September 13, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 3 / Chapter 189

 

Heading Up the Mountain

Suara samar pemuda ini terdengar sampai ke telinga orang-orang yang meliaht dan segera mengalihkan perhatian mereka. Di antaranya, Song Lin, Lian Lingmin, Bai Yunfei, dan Mo Xiaoxuan yang mendengarnya.

“Soul Sprite tahap akhir!”

Bai Yunfei sedang berpikir dalam keterkejutannya sementara yang lain mengulangi ucapannya dengan keras dan mulai berbicara satu sama lain.

“Wow! Soul Sprite lainnya, dia sama sepertimu, kakak Bai! Dan elemen yang diperlihatkannya terlihat istimewa…” Zhong Xuhao berkomentar dengan mata terbelalak saat dia menatap Ye Zhiqiu kagum.

“Dia memiliki dua afinitas yaitu fire dan wood…” kata Mo Xiaoxuan.

Bai Yunfei menganggukkan kepalanya, “Ya, itu benar. Dia adalah seorang Soul Sprite tahap akhir dengan dua afinitas”

“Fire dan wood! Bagaimana bisa ada pemuda sepertinya yang menjadi seorang Soul Sprite dengan dua afinitas? Aku….aku merasa sanagt rendah. Kayu dapat menimbulkan api, dan bila dia memiliki pengendalian yang bagus dengan keduanya, elemental fire yang dia gunakan maka kita bisa lihat peningkatan kekuatan yang luar biasa. Bahkan jika dia bergabung dengan Crafting School atau Fire School, seorang jenius sepertinya pasti diinginkan semua orang. Dari semua orang disini, sepertinya dia adalah yang terbaik…” Mo Xiaoxuan mendesah. Bertemu dengan orang-orang yang dia temui hari ini benar-benar mencairkan kebangaannya dengan sebutan ‘jenius’ selama sepuluh tahun terakhir hidupnya.

Bahkan siswa yang mengawasi ujian Ye Zhiqiu menatapnya kagum. “Seseorang dengan dua afinitas merupakan orang bodoh yang ceroboh atau seorang jenius yang tekun. Anak ini pasti yang terakhir…acara dua tahunan untuk siswa berbagai sekolah sepertinya selalu mengumpulkan banyak jenius, tapi Crafting School benar-benar seperti tempat berkumpulnya orang-orang yang lebih istimewa …”

……

Dari jauh, Fei Nian terkejut dengan sosok Ye Zhiqiu dan mendesah kesal, “Lagi-lagi Soul Sprite lain yang datang untuk masuk di Crafting School…”

“Sebuah bakat yang luar biasa dalam Cultivation tidaklah mewakili kekuatan Crafting School kita. Bahkan bagi mereka yang terjebak pada Soul Warrior tahap akhir, banyak dari jenius luar biasa ini kalah dari mereka ketika tiba saatnua untuk membuat soul item mereka sendiri…” Song Lin menatap Lian Lingmin dan bertanya, “Lingmin, bagaimana dengan murid perempuan kali ini, apakah ada yang cantik?”

“Tidak ada. Jumlah pelamar perempuan setiap tahunnya cukup sedikit, dan mereka yang lulus hampir tidak ada. Belum ada siswa perempuan yang muncul dengan ‘high talent’. Aku penasaran apakah kita akan menemui seseorang yang menonjol setelah ini.” Lian Lingming menggeleng sebelum tersenyum, “Tapi tetap saja, itu bukanlah masalah. Fakta bahwa ada lima junior perempuan dengan talenta yang layak seharusnya cukup untuk master. Tidak memiliki seseorang sebagai contoh di tahun ini seharusnya tidaklah buruk.”

Sebuah pemandangan yang terpisah dari tempat dimana semua pendaftar yang lulus berkumpul, saat ini, ada hampir 200 orang. dengan menghela napas, Song Lin berkata, “Aku ingin tahu apakah akan ada siswa yang akan diterima oleh kepala sekolah atau tetua yang diterima menjadi penerus mereka. Tidak banyak siswa dari generasi kita sebelumnya, jadi generasi kita saat ini sangat  kepala sekolah atau orang tua akan menerima sebagai penerus mereka. Tidak banyak siswa inti dari generasi sebelumnya, sehingga generasi kita sekarang ini sangatlah penting bagi mereka. Crafting School telah diam selama dua puluh tahun tanpa kehilangan apapun, tapi kami tidaklah sekuat seperti sebelumnya. Kita tidak bisa membiarkan sekolah kita kehilangan harga diri lagi!”

Lian Lingmin tertawa, “Haha, aku sudah bisa mengatakan bahwa ada beberapa orang yang lebih luar biasa lagi di generasi berikutnya ini sudah. Ada dua orang dengan best talent fire, dan beberapa orang dengan ‘high talent’. Ada juga soul cultivator Ye Zhiqiu dengan afinitas wood dan fire, dan juga Bai Yunfei. Bahkan junior Fei Nian tidaklah sepadan dengan Bai Yunfei!”

Dengan wajah memerah, Fei Nian membuka mulutnya untuk berkata, “Hmph! Aku hanya ceroboh, itu saja! Jika kita bertarung lagi suatu saat nanti …”

“Haha, baiklah, aku tidak akan berkata apapun lagi tentang itu. Kamu harus segera menuju ke atas gunung dan mempersiapkan diri untuk ujian, Fei Nian. Antar mereka yang lulus ke gunung segera setelah tahap pertama berakhir.” Song Lin segera memotong ‘penjelasan’ Fei Nian dengan melambaikan tangannya dan tertawa.

“Oh ya! Baiklah, senior …”

……

Setengah jam kemudian, ujian tahap pertama berakhir.

Mereka yang masih berbaris untuk ujian adalah mereka yang tenang dan telah siap, sehingga tingkat penerimaan dalam setengah jam terakhir jauh lebih tinggi. Dengan demikian, seratus orang lolos ditambahkan sehingga saat ini ada lebih dari 300 orang.

Dibandingkan dengan awal saat ada ribuan orang di sini, ini adalah jumlah yang agak menyedihkan.

Di bawah pimpinan Song Lin, mereka yang telah lulus tahap pertama akan diantar ke Gunung Crimson.

Sebuah tangga spiral yang tampaknya tak berujung mengelilingi hutan dan melewati kabut di depan semua orang. Bai Yunfei dan kelompoknya berdiri di bagian paling belakang kelompok dengan Zhong Xuhao yang sesekali melihat sekeliling dan berbisik kepada seseorang. Tepat di samping mereka adalah pendatang baru di kelompok, Ye Zhiqiu.

Dia pergi tanpa berkata bahwa Zhong Xuhao yang gagah dan optimis sangat populer dalam kelompok. Ditambah dengan usianya yang masih muda, sulit bagi siapa pun untuk percaya bahwa dia punya niat jahat. Setelah serangkaian pembicaraan yang semangat, bahkan Ye Zhiqiu yang santai telah direkrut untuk bergabung dengan ‘kelompok’ mereka.

Zhang Sanxian mendekat untuk berbicara dengan Bai Yunfei saat kelompok telah mencapai setengah jalan dari perjalanan mereka, dan dengan kata-kata Zhong Xuhao ini, hubungan yang baik terbangun dengan ‘senior Sanxian.’ Tak lama kemudian, semua orang berbicara dan tersenyum seolah-olah mereka berada di lingkungan yang menyenangkan.

Tentu saja, perjalanan ini menyenagkan dan mudah bagi mereka karena mereka tidak lah lemah. Dari tiga ratus orang di sini, tidak semuanya soul cultivator. Mayoritas dari mereka hanyalah orang bisa tanpa kemampuan cultivation yang tidak ada hal lain selain bergabung dengan Crafting School. Beberapa dari mereka bahkan anak laki-laki yang bahkan belum berumur 10 tahun. Bagi mereka, berjalan melewati serangkaian tangga selama setengah jam cukup menyakitkan.

Setelah melewati ujian tahap pertama, siapa yang akan menyerah di sini? Dengan mengertakkan gigi dan mengerucutkan bibir, kelompok yang terdiri dari mereka yang tidak memiliki kemampuan cultivation mengumpulkan kekuatan mereka untuk mengikuti dari belakang. Beberapa pendaftar bertahan lebih lama bahkan menggunakan tangan mereka untuk itu – tindakan itu membuat Bai Yunfei merasa sangat takjub.

……

Dua jam kemudian, tangga tersebut akhirnya berakhir. Mata Bai Yunfei dapat melihat hutan terbuka dengan sebuah lorong yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Mendaki anak tangga terkahir, kelompok akhirnya berdiri di sebuah tempat luas.

Catatan penulis: *Lemas* Sebenarnya, aku tidak terlalu tahu bagaimana menjelaskan hal ini. Jika penjelasan ini tidak membantu pembaca, silakan kalian bayangkan sendiri. Bagaimanapun juga, aku harus melakukannya…

Setelah memberikan waktu pada yang lainnya untuk menarik napas, Song Ling berjalan ke depan kelompok. Semua obrolan segera terhenti saat dia menyapukan pandangannya pada tempat ini, dan menatap mereka yang bukan soul cultivator di belakang. Matanya penuh dengan pujian, dia tersenyum, “Tidak buruk. Tidak terlalu buruk. Mulai dari sekarang, seseorang akan datang dan membawa kalian semua ke Northern Point untuk ujian kedua. Ini adalah ujian khusus dimana hanya dilakukan oleh Crafting School kami. Menjadi seorang Soul Cultivator tidaklah berguna disini. Ujian ini tidak bergantung pada cultivation kalian. Jika kalian gagal di sini, jangan kecewa. Kalian semua dengan afinitas elemental fire yang bagus. Bergabung dengan sekolah lain tidak akan menjadi pencapaian yang buruk…”

Pada saat itu seorang pemuda berkulit gelap dengan tatapan serius di wajahnyamendekati kelompok. Dengan menganggukkan kepala dia bertanya, “Senior, bolehkah aku membawa mereka sekarang?”

Song Lin menganggukkan kepalanya. “Ya, jika junior Xiao bisa, silahkan lakukan itu.”

Berdiri di depan semua orang, pendatang baru itu berkata dengan keras, “Aku siswa kedua dari kepala sekolah Crafting School, Xiao Nanren. Ikuti aku menuju Northern Point, tetapi ingat bahwa Northern Point sebenarnya adalah tempat di mana semua siswa dilarang masuk. Jika kalian bergerak ke tempat lain tanpa sepengetahuan kami, kalian akan langsung gugur dalam ujian!”

…..

 

Translator / Creator: andra