October 6, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 16

 

Kill! Kill! Kill!

Tiger Li merupakan satu dari empat hallmaster dari Blackwood Stronghold dan juga seorang Soul Apprentice tahap akhir. Nama pria ini terdengar angkuh namun dia lebih seperti seseorang yang terpelajar. Saat dia memegang kipas lipat di tangan dan bukannya sebuah multi-ringed large saber, tak ada seorangpun yang akan berpikir dia seorang bandit yang kejam.

Namun, di balik sikap lemah lembutnya, dia adalah yang paling brutal dan kejam dari empat hallmaster lainnya. Dia biasanya membunuh sejumlah orang atau bahkan menghancurkan sebuah desa hanya karena dia tidak puas dengan sesuatu – seperti hari ini.

Misinya mengawal dan mengembalikan upeti ke sekolah yang telah di curi oleh hallmaster Zhong, jadi suasana hatinya sedang sangat buruk. Hari ini dia mengirimkan kaki tangannya untuk turun gunung, untuk mencari beberapa wanita yang bisa diajak bermain. Tanpa diduga mereka mendapat perlawanan di desa sehingga dia menghancurkan desa tersebut karena marah dan mengambil tujuh hingga delapan gadis muda.

Awalnya dia ingin kembali ke Blackwood Stronghold sebelum malam, nanum dia merasa sedikit lelah di perjalanan oleh karena itu, dia memutuskan berhenti di lahan kosong untuk makan, beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Melihat bawahannya tidak sabar bermain dengan wanita yang mereka tangkap, Tiger Li meminum semua wine nya sekali teguk lalu dia berteriak pada kelompoknya dan mengangkat tangan kanannya; “Sialan! Sisakan gadis cantik itu untukku! Kau bajingan, beraninya kau berkelahi demi wanita itu di depanku? Itu yang disana juga! Aku berniat memberikannya pada wakil ketua saat kita kembali nanti! Jangan coba mencurinya, kalian dengar?”

Dua kelompok yang dimakinya terlihat malu. Kelompok sebelah kanan meminta maaf padanya lagi dan lagi dengan senyum senang dan memberinya jalan, siap memberikan ‘gigitan pertama’ pada hallmaster mereka.

Tiger Li berdiri dan mengambil dua langkah maju, namun tiba-tiba dia berbalik seakan memikirkan sesuatu, melihat jalan yang mereka ambil untuk mencapai tempat ini, dan hanya melihat garis merah mendekat dengan kecepatan tinggi.

Setelah memperhatikan dengan seksama, dia menyadari itu bukanlah sebuah garis. Sebaliknya, itu adalah seorang pemuda dengan spear merah menyala di tangan yang mendekat dengan ekspresi membunuh. Sepertinya saat bisa melihat dengan jelas apa yang mendekat, jarak mereka tinggal seratus meter jauhnya.

Musuh! Selain itu, perasaan ini… Dia seorang Soul Cultivator!

Tiger Li adalah seseorang dapat beraksi dengan cepat. Dia akan mengetahui siapa pengunjung yang tidak berniat baik dan berteriak: “Musuh! Siaplah bertarung!”

Teriakkannya mengejutkan semua orang. Mereka menoleh untuk melihat, yang terlihat hanyalah pemuda dengan spear di tangannya berlali mendekati mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka meragukannya: itu hanya seorang pemuda. Mengapa hallmaster panik seperti ini?

Beberapa kelompok bandit telah menyiapkan senjata mereka, siap untuk memberikan pelajaran pada pemuda yang sembrono ini, agar tahu bahwa dia harus membayar ini karena telah menganggu kesenangan mereka –dengan nyawanya!

Melihat pria itu semakin mendekatinya, bandit di depan mengangkat sennjata di tangannya dengan ekspresi menakutkan, siap untuk melumpuhkannya.

Namun, tangannya yang telah terangkat berhenti tepat di atas kepalanya dan senyum mengerikan di wajahnya membeku. Dia terheran melihat crimson spear yang menembus dadanya. Sesaat sebelum kematiannya, dia berpikir—dadanya terasa ‘hangat’…

Namun dia tidak tahu apapun selain dirinya, bahkan bandit lain yang berdiri di belakangnya juga terkena tusukan yang sama oleh spear tersebut.

… … … …

Matanya penuh dengan kebencian, Bai Yunfei beralih ke bandit lain di depannya tanpa berhenti dan terus menusukkan spear tersebut secara akurat. Kecepatannya bukanlah sesuatu yang dapat dihindari para bandit tepat waktu sehingga spear tersebut melukai tubuh dua orang bandit secara bersamaan.

Tiba-tiba, dia menarik spearnya, membiarkan darah menyembur ke tubuhnya, lalu berbalik. Tubuhnya bergerak seiring dengan ayunan spear yang seperti busur merah, spear tersebut menebas leher tiga orang bandit. Darah menyembur dan tiga bandit tersebut terjatuh seketika dan tdak bergerak.

“Dia seorang soul cultivator! Serang bersama-sama, ayo semuanya! Serang bersama! Bunuh dia!” Sebuah teriakan keras dari Tiger Li mengagetkan bandit yang lainnya. Ketika mereka melihat hallmaster menyerang penyusup sambil mengangkat large sabernya barulah mereka bereaksi. Menghiraukan rasa takut karena lawan mereka adalah seorang soul cultivator, saat hallmaster mereka menyerang, mungkinkah mereka bisa bersembunyi? Kecuali mereka tidak ingin hidup.

Tiger Li merasa kaget dan marah. Ketika dirinya menyerang, dia berpikir, “Siapa yang bisa mengira seorang soul cultivator tiba-tiba muncul dan menyerang kita? Apa yang diinginkannya? Dia ingin mengambil empat puluh lebih pengikutku seorang diri?

Meskipun nampaknya dia lebih kuat dariku, aku masih memiliki beberapa bawahan. Jika kami menyerang bersamaan, kami pasti bisa menhancurkannya!”

Bai Yunfei menatap Tiger Li yang mendekatinya. Kakinya tidak berhenti. Setelah menghindari saber dari arah belakang, dia melayangkan tendangan pada pria di depannya, menjatuhkan beberapa pria yang lainnya. Lalu dia menusukkan gagang spear dengan kuat. Seorang pria di belakangnya seketika tertusuk lehernya dan jatuh dengan mata melotot.

Dengan memegang spearnya secara horizontal, Bai Yunfei menahan dua saber yang menyerangnya ke sisi yang lain. Dia mendorongnya sekuat tenaga, akibatnya dua pria tersebut terdorong ke belakang, lalu dia menebaskan spearnya dan menggorok leher mereka!

Saat ini akhirnya Tiger Li mendekat. Dia tidak menduga pria ini akan sangat kejam, dia bisa membunuh tiga pria sekaligus. Dengan teriakan yang keras, tiba-tiba dia melompat dan mengarahkan sabernya pada Bai Yunfei.

Sudah terlambat bagi Bai Yunfei untuk berbalik dan menyerang mengunakan spearnya. Dia hanya bisa mengangkat spearnya secara horizontal di atas kepalanya. Setelah menahan serangan langsung sabernya, dia mundur beberapa langkah terus menerus karena pengaruh serangan yang kuat. Saat Tiger Li akan melawan dan menyerang Bai Yunfei, dia dipaksa mundur oleh serangan spear Bai Yunfei.

Setelah memaksa Tiger Li untuk mundur, Bai Yunfei berlari menjauh, memperluas jarak diantara mereka, dan menyerang tujuh hingga delapan bandit lainnya.

Setiap Tiger Li akan menyerang, dia memaksanya mundur dan menarik diri untuk menangani bandit lain.

Bai Yunfei seperti seekor harimau diantara domba. Spearnya, pukulanyan dan tendangannya adalah senjata mematikan bagi para bandit. Satu persatu bandit berhasil dikalahkan, hanya tersisa beberapa dan yang lainnya masih berdiri.

Saat Bai Yunfei menembus dada bandit yang lain menggunakan spearnya, Tiger Li akhirnya mendapat kesempatan. Dengan cepat, dia menghampiri Bai Yunfei dan mengayunkan large sabernya pada pinggang Bai Yunfei.

Bai Yunfei menancapkan spearnya ke tanah dan menahan serangan menggunakan saber miliknya. Dengan mata yang berkedip bahagia, Tiger Li maju selangkah demi selangkah, sehingga dia hampir bertatapan langsung dengan Bai Yunfei, dan menaikkan tangan kirinya. Lengannya membengkak seketika, otot-otonya menonjol. Lalu dia meninju dada Bai Yunfei!

Dia yakin bahwa Bai Yunfei ahli menggunakan spear, dia pasti lemah dalam pertarungan jarak dekat. Saat ini, dia berhadapan langsung dengan lawan sehingga penggunaan spear sangatlah tidak efektif. Selama dia memanfaatkan kekuatan serangan jarak dekat dan dibantu serangan dari bandit lain, pria ini pasti mati!

Namun, Bai Yunfei tidak panik. Dia mengambil satu langkah mundur dengan kaki kanannya untuk menciptakan jarak, lalu disaat yang bersamaan dia mengangkat kepalan tangan kananya dan menyeranganya.

Suara renyah tulang yang hancur terdengar di telinga Tiger Li dan itu menghancurkan hatinya. Dengan mata tidak percaya, tanpa sadar dia mundur beberapa langkah. Sebuah kekuatan besar datang melalui tangan kanannya, lalu kedus dan ketiga. Dalam sekejap, tiga lapis kepalan tangan mengalir dalam pukulannya. Dia bahkan merasakan tulang lengan kiri, bahunya mulai hancur sedikit demi sedikit.

Overlapping Waves Art, Threefold Fist Force!

Setelah melayangkan pukulan. Bai Yunfei tidak mengejar dan menyerangnya lagi. Lengan kanannya sedikit gemetar. Meskipun dia hanya menggunakan Overlapping Waves Art tingkat pertama yang disebut Threefold Fist Force, namun efek sampingnya masih belum bisa ditangani lengan kanannya.

“Aku masih belum cukup mahir…”

Bai Yunfei sedikit menggerakkan lengan kanannya dan mengalirkan soulforcenya agar dapat pulih dengan cepat. Dia menaikkan matanya, memperhatikan bandit di sekitar yang terlihat ketakutan dan menghentikan serangan karena hallmaster mereka telah dikalahkan.

Tak hanya bandit-bandit itu, bahkan Tiger Li pun menatap tak percaya, lengan kirinya gemetar. Melihat Bai Yunfei tidak mengejar dan menyerangnya, dia menghela napas lega, tapi matanya masih penuh ketakutan.

“Serang bersama-sama!! Ayo…”

Kata-kata yang akan diucapkannya tersangkut di tenggorokan Tiger Li karena dia baru menyadari hanya tinggal sedikit pengikutnya yang masih bertahan.

Di bawah kaki Bai Yunfei, ada lebih dari tiga puluh bandit tergeletak dan tak satupun dari mereka yang bisa berontak lagi!

Teriakan dari Tiger Li juga menyadarkan beberapa bandit yang masih selamat. Namun bukannya segera menyerang musuh seperti yang dikatakan hallmaster, mereka justru berusaha melarikan diri.

Mereka tidak bodoh! Musuh mereka ini telah menghabisi lebih dari tiga puluh orang mereka dan bahkan seorang soul cultivator seperti hallmaster Li tidak sebanding dengannya!
Namun setelah melarikan diri beberapa langkah, mereka terkejut dengan dua teriakan menyedihkan yang datang dari kejauhan dan mereka pun berhenti bergerak.

Dua pria tersebut telah mendahului mereka sebelumnya dan telah melarikan diri puluhan meter, hingga menghilang di hutan. Namun jantung pria tersebut tiba-tiba tertembus dua belati. Mereka terjatuh dengan ekspresi terkejut.

Li Chengfeng perlahan berjalan keluar dari hutan, mencabut belati dari dua mayat tersebut lalu berjalan mendekati empat hingga lima pria yang tersisa selangkah demi selangkah. Dia melihat Bai Yunfei dari kejauhan, berkata: “Serahkan sisanya padakau…”

Empat bandit terakhir ini awalnya ingin berlari kearah hutan untuk menyelamatkan diri. Tapi sekarang, melihat Li Chengfeng membunuh dua rekan mereka yang melarikan diri sebelumnya segera setelah kemunculannya dan dia melihatnya berjalan mendekati mereka dengan mata yang marah. Dengan menangis ketakutan, mereka segera lari ke berbagai arah.

Satu dari mereka berlari secara acak yang justru menuntunnya mendekati Bai Yunfei. Saat dia menyadari itu, dia sudah terlambat. Bai Yunfei melayangkan sebuah tendangan untuknya. Li Chengfeng lalu mengejarnya dan menggorok lehernya.

Tanpa berhenti, dia mengejar tiga orang bandit yang melarikan diri lainnya satu persatu, lalu membunuh mereka.
Dia kembali mendekati Bai Yunfei dan mulai memastikan bandit-bandit yang telah dikalahkan Bai Yunfei sebelumnya dan menghabisi mereka yang masih hidup menggunakan belati miliknya. Melihat itu, Tiger Li bahkan menunjukkan ekspresi yang tak terbaca.

Dia tidak pernah menduga musuhnya memiliki teman. Selain itu, dia juga seorang soul cultivator! Melihat sikap kejamnya, Tiger Li melupakan idenya untuk memohon belas kasih.
Tiba-tiba, matanya sedikit berkilat senang. Dia melirik tiga gadis muda yang saling berpelukan di suatu tempat di sebelah kiri berjarak dua meter darinya. Mereka menutup erat mulutnya, mata mereka penuh ketakutan dan tubuh mereka gemetar.

Teriakan menyedihkan terdengar. Li Chengfeng menemukan seorang bandit yang tergeletak di tanah sedang berpura-pura dia pun menghabisianya tanpa ampun menggunakan belati.
Namun, saat sebuah tangisan terdengar, mata Tiger Li berkilat kejam. Dia melonggarkan tangan kanannya, membuang senjatanya, lalu tiba-tiba berlari kearah kiri. Pada waktu yang bersamaan dia mengulurkan tangan kananya mencengkeram salah satu gadis!

Dia menduga bahwa kedua pria ini mungkin berusaha menyelamatkan para wanita ini, oleh karena itu, dia menjadikannya sandera agar selamat.

Translator / Creator: andra