September 27, 2016

Terror Infinity – Volume 1 / Chapter 1.1

 

Zheng Zha (Zheng) selalu merasa bahwa dirinya sudah mati dalam kenyataan. Pergi kerja, pulang, makan, tidur dan bangun; dia tidak tahu apa makna hidupnya. Sudah pasti itu bukan dalam menghadapi atasannya yang gemuk, bukan tubuh wanita berkerah putih yang dia temui di bar, dan tidak di dalam baja dan hutan beton - kota modern.

Zheng merasa dirinya telah membusuk. Terus membusuk dari usia 24 sampai akhir hidupnya, lalu menjadi bagian dari bumi dan meninggalkan nama. Tidak, bahkan untuk nama, karena tidak akan ada yang mengingatnya. Tidak ada yang akan mengigat si kerah putih kecil. Apakah dia hidup sebagai orang yang benar-benar anggun atau hanya berpura-pura menjadi salah satunya, dia hanya bagian kecil dari dunia ini.

Dia ingin mengubah sesuatu. Dia ingin mempunyai makna hidup.

“Ingin tahu arti hidup? Ingin hidup ... kehidupan yang sesungguhnya?”

Ketika dia menyalakan komputer di tempat kerjanya hari ini, sebuah pesan muncul. Ini jelas beberapa hacker amatir sedang mecari perhatian, ini jelas akan memaksamu untuk men-download virus apapun pilihan yang kau pilih. Zheng tertawa dan akan segera menutupnya. Tapi jantungnya bedetak kencang ketika tanganya menyentuh mouse. Dia berhenti.

“Ingin tahu arti hidup? Ingin hidup ... kehidupan yang sesungguhnya?”

Zheng merasa kosong. Sebuah kekuatan misterius membuatnya tertarik untuk menempatkan jarinya pada mouse. Lalu dia meng-klik tombol YES dan kehilangan kesadaran.



Dingin, bergetar...

Saat dia terbangun, Zheng melompat terkejut. Dia melihat sekitarnya dengan panik. Perubahan keadaan dari kantor dan lingkungannya saat ini membuat kacau isi kepalanya, tapi setelah beberapa saat dia sadar dari kebingungan.

“Tidak terlalu buruk, kau memiliki kualitas terbaik dari gerombolan yang ada selama ini.” Sebuah suara berkata.

Zheng menoleh ke belakang dan melihat seorang pria berambut hitam menyeringai padanya. Orang ini berumur sekitar 24 atau 25, memiliki wajah yang sangat biasa, tapi beberapa luka pada wajahnya membuat dia terlihat menyeramkan.

Pria berambut hitam itu memegang rokok di tangannya dan mulai merokok. Pandangannya kemudian melewati Zheng. Zheng kemudian menyadari ada lima orang terbaring disampingnya. Tiga pria dan dua wanita. Selain itu, ada lebih dari sepuluh orang barat di ruangan tersembunyi ini.

Ini adalah gerbong kereta, dan keretanya bergerak sangat cepat. Perasaan dingin dan gemetar berasal dari kereta.

“Di mana ini? Siapa kau? Kenapa aku di sini?” Zheng bertanya kepada orang-orang ini. Terlebih lagi, karena kehadiran orang barat, dia mengulangnya dalam bahasa inggris.

Orang-orang barat melihat kearahnya dan kemudian mengacuhkannya. Hanya pria berambut hitam yang berbicara padanya, “Pikir baik-baik, itu seharusnya sudah dimasukkan semua ke dalam kepalamu.”

Pikir baik-baik? Zheng mencoba mengigat semuanya. Dia hanya ingat ketika dia melihat pesan muncul di monitor “Ingin tahu arti hidup? Ingin hidup … kehidupan yang sesungguhnya?”, dan meng-klik YES, sebelum dia kehilangan kesadaran.

Tunggu...Zheng merasa ada sesuatu di dalam kepalanya, sesuatu tentang bertahan hidup.

Ini adalah sebuah permainan. Tidak diketahui siapa yang membuat permainan ini. Mungkin Dewa, mungkin Iblis, atau mungkin alien atau manusia dari masa depan. Sekarang dia sudah menjadi pemain dalam permainan ini, atau mungkin bagian dari permainan ini.

Sebuah permainan yang membawa seseorang yang telah tersesat dalam hidupnya tapi belum menjadi orang yang busuk. Ketika mereka memilih permainan ini, mereka akan dikirim ke berbagai macam film horror.

“Kali ini adalah Resident Evil. [1] Keberuntunganmu tidak buruk, pemula. Mendapatkan sebuah film horor yang mudah untuk pertama kali. Meskipun kau mati itu akan menjadi kematian yang mudah.” Pria berambut hitam menghisap asap terakhir lalu menghancurkan rokok di atas tangannya.

“Apa kau bilang hanya kesadaran kita yang masuk ke dalam komputer? Seperti di dalam novel? Dan ketika menyelesaikan permainan ini kesadaran kita akan kembali ke tubuh kita?” Seorang pria gemuk di sebelah Zheng bertanya.

Pria berambut hitam mengeluarkan sebuah pistol, Desert Eagle. Sambil memegang pistol dia berkata, ”Aku tidak tahu jika ini sadar atau tidak, tapi kau akan merasa sakit, kau akan terluka, dan kau akan mati. Dan kau salah, ketika kau menyelesaikan film ini, kau akan pergi ke film selanjutnya. Kau mungkin pernah melihat film itu atau mungkin tidak. Setiap kali, Dewa akan membawa anggota baru untuk menggantikan yang mati di film sebelumnya. Setiap film berisi tujuh sampai dua puluh orang. Dengan kata lain ini adalah film yang sangat mudah, kita hanya memiliki tujuh orang di sini.”

Pria gemuk berbicara sambil mengejek, ”Bagaimana kau tahu bahwa yang mati tidak kembali ke tubuh mereka? Mungkin mereka memilih untuk mati.”

Pria berambut hitam mengangkat kepalanya secara tiba-tiba, seakan-akan dia menjadi seekor panter. Dia menekuk lututnya dan dalam sekejab berada di atas si pria gemuk. Desert eagle miliknya berada di dalam mulut si pria gemuk.

“Jadi kau ingin mencobanya dan mati? Dapatkah kau membayangkan teror tanpa akhir? Aku telah hidup melewati tiga film. Yang pertama adalah " Nightmare on Elm Street 1.[2] Di sana ada 15 pemula di dalam film dan dua orang berpengalaman. Kau ingin tau bagaimana akhirnya? Mereka semua mati di dalam mimpi mereka. Aku dan seorang lagi adalah satu-satunya yang selamat. Kau ingin tahu rasanya terbunuh oleh mimpi yang bodoh? Bayangkan semua yang ada di sekitarmu berubah menjadi potongan daging busuk. Kau melihat sepasang gunting perlahan-lahan memotong setiap bagian tubuhmu di dalam pabrik yang mengerikan. Bisakah kau membayangkan rasa sakitnya? Dasar brengsek! Kau ingin mati?”

Pria berambut hitam berteriak seperti orang gila. Keinginannya untuk membunuh terlihat jelas di matanya. Si pria gemuk ketakutan dan tidak bisa bergerak. Dan dengan pistol di mulutnya, dia bahkan tidak bisa menjawab.

Zheng dan keempat orang lainnya berusaha memisahkan mereka. Pria berambut hitam berjalan kembali ketempat duduknya dan berkata. “Mati di dalam film horor sangatlah nyata. Terlebih lagi, ketika kau mati disini kau akan disiksa oleh iblis di dalam film ini. Jadi jika kau tidak punya keinginan untuk hidup, aku menyarankan sebaiknya kau membunuh dirimu sendiri sekarang juga.”

Seorang gadis bekaca mata berkata, “Jadi kita tidak memiliki cara untuk kembali ke tubuh kita?”

Pria berambut hitam tersenyum, “Aku sudah bilang, bukan kesadaranmu yang masuk kedalam komputer. Kau pikir manusia mempunyai teknologi untuk menciptakan permainan ini? Tidak, ini ulah dewa, kita tidak lebih hanya sekedar serangga di matanya. Kita dilempar ke sini untuk berjuang hanya untuk menjadi tontonannya. Aku tidak berpikir kita bisa kembali.”

Gadis berkaca mata menjadi tenang, dia berpikir sejenak dan berkata, “Dari cara bicaramu, terdengar seperti masih ada cara unutk kembali?”

Pria berambut hitam melihatnya dan berkata, “Kualitas pemula kali ini tidaklah buruk. Kau benar, masih ada harapan untuk kembali.”

Semua orang menatapnya, “Setiap kali kau menyelesaikan misi, saat kau melewati sebuah film, kau akan mendapatkan 1000 poin. Kau bisa menukar poin itu untuk banyak hal, seperti hidup di dalam film untuk seratus hari” Kata pria berambut hitam.

Pria paruh baya berkata, “Siapa yang ingin hidup di dalam film horor? Itu sama saja cari mati.”

Pria berambut hitam tetap terdiam. Gadis berkaca mata berkata, “Tidak, aku pikir aku mengerti apa yang dia maksud. Ada banyak macam film horor, sci-fi seperti Resident Evil, di mana semuanya bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Kau hanya perlu pergi keluar di mana cerita utama terjadi, sisanya adalah dunia yang normal.”

Pria berambut hitam menjentikkan jarinya, “Bingo. Kau bisa hidup di bagian lain dari dunia ini seperti dunia normal pada umumnya. Pikirkan, setelah mengalami pengalaman hidup dan mati, kesempatan untuk hidup normal di dunia ini adalah sebuah anugrah.”

Tubuh Zheng gemetar. Dia akhirnya mengerti sedikit arti hidup di dunia ini. Ya, alasan dia merasa membusuk bukan karena hidupnya yang membosankan. Sekali kau merasakan pengalaman hidup dan mati, hidup dengan normal adalah hal kau inginkan.

Pria berambut hitam melanjutkan, “Selain menukarnya dengan waktu, disana masih ada yang lain. Seperti Desert Eagle dengan amunisi tak terbatas ini. Ini hanya memerlukan 100 poin saja, itu sama dengan 10 hari. Kau juga bisa menggunakan poin untuk meningkatkan tubuhmu, temasuk kecerdasan, kekuatas psikis, kecepatan reaksi, daya tahan sel, masa otot, dan kekuatan kekebalan. Dengan kata lain, jika kau selamat melewati film ini, kau bisa melipat gandakan kekuatanmu. Jika kau bertahan melewati seratus film, kau bisa menjadi manusia super.

Gadis berkaca mata bertanya dengan tenang, “Kembali ke persoalan, berapa poin yang diperlukan untuk kembali ke dunia kita?”

“500000 poin.” Pria berambut hitam mengeluarkan rokok yang lain. “Jika kau tidak menggunakan poin sama sekali, kau hanya perlu bertahan melewati lima puluh film. Lalu kau bisa kembali pulang.”

Tiba-tiba, semua orang terdiam. Menurut pria ini, jika kau tidak menggunakan poin sama sekali, akan menjadi hal yang mustahil untuk bertahan melewati lima puluh film.

“Tentu saja, 1000 poin adalah hadiah standart untuk setiap film. kau bisa melakuan side quest di dalam film untuk mendapatkan poin. Seperti ketika aku menjelaskan semuanya padamu, menurut peraturan Dewa, menjelaskan ke pemula akan mendapatkan hadiah 100 poin. Kau juga harus memperhatikan jam yang ada di tangganmu.” Dia mengacungkan tangan kirinya. Ada sebuah jam metal berwarna hitam.

Semua orang melihat tangan kiri masing-masing. Di sana terdapat beberapa info di dalamnya. Sebuah timer yang menghitung mundur 3 jam 7 menit. Pertarungan melawan para zombie, hunter, pemula.....

“Kau akan mendapatkan satu poin untuk setiap sepuluh zombie yang kau bunuh, 100 poin untuk setiap hunter, dan 1000 poin untuk setiap pemula...” Dia melihat ke arah semua orang dengan wajah jahat. Hanya Zheng dan gadis berkaca mata yang dengan tenang melihat ke arahnya.

“Tentu saja itu minus 1000 poin. Ok jika kau punya pertanyaan lain cepatlah bertanya. Film akan segera dimulai.”

Gadis bekaca mata melihat ke arah Zheng, lalu melanjutkan,” Aku punya tiga pertanyaan lagi. Aku melihat Resident Evil, akhirnya adalah T-Virus yang berasal dari lab menyebar luas ke Racoon City. Lalu jika kita mengendarai mobil dan meninggalkan kota, bukankan itu akan membuat kita selamat dengan mudah?”

Pria berambut hitam mengangguk dan menjawab, “Lihat baik-baik jam milikmu, di sana ada nama di pojok kiri atas, bacalah.”

”One.” Semua orang membacanya, kemudian mereka menyadari salah satu dari orang barat memiliki cahaya redup padanya, kemudian perlahan-lahan menghilang.

“Dia adalah pimpinan tentara bayaran dalam film ini. Film ini memiliki lokasi yang sudah ditentukan. Alur cerita hanya terjadi di dalam lab. Dalam film seperti ini kau tidak diperbolehkan meninggalkan area alur cerita atau berada jauh. Jika kau berada lebih dari 300 langkah dari One, kemudian BANG, kau tidak akan tersisa. Mengerti? Tentu saja jika One terbunuh dalam film, batasan itu akan pindah pada yang lain.” Penjelsan dari pria berambut hitam.

Zheng kemudian bertanya, ”Siapa Dewa yang kau maksud?”

“Dewa adalah yang mengatur kita untuk masuk ke dalah film. Yang memberikan kita poin dan kau juga menukarkan sesuatu lewat itu. Dewa adalah sebuah bola cahaya. Aku juga tidak tahu apa sebenarnya itu."

Gadis berkaca mata mengangguk dan berkata, “Pertanyaan terakhir, Nomor, ini apa maksudnya?” Dia menujuk pada timer.

“Itu menunjukkan berapa lama kau harus berada di dalam film ini. Ketika waktu habis, kau akan pergi ke tempat dewa berada dan mendapatkan hadiah. Di sana kau juga akan menunggu untuk film selanjutnya.”

Translator / Creator: isshh