October 5, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 15

 

Bandits Like These; Prepare To Kill!

“Item grade: Low inheritance.

“Upgrade level: +10.

“Damage: 586.

“Additional damage: 338.

“+10 Additional effect: Straight thrusts memiliki chance 10% menyebabkan ledakan api.

“Upgrade requirement: 85 soul points.”

Sembari mengusap crimson spear, senyuman terlihat dari sudut bibir Bai Yunfei. Dia menatap pohon besar yang telah tumbang di depannya, meletakkan spearnya lalu berbalik dan berjalan ke sebuah tempat tidak jauh dari Li Chengfeng. Setelah duduk, bersandar pada pohon, dia mulai memulihkan kekuatan fisik yang telah di gunakannya.

Selama beberapa hari ini, Bai Yunfei tidak pernah berhenti mempelajari Glacial Pricker dan spearnya. Dalam hal ini, spearnya lebih unggul dibandingkan Glacial Picker. Oleh karena itu, dia mencoba Glacial pricker itu terlebih dahulu.

Tentu saja, hal sangat penting adalah upgrade. Meskipun dia merasa bahwa item ‘langka’ seperti Glacial Pricker tidak mungkin hancur setelah di upgrade menjadi +8 seperti item pada umumnya, dia masih mempertimbangkannya untuk waktu yang cukup lama sebelum memutuskan untuk mengupgradenya: lagi pula dia memperolehnya secara cuma-cuma, jadi tidak masalah jika hancur. Jika soul cultivator lain mengetahui bagaimana dirinya memperlakukan soul item, mungkin mereka akan kesakitan hingga muntah darah.

Hasilnya tidak mengecewakan. Dia berhasil mengupgrade hingga +9 dan gagal pada upgrade selanjutnya, namun kegagalan itu membuatnya kembali ke +8. Rincian ini memungkinkannya untuk memastikan item ‘langka’ ini tidak akan hancur sebelum mencapai +10!

Saat Bai Yunfei mengupgrade Glacial Pricker menjadi +10, dia tidak melanjutkannya karena intuisinya mengatakan jika dia gagal lagi, hasilnya akan sangat berbeda ketika dia mengupgrade item normal setelah menjadi+8, item tersebut hancur. Selain itu, dia sudah cukup puas dengan tambahan efek yang muncul saat +10.

(Glacial Pricker’s properties)

Item grade: Low rare.

Upgrade level: +10.

Damage: 237.

Additional damage: 128.

+10 Additional effect: Ketika melemparkan serangan, speed dan kekuatan meningkat dua kali lipat.

Bai Yunfei juga mempelajari efek tambahan ini. Ketika pricker dilemparkan, soulforcenya terkuras. Kecepatan melesatnya dua kali lebih cepat dari belati biasa. Kerusakan yang dihasilkan bahkan lebih mengesankan setelah menembus pohon setebal satu meter, dan masih dapat melesat beberapa meter lagi. Lalu, Bai Yunfei dengan sembarangan melemparkannya ke sebuah dinding gunung sehingga dia dan Li Chengfeng harus menggali sedalam mungkin sekitar tiga hingga lima meter untuk dapat menggambilnya.

Lalu, jika dia mengalirkan soulforce kedalamnya secara terus menerus saat melemparkannya, kecepatan dan kekuatannya akan lebih besar.

Setelah memastikan tidak ada kerusakan yang berbahaya, Bai Yunfei mengupdate spear hingga +10. Karena spear tersebut berwarna merah dan sepanas api saat dialiri soulforce, sebuah ide muncul dan dia memutuskan untuk memberinya sebuah nama – dia menyebutnya ‘Fire-tipped Spear’!

… … … …

Dua hari kemudian, pada malam hari, Bai Yunfei memperhatikan warna langit lalu berkata pada Li Chengfeng yang ada di depannya: “Chengfeng, hari sudah mulai larut. Ayo cari hutan untuk beristirahat semalam sebelum melanjutkan perjalanan.”

Li Chengfeng menghentikan langkahnya, melihat sekeliling, berpikir sejenak lalu berkata: “Sebaiknya kita tetap berjalan. Aku ingat ada sebuah desa tak jauh dari sini. Kita bisa melihatnya setelah mendaki ke puncak gunung itu. Ayo kita pergi dan bermalam di sana malam ini.”

“Oh, boleh juga, baiklah kalau begitu,” Bai Yunfei menyetujui ucapannya. Selama beberapa hari ini, mereka menghabiskan malam mereka di alam liar dan tidak cukup nyaman.

Mereka berdua berjalan sesaat. Langit semakin gelap. Tiba-tiba, Bai Yunfei menghentikan langkahnya dan berkata: “Tunggu… sepertinya ada yang salah. Chengfeng lihat gunung sebelah sana!”

Li Chengfeng hanya memperhatikan sekitarnya tanpa melihat kejauhan. Setelah mendengar Bai Yunfei berkata demikian, dia mulai memperhatikan dengan seksama, namun ekspresi di wajahnya tiba-tiba berubah. Dia berkata: “Itu cahaya… ini buruk! Itu cahaya api. Bahkan langit pun seperti menyala, mungkinkah…”

Mereka berdua saling melempar pandangan dan mempercepat langkah mereka, berlari menuju puncak gunung.

Setelah beberapa saat, dari puncak gunung, Bai Yunfei melihat sebuah desa yang terbakar dalam amukan api tidak jauh dari kaki gunung. Li Chengfeng bahkan gemetar.

Sekitar dua puluh hingga tiga puluh rumah seluruhnya telah hangus terlahap api, namun sepertinya masih ada beberapa orang masih berusaha memadamkan api. Ada banyak orang berkumpul di tengah kota, namun… hanya beberapa dari mereka yang bergerak. Tangisan keputus-asaan, kesedihan dan terikan terdengar di telinga mereka bersama dengan suara angin di gunung.

“Ini mereka … Ini pasti mereka… Lagi, seperti lagi! Bandit sialan! Matilah… Matilah kalian!” Mata Li Chengfeng memerah dan menunjukkan kemarahan.

Bai Yunfei menepuk pundaknya sambil berkata: “Jangan khawatir! Sepetinya tak ada bandit desa. Ayo kesana secepatnya. Selamatkan mereka terlebih dahulu!”

Saat mereka berdua memasuki desa, Bai Yunfei melihat sebuah pemandangan yang menyakitkan.

Di bawah cahaya api yang mengamuk, ada beberapa mayat yang tergeletak bersimbah darah. Sekitar sepuluh orang yang selamat segera mengobati luka-luka siapa saja yang masih hidup.

Namun ada beberapa orang yang selamat sedang terduduk di tanah dengan tatapan kosong, memandangi mayat-mayat di depannya. Tidak ada kehidupan di mata mereka, mereka seperti zombie.

Suara tangisan dan teriakan menyadarkan Bai Yunfei. Matanya melihat sekeliling. Seorang wanita tua berambut putih berlutut di depan seorang pria paruh baya, tangannya yang gemetar menekan luka yang mengeluarkan darah tanpa henti di dadanya. Dia menangis putus asa: “Da Niu… Jangan tinggalkan aku nak! Kalau kamu meninggalkan ku….. Bagaimana aku bisa hidup?! Da Niu…”

Pria paruh baya yang dipanggil Da Niu itu menatap wanita tua tersebut dengan tatapan sendu. Dengan sekuat tenaga, dia meraih tangan dan mengengam tangan wanita tua itu di dadanya. Dia ingin mengatakan sesuatu, namun saat akan membuka mulutnya, dia justru memuntahkan darah…

Saat ini, Li Chengfeng adalah orang pertama yang dapat menenangkan diri. Dia menarik Bai Yunfei dan berkata: “Selamatkan orang-orang dulu!”

Kali ini Bai Yunfei tersadar. Dia membalikkan tangan kanannya, dia mengambil peralatan medis di cincin interspasial yang telah dibawanya, memberikan beberapa pada Li Chengfeng lalu berlari kearah wanita tua tersebut.

“Nek, bukan seperti itu. Biarkan aku mengobati luka itu secepatnya. Dia masih bisa selamat.” Setelah menarik nenek tua itu dengan lembut, Bai Yunfei berjongkok dan mulai mengobati lukanya.

Nenek itu terkejut nanum segera berpindah. Dia menatap Bai Yunfei penuh syukur namun karena terlalu gemetar dia tak mengatakan sepatah katapun dan hanya dapat menunggu dengan ekspresi penuh harap.

Bai Yunfei tidak mahir mengobati luka serius, namun dia melakukannya dengan hati-hati. Saat luka tersebut telah dipperban, keringat keluar dari dahinya. Akan tetapi, nyawa pria paruh baya itu setidaknya tertolong dan dia menatap Bai Yunfei dengan ekspresi senang dan rapuh.

Bai Yunfei membiarakan nenek tersebut menjaga pria paruh baya itu lagi lalu berdiri dan mendekati orang-orang yang terluka lainnya…

Setelah mengobati luka beberapa orang, dahinya dipenuhi keringat dan ekspresinya menjadi lebih serius. Kemarahan terus-menerus muncul dalam dirinya…

“Ibu… Bu… Apa yang terjadi? Rumah kita terbakar. Ayo cepat keluar bu? Kenapa ibu tak memakai baju? Cepatlah keluar dengan Fang’er, oke? Kepala Fang’er sangat sakit… Ibu? Katakan sesuatu…”

Suara tangisan pelan dan lembut terdengar dari sebuah rumah kecil yang terbakar. Bai Yunfei terkejut melihat ada yang masih selamat di dalam! Melihat rumah yang hampir ambruk, tanpa pikir panjang dia berlari menuju rumah tersebut.

Seorang gadis kecil berumur empat atau lima tahun dengan rambut di kuncir berlutut di lantai. Wajah kecilnya terlihat polos namun tampak kotor, pipi kirinya bengkak. Bahkan ada darah mengantung di sudut bibirnya. Sepertinya dia telah dipukuli seseorang sebelumnya. Melihat matanya yang kebingungan, sepertinya dia baru saja tersadar dari pingsan.

Namun, di depan gadis cilik itu, ada seorang perempuan telanjang tergeletak di lantai tak bergerak. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka dan bercak darah, sepertinya seserang telah melukai tubuh putihnya mengunakan sebuah pedang berkali-kali. Mulut wanita itu disumpal kain sepertinya itu celana dalamnya. Jelas dia telah diperkosa lalu disiksa sebelum kematiannya dan dia tidak dapat mengucapkan sepatah katapun. Sakit luar biasa dan penderitaan yang menakutkan terlihat dari matanya yang terbuka lebar…

Gadis kecil itu mengoyang-goyangkan tubuh ibunya tanpa henti. Suara tangisan pelan dan lembutnya menunjukkan ketakutan, kebingungan dan kesakitan.

Melihat hal itu, Bai Yunfei langsung terjatuh. Sepetinya dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sebuah kayu yang terbakar dan hancur jatuh di samping gadis itu. Bai Yunfei tersadar. Dia berlari seperti panah dan menendang kayu yang akan menimpa gadis itu. Lalu dia melepas mantelnya dan membungkus tubuh perempuan tersebut. Mengendong gadis kecil itu dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain mengangkat tubuh wanita tersebut. Dia bergegas keluar rumah.

Setelah menyerahkan gadis cilik itu pada penduduk untuk mereka jaga, dia mengamati sekitar. Sepertinya sudah tak ada lagi yang selamat di rumah-rumah dan semua orang yang terluka telah dirawat.

Tiba-tiba, suara riuh terdengar dari sisi lain. Bai Yunfei berbalik dan melihat Li Chengfeng dikelilingi lima hingga enam penduduk. Sepertinya mereka mengatakan sesuatu.

“Apa yang terjadi Chengfeng?” Bai Yunfei bertanya sambil berjalan mendekati Li Chengfeng.

“Aku juga tak tahu, baru saja aku menggunakan kekutanku ketika menyelamatkan orang-orang terluka yang terjebak di bawah benda berat. Tiba-tiba mereka mengerumuniku.” Li Chengfeng berbicara sambil menggelengkan kepalanya karena bingung.

Saat ini, orang-orang itu berlutut pada mereka berdua. Seorang pria paruh baya dengan kedua kaki dan lengan yang terluka berkata: “Pahlawan muda, tolong pergi dan selamatkan adik perempuanku! Dia ditangkap dan dibawa bandit-bandit itu. Mereka bukanlah manusia! Adikku, dia… Nantinya, dia pasti akan dibunuh… tolong selamatkan dia! Aku akan bersujud padamu…” setelah berkata demikian, dahinya tiba-tiba berdarah, namun dia tidak berhenti sama sekali.

Orang-orang yang lainnya pun memohon, mereka merngatakan bahwa anak perempuan dan istri mereka telah ditangkap oleh bandit-bandit dan mereka memohon pada Bai Yunfei dan Li Chengfeng untuk menyelamatkan mereka dan membawa mereka kembali. Hanya sesaat, sudah banyak orang yang berlutut dan memohon pada mereka.

Ternyata masih ada beberapa orang yang ditangkap oleh bandit-bandit itu!

Setelah tertegun beberapa saat Bai Yunfei dan Li Chengfeng bergerak dan segera membangunkan mereka. Tanpa berkata apapun, Bai Yunfei dan Li Chengfeng saling pandang. Mereka saling mengangguk. Dia lalu berbalik menatap para penduduk dan berkata: “Rawatlah luka kalian semua. Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan dan membawa mereka kembali!”

… … … …

Menurut penduduk, bandit-bandit itu telah pergi sekitar tiga jam yang lalu. Bai Yunfei dan Li Chengfeng menanyakan arah lalu mereka mengejarnya secepat mungkin.

Saat berlari, pemandangan di sisi jalan tidak mereka hiraukan dan telinga mereka hanya dipenuhi dengan suara angin yang bertiup tanpa henti. Dengan ekspresi serius, Bai Yunfei memikirkan sesuatu, namun Li Chengfeng sudah mengenggam belati di kedua tangannya. Matanya penuh dengan kemarahan dan kebencian.

Setelah satu jam berlari, bayangan kelompok terlihat di padang rumput di depan mereka. Menggunakan cahaya rembulan, mereka dapat melihat dengan jelas tiga puluh hingga empat puluh bandit ganas dibagi menjadi beberapa kelompok yang mengelilingi beberapa api unggun, seperti sedang memakan sesuatu.

Di samping setiap api unggun, ada tiga hingga lima pria berkumpul. Setelah melihat dengan teliti, Bai Yunfei tidak dapat menahan amarahnya lagi. Dia mengulurkan tangan kananya dan Fire Tipped Spear muncul di tangannya. Menghentakkan kaki dengan keras, dia berlari satu langkah di depan Li Chengfeng.

Bandit-bandit itu tertawa menjijikkan sambil memperkosa beberapa wanita yang mengenakan pakaian berantakan.

“Chengfeng, kamu perhatikan sekeliling. Jangan biarkan satu banditpun lolos. Mereka semua harus mati!”

“Jangan biarkan satupun dari mereka hidup… Bunuh mereka!!”

Translator / Creator: andra