July 25, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 2 / Chapter 165

 

Save Me!

“Kak! Masih belum selesai?! Aku bilang itu bukan aku!” teriakan Bai Yunfei menggema di seluruh hutan itu.

Dua puluh menit berlalu sejak pengejaran dimulai. Mereka berdua telah berada di lembah dan berkerjar-kejaran di hutan selama beberapa menit, tapi itu hanya menunjukkan usaha keras kalajengking dalam mengejar Bai Yunfei.

“Sial! Kalau kau terus mengejarku, maka aku akan benar-benar marah!” katanya. Dengan mengeluarkan beberapa perhiasan untuk meningkatkan kekuatan, Bai Yunfei bertukar dari mode melarikan diri ke mode bertarung. Pengejaran yang terus-menerus mulai dari awal sampai akhir hanya untuk membuatnya marah-dia bukan tipe orang yang bisa kau jatuhkan dengan cara ini dan itu tanpa perlawanan!

Melompati puncak pohon, Bai Yunfei bersiap untuk berputar membalas secara tiba-tiba; Rasa sakit menyengat terasa di kepalanya. Setelah sengatan itu, Bai Yunfei merasa kakinya semakin lemas seolah bisa jatuh dari pohon tempat dia berada.

“Ap-sial! Aku keracunan!” Bai Yunfei berteriak dalam hati saat dia menyadari alasan dari keadaannya ini. Racun itu, dia berpikir dia berhasil lolos melewati belakang gua, racun itu akhirnnya mulai menunjukkan efeknya sekarang!

“Skreee!”

Kalajengking itu sudah lama menunggu saat-saat ini. Dua blade of wind mleluncur untuk menyerang Bai Yunfei sebelum dia dapat bergerak. Berjuang sekeras yang dia bisa, Bai Yunfei nyaris tidak berhasil menghindarinya sehingga mereka mengenai cabang pohon tempatnya berada. Tapi dengan pijakannya hilang, Bai Yunfei kemudian terjatuh ke tanah.

Karena tidak mau memberinya kesempatan untuk merespon, kedua sayap di punggungnya mulai berdegup kencang. Dengan mengayunkan ekornya, ekornya tersebut diarahkan pada Bai Yunfei seperti kelelawar yang siap menyerang bola.

Teriakan gembira lainnya terdengar dari kalajengking saat Bai Yunfei terbang ke hutan terdekat setelah serangan yang berhasil. Saat menyiapkan diri untuk dikejar, suara aliran air tiba-tiba masuk ke dalam telinganya. Sesuatu jatuh ke air.

Bingung dengan suara tak terduga ini, kalajengking itu bergegas mengejar Bai Yunfei hanya untuk mencari tahu bahwa mangsanya terjatuh dari atas tebing curam ke sungai di bawahnya. Pada saat kalajengking itu sampai di tebing, Bai Yunfei telah terhanyut ke sungai dan menjauh dari kalajengking itu.

Dia mencoba untuk kabur dengan menggunakan sungai!

Inilah yang dipikirkan kalajengking.

Namun kata-kata berikutnya yang keluar dari mulut Bai Yunfei hampir membuat kalajengking itu turun dari langit.

“Tolong aku! Aku tidak bisa berenang!”

“……”

Melihat Bai Yunfei terseret arus, kalajengking iru hanya bisa terdiam terkejut. Dengan suara melengking, dia berbalik dan pergi.

Bagi seorang Soul Sprite tahap menengah, jatuh ke air bukanlah sebuah bahaya, meskipun jika mereka tidak bisa berenang. Dan diracuni seperti itu hingga mereka tidak bisa menggerakkan tubuh dengan baik juga tidak akan mengancam jiwa.

Tapi jika dua keadaan itu disatukan, maka akan berbeda lagi cerita.

Bai Yunfei merasa sangat putus asa hingga dia ingin mati. Butuh kekuatan yang luar biasa untuk mengalahkan kalajengking itu, tapi kemudian harta itu diambil orang lain! Lalu dia diturunkan dari panggung begitu saja setelah usaha kerasnya untuk melarikan diri-jika dia tahu tentang ini sebelumnya, Bai Yunfei akan benar-benar melumpuhkan kalajengking itu.

Tapi sudah terlambat untuk pemikiran seperti itu. Beberapa teguk air dan dedaunan telah tertelan sebelum Bai Yunfei bisa memanfaatkan waktu yang singkat untuk mengalirkan soulforcenya ke dalam tubuhnya untuk mencoba menemukan sesuatu yang dapat diraih. Dia bahagia saat sebuah cabang pohon yang kokoh bisa dirasakannya. Tidak cukup untuk tetap bertahan agar mengambang, tapi cukup untuk memberinya cukup waktu untuk mengeluarkan racun dalam tubuhnya dan pergi dari sungai.

Suara derasnya air menghancurkan rencana Bai Yunfei untuk keluar dari air. Pemandangan yang menyapa matanya saat dia mengangkat kepalanya membuat semua darah di wajahnya mengering. “Sial!!!” Teriaknya marah. “Kenapa aku sangat tidak beruntung!?”

Beberapa ratus meter di depannya adalah sebuah air terjun yang mengerikan!

Kepala menatap ke depan dan bergumam berdoa, “Oh tuhan, maafkan aku! Aku tidak seharusnya menyalahkanmu atas perkiraan arah yang aku ambil! Tapi…. Apa kamu benar-benar harus menghukumku seperti ini….”

Semakin dekat dia dengan pinggir air terjun, Bai Yunfei semakin takut. Dengan mencoba sekeras yang dia bisa memikirkan cara untuk menyelamatkan dirinya, suara derasnya air yang jatuh menarik perhatiannya. Dengan memutar kepala, dia bisa melihat seseorang yang kurus sedang berenang ke arahnya seperti seekor ikan.

Kebahagian mengambil alih hati Bai Yunfei. Ada seseorang yang menyelamatkannya! Berenang dengan segenap kekuatannya, Bai Yunfei mencoba untuk meraih orang itu.

Orang ini memiliki keahlian berenang yang cukup baik. Dalam sepuluh detik, dia mencapai ke tempat Bai Yunfei berada dan menarik lengannya sebelum kembali berenang ke tepian.

Hanya membutuh seratus meter untuk kembali ke tepi, Bai Yunfei telah selamat. Detakan jantungnya secepat saat dia keluar dari air, Bai Yunfei menoleh kepalanya lemah pada penolongnya.

Yang terlihat di matanya adalah seorang pemuda berambut hitam berkulit gelap yang berusia seusianya. Menggenakan jubah sederhana, sebuah tali rotan diikat dari batang pohon di dekatnya ke pinggangnya.

“Te-uhuk-terima kasih. Aku akan tenggelam jika bukan karenamu.” Bai Yunfei berterima kasih pada penolongnya.

“Haha, tidak perlu, aku hanya kebetulan lewat. Menolong seseorang yang membutuhkan bantuan adalah hal yang biasa. Bagaimana kamu bisa terjatuh ke air?” Pemuda itu tersenyum saat dia memeras air dari bajunya.

“Aku er….ceroboh, begitulah ….hanya terlalu terlalu ceroboh….” Bai Yunfei tertawa kikuk.

Memilih untuk tidak menanyakan tujuannya, pemuda itu berdiri. “Aku Sho Ling, siapa namamu kak?”

“Bai Yunfei.”

“Oh ya. Kenapa kita tidak kembali ke rumahku dan memberimu pakaian kering, kamu bisa-“

“Hati-hati!”

Di tengah ucapan Sho Ling, Bai Yunfei berteriak sebelum berenang ke arah Sho Ling untuk membantunya ke daratan.

Pada saat yang sama dengan teriakannya, seekor harimau muncul dari belukar ke kiri Shao Ling. Tidak ada pertanda darinya untuk menerkam selain mengaum beberapa detik sebelumnya. Shao Ling hanya punya cukup waktu untuk memalingkan kepalanya melihat rahang berdarah harimau itu mendekat padanya. Bau busuk darah dan darah kental dapat tercium. Yang perlu dilakukan harimau itu adalah membuka rahangnya dan Shao Ling akan bertubuh pendek.

Warna putih menyambut matanya. Yang bisa dia lakukan hanyalah menutup matanya.

“Buagh!”

Suara retakan menyapa telinganya diikuti dengan erangan kesakitan dari harimau itu. Dengan sedikit membuka matanya, dia bisa melihat Bai Yunfei dengan tinjunya dan sosok harimau yang mundur ke hutan.

“Kamu baik-baik saja?”

Bai Yunfei bertanya dengan sedikit cemas.

“Ah? Oh! Ya-ya, terima kasih kakak Bai…”

“Haha, jangan cemas, kita teman sekarang!” Bai Yunfei melambaikan tangannya dengan tersenyum. Dia memiliki cukup waktu untuk menetralisir racun sepenuhnya sehingga gerakannya tidak menjadi sebuah masalah.

Selama beberapa menit, Shao Ling menatap Bai Yunfei dengan terdiam. “Kakak Bai…kamu….kamu mengalahkan harimau itu? Ta-tapi…..meskipun itu kecil t-“

“Terlalu kecil apa? Aku pernah belajar cara bertarung, bertarung dengan seekor hewan buas seperti itu bukanlah masalah.” Bai Yunfei mengangkat bahunya dengan tersenyum. Melihat ke semak-semak, dia melanjutkan berkata, “Bukankah kita akan pulang ke rumahmu? Kalau begitu ayo. Aku sudah menggunakan banyak tenaga hari ini, aku perlu istirahat!”

“O-ooh. Baiklah, kita akan pergi sekarang kalau begitu. Kakak Bai, silahkan…”

Saat Shao Ling memimpin Bai Yunfei kembali ke desanya, peristiwa lain yang terlihat saat ini tengah terjadi di lembah…

 

Translator / Creator: andra