August 24, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 3 / Chapter 181

 

At The Base of Mount Crimson

Musim dingin telah tiba, tapi seluruh provinsi Pingchuan masih belum merasakan dingin. Justru, seluruh provinsi cerah dengan angin bertiup seperti biasanya dan pemandangan yang menyegarkan.

Terletak di jantung provinsi ini terdapat sebuah gunung besar yang menjulang hingga ke awan dan mengelilingi puncaknya. Yang istimewa dengan gunung tersebut adalah puncaknya yang berwarna merah tua. Seolah puncak gunung adalah sebuah titik merah yang menyinari area-area di sekitarnya.

Sehingga, gunung ini dikenal sebagai Mount Crismson, rumah salah satu dari 10 sekolah terbaik di benua, Crafting School.

Hari ini, kerumunan orang yang tak terhitung jumlahnya berkumpul di dasar gunung secara berkelompok baik itu tiga, empat atau lebih. Dari pintu masuk, mungkin jika dihitung ada seribu orang sedang menunggu sepanjang 1000 meter.

Mereka tidak berkumpul untuk berperang, dan bukan juga perkumpulan sosial. Ini adalah acara penerimaan murid baru di Crafting School.

Meskipun belum dimulai, kerumunan orang-orang ini mulai gaduh; tapi ini bisa diterima bagi mereka yang berkumpul diakhir. Orang-orang yang berada di ujung depan jauh lebih tenang. Dan praktis dalam seratus meter di depan adalah sebuah makam melihat bagaimana tenangnya mereka. Ini adalah perbedaan drastis dari kelompok lainnya dan setiap orang dalam kelompok ini mereka berwajah serius dan mulut yang tertutup rapat seolah memikirkan sesuatu yang berat dalam benak mereka.

Di hadapan banyak orang ini ada beberapa orang dengan postur tubuh yang sama. Punggung mereka menghadap pegunungan dan wajah mereka menghadap penonton. Mereka mengenakan seragam putih berjubah dengan lencana yang seolah menari. Yang terlihat jelas dalam lencana ini, ada pedang di dalamnya. Tapi sekilas, seseorang bisa mengetahui bahwa pedang ini memiliki nyala api tidak biasa yang terpancar darinya. Saat kerumunan orang ini melihat desain tersebut, mereka semua memiliki ekspresi iri yang sama di wajah mereka; ini adalah tanda untuk murid Crafting School.

“Mengapa mereka masih belum memulainya? Ini sudah siang, kami telah berdiri di sini setidaknya sudah tiga hari!” Dari batu yang di pijak, seorang pria berjenggot berteriak marah saat melihat puncak Crimson Mountain.

“Paman, kenapa paman mengeluh? Saya sudah ada di sini sejak lima hari yang lalu, bukankah paman kemari untuk bergabung dengan Crafting School juga?” Seorang pemuda dengan sopan menyapa pria itu.

“Bah, kenapa kamu berpikir seperti itu? Aku tidak meragukan kekuatanku sendiri, dan semua orang tahu tentang peraturan Crafting School. Hanya mereka yang berumur dibawah 25 tahun saja yang bisa diterima! Aku kemari hanya untuk menemani tuan muda, saat tuan muda diterima, perjalanannku juga akan berakhir.”

“Oh? Anda kemari juga sebagai pengawal? Aku memiliki dua orang tuan muda yang harus dikawal, mereka merupakan Soul Personage tahap menengah, jadi bergabung dengan Crafting School seharusnya mudah untuk mereka.” Sela seorang pria paruh baya lainnya.

“Pah, Soul Personage tahap menengah? Apa gunanya itu? Jika mereka tidak memiliki bakat untuk mendapatkan fire affinity, meskipun Soul Warrior tahap akhirpun tidak akan berguna!” Seorang pemuda berusia 20 tahunan berjalan maju dengan senyum mencemooh. “Apakah keluarga anda tidak mengerti? Aku mengetahui seseorang yang telah mengujiku sebelumnya, aku memiliki elemental fire dengan afinitas yang tinggi, aku pasti akan diterima di Crafting School!”

“Hei! Bukankah kamu Lu Renbing dari kota Bluemont? Sejak kapan keluarga Lu menjadi keluarga super besar? Dan kapan kamu memiliki afinitas elemental fire? Aku belum pernah mendengar itu sebelumnya.” sebuah suara misterius berbicara dari belakang pemuda ini. Sambil berbalik, semua orang bisa melihat seorang pemuda berusia 20 tahunan yang berpakaian elegan. Dia tidaklah lemah dan memiliki kekuatan Soul Warrior  tahap menengah.

“Li Jiannan! Anak kecil sepertimu juga datang? Kalau aku tidak memiliki fire affinity, apa kamu punya?!” Dari percakapan dingin mereka, orang lain bisa melihat bahwa dua orang ini memiliki maslah satu sama lain sebelumnya.

“Hmph! Setidaknya aku lebih berbakat dan kuat dibandingkan seorang Soul Personage tahap akhir sepertimu!”

“Kamu hanya satu tingkat lebih tinggi dariku, jangan berpikir kamu—”

“Baiklah baiklah. Berhentilah bertengkar, kalian…..”

“……”

Selain kelompok yang melihat tontonan ini, seseorang yang tidak terlalu mencolok terlihat berada di atas sebuah pohon. Seperti yang bisa dilihat, pemuda ini mengenakan jubah abu-abu dan topi jerami di kepalanya. Di mulutnya ada satu tangkai jerami, dan dia menatap bosan pada pertengkaran yang terjadi di depannya.

Meskipun dia jauh dari yang lainnya, tidak satu orangpun menyadari keberadaannya. Seolah hampir keberadaannya diabaikan.

Dia adalah Bai Yunfei.

Satu bulan yang lalu, Bai Yunfei akhirnya tiba di provinsi Pingchuan. Demi tiba tepat waktu di Crafting School, Bai Yunfei segera bergegas menuju tempat ini dan hanya berhenti dua kali karena ‘gua misterius’ (tanpa tersesat). Kemudian setelah singgah di kota Chiyan selama dua hari, Bai Yunfei dapat beristirahat dan bergegas menuju Crafting School untuk menghabiskan sepanjang hari dengan menunggu.

Saat dia tiba di sini, lautan manusia telah tercipta. Karena dia lelah, Bai Yunfei menggunakan sebuah pohon terdekat untuk beristirahat, dan terbangun karena suara gaduh orang-orang itu. Melihat acara akan dimulai, dia memutuskan untuk melihat dari atas dari pada turun dan memeriksanya sendiri.

“Luren Bing? Li Jiannan? Mereka memiliki nama yang bagus…” Bai Yunfei tersenyum senang. Dengan melihat sekeliling tempat itu, Bai Yunfei mulai melakukan pengamatan dengan tenang pada orang-orang di sekelilingnya, “25 atau kurang dengan fire affinity.. mereka bukanlah masalah bagiku, tapi aku penasaran bagaimana mereka akan menguji ‘bakat crafting’ ini…”

TL Note: Bai Yunfei salah mengartikan dua nama itu: Pria aneh dan murahan.

Dia telah belajar beberapa hal mengenai Crafting School dalam perjalanannya kemari. Dalam Crafting School, ada tiga kritetia yang pasti gagal.

1. Berumur lebih dari 25 tahun.
2. Tidak memiliki elemental fire yang mencukupi
3. Tidak memiliki bakat dalam Crafting.

Dia bagus dalam dua poin. Tapi poin ke tiga Bai Yunfei sedikit ragu. Mengupgrade equipment merupakan keunggullannya, tapi mengupgrade dan membuat adalah dua hal yang berbeda. Dia tidak tahu apakah dirinya memiliki bakat dalam ‘crafting’.

Tapi tembakan yang tidak diambil adalah tembakan yang meleset. Sudah terlambat baginya untuk mundur sekarang. Dia menghabiskan lebih dari setengah tahun untuk berkelana jauh-jauh menuju Crafting School agar dirinya dapat belajar tentang seni dalam crafting. Dia ingin menjadi lebih kuat, dan sekarang dia sudah dekat dengan tujuannya, Bai Yunfei akan melakukan yang terbaik untuk bergabung dengan Crafting School.

Tapi tidak lama setelah dia berpikir, mata Bai Yunfei berbinar, “Mereka di sini!”

Turun dari pohon Bai Yunfei dapat melihat banyak sekali pemuda tampan dengan aura yang tidak biasa baginya. Pada saat kemunculannya, semua orang yang sedang berbicara sebelumnya mendadak menjadi tenang. Keheningan mulai menyebar ke seluruh keramaian, dan dalam satu menit, seluruh kerumunan itu tenang. Dengan menatap ke depan, semua orang dalam kerumunan melakukan yang terbaik untuk menegakkan leher mereka mencoba untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Tapi bagi Bai Yunfei yang merupakan Soul Spirite tahap akhir, jarak seperti ini tidak berarti baginya. Dia bisa melihat semua keadaan ini secerah pagi hari dan berkata pada dirinya sendiri dengan senang, “Soul Ancestor tahap akhir! Luar biasa – bahkan dengan kemunculannya, dia bisa mengalahkan semua orang di sini!”

……

Seorang pemuda yang memimpin rombongan menatap semua orang yang berkumpul di hadapannya. Bahkan tuan muda yang seorang Soul Sprite tidak dapat menahan diri untuk menghindari tatapannya saat pemuda itu memperhatikan mereka, seolah takut mata mereka bertemu.

Murid-murid dibelakangnya terbagi menjadi dua barisan, dan dengan menggerakkan tangan mereka, lebih dari 20 meja muncul di depan semua orang. Dengan bergerak cepat, murid-murid tersebut mulai meletakkan sesuatu di atas setiap meja.

“Semuanya, saya adalah murid dari Crafting School, Song Lin. Hari ini, saya adalah salah satu yang bertanggung jawab untuk mengawasi ujian elemental fire peserta.” Seseorang yang bernama Song Lin berbicara pada semua orang dengan penuh hormat. Suaranya tidaklah keras, tapi suaranya menyebar cukup jauh kepada telinga semua orang di sana.

“Saya rasa semua orang telah mengetahui persyaratan Crafting School. Sekolah kami akan menguji setiap pendaftar, mohon jangan berpikir kalian akan lulus dengan keberuntungan. Pengujian elemental fire cukup sederhana. Kami dari Crafting School memiliki equipment khusus yang hanya mengharuskan pendaftar meletakkan tangan mereka untuk melihat hasilnya.”

Dengan memperhatikan 20 meja, semua orang dapat melihat setiap meja dipenuhi dengan kotak hitam. Dalam kotak hitam ini terdapat beberapa red crystal sukuran telapk tangan. Melihat Kristal tersebut, sepertinya bisa digengam dengan telapak tangan.

“Kami tidak menguji untuk melihat seberapa banyak soulforce yang dimiliki seseorang, namun lebih kepada bakat yang dimiliki dengan elemental fire. Kepada setiap soul cultivator di sini, mohon tidak mengalirkan terlalu banyak soulforce anda dalam kristal-kristal ini; karena itu tidak ada gunanya.”

Dengan melambaikan tangannya untuk yang terakhir kali, Song Ling mengumumkan, “Baiklah kalau begitu. Mari kita mulai ujiannya!”

Translator / Creator: andra