June 17, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 2 / Chapter 146

 

Sending Everyone Flying With a Slap

Bai Yunfei meletakkan sebuah benda ke tangan Tianming, “Gunakan ini untuk memukulnya…”

“Uhh…..” Tianming seolah terlihat ragu dengan menatap heran benda yang ada di tangannya.

“Sialan! Itu!” Suara Jing Mingfeng mengejutkan Tianming, hingga membuatnya hampir mejatuhkan benda itu ke tanah.

Apa yang ada ditangannya tidak lain hanyalah sebuah batu bata berwarna merah!

Tianming menatap batu itu lalu menatap Zhao Liang sebelum kembali menatap Bai Yunfei. “Gunakan ini…” Dia berkata, “Untuk memukulnya?”

“Ya. Tidakkah kamu berpikir dia sangat jelek untuk dilihat? Pukul saja kepalanya dengan itu.” Bai Yunfei menganggukkan kepalanya.

“Ya! Tianming, jangan takut! Batu di tanganmu bukanlah batu biasa. Itu…” Jing Mingfeng berfikir sejenak saat dia mencoba untuk menjelaskan tentang batu ‘tidak biasa’ itu.

“Itu…..batu yang diberikan Bai Yunfei padamu! Dengarkan saja ucapanku. Si gendut itu keluar dengan tujuan agar kamu menggunakan batu itu untuk memukul wajahnya!”

Dengan ‘semangat’ dari keduanya, Tianming tidak tahu harus berpikir apa. Tapi dia termotivasi, dan dia tidak ingin terlihat pengecut dihadapan Bai Yunfei atau Jing Mingfeng. Dengan keyakinan itu, dia mengayunkan batu tersebut lalu ‘menatap’ Zhao Liang dan berlari ke arahnya.

Mata Liu Shun sedikit bersinar, tapi apa yang dia pikirkan tidak bisa terlihat. Dia tidak mengatakan apapun, dan Su Dong hanya menatapnya ragu dari sudut ruangan tersebut.

Zhao Liang telah mengalihkan tatapannya dari batu tersebut saat Tianming menyerang. Melihat Tianming berencana memukulnya dengan sebuah batu sederhana, wajah Zhao Liang memucat karena marah, “Hmph! Membingungkan sekali! Kau berani mencoba untuk menyakitiku di wilayahku! Kamu tidak menganggap keluarga Zhao sebagai orang lain di matamu bukan! Tuan muda Liu! Karena ini antara aku dan dia, jangan salahkan aku karena mengacuhkanmu! Kalian! Beri dia pelajaran!”

Dua pengawal yang berada di sisinya segera bergerak untuk melawan Tianming.

Sebagai seorang Soul Personage, Tianming tahu bahwa dua pria itu juga Soul Personage yang bisa menghajarnya tanpa masalah. Kecuali jika dua orang di belakang Tianming bertarung, dia sendiri harus memiliki rencana untuk bertarung.

Beberapa langkah sebelum ketiganya bertemu, seseorang yang berada di sisi kanan Tianming mengulurkan tangannya untuk memegang batu di tangan kanan Tianming sedangkan orang yang berada di sisi kirinya meraih bahu kiri Tianming mencoba untuk menundukkannya.

Ujung bibir Tianming berkedut saat matanya berkilat. Untuk sesaat, tubuhnya berhenti melakukan gerakan. Dibagian bawah, kakinya melakukan serangkaian gerakan kaki untuk bermanuver melewati orang yang ada di sampingnya.

Bai Yunfei menaikkan alisnya; Tianming jelas telah menggunakan sebuah soul skill. Lagi pula, dia telah melihat Jing Mingfeng mengunakan soul skill yang sama sebelumnya-ah. Jing Mingfeng bahkan telah mengajarkan Tianming tentang itu.

Meskipun Tianming tidak terbiasa menggunakan soul skill tersebut, musuhnya juga tidak terlalu kuat sehingga percobaan mereka untuk menariknya gagal saat Tianming melewati mereka.

Dengan mengangkat batu tersebut, Tianming memberikan pukulan pada kepala orang itu dengan menggunakan batu tersebut.

“Pow!”

Pria itu terhuyung dua langkah ke belakang dengan mengertakkan giginya. Sepertinya dia merasakan kesakitan.

Tapi sebelum dia bisa pulih dari keterkejutannya, Tianming telah mendekatinya dengan serangan kedua.

“Bang!”

Kali ini, batu itu menghantam bagian kanan bahunya. Tapi efek dari serangan kedua ini tidak sebanding dengan yang pertama. Yang bisa dilihat adalah bahwa orang ini tiba-tiba terlempar melewati tembok kertas dan melaju tanpa henti.

Orang yang lainnya mengangkat tinjunya untuk memberi pukulan pada kepala Tianming, tapi Tianming jauh lebih cepat dan mengayunkan batu tersebut untuk memukul pinggang pria tersebut. Orang ini bahkan lebih sial dari temannya dan efek hurling batu tersebut sekali lagi aktif. Tepat saat tatapan keheranan muncul di wajahnya, dia terlempar ke luar ruangan. Dan yang lebih sial lagi dia merusak jendela dan keluar dari bangunan….

Banyak orang yang berteriak terkejut, dan bahkan orang –orang dalam bangunan menatap terkejut. Tentu saja, tidak dengan Bai Yunfei dan Jing Mingfeng.

Jing Mingfeng sebaliknya menatap dengan mata berbinar seolah berpikir, “Ini dia! Ini dia!”

Bahkan Tianming tertegun beberapa saat. Tapi kemudian dengan senyuman senang dia berbalik ke Zhao Liang dan berlari ke arahnya sebelum dia bisa memulihkan diri.

Zhao Liang terkejut. Dua pengawalnya diterbangkan oleh kekuatan misterius – sesuatu yang dia tidak duga sama sekali. Seolah dia bisa melihat api kemarahan pada batu di tangan Tianming, ketakutan Zhao Liang semakin besar saat dia mengambil beberapa langkah mundur dengan takut. “Tunggu-tunggu! Aku hanya bergurau denganmu, jangan seperti i-“

Tianming tidak perlu melambat untuk membiarkan Zhao Liang menyelesaikan ucapannya. Dalam sekejap, dia berada tepat di depannya dan mengarahkan batu itu agar dia bisa memukul wajahnya yang menakutkan.

“Pow!”

Batu tersebut sebenarnya hanya menempel setengah inci di wajah si gendut sebelum dia terjatuh karena pukulan. Tapi efek hurlingnya masih belum aktif.

“Fa-faman keriga, ho-holong aku…” hidung si gendut itu telah terkena pukulan dari batu, dan beberapa giginya lepas saat dia mencoba untuk berbicara. Apa yang akan dia katakan adalah “Paman ketiga, tolong aku.”

Tapi tidak jelas apakah paman ketiganya ini mendengar teriakan minta tolongnya atau tidak, karena tidak ada pergerakan dari pintu. Dan saat dia mengatakan itu, Tianming telah memukul dahinya dengan batu lagi.

Dia seharusnya jatuh pingsan, tapi karena pukulan tersebut efek hurling batu itu aktif, dan dia terlempar ke samping serta menghantam dinding. Namun kemudian seolah seperti bola ping pong, dia memantul dan mengarah pada Tianming – ini adalah serangan balik dari si gendut!

Dengan mengayunkan batu tersebut sekali lagi, Tianming memukul si gendut sekali lagi. Entah karena Tianming beruntung atau karena keberuntungan Zhao Liang yang habis, tapi efek hurling berhasil di aktifkan sekali lagi, sehingga Zhao Liang terlempar seperti bola ping pong lagi. Dengan menghantam pintu, dia melewatinya dan keluar ke koridor kemudian sebuah kepalan tangan menahannya dan perlahan menurunkannya.

Seorang pria berjubah hitam dengan hidung yang melengkung berjalan masuk. Melihat hidungnya yang hancur dan luka mengerikan di wajah Zhao Liang, wajahnya menyuram. Ini adalah pria yang Zhao Liang teriaki sebelumnya untuk menyelamatkannya. Paman ketiga Zhao Liang-Zhao Ye. Seorang soul cultivator tingkat Soul Sprite tahap menengah.

Tianming yang baru akan berlari maju tapi tiba-tiba dia ditarik mundur. Dengan menolehkan kepalanya untuk melihat, dia menyadari bahwa Bai Yunfei tiba-tiba muncul tepat di belakangnya.

Mengambil batu tersebut dari Tianming, Bai Yunfei tersenyum, “Ini giliranku.”

“Apa? Apa maksudmu….” Tianming terkejut, tapi saat dia melihat Zhao Ye berada tepat di belakang Zhao Liang, dia ketakutan. “Sial! Paman ketiga Zhao Liang! Dia adalah seorang Soul Sprite tahap menengah! Bai Yunfei, kita….”

“Brengsek! Kalian berani melecehkan keturunan keluargaku! Kalian berlebihan! Aku akan memberi kalian pelajaran!” mata Zhao Ye menatap mereka marah. Seluruh tubuhnya bercahaya lalu kakinya dihentakkan pada tanah dan menyerang Tianming.

Bang!”

Kemuncullannya sangat cepat, tapi kepergiannya jauh lebih lebih cepat.

Bahkan Zhao Ye belum mengambil satu langkahpun sebelum akhirnya dia diterbangkan dengan kecepatan luar biasa. menghantam tembok koridor, dia mendarat tepat disamping Zhao Liang. Tapi dia tidak bergerak- dia telah pingsan!

Bai Yunfei melemparkan batu itu ke udara berulang kali, hingga kilatan merah terlihat saat dia menatap Tianming, “Apa yang baru saja kau katakan?”

 “……”

 

Translator / Creator: andra