June 5, 2017

Upgrade Specialist In Another World – Book 2 / Chapter 139

 

Four Lords of the Capital

Rasa ingin tahu Bai Yunfei terusik saat dia mendengar kata ‘ibu kota’. “Tianming,” katanya. “Apakah ‘Four Lords of the Capital’ ini termasuk putra dari 4 keluarga utama? Bisa kau ceritakan pada kami tentang itu?”

“Tidak mungkin! Kalian tidak pernah dengar tentang empat pangeran? Mereka adalah idola generasi kita!” Tianming berbicara dengan memuji. Sepertinya dia sangat memuji ‘Four Lord of Capital’ ini.

“Four Lords of the Capital adalah, Wine, Sex, Serakah, dan Pemarah!”

Dengan bangga Tianming mengatakan sebelas kata itu. Kalau mereka tidak tahu, maka orang lain akan berpikir bahwa Tianming adalah satu dari keempat pangeran tersebut.

“Julukan mereka mengarah pada empat pahlawan muda di kota dari empat keluarga utama: Zheng, Chen, Jin dan Huang. Dari keempatnya, keluarga Zhen adalah yang paling menonjol karena mereka dikenal sebagai bagian dari ‘Five Great Houses’. Meskipun tiga keluarga lainnya bukan bagian dari ‘Five Great Houses’, tapi mereka masih dianggap kuat karena pengaruh mereka sendiri.”

Alis Bai Yunfei terangkat saat Tianming menyebutkan Zheng. Tapi bukannya menyela Tianming, Bai Yunfei membiarkannya melanjutkan ucapannya.

“Ada Chen Qiantan, ‘Wine Lord’ dari keluarga Chen. Menurut cerita saat dia lahir, dia bersenang-senang di sebuah kolam wine yang dituangkan dari seribu botol. Dia menyukai wine sama seperti menyukai hidupnya, dan wine tidak pernah berhenti masuk ke mulutnya. Dia minum sebanyak mungkin hingga mabuk. Rahasia kesenian keluarganya adalah ‘Drunken Fist’ yang dikenal sebagai sebuah soul skill yang ‘tidak terkalahkan’ dalam pertarungan jarak dekat.

“Dalam keluarga Zheng, ada ‘Sex Lord’, Zheng Kai. Dalam keluarganya, dia merupakan anak tertua kedua dan terkadang dikenal sebagai ‘Pangeran kedua Zheng’. Dia berkata bahwa dirinya seperti ‘pohon giok yang mampu bertahan dari angin dan mengalahkan ketampanan Pan Yue’ selain itu juga seperti ‘bunga mekar yang mampu merontokkan apel liar.’ Atau dengan kata lain, dia bisa menyebut dirinya sendiri sebagai ‘Tangan tuhan penyebar bunga’.  Meskipun nama panggilannya adalah ‘Sex Lord’, itu bukanlah sebuah penghinaan. Dia dikenal sebagai orang yang bergairah, tapi dia tidak pernah merebut wanita, mereka semua mengikutinya dengan suka rela. Bisa dikatakan bahwa tujuan pribadinya dalam hidup adalah ‘mengambil semua kecantikan dunia dan tidak meninggalkan wanita untuk diambil orang lain’. Karena keberaniannya, dia dianggap sebagai musuh para pria dan juga menjadi objek rasa iri dan kekaguman mereka semua.

Catatan penerjemah: Penyair Su Shi dulu pernah diejek oleh rekan sesama penyairnya yaitu Zhang Xian setelah menikahi istrinya yang berbeda tujuh tahun darinya, dikatakan bahwa bunga pear bisa ‘menekan’ pohon apel liar.

“Dari keluarga Jin, ada ‘Wealth Lord’, Jin Manlou. Pada umur yang baru menginjak 20 tahun, dia sudah memegang keuangan seluruh keluarga – dan terlebih lagi termasuk dari generasi sebelumnya. Kekayaan mereka bertambah sehingga bisa menjadi saingan negara dan menggunakan uang itu seperti air. Selama masalah bisa diselesaikan dengan uang, maka tidak ada yang perlu dia cemaskan. Tidak hanya itu, Jin Minlou juga merupakan philanthropist terhebat di kerajaan. Dimanapun dia melakukan usaha, dia tidak pernah ada pengemis.

“Dan kemudian ada ‘Temper Lord’, Huang Bin dari keluarga Huang. Sebagai seseorang yang bermoral dan tegas, kepahlawanannya bisa lebih tinggi dari awan. Dia selalu terus terang dan tegas yang tidak membela si kaya dan mendukung yang miskin. Dari keempat pangeran, dia adalah yang paling dihormati dengan ratusan teman dan ribuan pengunjung-banyak dari mereka menjadi kuat. Bahkan dengan kemampuannya yang luar biasa; itu adalah sesuatu yang hanya bisa kamu lihat setiap seratus tahun sekali! Di umurnya yang ke 24 tahun, dia sudah menjadi seorang Soul Ancestor!

“Keempat orang inilah yang paling menonjol di kota. Sebenarnya setiap tuan muda di kota mengikuti keempatnya, meskipun, yang termuda dari keluarga kerajaan adalah pengecualian. Mereka semua adalah pangeran yang tidak bisa ‘dibahas’ dengan mudah.”

Tianming berbicara dengan percaya diri saat dia memberikan penjelasan secara umum mengenai ‘Four Lord of the capital’ kepada Bai Yunfei dan Jing Mingfeng. Seolah itu merupakan ‘pelajarannya’ pada saudara lebih tua untuk memuaskannya.

“Zheng Kai….” Bai Yunfei menolehkan kepalanya bingung. Dia tidak menduga mendengar namanya disini, tapi….. “Sex Lord? Apa dia benar-benar seorang tuan muda yang ceroboh dan bejat?” Bai Yunfei sebenarnya tidak bisa menghubungkan pemuda misterius yang menolongnya di coliseum kota Talus dulu dengan ‘Sex Lord’ yang Tianming bicarakan. “Mungkin kebetulan mereka memiliki nama yang sama?”

“Pft! Apa ‘Four Lords of the Capital’, kenapa aku merasa terganggu dengan itu? Khususnya dengan ‘Sex Lord’ itu! Untuk beberapa alasan, aku ingin sekali menghajarnya….” Saat Bai Yunfei merenung, Jing Mingfeng berbicara dengan nada tidak senang. “Persetan dengan itu, mereka tidak lebih dari sekedar generasi penerus yang mengandalkan keluarga dan orang tua mereka! Saudaraku, kalau aku ingin menjadi terkenal, maka aku kan terkenal di seluruh dunia! Dengan panggilan yang lebih hebat dari mereka!”

Bai Yunfei tidak bisa menahan diri untuk mengodanya, “Ya, benar. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengalahkanmu sebagai orang paling tampan yang pernah ada. Bukankah kamu pencuri baik hati? Aku rasa nama panggilanmu seharusnya ‘kepala bandit.’

Catatan penerjemah: Nama julukannya adalah 盗帅 dalam bahasa china, dengan karekter kedua berarti tampan atau pimpinan. Ini juga nama panggilan Chu LiuXiang dari novel Gu Long dengan nama yang sama.

Sebenarnya, Bai Yunfei hanya mengoda Jing Mingfeng yang sering mengubah penampilannya. Itu karena Bai Yunfei sebenarnya tidak yakin jika penampilan Jing Mingfeng sekarang adalah penampilannya yang sesungguhnya. Tapi sindiran itu tidak didengarkan, atau muungkin nanti hanya akan diperhatikan di bagian akhir ucapannya

“‘Kepala Bandit? Sialan, kakek Bai, kamu sangat pintar hingga kamu memiliki nama panggilan seperti itu!” Jing Mingfeng berpikir ‘dengan serius’ selama beberapa saat sebelum dia berkata, “Sudah aku putuskan! Saat aku yang luar biasa ini menjelajahi dunia nanti, aku akan menggunakan panggilan itu!”

Dan dengan demikian, nama panggilan ‘Kepala bandit’ yang akan mengguncang dunia itu lahir dari candaan Bai Yunfei yang tanpa sengaja… Tentu saja, kalau Jing Mingfeng harus menggambarkannya, dia akan berkata– “Ini sebenarnya hanyalah hobiku…”

Bai Yunfei tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis saat dia melihat tatapan polos di wajah Jing Mingfeng. Sebaliknya, dia menggelengkan kepala putus asa sebelum berbalik menatap Tianming, “Ah, Tianming kamu mengatakan bahwa ‘Four Lords Of the Capital’ itu mengarah pada ‘Wine, Sex, Serakah dan Pemarah’. Lalu bagaimana dengan ‘Four Dukes of Gaoyi’, julukan apa yang kamu miliki?”

“Makan, Minum, Bermain, dan Bersenang-senang.”

Bai Yunfei menatapnya kosong. Dia telah kehilangan bagaimana cara meresponnya. Sementara itu, Jing Mingfeng yang hampir tersandung pada dada seorang wanita paruh baya saat dia hilang dalam delusi mengenai ‘kepala bandit’ yang terkenal.

Jing Mingfeng menatap Tianming dengan mata terbelalak, “Apa katamu? Katakan sekali lagi….. Makan, Minum, Bermain, dan Bersenang-senang?”

“Ya….” Dengan sedikit malu Tianming menjawab, “Itu… tidak terdengar sekeren ‘Wine, Sex, Serakah dan Pemarah’, tapi kami hanya bermain-main saat membuatnya….”

Jing Mingfeng menatap Tianming dengan tatapan takjub, “Hehe, aku pikir kelompokmu sangat menarik. Katakan, kamu bilang kamu adalah ‘Duke of Play’ dari keempat duke?”

“Ya. Dulu, aku menghabiskan sepanjang hari bermain dan tertarik pada kegiatan yang menarik. Sehingga aku mendapatkan julukan itu.” Jelas Tianming dengan malu.

“‘Duke of Eat’ merujuk pada si gendut dari keluarga Zhao, Zhao Ling, pria itu selalu makan malanan eksotik atau makanan mewah yang diberikan. Suatu ketika, dia makan satu babi muda yang beratnya sekitar 50 kilo…. Restoran terbesar di kota Gao Yi, “Aroma Delicacy,” adalah miliknya.

“‘Duke of Drink’ adalah putra ketiga keluarga Liu, Liu Shun. Dia mirip dengan ‘Wine Lord’ dari kota. Dia selalu minum dan senang sekali mabuk. Baik atau buruk, dia lakukan semuanya. Satu ketika, dia berjalan dengan telanjang, tapi dia dihentikan oleh para pengawalnya….

“‘Duke of Pleasure’ adalah putra kedua dari pemerintah kota, Zhao Hui. Dia bodoh dan bejat. Sebagai pelanggan dari ‘House of Spring pleasure’, dia menghabiskan sepanjang hari untuk melakukan sex dengan wanita. Sekarang dia telah memiliki 7 selir diumur 26.”

Bai Yunfei tidak mengatakan apapaun saat mendengar Tianming memperkenalkan mereka – orang seperti apa mereka?

Dia diam-diam merasa bahagia karena Tianming dilambangkan sebagai ‘play’ dari empat panggilan itu. Kalau keempat itu adalah ‘Dining, Wining, Whoring dan Gambling,’ maka itu akan menyedihkan….

Untuk sesaat, Jing Mingfeng terdiam lalu dia mengacungkan jempol pada Tianming, “Kamu masih lumayan!”

Catatan penerjemah:
Dalam chapter ini, Four Lords of Capital merupakan panggilan untuk “Wine, Sex, Serakah, dan Pemarah”. Ini merupakan idiom yang merujuk pada kejahatan utama. Sedangkan Four Dukes of Gaoyi City, nama panggilan mereka berdasarkan idiom “Makan, Minum, dan Bermain.” Dengan kata lain, merupakan hal lain dan fokus pada kehidupan untuk bersenang-senang.
Bai Yunfei berkata bahwa beruntung nama panggilan itu bukanlah “Dining, Wining, Whoring dan Gambling”. Ini merupakan idiom yang berarti hidup yang boros.

Translator / Creator: andra