September 26, 2016

Upgrade Specialist in Another World – Book 1 / Chapter 1

 

Bai Yun Fei

Tahun 2008 dalam kalender Tianhun.

Satu-satunya kerajaan di wilayah Tianhun – kerajaan Tianhun, provinsi Qingyun, malam hari di kota Luoshi

“Fiuh! Akhirnya! Hari ini aku bisa mendapatkan 23 koin tembaga. Aku bisa makan satu lagi roti kukus malam ini..” Seorang pemuda memakai pakaian compang-camping dengan raut wajah yang terlihat kelelahan itu berjalan di sebuah gang gelap sambil sesekali menyandarkan tubuhnya di dinding. Dia bergumam sambil memijat bahunya yang sakit.

Bai Yunfei, 18 Tahun, tingginya 1,75 meter, memilliki gaya rambut pendek yang sederhana, wajahnya agak kurus, hidungnya mancung dan matanya jernih. Meskipun dia tidak bisa dianggap tampan, setidaknya penampilannya tidak membuat orang lain tidak menyukainya. Karena telah menjadi kuli selama bertahun-tahun, dia jadi sedikit membungkuk ketika berjalan, telihat seperti seorang budak. Tubuhnya bisa dianggap kuat, tetapi karena dia tidak cukup makan untuk waktu yang lama, dia terlihat kecil dan kurus.

Setelah bekerja keras seharian, sekarang dia ingin membeli beberapa roti gandum kukus untuk mengisi perutnya, dan kembali ke rumah bobrok, sebuah rumah tempat dia tinggal sendiri selama 9 tahun untuk dapat tidur nyenyak.

Sejak dia mulai mengerti beberapa hal, Bai Yunfei tidak pernah bertemu sang ayah. Ibu dan kakeknya tidak pernah bercerita apapun tentang ayahnya. Sang ibu meninggal karena sakit saat dia berusia 5 tahun, meninggalkan Bai Yunfei dan kakeknya yang sudah tua, mereka harus bergantung satu sama lain agar dapat bertahan. Sayangnya nasib malang masih tidak meninggalkan keluarga Bai Yunfei. Ketika membuka sebuah toko untuk menjual sandal jerami, kakeknya ‘menghalangi’ jalan seorang pemuda bangsawan dari keluarga kaya dan akhirnya kakeknya harus menerima pukulan brutal dari bawahan dan pengawalnya. Tak lama setelah itu dia juga meninggalkan Ban Yunfei – Di tahun yang sama, Bai Yunfei masih berumur 9 tahun.

Kejadian seperti ini bukanlah sesuatu yang jarang terjadi di kerajaan Tianhun. Kehidupan rakyat jelata, terutama bagi keluarga seperti Bai Yunfei – tidak memiliki lahan, pengangguran dan hanya memiliki rumah kecil rusak yang tak layak huni – mereka tak layak satu sen pun di mata para bangsawan dan orang kaya.

Bai Yunfei kecil yang berumur 9 tahun harus tinggal sendiri. Mengukir cinta sang ibu dan kebaikan kakek dalam hati dan pikirannya, dia menggertakkan gigi dan harus melanjutkan hidup – Setelah memohon selama 2 hari dan 2 malam, akhirnya dia memperoleh pekerjaan sebagai pengangkut barang di sebuah toko beras yang cukup besar. Jangan berpikir pemilik toko itu baik hati. Dia tidak pernah memberikan sepeserpun koin lebih. Baru- baru ini dia hanya menerima beberapa koin tembaga sehari sebagai upahnya.

Bai Yunfei sering berpikir dia tidak akan bisa bertahan lagi. Setiap malam dia meringkuk di rumah bobroknya, dimana angin dapat berhembus dengan bebas dan terkadang dia menangis dalam diam. Namun, ketika dia tertidur setelah menangis, dia selalu melihat kakeknya dalam mimpi mengusap kepalanya dengan lembut dan menenun sandal jerami sambil mengajarkannya menulis huruf; ibunya memeluknya sambil menunjuk awan putih di langit, mengatakan “Suatu hari, ketika Yunfei kecilku tumbuh dewasa, dia akan seperti awan putih di langit, melayang bebas tanpa batas..”

Hari berikutnya, dia menyeka air matanya, menggertakkan gigi dan memindahkan karung beras yang berat itu sedikit demi sedikit – dia telah melakukannya selama 9 tahun. Selama 9 tahun ini, Bai Yunfei telah sepenuhnya memahami sifat alami manusia. Memahami seluruhnya bagaimana suramnya dunia ini, dia berkerja setiap hari, mengandalkan tangan dan kakinya untuk dapat bertahan dengan cara yang paling rendah.

Nyatanya, ada banyak orang seperti dirinya yang tergolong masyarakat bawah, namun sebagian besar dari mereka memilih terlibat dalam kegiatan yang akan mempertaruhkan hidup mereka. Akan tetapi, Yunfei tidak pernah melakukan itu dan tidak pernah berpikir untuk melakukannya. Untuk setiap koin dan makanan yang dia peroleh, dia menukarkan bahunya dengan membawa karung berat berisi beras.

Karena, dia telah berjanji pada kakeknya untuk hidup dengan hati nurani.

Banyak orang mencemooh sifat keras kepala Bai Yunfei: “Hati nurani? Jangan buat aku tertawa. Ini dunia yang kejam, hati nurani itu tidak berharga!”

Namun Bai Yunfei tidak menghiraukan mereka. Dia telah hidup seperti ini selama 9 tahun, tanpa peduli serendah apa statusnya, serendah apa pekerjaannya dan semiskin apa dirinya – dengan hati nuraninya.

“Sekarang tubuhku jauh lebih kuat dari sebelumnya. Nanti, aku akan membawa beberapa karung beras setiap hari jadi aku dapat menabung dan memperbaiki makam ibu dan kakek.” Bai yunfei berjalan sambil membayangkan hal itu. Setelah menepuk koin itu di dada, dia mempercepat langkahnya. Jalan keluar gang ini sudah tidak terlalu jauh. Dia bisa membeli beberapa roti kukus dan pulang.

Sesaat setelah itu, dia berjalan dengan kepala menunduk, tidak menyadari ada lubang di belakangnya. Asap hitam keluar dari dari lubang itu, dan terlihat sebuah buku muncul dari asap tersebut. Entah ini kebetulan atau pertanda, asap hitam itu keluar cukup banyak membuat buku tersebut terlempar ke arah Bai Yunfei. Buku itu terlempar ke tubuhnya dalam waktu yang singkat.

Bai Yunfei merasa pikirannya kosong lalu tak sadarkan diri dan jatuh ke tanah.

Ketika dia terjatuh ke tanah, kabut transparan tiba-tiba keluar dari lubang tersebut, dan artinya lubang itu belum menutup. kabut itu pun keluar dan menutupi tubuh Bai Yunfei seluruhnya.

Segala sesuatu yang ada dalam suatu ruang dimensi telah terikat ketentuan tersendiri. Ketika berusaha masuk ke dimensi lain, mereka akan di tolak dan dilenyapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Namun, setelah berhasil masuk kedalam suatu dimensi, maka harus mengikuti peraturan dalam dimensi tersebut!

Beberapa Soul Fragment dan buku tersebut menyatu dengan tubuh Bai Yunfei. Lalu, kekuatan tersebut menyatu dengan tubuh Yunfei beberapa saat. Kemudian bagian kecil Soul Fragment yang tidak dapat menyatu dengan tubuhnya, tiba-tiba menghilang seperti tidak pernah ada.

Penampilan Bai Yunfei tidak berubah. Dia masih tergeletak di tanah seperti sedang tertidur.

10 menit kemudian, dia bergerak dan duduk, namun raut mukanya terlihat kebingungan, matanya tidak fokus. Sepertinya dia belum sadar sepenuhya.

Setelah duduk dengan kebingungan yang cukup lama, dia bersandar pada dinding mencoba untuk berdiri. Dia menepuk pelan kepalanya. Dia terlihat seperti sedang bergumam tapi juga seperti sedang berbicara dengan seseorang.

“Aku Tan Long… Bukan, aku Bai Yunfei…”

“Aku datang dari bumi.. Tidak.. Aku dari kerajaan Tianhun..”

“Aku penjelajah Interdimensi..Aku rakyat biasa dari kota Luoshi..”

“Air terbentuk dari H dan O..”

“Menabung untuk memperbaiki makan ibu dan kakek..”

Meskipun Soul Fragment tidak sempurna, mereka terbentuk dari banyak sekali kenangan yang menyatu dengan Bai Yunfei, sehingga menyebabkan kebingungan pada ingatannya sendiri.

Dia berjalan terhuyung – huyung menuju jalanan utama. Sebenarnya ini tindakan di bawah alam sadarnya. Pikirannya masih bingung dan dia tidak tahu apa yang dilakukannya… Di jalan utama, orang-orang sibuk datang dan pergi menuju berbagai arah, beberapa orang berlarian dari gerbang timur kota.

Ada dua orang berjalan menuju bagian paling depan. Satu orang yang berada di sebelah kiri adalah seorang pemuda tampan. Dia menggenakan pakaian yang indah dan memiliki wajah yang sempurna. Rambut panjangnya diikat ke belakang kepala. Memegang sebuah kipas lipat di tangannya dan sesekali diayunkan dengan anggun, dia menunjuk beberapa toko dan kedai pedagang di sisi jalan. Sepertinya, dia sedang mengenalkan sesorang yang ada di sampingnya. Ujung bibirnya terangkat, menunjukkan dia tersenyum puas akan sesuatu, dia terlihat periang dan elegan tetapi juga terlihat agak sinis.

Di sampingnya, seorang gadis berambut panjang dengan pakaian indah berwarna biru langit. Tubuhnya ramping, wajahnya putih, bibirnya merah dan hidungnya seperti permata. Matanya yang besar mengikuti pergerakan pemuda di sampingnya, melihatnya dengan penuh semangat.

Tidak jauh dari mereka, seorang pria paruh baya berjalan dengan tangan yang diletakkan di belakang. Matanya memperhatikan pemuda dan gadis di depannya dengan senyuman. Dua orang pengawal di sampingnya berpakaian seperti orang-orang pada umumnya, dengan pedang menggantung di pinggang. Sepertinya mereka telah ikut ke berbagai tempat, namun mata mereka mengamati sekitar jalanan. Siapa pun yang bertatapan dengan mereka akan langsung menunduk dan menghindar dengan raut muka ketakutan.

Jauh di belakang terlihat sekelompok penjaga berseragam seperti pelayan dan membawa beberapa kotak besar. Meskipun terlihat berat, mereka berjalan dengan santai. Sepertinya cukup kuat.

Keluarga paling terpandang di kota Luoshi, keluarga Zhang, menguasai hampir setengah dari toko-toko di kota. Selain itu, keluarga mereka terkenal sebagai Soul Cultivators. Meskipun sebenarnya sebutan “Keluarga Terkenal” tidak begitu cocok jika di bandingkan dengan semua keluarga terhormat di seluruh wilayah,  tetapi di kota Luoshi ini, mereka adalah keluarga terpandang bahkan pejabat pun harus mengalah pada mereka.

Tentu saja tidak ada rakyat biasa yang berani menghalangi jalan keluarga Zhang dan tuan mudanya.

“Adik Meng’er, saya tidak pernah berpikir kamu akan datang ke kota Luoshi bersama ayah. Kamu seharusnya mengirimkan seseorang untuk memberitahuku tentang kedatanganmu sebelumnya, jadi saya bisa menyipakan sesuatu yang menarik untukmu, buatlah dirimu nyaman disini..” pemuda itu berbicara kepada sang gadis dengan senyuman wajahnya. Dia adalah Zhang Yang, tuan muda dari keluarga Zhang.

Meskipun dengan pujian Zhang Yang, gadis muda itu tidak menunjukkan ekspresi apapun. Dia hanya mengatakan: “Saya tidak sengaja bertemu dengan paman ketika sedang berjalan-jalan di kota Yinsha. Karena ada waktu luang, saya datang kemari bersama beliau untuk membalas kunjungan bibi. Jadi tidak perlu menyiapkan sesuatu untukku. Saya akan meninggalkan kota ini dalam beberapa hari”. Dia sedikit mengangkat alis indahnya dan berkata: “Lalu, jangan panggil saya adik. Saya bukanlah adik anda. Panggil saja nama saya, Liu Meng.”

“Haha, Apa yang kau katakan, adik Meng’er? Sebenarnya, kamu harus mengetahui hubungan antara keluarga kita. Kita..” Zhang Yang, tidak berkecil hati dengan sikap dinginnya.

“Sekarang, saya tidak ingin memikirkan hal lain, Saat ini saya berjalan-jalan keluar karena saya tidak dapat menyelesaikan Soul Warrior tahap menengah. Jadi saya ingin melepas kebosanan sejenak lalu kembali untuk melanjutkan latihan tanpa ada kekhawatiran.” Gadis muda bernama Liu Meng menyela perkataan Zhang Yang.

“Apa? Kau  sudah mencapai tahap menengah dari Soul Warrior? Saya ingat bahwa kita berhasil menyelesaikan tahap Soul Personage pada waktu yang hampir bersamaan. Sudah satu tahun. Saya masih di tahap menengah  Soul Personage tapi kau telah mengalami kemajuan!” Zhang Yang tidak melanjutkan perkataan yang akan membuat gadis itu malu. Dia hanya tertawa, wajahnya menunjukkan raut muka terkejut.

Mendengar hal itu, Liu Meng menatapnya dengan tatapan menghina kemudian dia mengalihkan pandangannya ke sisi jalan, dan berkata: “Saya berbeda dengan orang – orang yang bermalas-malasan seharian.”

“Eh..” penekanan pada kata-kata itu, membuat Zhang Yang merasa malu. Dia menghentikan topik ini, dengan senyuman, dia menunjuk sebuah kedai Tanghulu di sisi jalan, dan berkata: “ Adik Meng.. Eh.. Liu Meng, ini Tanghulu, gadis-gadis suka sekali memakan ini. Kamu terlalu fokus berlatih jadi kamu jarang memakannya, bukan? Saya akan membeli satu tusuk untuk kau cicipi.”

Setelah mengatakan itu, dia pergi untuk membeli setusuk tanghulu dan kembali menemui Liu Meng. Pemilik kedai itu bahkan tidak berani menunjukkan rasa ketidak-sukaannya. Liu Meng yang menerima setusuk Tanghulu itu mulai penasaran, melihatnya sesaat lalu mulai mengeluarkan lidahnya merasakan rasa manis gula. Senyuman muncul di wajahnya seperti pohon plum yang mekar saat musim dingin. Di sisi lain, Zhang Yang melihat itu, matanya hanya terpusat pada gadis itu.

Pesta masih berlanjut di pusat kota. Dalam perjalanan, Zhang Yang mengambil mainan kecil dari beberapa penjual dan memberikannya kepada Liu Meng, dengan harapan dapat melihat senyumnya yang indah.

Ketika mulai mendekati sebuah gang kecil, seorang pemuda yang terlihat linglung dengan pakaian compang-camping tiba-tiba muncul dari gang suram di sisi lain. Dia berjalan gontai dengan mengumamkan sesuatu tiada henti. Sepertinya dia tidak ikut pesta di jalan, dia terus berjalan menuju arah kami. Tiba-tiba dia tersandung dan menabrak tepat pada dada Liu Meng!

Kemunculan pemuda yang tidak terduga dan disaat yang bersamaan Liu Meng sedang mengikuti pandangan Zhang Yang yang sedang melihat toko satin di sisi lainnya; selain itu, dia tidak menduga seseorang akan menabraknya seperti ini; apalagi, Yunfei sempat kebingungan sesaat – pria itu tidak sengaja menghampirinya: Oleh karena itu, meskipun seorang Soul Cultivator, dia tidak dapat menghindari tabrakan dan terjatuh ke tanah… Bai Yunfei merasa kepalanya teramat sangat sakit. Semua informasi tidak henti-hentinya muncul di kepalanya. Dia bahkan tak tahu dimana dia berada sekarang.

Tiba-tiba, Bai Yunfei merasa telah menabrak sesuatu. Tubuhya jatuh tak terkendali. Lalu dia merasa jatuh pada sesuatu yang lembut, sesuatu yang menyenangkan, aroma harum yang dihirupnya… Tidak ada yang tahu ini karena sebuah tabrakan atau karena hal lain, atau sesuatu yang lembut itu, atau aroma harum itu… Singkatnya, Bai Yunfei tersadar dari pikirannya. Meskipun tidak sepenuhnya pikirannya kembali jernih, akhirnya dia dapat mengendalikan tubuhnya sendiri lagi.

Dia mengelengkan kepala dan mulai berdiri. Yang terlihat di pengelihatannya saat ini – seorang gadis berpakaian biru sedang duduk dihadapannya, wajah lembutnya sedikit mendongak menatapnya heran. Sepertinya dia masih terkejut setelah tabrakan tadi.

“Eh..Nona, maafkan saya.. Saya tidak bermaksud menabrakmu. Apakah kamu terluka?” Bai Yunfei mulai memahami situasi saat ini — dia telah menabraknya hingga terjatuh — dia meminta maaf dan membungkuk, meraih tangan Liu Meng dan membantunya bangun.

Bai Yunfei melihat tanghulu yang jatuh dan menggaruk kepalanya karena malu. Setelah melihat sekeliling dia melihat penjual tanghulu – untuk menyenangkan Liu Meng, Zhang Yang secara khusus memanggil penjual tanghulu dan memerintahkan untuk mengikutinya– Dengan sedikit mengomel dia mengeluarkan koin dan memberikannya kepada penjual tanghulu.

“Nona, sebagai ganti rugi saya membelikan tanghulu untukmu. Semoga kamu bisa memaafkan saya, saya tidak bermaksud untuk..”

“Bang!” ketika Bai Yunfei masih berbicara, dia merasakan sesuatu dengan kekuatan yang besar telah menyerang pinggang kirinya dan rasa sakit pun menghampirinya. Seluruh tubuhnya terjatuh disisi lain!

Zhang Yang menarik kakinya. Tubuhnya bergetar, wajahnya penuh dengan kekejaman. Tidak ada sosok pemuda elegan seperti sebelumnya. Dia melirik Bai Yunfei yang terbaring di tanah, tidak ada yang disembunyikan matanya dipenuhi dengan keinginan membunuh.

“ Rendahan! Beraninya kau tidak sopan dan merayu Meng’er ku! Kau.. akan kubunuh kau!”

Translator / Creator: andra