September 27, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 4

 

Slaughter in the Coliseum

Coliseum termasuk dalam sisi gelap kota Luoshi. Tempat terkenal tersebut dikendalikan oleh keluarga Zhang untuk menarik minat para orang-orang kaya dan para bangsawan. Bahkan banyak penduduk di seluruh provinsi Qingyun telah mengetahuinya.

Tempat ini diperuntukkan bagi orang kaya maupun bangsawan untuk membunuh, menikmati kesenangan dan mencari darah serta melukai orang lain saat mereka merasa bosan.

Meskipun disebut Coliseum (arena bertarung hewan di Cina), itu bukan benar-benar tempat untuk para hewan bertarung satu sama lain. Yang terlibat dalam pembunuhan ini adalah, manusia!

Mata Bai Yunfei seolah keluar dari tempatnya, mulutnya terbuka karena keherannan, tubuhnya gemetar – dia tidak pernah memikirkan orang-orang akan bertarung secara brutal.

Di luar Coliseum, dua bayangan merah terlihat sedang terlibat dalam sebuah pertarungan. Untuk menambah durasi bertarung, senjata tidak boleh digunakan dalam Coliseum. Jika kamu ingin bertahan, kamu harus menggunakan tangan, kaki, kepala bahkan gigimu. Hanya dengan menggunakan itu mustahil bagi lawan untuk berdiri dan bertahan. Dan jika kamu kalah, ini artinya kematian untukmu.

Mereka disebut bayangan merah karena tubuh mereka dipenuhi darah! Darah mereka sendiri dan darah orang lain.

Seorang pria kuat dengan tubuh seperti beruang, alis mata yang tebal dan mata besar yang kelelahan. Salah satu matanya penuh darah. Telinga kirinya bahkan telah sobek dan tubuhnya sedikit bergetar. Tetapi sebelah matanya masih menunjukkan kemarahan. Berteriak seperti binatang, mengayunkan tinju besarnya, dia menyerang pria paruh baya di depannya yang terlihat lebih kecil darinya.

Ada banyak luka juga di tubuh pria paruh baya itu, tapi tak tampak jauh lebih parah dibanding lawannya. Saat pria besar itu mulai meninju, tanpa diduga dia tidak menghindar. Sebaliknya, dia mengacungkan tinjunya, dengan harapan dapat mengenai pria besar itu!

Ketika lengan kirinya mulai menyerang, sepertinya lengannya tiba-tiba membengkak. Setelah tinju mereka bertabrakan. Pria besar itu menangis kesakitan dan mundur beberapa langkah. Jari di tangan kanannya membengkok tak berbentuk dan darahnya memuncrat keluar. Beberapa jari yang patah bahkan terlihat keluar dari kulitnya!

Pria paruh baya itu mengibaskan darah yang ada di tangannya – darah dari lawannya. Bahkan dia sempat mejilat nikmat darah tersebut dengan pandangan yang menakutkan. Dia lebih terlihat seperti hewan buas yang berhasil membunuh mangsanya dari pada seorang manusia.

‘Penonton’ di luar arena berteriak gembira sesaat. Orang-orang kaya dan para bangsawan ini telah sepenuhnya kehilangan keanggunan mereka,yang membedakan hanyalah tampilan luar mereka saja. Wajah mereka memerah dan terlihat sangat senang. Mata mereka terbuka lebar, takut kehilangan setiap adegan menyenangkan ini.

Mereka juga gemetar seper seperti Bai Yunfei. Tapi bedanya adalah mereka gemetar bahagia sedangkan Bai Yunfei gemetar ketakutan.

Arena di sekeliling dua orang tadi, penuh dengan bekas lumuran darah, baik itu merah maupun hitam. Beberapa bercak darah tersebut milik mereka dan sisanya milik orang-orang dari pertarungan sebelumnya.

Diatas ‘stand’ terdapat beberapa kursi mewah yang terletak diatas Bai Yunfei dan yang lainnya. Saat ini, terdapat tiga orang yang sedang duduk diatas kursi tersebut, menyaksikan pertandingan yang ada dibawah.

Salah satu dari mereka adalah Zhang Yang!

Bersikap seperti bangsawan muda, dia menunjuk pria paruh baya itu sambil mengatakan pada seseorang di sampingnya:”Tuan Muda Zheng kedua, bagimana menurutmu Coliseum milikku ini? Ini adalah sebuah tempat yang dapat membuat darah mendidih, bukan? Tidak ada satupun yang lebih buas di Coliseum ini. Dia dipanggil Direwolf…”

Selain dirinya, masih ada seorang pemuda dengan pakaian indah berwarna ungu dengan wajah yang tak kalah tampan dari Zhang Yang, sedang menyaksikan pertandingan di arena dengan tanpa ekspresi. Dia menganguk dan berkata: “Tidak buruk, orang itu sudah dalam keadaan setengah sadar. Tidak lama lagi dia akan sepenuhnya sadar dan dia dapat menuju Stage Soul Apprentice.”  Meskipun itu kata-kata pujian, namun ekspresinya menunjukkan ketidakpuasan dan membuatnya nampak asal-asalan ketika berbicara

Namun, Zhang Yang tidak tidak keberatan dengan hal itu. Dia berkata dengan senyum senang: “Nyawa seorang Soul Apprentice tentu saja tidak layak mendapat persetujuan anda, Tuan Muda Zheng kedua. Keluarga Zheng memiliki banyak orang – orang berbakat dan ahli. Bagaimana bisa keluarga seperti mereka dibandingkan dengan yang lain…” Dia tahu bahwa Tuan muda Zhang kedua yang tinggal di kota, terlihat meremehkan keluarganya. Saat ini, yang dia tahu tuan muda ini datang ke Coluseum di kota Loushi dan dia hanya perlu melayaninya dengan baik dan tidak membuatnya marah.

Seseorang di sebelah kanan yang tertutup jubah hitam dari kepala hingga kaki. Wajahnya tidak terlihat jelas. Saat ini, dia tampak menyilangkan tangannya di dada dan kepalanya sedikit menunduk. Sepertinya dia sedang tertidur…. Sekarang, pertarungan di arena telah mendekati akhir. Pria besar itu sepertinya bukan tandingan si pria paruh baya. Pergerakannya semakin melambat dan melambat luka ditubuhnya pun semakin bertambah banyak. Sorakan para penonton juga semakin meriah.

Hingga akhirnya, pria paruh baya itu menjatuhkan si pria besar dengan sebuah tendangan. Menginjak-injak dadanya menggunakan kaki kirinya, dia mengangkat salah satu lengan nya menggunakan tangan dan menariknya paksa!

Tak diduga, lengan pria besar itupun terputus!

Para penonton pun bersorak. Sepertinya dikarenakan adegan ini terlalu berdarah, beberapa penonton wanita satu per satu mengalihkan pandangan mereka. Namun, diam-diam mereka masih melirik kearah arena melalui sudut matanya, pipi mereka memerah karena gembira.

Tak lama, pria baruh baya itu menghancurkan kepala sang lawan seperti semangka dan menginjak-injaknya mengggunakan kaki.. Melihat cipratan sesuatu berwarna merah dan putih, Bai Yunfei akhirnya tidak tahan lagi. Dia pergi ke sudut dinding dan mulai muntah. Paman Wu juga gemetar dan mengenggam Yunfei.

Sekarang, bahkan beberapa pria yang terlihat kejam di depan mereka terlihat ekspresi ketakutan dimatanya.

Saat ini, pintu kayu penjara telah di buka. Sekitar sepuluh orang lengkap dengan senjata di tangan muncul dari balik pintu. Pria yang sebelumnya  membawa roti kukus untuk mereka berteriak: “ Semuanya keluar! Ambil senjata kalian! Dan persiapkan diri bertarung untuk kebebasan kalian!”

Beberapa pria saling memandang satu sama lain tapi pada akhirnya mereka tetap keluar satu persatu. Paman Wu dan Bai Yunfei adalah yang keluar paling akhir.

Ketika siapapun keluar, pria yang telah membuka pintu itu mengambil senjata dan memberi mereka senjata. Namun sepertinya pria tersebut telah diberi perintah sebelumnya. Dia melihat Yunfei dengan senyuman yang mencurigakan dan tidak memberinya senjata.

“Kenapa…kenapa kamu tidak memberiku senjata?”

“Ha ha, bukannya tangan mu telah memegang senjata? Apa kamu masih mau yang lain? Banyak omong, cepat masuk arena!” Canda pria itu sambil sesekali melihat batu di tangannya.— Bai Yunfei selalu memegangnya, berpikir itu dapat membuatnya merasa sedikit aman.

Tanpa adanya sopan santun, pria itu menendang Bai Yunfei agar segera menuju arena.

Bai Yunfei menyusul paman Wu. Dia masih dengan ekspresi bingung. Melihat para penonton yang mengenakan pakaian indah itu menilainya dan teman satu tahanannya dengan tatapan heran dan bingung, tiba-tiba menimbulkan banyak pikiran di benaknya.

“Di mata orang-orang ini, aku hanyalah seekor semut…”

Zhang Yang berdiri, maju beberapa langkah dan berkata dengan lantang pada para penonton: “ Semuanya! Yang berikutnya adalah bonus special untuk hari ini! Pemenang saat ini, Direwolf, menghadapi gang yang kejam ini!”

Saat ini, dia melihat kearah arena. Ketika dia melihat paman Wu dan Bai Yunfei yang sedang berbicara di belakang grup, matanya terlihat menyiratkan kekejian dan kepuasan. Dan saat dia melihat batu yang ada di tangan Yunfei, dia sedikit terkejut. Dia kemudian tertawa dan sekilas melihat kearah bawahannya yang ada disampingnya.

Di arena, mendengar suara Zhang Yang, Paman Wu mengalihkan pandangannya. Dia melihat Zhang Yang yang berada di stand atas, seluruh tubuhnya bergetar, kebencian terlihat dari matanya.

Bai Yunfei juga dapat mengenali Zhang Yang. Dia bahkan dapat merasakan ekspresi tatapan mengejek dan kejam Zhang Yang ketika mellihatnya…”Benar itu dia… Kenapa? Hanya karena aku telah menyakiti nona muda kemarin? Tapi, apa hak mu untuk memutuskan hidup dan matinya seseorang dengan mudah? Apa hak mu melihatku seperti seekor semut?”

Bai Yunfei merasa bahwa ada perasaan yang tak dapat diucapkan di dalam hatinya yang memberontak dan seperti akan meledak.

Zhang Yang menunjuk Direwolf dan berkata pada orang-orang di sekitar arena:” Kalian semua narapidana hukuman mati yang saya beli dari penjara. Orang-orang seperti kalian yang telah melakukan pembakaran, pembunuhan dan perampokan tiap hari. Kalian sudah harus mati. Tapi hari ini aku memberimu kesempatan untuk hidup. Lawan dia bersama-sama. Siapapun yang masih bertahan di arena setelah setengah jam, kalian akan dibebaskan!”

Semuanya mengerti  apa yang diucapkannya. Para penontong berbisik satu sama lain dan menunjuk-nunjukkan tangan mereka kearah arena. Beberapa diantaranya bahkan memperlihatkan raut wajah ’takjub’ pada mereka.

“Jadi mereka semua narapidana mati. Banyak orang berkumpul, bahkan ada yang bersenjata, bisakah Direwolf menang?”

“Sekitar sepuluh orang atau lebih yang berada di depan terlihat seperti pelaku kriminal, namun coba lihat dua orang dibelakang. Tidakkah jelas mereka hanyalah orang tua dan anak –anak?”

“Hah, lihat, lihat, apa yang di bawa anak muda itu ditangannya?”

“Sebuah batu?”

“Batu… Ha ha! Batu!”

Setelah orang-orang di arena mendengarkan perkataan Zhang Yang, mata mereka terpancarkan harapan. Setidaknya tidak ada yang ingin mati jika itu untuk mempertahankan hidup mereka. Sekitar sepuluh  orang berkumpul di depan dan berbisik satu sama lain.

Direwolf jelas sudah mengetahui ‘program’ ini sebelumnya. Dia masih berdiri dengan tangan yang disilangkan dan memandang orang-orang bersenjata di depannya dengan tatapan tenang. Di samping kakinya, darah dari masih bercucuran dari mayat pria besar tadi… Paman Wu dengan tatapan yang terbaca, menatap kedepan beberapa saat lalu menarik Yunfei, sambil berkata dengan suara pelan: “ Yunfei, dengarkan aku, ayo bersembuyi disuatu temapat. Jika pria itu menyerang, lari. Jangan melawannya. Kita tak dapat mengalahkannya. Hanya 30 menit dan arena ini tidaklah kecil. Jika kita berusaha sekuat tenaga menghindar, mungkin kita dapat kesempatan untuk tetap bertahan!”

Zhang Yang kembali ke kursinya dan berkata sambil menlambaikan tangan: “ Ayo kita mulai!”

Mendengar perintah itu, Direwolf memberikan seringai kejam. Dia mulai melangkahkan kakinya dan perlahan menuju ke arah orang-orang yang ada di depannya.

Dengan berbagai macam senjata di tangan mereka. Narapidana mati itu sedikit demi sedikit mulai menyebar. Banyak diantara mereka ketakutan dan tidak ada yang berani memulai terlebih dahulu.

Direwolf perlahan-lahan selangkah demi selangkah mendekat kearah mereka. Karena baru saja dia berdiri dari sana, kakinya seperti telah direndam darah pria yang yang telah dibunuhnya tadi. Dan sekarang setiap langkahnya meninggalkan jejak darah. Tak hanya itu, Seluruh tubuhnya juga dipenuhi noda darah, seperti iblis yang berjalan keluar dari tumpahan darah. Jadi, setiap langkah yang diambilnya, seolah olah akan mencap hati semua orang.

Pada akhirnya, seorang tahanan tidak dapat menahan ketakutan ini lagi. Dia berteriak dengan kencang, seperti akan meledak:” Dia telah terluka karena pertarungan sebelumnya. Ayo semuanya. Bunuh dia dan kita dapat selamat!”

Sesuatu tidak berjalan sesuai yang diinginkan ketika mereka mulai bertindak brutal. Ketakutan luar biasa telah meledak menjadi perjuangan untuk hidup. Orang-orang ini mulai menyerang bersamaan. Mata mereka merah seperti orang gila. Mengacungkan senjata, mereka menyerang Direwolf secara langsung!

Terlihat tatapan jijik dimata Direwolf. Dia mengangkat tangannya dan meraih long spear dengan sepenuh tenaga. Pengguna spear ini tidak dapat menahan kekuatan luar biasa yang berasal dari gagang spear tersebut. Tubuhnya gontai dan menabrak dua orang yang berada disampingnya.

Direwolf kemudian perlahan mulai memiringkan tubuhnya kesisi lain, menghindari Short Saber yang mendekatinya. Setelah itu, dia mengakngkat kakinya, menangkis sebuah palu tembaga besar yang melayang dengan sebuah tendangan. Lalu membungkuk dan mengambil kesempatan untuk mengayunkan Spear ditangannya, dalam sekejap dapat menjatuhkan beberapa orang.

Seluruh gang telah berhasil dikalahkan dalam sekejap mata!

Apa yang terjadi kemudian adalah sebuah pembantaian sepihak. Gemeretak leher karena tendangan, menghancurkan dada dengan injakan kaki, sambil mengayunkan Light Saber dapat memotong pinggang tiga orang dengan sekali tebas…Awalnya penonton masih tercengang, namun kemudian setelah Direwolf membunuh beberapa orang, mereka tiba-tiba berteriak! Karena mereka terbiasa melihat pertandingan yang lama, dan tiba-tiba muncul pembantaian yang ‘cerdik dan menyenangkan’ ini membuat  mereka merasa senang dan merasakan sesuatu yang berbeda… kurang dari 10 menit, lebih dari 10 orang sudah hampir terbunuh, belum 30 menit!

Sekarang banyak dari mereka yang melemparkan senjata dan berlari. Tapi mereka tertangkap hanya dalam beberapa langkah.

Siapapun yang tertangkap, akan terbunuh~

Akhirnya, tidak ada satupun yang bertahan di sekitar Direwolf

Kemuadian dia mengalihkan pandangannya, melihat paman Wu dan Bai Yunfei!

 

Translator / Creator: andra