August 25, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 3 / Chapter 182

 

Testing For the Gift of Fire

“Gagal! Selanjutnya!”

Suara tenang salah satu murid Crafting School terdengar. Di depannya ada seorang pemuda dengan wajah penuh kekecewaan. Tangan kanannya ditekan pada ‘alat penguji’ sebelum keputusan dibuat. Saat diumumkan bahwa dia gagal, pendaftar itu pergi dengan kesal sehingga orang berikutnya yang berada di belakangnyanya maju menggantikannya. Dengan instruksi dari murid tersebut, pendaftar berikutnya meletakkan tangan kanannya di atas kotak.

Kali ini adalah seorang Soul Apprentice tahap akhir. Saat dia meletakkan kedua tangannya ke atas kotak, dia secara tidak sengaja mengalirkan seluruh soulforcenya ke dalam batu tersebut. Di bawah mata senang pendaftar itu, batu merah yang berada dalam kotak tersebut bercahya beberapa kali sebelum akhirnya meredup.

Tapi belum beberapa detik berlalu, batu merah itu tidak lagi memberi indikasi akan bercahaya lagi. Meskipun pemuda itu telah menggunakan semua soulforcenya, namun tidak ada gunanya baginya.

“Gagal!”

Hasil dari murid yang diperhatikannya diumumkan.

“Gagal.”

“Gagal.”

“Gagal!”

“……”

Pada waktu yang bersamaan, tiga penguji lainnya mengumumkan satu demi satu. Pendaftar dari meja mereka semua meninggalkan meja dengan tatapan kesal pada wajahnya…..

“Ini lucu! Tidak satu orangpun dari seratus orang terakhir yang lulus!” Seseorang dari keramaian berteriak lagi dan lagi.

“Ya! Apakah ujian ini akurat? Aku bisa melihat batu yang bercahaya beberapa kali, kenapa meraka tidak lulus?”

“Hah, bodoh! Batu itu bercahaya karena kamu memiliki afinitas elemental fire, tapi cahaya lemah seperti yang mereka dapatkan artinya kamu tidak memiliki bakat sama sekali! Itu artinya kamu gagal memenuhi standar dari Crafting School!”

“Lalu sekuat apa cahaya itu seharusnya?”

“Siapa yang tahu? Belum ada seorangpun yang lulus…”

“……”

Sementara semua orang bertengkar, pengumuman berbeda tiba-tiba terdengar dari salah satu meja di sebelah kiri.

“Lulus! Medium talent”

Dari meja ketiga ke kiri, seorang pemuda berwajah merah membeku di tempat ia berdiri. Dia sangat terkejut dengan hasilnya hingga dia lupa untuk mengangkat tangan kanannya, tapi cahaya terang dari batu merah dalam kotak tersebut tidak bisa disembunyikan.

Dia adalah salah satu pemuda yang berdebat dengan Li Jiannan beberapa saat sebelum ujian dimulai, Lu Renbing.

“Aku … aku lulus?!!” Lu Renbing menyentakkan tangannya dengan tidak percaya. Masih linglung, dia harus bertanya lagi kepada murid yang mengujinya untuk mengulangi pengumuman hasilnya.

Murid tersebut tersenyum dan mengangguk. “Benar. Kamu lulus, tapi masih terlalu dini untuk senang. Ini hanya ujian awal. Sekarang, pergi dan tunggu di sana.”

Seorang murid lainnya mednekat untuk mengantar Lu Renbing pada tempat kosong di dekat kaki gunung. Dan saat mereka berjalan, kerumunan orang melihatnya berjalan  pergi dengan tatapan iri.

“Siapa yang akan berpikir anak itu bisa lolos!”

“Tidak mungkin! Apa kamu lihat seterang apa cahaya batu itu? Itu hanya‘medium talent’?! Standar tinggi seperti apa yang Crafting School miliki!”

“Apakah menurutmu masuk ke salah satu dari sepuluh sekolah terbaik di benua ini akan semudah berkeliling taman? Crafting School terlihat mudah! Aku pernah mendengar bahwa Wind Lightning School hanya meluluskan sepuluh orang, dan pendaftar pada peringkat pertama harus menahan serangan dari elemental lighting dari salah satu siswa!”

“……”

“Lulus! High talent!”

Kepala semua orang terpusat pada meja lima dimana seorang pendaftar yang lulus adalah seorang pemuda desa yang entah dari mana. Dengan terkagum, bocah itu menatap batu berkilau di depannya dan bertanya pada murid di depannya dengan bingung, “woah…ah..ah..benar-benar lulus?”

Murid di depannya menganggukkan kepala, “Bakatmu cukup bagus. Bergabung dengan sekolah seharusnya bukan masalah, tapi masuk dalam inner rank tergantung bakatmu dalam crafting. Silahkan tunggu di sana.”

Sekali lagi, seluruh pendaftar memperhatikan pemuda berwajah sederhana yang berjalan ke tempat dimana semua pendaftar lolos berada dengan tatapan iri.

“Tsk! Anak desa itu bahkan bukan seorang soul cultivator, tapi dia lolos dengan high talent?!” Seseorang dari kerumuman mengeluh.

……

“Apakah kamu bercanda?! Kamu bilang aku tidak memiliki bakat dengan elemental fire? Aku Li Jiannan, jenius terkuat dari kota Chunzhang di provinsi Lianyue! Aku adalah seorang Soul Warrior tahap menengah, sialan! Semua orang dalam seribu mil tahu namaku, dan kau bilang bakatku tidak cukup?!”

Tepat pada saat itu, meja ketujuh dari kanan berteriak kesal dari tempatnya. Sambil menolehkan kepala ke arah keributan, semua orang dapat melihat seorang pemuda berwajah sedih berteriak pada murid itu. Tangannya-yang pada awalnya diletakkan di atas batu yang telah redup-tidak mengarah murid yang bertugas mengujinya dengan gemetar karena marah.

Murid itu menyipitkan matanya untuk menanggapi pria itu, namun dia berkata tenang dalam tegurannya, “Kota Chunzhang? Aku belum pernah mendengar kota itu sebelumnya. Dan aku juga tidak pernah mendengar namamu. Hasilnya sudah jelas dapat kamu lihat. Tolong tinggalkan dan jangan menahan antrian lebih lama lagi!”

“Ka-kau pembohong! Bagaimana mungkin aku tidak memiliki bakat dengan elemental fire?! Aku … aku …” Wajah Li Jiannan berkerut karena marah dan tubuhnya bergetar seolah ingin berdebat, tapi saat dia dihadapkan dengan tatapan peringatan Song Lin, Li Jiannan terdiam. Kemarahannya mereda, membiarkannya berbicara dengan nada yang kalah, “Aku mengundang seorang ahli untuk menguji kami, dia berkata bahwa aku memiliki bakat untuk itu….”

“Inikah yang disebut ‘ahli’ menurutmu, apakah dia bahkan lebih akurat daripada ujian di sekolah kami?” Murid di depannya berbicara dengan nada meremehkan, “Bakatmu dalam melakukan cultivation baik-baik saja, tapi afinitasmu pada elemental fire sangatlah  menyedihkan. Kembalilah dan lanjutkan latihanmu, mungkin kamu akan menemukan afinitas lain yang lebih sesuai untukmu. Jika kamu terus berdebat dengan kami di sini, maka kamu harus memaafkan kami jika kami memaksamu untuk pergi!”

Sprite Soul tahap menengah di samping Li Jiannan berbisik kepadanya, “Tuan muda, mungkin kita harus pergi. Ini akan menjadi masalah jika kita menimbulkan masalah dengan Crafting School ….”

Dia adalah seorang pria yang menjalani kehidupan yang sama sekali berbeda dari Li Jiannan. Dia tidak tahu apa-apa, dan dia tidak dimanjakan sepanjang hidupnya, jadi dia tahu bahwa tatapan sekilas Song Lin memiliki tekanan tersembunyi di sana. Jika mereka tidak pergi, maka mereka akan ‘dipandu’ ke pintu keluar.

Di sisi lain, saat Lu Renbing, yang sudah lulus melihat Li Jiannan dengan marah berjalan pergi, dia memiliki senyum yang sangat bahagia di wajahnya.

“Selanjutnya!”Kata murid yang mengusir Li Jinnan.

Ekspresinya masih sama seperti sebelumnya.

……

Dan kemudia pengujian terus berlanjut dengan cepat namun teratur. Orang yang kecewa sering terlihat dan berjalan menjauh dari tempat pengujian.

Tidak banyak orang yang berhasil melewatinya.

Kira-kira satu kilometer jauhnya di hutan di sebelah kanan tempat ujian, terdengar suara gadis menyanyikan sebuah lagu aneh.

“Lalalalala…. Sayap Xiao Baibai sangat putih~
Tubuh Xiao Rourou sangat lembut~
Xiao Baibai dan Xiao Rourou adalah teman baik~
Teman Dai Dai~
Xiao Rourou hey~”

Bergelantungan di atas sebuah pohon yang sangat tinggi, sepasang sepatu pink berayun ke depan dan ke belakang di salah satu dahan pohon. Tetap dengan ritme ‘lagu’, pemilik sepatu ini sepertinya adalah seorang gadis yang masih sangat mudah dengan duduk di dahan pohon. Dia seperti menyanyikan sebuah lagu sembari melihat ujian yang berlangung di bawah dari balik dedaunan.

Lagu itu jelas ciptaannya sendiri.

Gadis muda yang tampak polos ini berusia sekitar empat belas atau lima belas tahun. Dia bertubuh mungil, dan dia mengenakan pakaian renda yang sangat cocok untuknya. Di pinggangnya terdapat tas kecil yang disulam dengan pola kupu-kupu di atasnya untuk menyimpan barang-barangnya.

Wajahnya seperti seorang bayi, membuat siapapun yang melihatnya ingin mencubit pipinya. Dia memiliki bibir berwarna ceri dan hidung yang lucu. Seperti sebuah kristal terang, kedua matanya bersinar cemerlang, dan telinga kecilnya yang seimbang. Sebuah sanggul kecil terbentuk di sisi kiri kepalanya sehingga sisa rambutnya akan terangkat ke atas sebelum menjuntai kembali ke bawah dan berayun saat kepalanya digerakkan.

Gadis ini mengenakan sarung tangan pink lembut dengan bahan dari bulu, namun sebagian jarinya terlihat hingga memperlihatkan kulit putihnya.

“Xiao Rourou hei, Xiao Rourou…hm? Di mana kamu, Xiao Rourou?” Ditengah nyanyiannya, tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas dalam gadis muda itu. Dengan melihat ke kanan dan kiri, dia tersenyum dan bertanya, “Xiao Rourou hilang. Heehee, apa ini saatnya untuk petak umpet? Kalau begitu aku tahu dimana kamu~”

Dengan tertawa, gadis itu melompat turun dari sebuah pohon setinggi 3 meter dan mendarat dengan mulus di tanah. Melewati hutan di sampingnya, dia melanjutkan bergumam dan menyanyikan sebuah lagu untuk dirinya sendiri.

……

Di sisi lain, Bai Yunfei saat ini sedang menunggu di barisan kiri. Gilirannya masih sangat lama, Bai Yunfei merasa seolah dirinya menunggu barisan makanan sejak tadi.

Tapi tidak ada pilihan lain. terlalu banyak orang yang mencoba masuk, dan dia adalah yang tiba sedikit terlambat. Sehingga dia berada di belakang.

Selagi dia berdiri putus asa di tempatnya, seorang pemuda berumur 23 tahunan terlihat berbicara pada Bai Yunfei tanpa henti….

 

Translator / Creator: andra