei. Tiba-tiba, dengan ekspresi kejam, dia menunjuk Bai Yunfei dan berteriak histeris:

“Pengawal! Pengawal! Bunuh dia untukku! Bunuh dia!”

 

Translator / Creator: andra