July 19, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 2 / Chapter 162

 

Mutual Destruction

Rahang kelajengking tersebut terbuka lebar sebelum cairan hijau diludahkan ke arah wajah Bai Yunfei!

“Sial, sekarang kau meludahiku?!”

Dengan jijik, Bai Yunfei memutar kakinya sehingga dia terdorong ke samping. ‘Ludah’ dari kalajengking itu terjatuh ke tanah dengan mengeluarkan suara mendesis, dan bau tajam tercium tak lama setelahnya.

Pupil mata Bai Yunfei mengecil saat dia menatap tanah. Ketika dia melihat kembali kalajengking tersebut, Bai Yunfei sekarang lebih berhati-hati saat memberikan penilaian pada hewan buas.

Untuk sesaat, dia menatap kalajengking itu. Kemudian, suara lengkingan keras terdengar dari kalajengking. Sebuah cahaya jingga terpancar dari tubuhnya ke arah Bai Yunfei, dan dengan menggunakan kedua capit besarnya, dihantamkan ke tanah hingga stalagmit besar muluncur keluar untuk menusuk Bai Yunfei.

“Hah! Dia bergerak lagi?” Bai Yunfei mendengus mengejek. Bukannya melompat ke kiri atau ke kanan, dia sebaliknya justru melompat ke udara pada atap gua. Saat dia melompat, Bai Yunfei memutar tubuhnya sehingga kakinya mendarat pada atap dan kepalanya tergantung di bawah. Dengan sedikit dorongan, Bai Yunfei melompat turun dengan sangat cepat ke arah kalajengking.

Saat dia mendekat, Bai Yunfei memutar tubuhnya sehingga dia bisa menghindari ekor yang mendekat. Saat turun, dia mengangkat tinjunya dan memberikan pukulan pada kalajengking.

“Bang!”

Batu dan puing-puing bertebaran kemana-mana diikuti dengan serpihan-serpiahan dari pukulan Bai Yunfei. Bahkan sebelum dia bisa bereaksi, sebuah bayangan menjulang di atas kepala saat capit kalajengking itu mengarah padanya!

Dia terkejut. Ekor kelajengking itu secepat panah – kecepatan yang tak dapat dihindarinya. Yang bisa dia lakukan hanyalah mengangkat kedua tangannya berharap dapat menahan ekor itu dengan lengannya.

Ada suara dentingan sebelum Bai Yunfei sedikit memiringkan pinggangnya dan kakinya ditekan dua inci lebih dalam ke tanah. Dengan sedikit menggerutu, Bai Yunfei perlahan berhasil mendorong ekor tersebut ke atas. Saat dia akan mengambil kesempatan untuk menyerang balik, bayangan abu-abu terbang entah darimana menuju ke sisinya!

“Pa-pow!”

Bai Yunfei terlempar hingga ke sisi lain dinding gua dengan suara berdebam. Dan sama seperti kalajengking dia membuat sebuah lubangnya sendiri untuk dimasuki.

Warna merah dari darah itu mengalir di wajahnya dan dari mulutnya, Bai Yunfei terkikik sebelum membersihkan bibirnya dari darah. “Hehe, tidak buruk! Kamu menyembunyikan kekuatanmu! Kecepatan dan kekuatan itu yang aku perkirakan dari seekor soulbeast tingkat lima…”

“Skreee!”

Kalajengking itu melepaskan dua teriakan keras seolah senang dengan pertukaran ‘ini untuk itu’ ini. Bahkan tanpa perlu melanjutkan serangannya, kalajengking tersebut malah mengangkat ekornya hingga mengarah pada Bai Yunfei dengan mengancam.

“Eh?”

Teralihkan oleh gerakan ini, Bai Yunfei mellihatnya penuh tanya. Pada ujung ekornya, sepertinya ujung hitam itu terbuka seperti paruh. Dari dalam, cairan berwarna hijau gelap di arahkan pada Bai Yunfei dengan cepat.

“Oh sial! Dia punya sesuatu seperti itu juga!”

Saat Bai Yunfei memucat karena ketakutan dan menggerakkan pinggangnya untuk menghindar, serangan lain meluncur ke arahnya lagi.

“Kamu bermain-main denganku, rapid fire?!”

Dengan berteriak keras, Bai Yunfei mengaktifkan Wave Treading Steps untuk bergerak ke kanan dan ke kiri menghindari ‘peluru’ itu.

Serangan terus berlanjut selama satu menit sebelum Bai Yunfei merasa dirinya tersudut dan kelelahan. Seluruh dinding di belakangnya penuh dengan lubang seperti keju, dan jika bukan karena Wave Treading Step, Bai Yunfei pasti sudah diracuni sampai mati.

Jelas kalajengking itu tidak berpikir bahwa Bai Yunfei juga mampu menggunakan kecepatan seperti itu. Hal itu sangat membanggakan dalam serangan berbisa ini, tapi melihat bahwa tidak satupun serangan hewan itu mendarat  pada mangsanya yang membuatnya berhenti sebentar. Saat kalajengking menusukkan kedua capitnya ke dalam tanah, Bai Yunfei mempersiapkan dirinya untuk bertahan. Tapi! bukannya menyerang, kalajengking tersebut malah lenyap ke bawah tanah tepat di depan matanya.

“Ap–”

Bai Yunfei sedikit heran melihat kalajengking yang kabur ke bawah tanah. Belum lagi, saat dia berpikir tentang bagaimana kelajengking itu muncul dari dinding, matanya menyipit. Dengan berkonstentrasi, Bai Yunfei mengangkat tangan kanannya untuk menarik Fire-tipped Spear dan melepaskan soulsensenya untuk mengamati area sekitar.

Sekitar satu menit melewati keheningan sebelum sesuatu tertangkap mata Bai Yunfei. Dengan mengibaskan spearnya, dia menusuk tanah di depannya, “Ini dia!”

“Pcht!”

Fire-tipped Spear tidak menancap pada tanah, tapi juga tidak menunjukkan reaksi apapun.

Kilatan cahaya menari-nari melintasi mata Bai Yunfei saat ia mencengkeram erat spear itu. Dengan mengambil setengah langkah maju, dia menarik tombaknya kembali dari tanah kemudian menusuk tepat pada dinding gua di belakangnya.

“Boom!”

Kali ini, Efek ledakan dari Fire-tipped Spear telah diaktifkan. Karena letaknya dekat pintu masuk gua, banyak batu-batu yang runtuh. Dengan ledakan dari elemental fire yang begitu kuat, bahkan kabut di dekat pintu masuk gua menghilang.

Hampir bersamaan, ada suara ‘teriakan’ menakutkan yang menyusul ledakan tersebut. Gua itu berguncang sekali. Dan pada detik berikutnya, kalajengking itu muncul kembali sekali lagi!

“Hehe, kamu tidak bisa kabur sekarang!”

Senyum senang terlihat di wajah Bai Yunfei. Itu bukan berarti sebuah kecelakaan sehingga dia melewatkan menyerang kalajengking menggunakan spear itu. Jika dia menyerang kalajengking itu, maka itu tidak akan terluka seperti sekarang – sebenarnya, ini merupakan kesempatan bagus untuk mati karena itu. Tapi Bai Yunfei tidak di sini untuk membunuh kalajengking itu. Dia hanya menginginkan harta karun dan bukan nyawa soulbeast  tersebut.

Bahkan saat dia tersenyum, gerakan yang Bai Yunfei lakukan selanjutnya dilakukan dengan sangat mudah dan ringan. Dengan satu gerakan tangannya, spear tersebut lenyap, dan gerakan berikutnya, sebuah batu bata merah terang muncul menggantikannya.

Bai Yunfei menari dan berkelok-kelok melewati gumpalan racun yang kalajengking itu keluarkan dari ekornya. Tapi dengan tendangan kedua, Bai Yunfei mampu menghindar dan mendarat tepat di samping kelajengking untuk memberikan serangan pada kepala kalajengking.

Kalajengking itu tidak tahu kenapa manusia ini tidak lagi menggunakan tongkat bom yang menakutkan itu lagi, tapi batu merah yang manusia itu gengam di tangannya bukanlah sesuatu yang kalajengking itu bisa anggap remeh. Tidak mampu untuk bertahan lagi, dia mengangkat capitnya untuk menahan selagi menggunakan ekornya untuk menyerang kaki Bai Yunfei.

“Bang!”

Batu itu bersentuhan dengan capit kalajengking. Meskipun kalajengking itu tidak terluka, seluruh tubuhnya terlempar karena kekuatan yang misterius! Karena kekuatan ini, ekor hewan itu gagal melukai Bai Yunfei lalu mengikuti tuannnya keluar dari gua!

Berputar dua putaran, kalajengking bisa melihat bahwa terbangnya searah menuju pintu masuk gua. Benar-benar tak terduga oleh Bai Yunfei, ekor kalajengking itu menusuk ke tanah sementara separuh lainnya menempel ke tepi paling luar gua. Tapi bahkan saat itu, kalajengking dalam situasi yang sulit dengan tidak ada ruang untuk mendukungnya.

“Waktunya bagimu untuk menyerah!”

Bahkan sebelum bisa merencanakan serangan berikutnya, satu kaki Bai Yunfei menendang bagian perutnya! Selama terbang, Bai Yunfei entah bagaimana berhasil menutup jarak dan mengambil kesempatan untuk melakukan serangan lain secara diam-diam!

Kekuatan satu tendangan tidaklah berarti apapun dan bahkan berhasil menyingkirkan ekor kalajengking. Kali ini, kalajengking itu terlempar hingga bibir gua dan jatuh ke lembah di bawahnya dengan mata terbuka lebar.

Tapi untuk menambahkan cedera, Bai Yunfei menginjakkan kakinya lagi sehingga kalajengking itu akan terjatuh dengan kecepatan tinggi! Tapi sementara dia mempersiapkan diri untuk melompat kembali ke gua, sensasi tarikan tiba-tiba bisa dirasakan di sekitar kakinya! Ada yang menarik, dan pada detik berikutnya, ekor kalajengking itu meraih kaki Bai Yunfei sehingga keduanya terjatuh ke tanah bersama!

Translator / Creator: andra