October 19, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 23

 

The Zhang Family’s Movements; Come To The Rescue

Blackwood Stronghold telah terlahap api yang besar hingga menjadi abu dan semua bandit telah dibasmi!

Berita ini telah menyebar ke berbagai tempat dengan sangat cepat seolah-olah memiliki sayap. Desa-desa di sekitar gunung Blackwood yang telah biasa diusik oleh para bandit, mereka semua gembira karena para wanita yang diculik telah kembali dengan selamat dan yang lebih penting, karena bandit menjijikkan itu sudah tidak ada lagi.

Para pedagang di kota Ganling dan Luoshi sangat gembira hingga mereka juga merayakannya. Mulai sekarang, mereka tidak perlu cemas saat membawa barang-barang.

Tidak seperti kegembiraan dan kebahagian orang-orang itu, kediaman keluarga Zhang di kota Luoshi nampaknya agak sedikit suram. Suasana yang berbeda ini dibuat oleh Zhang Zhenshan yang sedang duduk di kursi ruang tamu sambil membaca surat di tangannya dengan ekspresi tak terbaca.

Setelah membaca surat, dia menundukkan kepalanya dan merenung dalam diam sesaat. Lalu mengangkat kepala dan melihat pembantu dan berkata: “Buatlah beberapa persiapan. Aku harus segera pergi ke kota Baifeng!”

“Baiklah, Tuan.”

Pembantu itu menjawab lalu bergegas memerintahkan bawahannya untuk mulai menyiapkannya. Saat dia keluar dari pintu, dia menabrak seseorang. Dia menundukkan kepala dan memberi hormat sambil berkata: “Tuan muda.”

“Humph.” Orang itu menjawabnya santai sambil mendengus lalu memasuki ruangan. Menyembunyikan kesombongan dan sikap semena-menanya, dia membungkuk memberi hormat pada Zhang Zhenshan dan bertanya dengan hati-hati: “Ayah, anda… ingin keluar?” Suaranya seperti mengantisipasi.

Pria ini memiliki kulit putih bersih dan juga dia tampan, namun dia tidak dapat menyembunyikan kekejaman di matanya – dia adalah Zhang Yang!

Seakan memiliki sesuatu dalam pikirannya, Zhang Zhensang berkata dengan santai: “Ya, aku akan melakukan perjalanan untuk ke sekolah…”

Lalu ia menatap putranya yang terlihat bahagia, mengerutkan kening dan berkata: “Kamu pikir setelah aku pergi, kamu bisa bermalas-malasan dan mengamuk sepanjang hari bukan?”

“Er…” Zhang Yang tidak menduga ayahnya dapat membaca pikirannya. Karena malu, dia tidak tahu harus berkata apa.

“Humph! Kamu pikir aku tak tahu apa yang biasanya kamu lakukan? Sepanjang hari kamu akan pergi ke rumah bordil dan mencari kesenanganmu sendiri! Gadis dari keluarga Liu itu sudah hampir mencapai Soul Warrior tingkat menengah tapi kamu bahkan belum mencapai Soul Personage tahap akhir!

“Kamu sangat berbakat, tapi kamu tidak berusaha untuk berlatih. Suatu saat nanti, bagaimana kamu bisa membangun pijakan di sekolah? Bagaimana aku bisa memberikan keluarga Zhang padamu?!”

Mendapat teguran langsung dari ayahnya, Zhang Yang tak berani membantah. Dengan tersenyum, dia mengangguk lagi dan lagi seolah-olah mendengarkan ajaran dari ayahnya.

“Aku akan bersunguh-sunguh mengikuti ajaranmu, ayah. Aku pasti akan berlatih keras sehingga aku tak akan membuatmu malu.”

“Hm, aku harap kamu benar-benar melakukannya. perjalanan kali ini akan membutuhkan sepuluh sampai satu bulan untuk kembali dari sekolah. Kamu harus mengurus dirimu dengan baik di rumah. Jangan berpikir karena ibumu memanjakanmu, kamu bisa melakukan apapun yang kau mau. Kalau kamu masih belum mencapai Soul Personage tingkat akhir saat aku kembali…”

“Jangan khawatir ayah. Aku pasti akan meningkatkan kekuatanku secepat mungkin dan mencapai tahap Soul Personage tingkat akhir!”

Mulut Zhang Yang penuh dengan janji tapi dalam hatinya dia sangat senang. Dia sudah memikirkan kemana dia akan pergi mencari Xiao Cui di menara Ten Thousand Springs atau ‘memilih’ seorang gadis di jalan setelah mendapatkan ‘kebebasannya’.

… … … …

Di kota Luoshi, di lantai dua sebuah restoran yang berada jalan utama, Bai Yunfei duduk diatas sebuah meja dekat jalanan. Sambil memakan makanan dengan acuh, dia memperhatikan orang-orang di jalanan.

Sudah tiga hari sejak dia kembali ke kota. Berkat pertarungan di Blackwood Stronghold dan latihan lebih dari setengah bulan, dia telah mencapai tahap Soul Personage tingkat akhir, namun dia tidak dibutakan oleh kekuatan barunya ini dan kebencian dalam hatinya. Daripada mencari Zhang Yang dan membalas dendam, dia memilih beristirahat seharian lalu mulai mengamati sekitar.

Tidak jauh dari sana ada gerbang utama kediamanan keluarga Zhang dengan dua patung singa yang berdiri angkuh di kedua sisinya. Dengan tembok yang tinggi dan gerbang yang mewah, kediaman itu memperlihatkan kehebatannya. Setidaknya itu yang terlihat di mata orang biasa di kota. Orang-orang yang melewati gerbang kediaman keluarga Zhang bahkan menundukkan kepala mereka, seperti takut jika mereka mengganggu keluarga Zhang dengan suara-suara yang mereka buat.

“Aku sudah mengamati selama dua hari, tapi sekalipun belum melihat Zhang Yang muncul. Apa karena dia berada di rumah sepanjang hari atau dia tidak ada di rumah? Atau mungkin…. Dia tidak keluar dan masuk melewati gerbang utama?” Bai Yunfei berpikir dengan ragu-ragu.

Takut jika menarik perhatian orang lain, dia tidak selalu memperhatikan gerbang utama kediaman Zhang. Tidak ada yang tahu berapa banyak mata-mata dan pengikut yang dimiliki keluarga Zhang di kota ini, jadi lebih baik dia berhati-hati dalam segala hal.

“Oh?” Saat Bai Yunfei mengalihkan pandangannya dan dia memperhatikan jalanan di bawah restoran, dia melihat sesuatu yang tidak biasa.

Dia melihat tiga pria diam-diam mengikuti seorang gadis dari belakang. Bahkan mereka bertiga mengikutinya dengan sangat hati-hati, sepertinya mereka biasa melakukannya, sehingga gadis tersebut tak menyadarinya sama sekali. Kalau Bai Yunfei melihat kebawah dari tempat yang tinggi, tidak akan mudah baginya untuk mengetahui itu.

Dia mempertimbangkannya sejenak. Sepertinya gadis itu menuju kesebuah tempat terpencil, dia berdiri tanpa ragu, turun dari restoran dan mengikutinya.

… … … …

Dalam gang yang sempit, sebuah seruan tiba-tiba terdengar, diikuti dengan suara yang teredam. Sepertinya mulut seseorang telah ditutup agar mereka tidak menjerit ketakutan.

Dua hingga tiga orang berjalan menuju gang dan terdengar suara aneh dari gang, tapi tak seorang pun tertarik. Sebaliknya mereka pergi terburu-buru dengan sedikit ketakutan, jelas sekali mereka tidak ingin membuat masalah untuk dirinya sendiri.

Di gang tersebut, samar-samar terlihat dua pria dengan alis lebat dan mata yang besar serta seorang pria dengan tubuh kecil berkumpul, membawa sebuah karung dan mengikatnya menggunakan tali.

“Ha ha, aku tidak menduga kita bisa memperoleh burung kualitas bagus. Tangkap dia dan serahkan pada tuan muda, dia pasti akan memberi kita hadiah besar!”

“Ya, Meski ini tidak semenarik anak ayam yang kita tangkap kemarin, tapi dia juga masih perawan. Tuan muda suka gadis yang seperti ini. Selain itu, sepertinya tuan muda telah menahannya dan sudah tidak bisa menahannya lagi. Dia tiba-tiba mengatakan kepada kita agar menggunakan segala cara untuk bisa memberinya wanita yang bisa memuaskannya, termasuk menculik mereka…”

“Ya, tuan muda sangat tidak sabaran. Dia menginginkan seorang wanita malam ini. Jika bukan karena gadis muda yang kita tangkap kemarin malam, dia pasti suka yang kita tangkap sekarang… Tsk, aku tidak tahu dimana ketua menangangkap gadis itu. Dia bisa membuat siapa pun terangsang. Tapi sayang dia milik tuan muda….”

“Baiklah, cepat angkat dia dan pergi. Jangan biarkan orang-orang mengetahui kita.” Pria kecil di samping itu mendesak, dan menyela dua pria lain.

Namun, yang membuatnya lebih kecewa lagi dua pria tersebut tidak bergerak sedikitpun meski mereka telah berhenti bicara.

Saat dia akan berbalik dan memprotesnya, dia melihat dua pria di sampingnya jatuh tak bertenaga tanpa suara. Dia sangat terkejut, namun sebelum dia berbalik, dia merasa lehernya sakit. Lalu dia jatuh tak sadarkan diri dengan mata putihnya yang melotot.

Karung tersebut di buka, memperlihatkan seorang gadis muda yang terikat dan mulut tersumpal.

Dia sudah menangis, dia melihat pemuda di depannya dengan wajah ketakutan.

Pemuda itu tersenyum dan berkata dengan lembut: “Jangan takut. Aku disini untuk membantumu. Sekarang akan ku lepaskan ikatanmu, tapi jangan berteriak, mengerti?”

Setelah berkata demikian, dia melonggarkan ikatan di tubuh gadis itu, membantunya berdiri dan menunjukkan jalan keluar dari gang, berkata: “Cepat pergi. Lain kali berhati-hatilah saat kamu tidak di rumah. Jangan pergi ke tempat terpencil…”

Melihat gadis itu berlari keluar dari gang, Bai Yunfei menundukkan kepala menatap dengan serius tiga pria yang tergeletak di tanah.

“Berdasarkan apa yang mereka katakan, sepertinya masih ada orang lain yang diculik untuk di berikan pada seseorang yang mereka panggil ‘tuan muda’… Sekarang karena aku sudah terlibat, aku akan menyelamatkannya juga, kalau tidak, aku tak akan tenang.”

Translator / Creator: andra