June 15, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 2 / Chapter 145

 

Use This to Slap Him

Pada siang hari, Tianming memimpin Bai Yunfei dan Jing Mingfeng menuju pusat kota di mana Aroma Delicacy berada.

Di sebuah ruangan paling mewah di lantai tiga Aroma Delicacy, sebuah gunungan hidangan eksotis menumpuk di atas meja. Ada empat orang yang sedang duduk mengelilingi meja sedangkan dua orang wanita muda lainnya berdiri di samping dengan sebuah botol ditangan. Su Dong yang berdiri dalam diam di sudut sebelah kiri semabari menatap pemuda yang ‘memberikan cangkir minumannya dan dikembalikan dengan sebuah mangkuk’ dengan tatapan pasrah

“Dan cangkir ke delapan! Seperti yang tuan Bai katakan, tidak ada pertemanan tanpa perselisihan! Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya bisa bertemu seseorang yang sangat ramah seperti tuan Bai! Ya, untuk pertemuan kita ini, biarkan saya bersulang untuk anda sekali lagi! Silahkan minum sepuasnya!”

“……”

Sudut bibir Bai Yunfei sedikit berkedut saat tersenyum masam pada Jing Mingfeng dan Tianming sebelum minum secangkir.

“Dan cangkir ke sembilan! Merupakan sebuah kehormatan dapat bertemu dengan tuan Jing! Biarkan saya bersulang untuk anda lagi! Silahkan minum sesupuasnya!”

“……”

Bai Yunfei tidak tahu harus berkata apa saat ini. Setiap orang ini duduk, dia akan menghabiskan lima gelas sebagai ‘hukuman’ atas kejahatannya kemarin. Awalnya berpikir bahwa ini adalah cara dia melakukannya, Bai Yunfei tidak memperhatikannya dan tidak perlu repot-repot mengatakan bahwa tidak perlu mengulangi melakukan sesuatu atau bersulang untuk pertemuan dengan Jing Mingfeng.

Tapi saat Liu Shun menghabiskan cangkir ke sepuluh, Bai Yunfei menyadari – orang ini hanya mencari alasan untuk minum! Bahkan sebelum memulai makan, dia sudah menghabiskan setengah botol. Tapi melihat bagaimana dia minum, jelas terlihat bahwa dia ‘menahan’ minumnya….

“Tuan muda Liu, saya dengar ikan di Aroma Delicacy adalah makan yang paling lezat. Kenapa kita tidak makan dulu? Sebenarnya, saya sangat ingin makan di sini sejak tiba di kota Gaoyi.

Saat Liu Shun akan meminum cangkirnya yang ke 13, Bai Yunfei menyela sehingga dia tidak menuangkan winenya lagi. Dengan menatap dua orang lainnya, Jing Mingfeng dan Tianming mengangkat sumpit mereka dan berkata, “Ya ya! Ayo makan! Aku melewatkan sarapan jadi aku sangat lapar!”

“Uhhh….” Liu Shun menatap kosong, tapi kemudian dia meletakkan gelas winenya dengan sedikit ekspresi marah. Namun saat dia menyadari bagaimana berlebihannya dirinya, dia mengangkat sumpitnya. “Baiklah, kalau begitu kita akan makan dulu. Semua makanan ini adalah spesialisai dari Aroma Delicacy; masing-masing makanan ini sangatlah enak. Meskipun karakternya seperti itu, si gendut Zhao memiliki cita rasa yang lebih baik dari orang lain.”

Saat Liu Shun tidak mabuk, ucapan dan sikapnya sesuai dengan statusnya. Ucapannya ringkas dan dia tidak dingin pada satu orangpun dalam perbincangan, membuat perbincangan cukup menarik. Tapi sering sekali dia mencoba mencari-cari alasan untuk minum beberapa cangkir, hingga Bai Yunfei merasa pasrah dan takut dia akan mabuk lagi.

Setengah jam kemudian, Liu Shun menghabiskan 3 botol wine seorang diri. Tapi ekspresinya masih tenang dan matanya jernih, mengindikasikan bahwa dia peminum yang kuat.

Tianming dan Liu Shun berteman baik satu sama lain dan mereka mulai membicarakan hal-hal ‘menyenangkan’ Tianming selama ‘petualangannya’ di dunia luar. Jing Mingfeng sedikit melamun selama makan; sering sekali dia menatap pintu ruangan seolah dia menunggu sesuatu…

Dan Bai Yunfei hanya melihat makanan di atas piringnya. Dia sering mengatakan sesuatu, tapi terlihat jelas bahwa dia datang hanya untuk menikmati makanan enak.

Saat makanan datang untuk penutup, suara langkah kaki terdengar dari pintu. Diikuti dengan suara gelak tawa, pintu ruangan didorong terbuka dan sebuah bola daging masuk.

Oh. Bukan, sebenarnya itu adalah manusia. Orang ini setinggi dua meter dan memiliki pinggang yang sama dengan tingginya, leher orang ini tidak bisa terlihat pada tubuhnya yang bulat sempurna. Tapi yang lucu tentang orang ini adalah cara dia menyisir rambutnya seperti sebuah labu botol besar dengan empat anggota badan yang kecil. Bahkan Bai Yunfei hampir meludahkan makanannya karena melihat orang ini.

“Haha! Aku baru saja mendengar tuan muda Liu dan Tianming berada di kediamanku ini beberapa saat lalu! Keberadaan kalian memberikan cahaya bagi tempat tinggalku! Tapi betapa kejamnya kalian tidak memberi pesan pada Zhao Liang terlebih dahulu! Aku pasti akan menyiapkan penyambutan yang lebih baik untuk kalian berdua!”

Si gendut ini… tidak… dia adalah Zhao Liang yang berbicara dengan suara serak seperti bebek.

Bai Yunfei, Liu Shun, dan Su Dong yang berada diujung mengangkat alis mereka saat menatap pintu masuk. Namun reaksi yang paling tidak terduga adalah reaksi dari Jing Mingfeng.

“Akhirnya kau keluar! Setelah menunggu, aku pikir bunga akan layu sebelum kau keluar! Cepat dan bersiaplah untuk bertarung!” kata Jing Mingfeng senang seolah sebuah pertunjukan akan segera dimulai. Dengan senang, dia  memukul meja dengan tangan kuatnya.

 “……”

Zhao Liang yang datang untuk menyapa menoleh untuk menatap Jing Mingfeng yang terlihat heran dengan mata kecilnya.

Bai Yunfei bahkan tidak tahu bagaimana bereaksi pada Jing Mingfeng. “Tidak ada gunanya cemas seperti ini! Di baru saja muncul dan berteriak ingin bertarung…” pikirnya.

“Haha, temanku sedikit minum terlalu banyak. Tolong maafkan dia tuan muda Zhao. Anggap dia tidak mengatakan apapun.” Bai Yunfei berbalik untuk meminta maaf pada Zhao Liang. Dalam benaknya, dia menatap si gendut yang diperbincangkan. Seperti dugaannya, dia sangat gendut.

“Haha, Zhao gendut, kakak Jing memang minum terlalu banyak. Dia hanya bergurau denganmu, jangan tersinggung dengan itu.” Liu Shun meniru reaksi Bai Yunfei dan segera menolong.

“Oh ya! Aku mabuk! Aku hanya mengatakan beberapa bait dari opera yang aku dengar. Jangan pedulikan aku, jangan pedulikan aku…” Jing Mingfeng sendiri tahu bahwa dia tak sengaja mengatakannya karena senang. Dengan meniru tawa orang mabuk, dia jatuh di atas meja dan tidak bergerak.

 “……”

Di tengah keheningan, wajah Zhao Liang terlihat mulai berkedut saat dia mencoba menahan marahnya pada Jing Mingfeng. Dengan tersenyum, dia berkata, “Haha, teman yang satu ini sangat menarik! Adik Tianming, apa dia temanmu?”

“Hmph, jangan panggil aku seolah kau keluargaku. Sejak kapan aku saudaramu?” Tianming  merengut marah.

“Haha, akan lebih baik jika kita seperti itu. Saat aku menikahi Ye Yan, kamu akan memanggilku kakak ipar! Lebih baik kamu terbiasa dengan itu.” Zhao Liang tertawa senang.

“Kau….kau gendut! Kamu segendut babi dan masih ingin menikahi sepupuku? Jangan terlalu terbawa suasana!”

Tatapan tak menyenangkan terlihat dalam senyuman Zhao Liang, “Dia seharusnya sangat beruntung karena aku menyukainya! Mulai sekarang, dia akan menjadi selirku, tapi sampai Ye berjanji setia dengan keluarga Zhao, aku akan memperlakukannya seperti seorang pelayan!”

“Kau….kau babi tak tahu malu! lidahmu tak bisa bersembunyi, bermimpi menelan keluarga Ye kami, jangan mimpi!”

“Kau baru saja kembali dari perjalananmu, jadi kamu tidak akan mengerti seperti apa kota Gaoyi sekarang? Apa yang bisa Ye berikan pada kami? Perjuanganmu sia-sia. Sekeras apapun kalian mencoba, itu hanya akan menunda saja.”

“Omong kosong! Tunggu sampai ayahku menjadi seorang Soul Ancestor, dia akan menunjukkan pada Zhao apa yang harus dilakukan!”

“Soul Ancestor? Kamu yakin dia tidak akan mati sebelum itu?”

“Kau….”

Karena pemikirannya yang sederhana, Tianming mendidih hanya karena beberapa kata dari Zhao Liang. Selagi dia berkoar-koar, Zhao Liang dengan tatapan sinis di wajahnya menyerang Ye. Pertengkaran mereka semakin memanas sehingga mereka melupakan Liu Shun dan Bai Yunfei,

Dua pengawal datang di depan Zhao Liang dengan mata jahatnya seolah siap untuk bertarung.

“Tianming, cukup. Tidak perlu bertengkar.” Bai Yunfei berbicara untuk menghentikan pertengkaran sia-sia ini, dengan menggerakkan tangan kanannya, dia menjatuhkan sebuah benda pada tangan Tianming.

 “Gunakan ini untuk memukulnya…”

 

Translator / Creator: andra