September 28, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 10

 

Target, Blackwood Stronghold!

“Zhang Yang!!”

Bai Yunfei gemetar, dia memaksakan dua kata itu keluar melalui giginya. Perlahan dia berbalik untuk melihat sebuah tempat sekitar satu meter darinya, seorang pemuda dengan pakaian yang indah dengan kipas kertas di tangannya sambil tersenyum mengatakan sesuatu pada seorang gadis di sampingnya—dia tidak lain adalah Zhang Yang!

Hanya dengan mengepalkan tangannya erat dan menggeretakkan giginya hingga hampir berdarah dapat membuat Bai Yunfei menahan diri untuk tidak gegabah menyerangnya sampai mati, karena dia tahu bahwa dia mungkin tidak dapat mengalahkan pengawal di sekitar Zhang Yang saat ini.

“Bukan ide buruk. Aku akan memilih satu atau dua benda yang bagus untuk kuberikan pada bibi ketika aku kembali. Dan aku akan pulang dalam beberapa hari, jadi aku membawa beberapa hadiah untuk ibu juga.”

Sebuah suara jernih terdengar di telinga Bai Yunfei. Dia menggerakkan matanya untuk melihat seorang gadis muda berbaju biru dengan rambut panjang halus dan tubuh yang ramping sedang melihat toko-toko yang ada di sisi jalan tanpa peduli bagaimana orang lain memandangnya.

“Itu dia …”

Bai Yunfei melihat dua bayangan yang berjalan menjauh dengan keheranan. Sebuah perasaan yang tak bisa di gambarkan muncul di pikirannya. Dia menepuk-nepuk kepalanya untuk menenangkan diri lalu berbalik dan berjalan ke arah lain.

Menggunakan sejumlah uang, dia membenahi makam ibu dan kakeknya lalu membuat dua nisan dan meletakkannya di depan makam. Kemudian, dia pergi ke seluruh kota untuk membeli banyak hal, termasuk makanan, pakaian, perkakas, senjata, perhiasan dan sebagainya. Karena dia memiliki cincin interspasial, sangat mudah melakukannya.

Memberi pelajaran tiga pengganggu pagi tadi memunculkan pemikiran baru di benakknya. Sekarang dia tahu berlatih keras di belakang pintu sepanjang waktu bukanlah hal baik. Dia masih kurang dalam hal-hal penting, misalnya pengalaman bertarung.

Oleh karena itu, mulai hari ini, selain berlatih di rumah, Bai Yunfei akan keluar satu hingga dua jam setiap malam sebelum tidur untuk mencari para pengganggu dan bajingan-bajingan di kota dan melawan mereka.

Tapi dia menyadari sesuatu dengan cepat — musuhnya terlalu mudah dan tidak sebanding dengannya. Kebanyakan, mereka hanya geng rendahan yang biasa mengganggu orang-orang yang lemah. Bai Yunfei merasa melawan mereka tidak dapat membantunya sama sekali. Satu-satunya Keuntungan yang diperolehnya adalah memberikan mereka hukuman yang layak, sehingga orang yang mereka ganggu dapat bertepuk tangan puas.

Namun kelompok kriminal terbesar di kota semuanya di bawah kendali keluarga Zhang. Bai Yunfei masih takut menunjukkan identitasnya jadi dia tidak menargetkan mereka – sebelum dia cukup kuat, dia harus berhati-hati dengan apa yang dilakukannya.

Setelah Sembilan hari, Bai Yunfei memutuskan memilih target baru untuk dilawan — Bandit dari Gunung Blackwood.

Untuk menuju Gunung. Blackwood butuh sekitar sepuluh hari pejalanan dari kota Luoshi. Gunung itu dipenuhi pohon-pohon Blackwood, sehingga di namakan seperti itu. Karena tiga sisinya merupakan tebing dan jurang sehingga satu-satunya jalan menuju gunung berada disisi lain yang bagian atasnya melebar dan dasarnya sempit, tentu saja bisa untuk bertahan namun sulit untuk menyerang. Dahulu, pada saat-saat tertentu, komplotan bandit mulai berkumpul di gunung. Mereka menguasai gunung, menjadi bandit dan mendirikan Blackwood Stronghold. Mereka berfokus merampok pengembara dan pedagang desa sekitar gunung. Wali kota Luoshi telah mengirim tentara untuk memberantas bandit-bandit itu berkali-kali, namun mereka semua kembali dengan kekalahan dan kesedihan.

Sebelumnya, Bai Yunfei sering mendengar tentang perilaku mengerikan para bandit dari gunung Blackwood. Dia bahkan pernah mendengar beberapa desa hancur sepenuhnya karena mereka. Saat itu, dia hanya bisa menghela napas, mengumpat dan mengharapkan nasib buruk menimpa bandit itu. Tapi sekarang, mungkin karena dia telah berubah secara mental setelah mendapat kekuatan, dia merasa harus melakukan sesuatu untuk memenuhi ’harapan’ yang belum pernah dipikirkan sebelumnya.

Tentu saja, dia tidak berpikir bahwa dia bisa memusnahkan semua bandit di Blackwood Stronghold seorang diri. Dia hanya ingin pergi dan berurusan dengan kelompok kecil bandit Blackwood yang turun dari gunung untuk membangun kemampuan bertarungnya. Mengingat kekuatan Bai Yunfei sekarang, berhadapan dengan bandit biasa tidaklah sulit. Terlebih, bandit-bandit tersebut telah berbuat jahat, jadi menangkap mereka dan menyerahkannya pada pemerintah sekitar akan dikenal sebagai pengusir ketakutan penduduk. Dan bahkan bila dia membunuh mereka, ini tidak akan mengusik hati nuraninya.

Setelah menyiapkan semua keperluan, Bai Yunfei keluar dari kota Luoshi, menuju gunung Blackwood.

Ini adalah pertama kali dirinya berpergian jauh dari kota, sehingga segala sesuatu di luar sana akan Nampak asing baginya. Oleh karena itu, dia tidak terburu-buru dalam perjalanannya ini. Sebaliknya, dia berlatih dan mencoba menggunakan skill yang dibutuhkan untuk bertahan seorang diri di alam liar.

Karena masih belum terbiasa dengan jalan-jalan, dia harus bertanya sepanjang jalan untuk mengetahui arah. Setelah itu, dia menemui sebuah masalah — pengetahuan arahnya sangat buruk.

Meskipun beberapa arah benar, dia harus sering mengambil jalan memutar. Seseorang jelas mengatakan hanya membutuhkan setidaknya setengah hari untuk mencapai tempat tertentu, namun dia berjalan kebingungan dan membutuhkan waktu hampir seharian untuk tiba di sebuah tempat.

Terutama ketika dia mengambil jalan pintas melintasi hutan. Dia berjalan di hutan sehari semalam, bahkan bertemu dengan beberapa hewan buas. Namun dia menganggapnya sebagai target untuk meningkatkan kemampuannya. Meskipun dia belum mulai bertarung dengan manusia, dia telah mendapatkan cukup banyak pengalaman berkat binatang buas itu.

Pada hari ke enam setelah meninggalkan kota Luoshi, Bai Yunfei mendaki bukit di malam hari. Melihat sebuah dusun tidak jauh dari kaki bukit, dia memutuskan untuk pergi menetap semalam dan bertanya arah…

… … … …

Bai Yunfei saat ini telah berada di sisi selatan dusun. Namun saat ini, jalur di sebelah barat dusun,terdengar suara derap kuda yang berjalan memecah ketenangan sekitar. Sekumpulan orang lebih dari tiga puluh orang berkuda datang mendekat.

Orang orang itu terlihat kejam. Sekali lihat akan tahu mereka bukanlah orang baik. Selain itu, mereka semua membawa senjata di tubuh mereka. Di baris depan adalah seorang pria paruh baya dengan kulit wajah kuning dan hidung yang bulat. Dia tidak sekekar dan segalak pria di belakangnya, namun saat memperhatikan sekeliling, dia terlihat sangat pintar. Dia memperhatikan warna langit dan berkata pada orang di belakangnya: ”Kuda-kuda telah berjalan seharian. Sekarang saatnya istirahat. Semuanya, mari membangun peristirahatan di hutan depan. Kita akan istirahat semalam lalu melanjutkan perjalanan!”

Mereka tiba di hutan lalu mulai membangun tenda dan membuat api untuk menyiapkan makan malam mereka. Pemimpin itu duduk diatas sebuah batu, sambil meminum beberapa botol wine di tangannya.

“Kali ini kepala sekolah cukup puas dengan upeti yang dibawa kembali ke sekolah sehingga ia memberi kita sebuah soul item. Ketua telah memperoleh Goldsilk Soul Armor. Dengan Glacial Pricker ini, dia pasti akan semakin kuat. Saat ini aku telah menyelesaikan misi dengan baik. Saat kembali nanti, Ketua pasti akan menghadiahkanku sesuatu yang besar!” Saat ini, dia sedang mengusap sebuah kotak kayu di dadanya, “Soul item… kapan aku bisa memilikinya?”

Tepat saat itu, seorang pria berjenggot dan mata yang seperti ikan mati berjalan ke arah pria paruh baya dan berkata: “ Hallmaster Zhong, ada sebuah dusun tidak jauh dari sini. Saya ingin pergi kesana bersama beberapa orang untuk mengambil beberapa barang yang lezat lalu kembali. Selama beberapa hari ini, mereka harus makan makanan kering yang mereka bawa sehingga mereka sangat menginginkan daging…”

Pria paruh baya dengan nama belakang Zhong tersebut menatapnya dan menegurnya sambil tertawa: “Sepertinya kamu tidak ingin mengambil makanan untuk saudaramu, tapi kamu ingin perempuan lagi kan?” Setelah berkata demikian, orang-orang di sekitarnya tertawa.

Pria besar dengan mata yang seperti ikan mati terbatuk, tak bisa berkata-kata. Kemudian, Hallmaster Zhong melanjutkan: “Kalau begitu ajak sepuluh orang saudaramu dan pergi kesana. Ambil apapun yang berharga yang kau temui. Bagaimanapun juga, ini adalah tempat terpencil dan terbelakang jadi pasukan pemerintah tak akan kesini.”

Ekspresi senang terlihat dari wajah pria besar itu. Dia berteriak: “Terima kasih, Hallmaster!”

… … … …

Di sebuah dusun yang damai, asap mengepul dari cerobong asap dapur. Beberapa anak-anak berlarian dengan gembira. Seekor anjing golden sedang berbaring malas di pintu masuk dusun, bermandikan cahaya matahari terbenam.

Tiba-tiba, telinga anjing tersebut bergerak. Matanya menunjukkan kewaspadaan. Dia berdiri dengan terguling dan membungkukkan badannya. Menatap kedepan, mengeram rendah.

Tanah nampaknya sedikit bergetar. Lalu suara derapan kuda terdengar. Sekelompok pria berkuda terlihat dari kejauhan dan sepertinya akan menuju desa..

Seorang pemuda berumur sekitar dua puluh tahunan sedang membawa dua ember air di pundaknya dengan sebuah galah berjalan menuju sebuah rumah. Mendengar suara di belakangnya, dia menengok dengan ragu-ragu.

Segera setelah dia melihat, wajah tampannya memucat lalu terlihat ketakutan, kakinya mulai gemetar. Setelah tertegun beberapa saat akhirnya dia bereaksi. Dia melempar galah di bahunya dan bergegas menuju pusat desa, berteriak histeris: Bandit! Bandit datang! Bandit datang!”

Ketika dia berteriak, seluruh desa bersiaga. Sekitar seratus orang berasal dari berbagai keluarga keluar dari rumah mereka. Dengan ekspresi kebingungan di wajah mereka, mereka melihat pemuda yang meringkuk di pusat desa sedang membenamkan kepalanya dengan tanggan.

Seorang gadis muda dengan wajah oval, mata besar dan rambut sebahu berjalan mendekati pemuda yang gemetar dan menarik lengannya dengan khawatir, dia berkata: “ kak Xio Feng, ada apa denganmu? Apa yang datang kesini?”

“Mereka, mereka datang lagi, Menghancurkan… Desa akan lenyap… Semuanya mati, semuanya akan mati… Ayah, Ibu,…. Kakak…. Mereka datang lagi….”

Pemuda tersebut bergumam pada dirinya sendiri, seperti ketakutan. Namun, ketika dia mendengar kata-kata tulus gadis itu, dia terkaget. Dia mengangkat kepalanya, wajahnya dengan ketakutan dan kecemasan. Memegang tangan sang gadis dan berkata: “Mereka datang! Cepatlah sembunyi! Ling’er cepat sembunyi! Semua wanita muda pergi dan bersembunyilah di rumah! Kalian tidak boleh keluar! Semuanya, ambil semua barang berharga keluarga kalian dan berikan pada meraka! Berikan pada meraka…. Atau kalian akan mati…mati …”

Awalnya, dia hanya berbicara pada gadis muda itu, namun kemudian dia berteriak keras pada penduduk sekitar.

Semua orang kebingungan, namun mereka semua terpengaruh dengan sikap dan ucapannya. Dengan ekspresi bingung, mereka menatap seorang pria tua lima puluh tahunan di sisi lain secara bersamaan – dia adalah kepala desa.

Ekspresi wajah pria tua itu terlihat sangat serius. Dia menatap pemuda bernama Xio Feng lalu menoleh untuk melihat sekelompok pria berkuda yang semakin mendekati desa.

“Xiao Feng berasal dari desa di sisi gunung Blackwood. Karena penduduk desanya melawan bandit-bandit dari Blackwood Stronghold, mereka hampir di musnahkan. Oleh karena itu dia seperti ini…” kepala desa berkata pada dirinya sendiri dan penduduk. Dia mengangkat kepalanya dan berkata: ”Dengarkan Xio Feng, semuanya! Semua perempuan segeralah bersembunyi! Lalu, jangan menolak jika mereka menginginkan barang-barang kalian!

Ketika sekitar sepuluh kuda memasuki desa, puluhan warga yang masih bertahan di pusat desa semuanya ketakutan. Orang-orang menakutkan itu semunya membawa Large saber di tangan, telihat mengerikan.

“Oh? Penduduk di desamu sedikit istimewa. Sepertinya mereka bahkan menyambut kami? Baiklah! Jika kalian menurut, paman mu ini tidak akan menyakitimu! Cepat keluarkan semua Wine dan daging. Dan keluarkan semua barang-barang kalian untuk menunjukkan rasa hormat kalian pada kami! Kalau aku puas, aku akan pergi dengan barang-barang kalian!” pria besar dengan mata yang seperti ikan mati berkata sambil tertawa, seolah-olah dia melakukan sesuatu yang baik pada penduduk.

Kepala desa melihat senjata di tangan para pria tersebut, tanpa berani membantah. Dia membungkuk pada pria besar tersebut, berkata: “Terima kasih banyak atas kemurahan hatimu, Tuan. Kami akan pergi dan mengambil semua yang kalian inginkan. Harap tunggulah sebentar…..”
Kemudian, dia memberikan sebuah tanda pada orang di belakangnya menggunakan. Meskipun mereka tidak menginginkan ini, mereka tidak berani melawan. Lebih dari sepuluh orang berbalik dan kembali ke rumah masing-masing. Bagaimana mungkin orang-orang yang tinggal di desa seperti mereka berani melawan bandit kejam ini? Mereka sudah lega bahwa hari ini bandit-bandit hanya mengambil barang-barang tanpa menyakiti mereka.

“Tunggu!” Tapi pria besar dengan mata yang seperti ikan mati tiba-tiba berteriak, memnyebabkan semua orang tersentak, “ Katakan pada perempuan muda dan cantik di desa untuk keluar dan pergi bersama paman! Aku masih punya puluhan saudara di gunung, karena kalian penurut, jika mereka melayani dengan baik, kami akan kembalikan mereka tanpa lecet!”

 

Translator / Creator: andra