September 26, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 2

 

 Item Upgrade Technique

Dengan menahan rasa sakit dalam tubuhnya, perlahan-lahan Bai Yunfei mulai berdiri dan menatap heran pemuda yang ada didepannya.

“Bagaimana… Bagaimana bisa aku melakukan itu? Tadi, sepertinya aku bergerak sendiri. Apa yang terjadi?” Sekarang Bai Yunfei telah sepenuhnya sadar. Namun ketika dia mengingat sikapnya pada nona muda tadi, dia benar-benar tidak percaya dia telah bersikap seperti itu… Apakah orang seperti dia menyinggung perasaan tuan dan nona muda dari keluarga terhormat ini? Mereka sepertinya bukan orang-orang yang peduli dengan rakyat biasa seperti dirinya!

Memikirkan itu, Bai Yunfei berdiri dengan sedikit kesulitan. Tanpa berani menatap 2 orang yang berada didepannya, dia membungkuk dan berkata: “Maafkan saya Nona… Saya tidak bermaksud melukai anda. Saya harap seorang terhormat seperti anda bisa memaafkan saya… ”

“Memaafkanmu? Manusia rendah, kamu pikir adikku Meng’er adalah seseorang yang dapat kau sentuh? Hidupmu yang menyedihkan akan berakhir disini, sekarang!” Dengan seringai menyeramkan, Zhang Yang melihat Bai Yunfei seperti orang mati. Dia mendekat kearahnya, pembuluh darah berwarna biru terlihat dari kepalan tangan kanan nya. Setiap langkah, tangan kanan nya terlihat semakin membesar.

Bai Yunfei sedikit mendongak. Segera setelah matanya bertatapan dengan Zhang Yang, dia merasakan sakit yang menusuk di kepalanya. Sebuah getaran dalam dirinya mengalir keseluruh tubuh, membuatnya jatuh dan terduduk lagi ke tanah. Di matanya, Zhang Yang yang mulai berjalan mendekat, terlihat berubah menjadi iblis menakutkan yang berlari kearahnya dengan cakarnya yang tajam hingga dapat membuat dirinya mati seperti semut dengan sekali injak.

“Zhang Yang, berhenti….. Apakah aku pernah mengatakan aku ingin dia mati?” Sesaat ketika Yunfei merasa dia akan tumbang, suara surgawi itu terdengar. Tekanan di tubuhnya berangsur melemah.

Zhang Yang menghentikan langkahnya, berbalik untuk memandang Liu Meng dan berkata: “Meng… Liu Meng, makhluk rendah ini telah melukaimu jadi dia pantas mati, bukan begitu? Aku akan memberikannya pelajaran untuk mengurangi kemarahanmu.”

Liu Meng mengerutkan dahinya dan memandang tidak suka pada Zhang Yang dan berkata: “Aku bukan ‘milikmu’, jadi perhatikan ketika akan bicara…” Setelah itu, dia tampak menoleh kebelakang dan berkata: “Lalu, sepertinya dia sedang tidak sadar. Lagi pula, meskipun dia telah menabrakku, tidak perlu sampai mengambil nyawanya… .”

Bai Yunfei menatap Liu Meng dengan raut muka bingung: “Dia… meminta belas kasihan untukku? Apa wajar bagi nona muda dari keluarga terhormat. Dia seperti malaikat… ”

“Selain itu, dia baru saja menerima tendangan darimu. Dia juga terluka parah. Anggap saja dia telah menerima hukuman.” Liu Meng melihat tanghulu yang dibeli Bai Yunfei sudah jatuh ke tanah. Mungkin karena dia sedang memikirkan sesuatu, matanya berkilat sesaat. Tanpa diduga dia tersenyum kearah Yunfei: “Hahaha, Lagipula, dia sudah ganti rugi dengan tanghulu. Tapi sudah kau buang..”

Ketika Bai Yunfei melihat senyumnya, jatungnya berdetak semakin kencang tak terkendali. Wajahnya sedikit memerah dan kepalanya terasa pusing: “ Dia… sangat cantik..”

Melihat Liu Meng tersenyum pada rakyat biasa, membuat mata Zhang Yang berkilat marah. Dia berkata: “Bagaimana mungkin kita membiarkannya pergi begitu saja? Setidaknya tangan itu harus di potong! Aku akan… ”

“Yang’er!” Sebuah suara tiba-tiba menganggu Zhang Yang. Pria paruh baya yang tak jauh dari mereka, mulai mendekat.

“Ayah!”

“Paman.”

Zhang Yang dan Liu Meng berkata dengan penuh hormat padanya – Pria ini adalah ayah Zhang Yang, tetua dari keluarga Zhang, Zhang Zhenshan.

“Meng’er benar. Sebagai Soul Cultivator, bagaimana bisa kamu bertindak seperti ini pada orang seperti mereka? Kamu bahkan dapat membunuhnya di jalan. Apakah kamu tidak takut menjadi penyebab hilangnya wibawa keluarga Zhang?!” Tegur pria paruh baya itu, sepertinya dia tidak suka dengan sikap putranya.

Beberapa saat yang lalu, Bai Yunfei terkejut ketika Zhang Yang akan memotong tangannya. Sekarang, mendengar pria paruh baya itu berkata demikian, dia dapat bernafas lega. Namun, saat pria baruh baya itu memandangnya, seketika Yunfei merasa tubuhnya membeku, bahkan dia merasa ketakukan. Aura yang lebih kuat dari Zhang Yang mengelilingi tubuhnya, hingga membuatnya sulit bernapas.

Untungnya, perasaan itu menghilang seketika. Nafas Yunfei terengah-engah seperti kelelahan dengan keringat sebesar biji kacang yang mengalir tanpa henti.

“Ibumu sudah menunggu. Jangan ditunda lagi.” Melihat putranya kecewa meskipun tidak mengatakan apapun, Zhang Zhenshan lalu berkata: “Jika kemarahanmu belum mereda… Baiklah biarkan pengawalmu memberikan pelajaran padanya.”

Zhang Yang tidak dapat berkata-kata lagi. Dia memberikan perintah pada pengawalnya menggunakan sebelah matanya. Pesta ini akan berlajut hingga tengah kota.

Ada dua orang pengawal yang tidak pergi dengan mereka dan berjalan menuju Bai Yunfei dengan ekspresi garang. Setelah Bai Yunfei mendengarkan perkataan Zhang Zhenshan, dia berpikir tidak mungkin untuk bisa menghindari pukulan mereka hari ini. Jika menentang, besar kemungkinan dia akan terluka lebih parah. Jadi tidak ada pilihan lain selain meringkuk, melindungi kepalanya dan membiarkan dua orang itu memukulinya untuk beberapa lama.

Setelah berjalan menjauh, sesekali Zhang Yang melihat kebelakang, matanya masih diselimuti kecemburuan dan kebencian. Namun, ketika dia menatap Liu Meng, dia langsung berubah menjadi bangsawan muda yang elegan dan memperkenalkan kota Luoshi padanya.

Dengan menyeret tubuhnya yang berat, Bai Yunfei pulang ke rumah, berusaha sedikit demi sedikit mendorong pintu. Hanya ada satu tempat tidur sederhana di rumah sempit ini. Cahaya bulan bersinar dibalik lubang-lubang di atap sehingga rumah menjadi tidak terlalu gelap.

Semuanya yang ada dalam rumah telah terjual. Awalnya dia juga memiliki rumah yang lain tapi itu juga sudah dijual.

Bai Yunfei duduk di kasur, memandangi atap rumahnya. Dia memijat bagian tubuhnya yang membiru karena pukulan. Saat memijat, air matanya mengalir – tidak diinginkan, dipermalukan, tidak punya harapan — jadi apa? Sangat tidak mungkin baginya untuk mengubah ini semua.. Bai Yunfei mengusap liontin permata yang tergantung di lehernya. Air matanya tidak lagi mengalir. Ini adalah liontin berbentuk awan putih seukuran ibu jari. Ini terlihat sederhana, sekali lihat bisa dikatakan itu tidak terbuat dari bahan yang bagus. Tapi karena sudah disimpan dan telah diusapnya bertahun-tahun, benda itu jadi terlihat berkilau dan memancarkan cahaya – ini adalah benda peninggalan milik ibu Bai Yunfei untuknya.

“ Ibu…. Apakah benar saya harus hidup seperti ini?” Gumam Bai Yunfei sambil memandangi liontin permata itu.

“Suatu hari, ketika Yunfei kecilku tumbuh dewasa, dia akan seperti awab putih di langit, melayang bebas tanpa batas..”

Kata-kata cinta ibunya terngiang di telinganya lagi. Bai Yunfei menyeka air mata dan menampar wajahnya sendiri.

“Aku tidak boleh seperti ini! Sebentar lagi ulang tahun ibu. Aku masih harus menabung untuk memperbaiki makan ibu dan kakek. Aku tidak boleh membiarkan ibu melihatku sedih!”

Setelah mengambil nafas cukup dalam, Bai Yunfei mulai tenang dan mulai berpikir apa yang sudah ditemuinya hari ini.

“Apa yang salah dengan ku? Di jalan.. sepertinya bukan diriku sendiri. Bagaimana bisa aku pergi dan memprovokasi tuan muda kaya itu… ”

“Meskipun sekarang aku masih diriku sendiri… .banyak hal-hal aneh yang muncul dipikiranku.. aku bisa merasakannya, tapi aku tidak mengingat itu dengan baik.”

“Apakah karena aku bekerja terlalu keras akhir-akhir ini jadi aku berhalusinasi? Tapi aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.”

Bai Yunfei memukul kepalanya sendiri beberapa kali. Sepertinya dia berusaha mengingat sesuatu dikepalanya.

“Item upgrade technique…. apa itu?”

Tepat pada saat itu, tempat tidurnya tiba-tiba bergetar sesaat hingga dia akan jatuh.

“Ah, apa kendur lagi? Kasur ini benar-benar… ”

Bai Yunfei membungkuk dan melihat kaki tempat tidur sebelah kiri menjadi lebih pendek. Sebenarnya sudah ada benda yang diletakkan di bawahnya untuk dapat menyeimbangkan tempat tidur itu, tapi karena sempat bergerak sepertinya benda tersebut telah bergeser.

Bai Yunfei mengambil benda itu dan akan meletakkannya kembali di bawah tempat tidur – benda itu tak lain adalah sebuah batu.

Saat dia akan berdiri dan meletakkannya di bawah kaki tempat tidur tadi, sebuah informasi tiba-tiba muncul dikepalanya.

“Item Grade: Normal.”

“Damage:9’

“Upgrade Requirement: 1 Soulforce.”

Tiba-tiba muncul sebagian informasi itu dan memberinya perintah, tanganya bergetar. Batu yang dipegangnya jatuh dan informasi itu hilang.

Bai Yunfei melihat sekeliling dengan ketakutan tapi dia tidak menemukan apapun. Setelah cukup lama, akhirnya dia memberanikan diri mengambil batu itu lagi. Seperti dugaannya, informasi tersebut muncul kembali. Saat dia meletakkan batu tersebut di lantai, informasi di pikirannya menghilang. Saat diambil lagi, informasi tersebut muncul kembali,

“Sepertinya… disini masalahnya, bukan? Tapi apa itu Upgrade?”

“Upgrade… ”

Sama seperti yang dipikirkan Bai Yunfei, dia merasa ada kekosongan dalam pikirannya. Seperti ada sesuatu telah hilang dalam jiwanya, tapi itu sulit untuk dijelaskan. Dalam sekejap perasaan itu hilang.

“Upgrade Successful.”

Potongan informasi itu muncul dalam pikirannya. Dia menundukkan kepala dan melihat batu ditangannya lagi.

“Item Grade:Normal.”

“Upgrade Level:+1.”

“Damage:9”

“Additional Damage: 1”

“Upgrade Requirement: 2 Soulforce.”

Bai Yunfei merasa batu di tangannya menjadi sedikit lebih berat dan sepertinya dirinya terlihat lebih kuat dari sebelumnya. Sulit untuk mengatakan ini hanya halusinasinya atau bukan.

“Informasi lagi. Damage..menunjukkan kekuatan, bukan? Saat ku upgrade, kekuatan akan bertambah? Apa-apan ini? Apa aku mimpi?”

Bai Yunfei menekan luka yang terdapat dipunggungnya dan itu sangat sakit lalu dia menarik nafas 2 kali – dia tidak bermimpi.

“Ini… Mungkinkah ini ada hubungannya dengan kebiasan anehku di malam hari?”

Bai Yunfei merenung lagi untuk sesaat tapi masih belum menemukan benang merah jadi dia berhenti memikirkannya. Ini sepertinya bukan sesuatu yang merugikan dan dia sendiri tidak merasa sakit.

“Kalau aku melanjutkan upgrade itu… apa yang akan terjadi?”

Rasa penasaran muncul dalam pikiran Bai Yunfei.

“Upgrade.”

Perasaan jantung yang berdetak cepat muncul kembali.Yunfei lalu menatap batu itu.

“Upgrade Successful.”

“Item Grade: Normal.”

“Item Upgrade Level: +2.”

“Damage: 9”

“Additional Damage: 2”

“Upgrade Requirement; 3 Soulforce.”

Yunfei mengacungkan batu itu dan merasa menjadi lebih kuat.

“Ayo Upgrade beberapa kali lagi dan kita lihat… ”

Tidak lama kemudian…

“Upgrade Successful.”

“Item Grade: Normal.”

“Item Upgrade Level: +6.”

“Damage: 9”

“Additional Damage: 6”

“Upgrade Requirement: 7 Soulforce.”

Namun ketika Bai Yunfei mengupgradenya lagi, kali ini hasilnya berbeda.

“Upgrade failed.”

“Oh? Gagal? Apa artinya?”

Dia melihat batu itu dan terlihat upgrade levelnya telah berubah dari 6 menjadi 5.

“Jadi bisa gagal juga.. Dan kegagalan itu menurunkan 1 level?”

Saat ini pikiran Bai Yunfei penuh dengan keingintahuan. Dia telah terpikat dengan benda ‘menarik’ itu seperti anak kecil yang menemukan mainan baru.

Dia tidak lagi peduli dengan apa yang terjadi setelah upgrade. Sebaliknya, dia melihat batu di tangannya dan tanpa henti dalam pikirannya berkata:

“Upgrade.”

“Upgrade.”

“Upgrade.”

Bai Yunfei merasa sangat bersemangat. Namun saat dia keasyikan dengan kata-katanya, tiba-tiba kepalanya terasa ringan, seperti jiwanya tiba-tiba kelelahan. Pikirannya mulai kabur dan perlahan terjatuh di atas tempat tidur.

Sesaat sebelum kehilangan kesadaran, dia samar-samar merasa ada informasi terlintas dipikirannya:

“Upgrade successful.”

“Item grade: Normal.”

“Item upgrade level: +10.”

“Damage: 9”

“Additional damage: 16”

“+10 Additional effect: Attack memiliki 1% chance stunning target maksimal 3 detik (ketika menyerang kepala, chance stunning akan bertambah 5%)

Translator / Creator: andra