October 17, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 21

 

Final Fight Against a Soul Warrior; Flying Daggers!

Yang Tian kebingungan. Dia merasa seluruh tenaga dalam tubuhnya mengalir keluar melalui dadanya. Matanya berangsur-angsur  kehilangan fokus dan akhirnya dia terjatuh ke tanah.

Saat Han Xiao mengetahui seseorang telah mendaki gunung untuk menyerang, dia berusaha tiba di aula secepat mungkin dan segera memberikan perintah pada bawahannya untuk siap bertempur sambil menunggu kedatangan Yang Tian. Namun setelah beberapa saat, salah satu bawahannya datang melaporkan bahwa wakil ketua sedang bertarung dengan musuh dan kekuatan mereka sebanding.

Han Xiao ketakutan karena seseorang yang memiliki kekuatan sebanding dengan Yang Tian setidaknya adalah seorang Soul Personage tahap menengah juga! Dia segera bergegas menyusul Yang Tian tanpa ragu.

Namun, saat dia melihat pertarungan tersebut, Yang Tian sepertinya berada di posisi yang kurang beruntung dan bahkan sudah diambang kematiannya!

Sebelum dia dapat membantunya, Yang Tian tiba-tiba membuat sebuah kesalahan dan terbunuh oleh musuh!

Bai Yunfei mengambil kesempatan saat semua orang masih terkejut karena kematian Yang Tian yang mendadak, dia segera berlari ke dinding di belakang Yang Tian dan menarik Glacial Pricker.

Segera setelah dia berbalik, serangan Han Xiao datang.

Cepat, serangan itu sangat cepat. Bai Yunfei tak ada waktu untuk membalas menggunakan spear dan hanya dapat menghindar ke samping. Lengan kirinya terluka cukup dalam hingga tulangnya telihat karena serangan short blade musuh.

“Inikah kekuatan seseorang di tahap Soul Warrior? Aku salah memperkirakannya… Ini jauh lebih kuat dari dugaanku!”

Bai Yunfei berpikir sambil mengangakat spearnya dan melibaskannya, membuat jarak agar dirinya dapat bernapas.

Senjata Han Xiao adalah sepasang pisau dengan dengan panjang yang berbeda. Satu di tangan kirinya adalah sebuah short sword yang panjangnya lebih dari dua kaki dan satunya lagi di tangan kananya adalah sebuah dagger kecil yang sangat indah.

Bai Yunfei mengacungkan spearnya, membuat area sekitar spear mengabur, mencegah lawan untuk menyerang bagian wajahnya. Namun musuh jauh lebih cepat. Meskipun spearnya sangat cepat dan ganas, tapi spear tidak dapat melukai musuhnya sedikitpun.

Tiba-tiba, mata Han Xiao mendingin. Menghadapi spear yang datang, dia sama sekali tidak mencoba untuk menghindar. Sebaliknya, dia memiringkan tubuhnya kesamping untuk melindungi bagian vital tubuhnya dari spear dan menusukkan short sword di tangan kirinya pada Bai Yunfei!

Saat ujung spear menyentuh sisi kanan pinggang Han Xiao, tiba-tiba ada sesuatu yang berkilau. Mantelnya terkoyak, memperlihatkan sebuah soft armor berwarna emas yang berkilau di bawahnya. Meskipun serangan berbekas, Han Xiao tidak terluka sama sekali!

Short sword itu menggores lengan kiri Bai Yunfei, menyebabkan luka yang lain. parahnya lagi, musuh semakin dekat dengannya, jadi sudah terlambat untuk menggunakan spear sebagai pertahanan!

Mata Bai Yunfei menyiratkan keteguhan hatinya. Terlepas dari dagger lawan yang menusuk pinggangnya, dia menghilangkan Fire-tipped Spearnya. Saat dia mengangkat tangan kanannya, Glacial pricker sudah ada di pegangnya, lalu dia menusukkannya pada jantung musuh dengan kejam!

Kalau kau melukaiku, kau akan mati!

Ekspresi kaget terlihat di mata Han Xiao. Dia tidak menduga musuhnya akan sangat keras kepala untuk menghalanginya memperoleh kemenangan, sama sekali tidak ada waktu untuk menghindar! Tentu saja dia tidak mau menerima situasi seperti ini. Tanpa ragu, dia menyerah untuk menyerang dan memilih mundur.

Melihat Han Xiao mundur, Bai Yunfei juga mengambil beberapa langkah mundur, untuk memperluas jarak diantara mereka. Pada waktu yang bersamaan, Fire-tipper Spear muncul lagi di tangannya. Matanya berkilat, dia mengunci tatapan lawan.

Karena pertahanan soft armor emas milik musuh lebih baik dari +10 soft armor Bai Yunfei, jika tidak dapat menyerang musuh dengan sekuat tenaga. Dia tak akan mampu melukainya.

“Kalau begitu aku tak ada pilihan lain selain menyerang tungkai dan kepalanya?” Pikiran Bai Yunfei meracau, mencoba mencari jawaban.

Menatap Bai Yunfei di depannya, Han Xiao tiba-tiba berteriak: “Kenapa masih berdiri disana?! Serang! Bunuh dia!”

Ucapan itu di tujukan pada sekumpulan bandit yang berdiri di depan halaman rumah melihat pertarungan mereka.

Namun meraka tidak bodoh! Membunuhnya? Dia adalah pembunuh wakil ketua dan bahkan ketuapun tak bisa membunuhnya!

Bandit-bandit itu saling melempar pandang, tapi tak satupun dari mereka berani melangkah.

Tepat saat itu, sebuah tangisan menyedihkan terdengar dari balik kerumunan bandit. Mereka semua ketakutan. Saat berbalik, mereka melihat seorang pria bersimbah darah dengan dua belati di tangannya berjalan sambil membunuh orang-orang di kerumunan dengan kejam seperti dewa kematian.

Dia tidak lain adalah Li Chengfeng!

Sebelum bandit-bandit itu dapat memutuskan melaksanakan perintah ketua untuk menyerang Bai Yunfei atau tidak, mereka sudah terperangkap dengan pertarungan melawan Li Chengfeng.

Dua pria yang saling berpandangan di halaman juga mengetahui kedatangan Li Chengfeng. Han Xiao ketakutan, namun sebaliknya Bai Yunfei bahagia.

“Tak kusangka Chengfeng akan bergerak cepat. Sepertinya kebenciannya pada bandit-bandit telah mencapai level yang tak terbayangkan… Sekarang kebenciannya ini sudah meledak sehingga dia melakukannya lebih baik dari biasanya! Kalau begitu…. Aku juga harus keluarkan semuanya!”

Saat Han Xiao memperhatikan pertarungan di luar, Bai Yunfei mengambil inisiatif untuk menyerang.

Karena lawag menggunakan sebuah soft armor di tubuhnya, dia akan menyerang bagian bawah tubuhnya.

Kesempatan menyerang Bai Yunfei diketahui Han Xiao yang terlihat tidak siap, namun dia dengan cepat menyesuaikan diri dan bergerak gesit, menghindar dan berputar, tidak memberikan kesempatan pada Bai Yunfei.

Tiba-tiba, Han Xiao berlari kebelakang, membuat sebuah jarak. Pada saat yang bersamaan, dia melemparkan serangan pada wajah Bai Yunfei menggunakan tangan kanannya.

Saat dia mengangkat tangannya, Bai Yunfei seperti sudah memperkirakan hal itu sebelumnya. Bagaimanapun, dia telah berlatih melemparkan flying dagger dengan tangannya berkali-kali. Dia memiringkan kepalanya ke samping. Dagger tersebut melewati telinganya dan menancap pada dinding di belakangnya.

Namun, serangan Han Xiao belum berakhir! Dia memutar pergelangan tangannya dan dagger yang lainnya pun muncul, dagger yang sama dengan yang dilemparkan sebelumnya. Tiga dagger dilemparkan berturut-turut, menghampiri Bai Yunfei dengan formasi segitiga.

Bai Yunfei mendengus dingin lalu memutar spearnya seperti kincir angin, membentuk sebuah shield spear di depannya. Tiga suara dentingan terdengar bersamaan dengan dager yang terlempar.

Han Xiao tidak berehenti. Dia melempar dua dagger lain pada kaki Bai Yunfei.

Bai Yunfei berhenti memutar spearnya dan berlari ke samping. Saat dia melompat, dia menghilangkan spear dan melemparkan sebuah dagger pada tenggorokan Han Xiao dengan jentikan tangannya.

“Aku juga punya flying dagger!”

Han Xiao sebenarnya ingin mengejar dan menyerang musuhnya saat dia belari ke samping. Melihat serangan darinya, dia terkejut. Dia tidak menduga musuhnya juga mampu menggunakan flying dagger!

Karena terkejut, dia berlari ke samping, menyia-nyiakan kesempatan untuk mengejar dan menyerang Bai Yunfei. Sayangnya, dia justru memberikan kesempatan pada Bai Yunfei untuk menyerangnya!

Mata diganti mata dan gigi diganti gigi. Bai Yunfei melakukan apa yang telah dilakukan Han Xiao pada dirinya sebelumnya dengan menjentikkan tangannya terus menerus, dia melemparkan satu persatu dagger pada musuh tanpa henti.

Pertempuran jarak dekat telah berubah menjadi kompetisi melempar dagger. Mereka berdua sepertinya memiliki cykup banyak dagger di cincin interspatial masing-masing sehingga mereka terus merenus melemparkan flying dagger satu sama lain sambil menghindari dagger yang datang.

Namun, setelah beberapa saat, perbedaan mulai terlihat. Pada akhirnya Bai Yunfei masih belum berpengalaman meskipun memiliki keahlian dengan flaying dagger, dia tidak dapat membandingkannya dengan flying dagger dari Han Xiao.

Soft armor yang mereka kenakan di tubuh masing-masing, menimbulkan suara saat terkena flying dagger. Namun pertahanan Bai Yunfei tidaklah cukup. Armornya sudah terkoyak di beberapa bagian dan lengan serta kakinya juga terluka. Sepetinya dia akan kalah.

“Humph! Ingin bertanding flying dagger denganku? Kamu hanya akan memotong lehermu sendiri! Dengan sepuluh dagger lagi, aku pasti akan membunuhmu!”

Han Xiao mengangkat sudut bibirnya sebagai tanda kepuasan. Sepertinya dia mengejek kekuatan Bai Yunfei yang dia lebih-lebihkan. Melihat Bai Yunfei sedikit kehilangan keseimbangan dan bergerak miring untuk menghindari flaying dagger, mata Han Xiao menunjukkan kekejamannya. Dengan menggerakkan tangan, dua dagger muncul di tangannya secara bersamaan, siap untuk melemparkannya.

Namun, ekspresinya tiba-tiba berubah!

Translator / Creator: andra