May 29, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 3.2

 

Pada saat yang sama, kelompok lainnya mengikuti di belakang dua ilmuwan itu. Tapi tak lama kemudian, Yinkong tiba-tiba berkata dengan tenang. “Lan menghilang.”

Honglu mengangguk ringan. “Dia kembali ke Zheng. Hoho. Cinta apa yang mengikat dua orang bersama?”

ChengXiao tertawa keras. “Boy, kau sudah puber tapi mempertanyakan cinta? Ha ha. Tidak nyangka kau memiliki fetis seperti itu. Dia memang seorang wanita dewasa yang cantik.”

Bang! Honglu sangat marah karena rasa malunya dan melemparkan pistol ke ChengXiao, membuatnya jatuh sekali lagi.

Gedoran pada pintu mengejutkan mereke berdua. Untungnya, itu disertai oleh suara langkah manusia sehingga tidak mungkin seekor alien.

Zheng membuka pintu dan melihat Lan berdiri di luar. Dia tersenyum padanya seolah-olah itu tidak aneh baginya untuk berada di sini. Dia berjalan di sekitar Zheng dengan santai dan memasuki ruangan.

“Kenapa kau kembali?” Zheng segera bertanya.

Lan tertawa dan berkata. “Bagaimana kau bisa tahu jalan ke pesawat? Apa yang terjadi jika alien menyergap kamu? Saya hanya seberat 45kg. Seharusnya tidak sulit bagimu untuk membawa satu orang tambahan kan?”

Zheng menatap dalam-dalam. Dia kembali menatap Zheng dengan kelembutan. Matanya memiliki begitu banyak kata-kata yang tidak bisa diungkapkan. Keduanya berdiri di sana selama beberapa detik sebelum Zheng bergumam. “Kamu tidak perlu kembali. Kau tidak harus melakukan ini demi saya.”

Lan menggeleng sambil tersenyum. “Itu tidak benar. Aku berutang banyak sebelumnya. Sekarang, saya membayarmu kembali sekaligus. Hehe. Aku tidak bisa meninggalkanmu di saat Lori sangat memerlukan bantuan. Jika kau merasa perlu untuk berterima kasih, maka nanti gendong saya di punggungmu, bukan di atas bahumu.”

Zheng mendesah. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dan berdiri diam di samping ilmuwan itu. Melihat keahlian bedah ilmuwan itu, harusnya selesai dalam 20-25 menit. Zheng merasa sedikit lega tetapi juga merasa bersalah kepada ilmuwan ini.

Sepuluh menit kemudian, mereka bisa melihat kepala ratu. Ratu itu membuka mulutnya dan menembakan lidahnya. Lidahnya mengenai pisau bedah. Ratu itu begitu beringas bahkan sebelum ia dewasa. Zheng masih bisa ingat tubuh besar dari sebelumnya. Mereka hampir lenyap di akhir film Alien pertama.

Lan mengatakan dengan khawatir. “Mengapa ratu hanya bernilai 1000 poin dan rank D reward walau ia sudah sekuat ini? Namun Newborn bernilai 5000 poin dan rank B reward. Bukankah ini aneh? Atau itu memang benar-benar kuat?”

Zheng juga merenungkannya. “Mungkin Newborn itu memang sangat kuat. Meskipun film itu tidak menunjukkan kekuatan ratu secara eksplisit, kau bisa tahu sekuat apa itu ketika Newborn menghancurkan kepala ratu dengan satu serangan. Apakah kau sudah menemukan Newborn?”

Lan menggeleng. “Tidak, belum. Sepertinya sekresi mereka memblok scanku. Saya tidak dapat menjangkau area manapun yang ditutupi oleh sekresi mereka. Aku tidak tahu mengapa.”

Zheng berkata. “Apakah area-area bertambah luas? Di mana mereka?”

Lan mengatakan dengan mata tertutup. “Iya. Area ini bertambah luas. Saya menemukan sebelas alien. Enam dari mereka sedang menuju ke sini, dua alien sedang mengikuti di belakang kelompok Yinkong. Dua alien ini tidak bisa mengejar mereka untuk sementara waktu. Kelompok Yinkong mendekati lift. Mereka bisa naik dua lantai melalui lift dan semakin dekat dengan pesawat.”

Zheng mendesah. “Jangan khawatir. Aku akan membawamu kembali dengan selamat. Jika kita mati bersama-sama di akhir…”

Lan tertawa cerah. “Jika kita mati bersama-sama seperti itu, maka itu lebih…”

Ilmuwan menghela napas lega. “Saya telah memisahkan otot ratu darinya. Saya akan mulai memisahkan saraf, tetapi itu akan merangsang naluri bahaya ratu. Aku membutuhkan sekitar sepuluh menit tanpa gangguan untuk melakukan ini. Aku akan menyerahkan keamanan ruangan ini pada kalian berdua.”

Zheng mengangguk. “Terima kasih. Istri anda aman bersama mereka. Teman saya akan membawanya ke pesawat dengan aman! Aku akan mengurus keamanan di sini dan menyerahkan operasi kepada anda.”

Dia menjawab dengan tenang. “Ini hanya pertukaran yang setara. Hidup Istri saya untuk hidup kekasih anda. Ini adil. Aku akan menyelesaikan prosedur ini tepat waktu. Setelah itu, tolong berikan saya sebuah pistol dan satu peluru. Terima kasih.”

Dua menit berlalu. Ekspresi Lan tiba-tiba berubah. “Mereka di sini. Dua alien di depan semakin dekat. Mereka harusnya mencapai koridor ini dalam satu menit. Dana ada empat lagi yang kemari.”

Zheng mengambil napas dalam-dalam. Dia memegang pistol pelebur dengan tangan kiri dan pisau dengan tangan kanan. Dia berjalan keluar pintu diam-diam. Ketika pintu menutup, Lan berkata. “Hati-hati.”

“Pasti.”

Apakah cukup hanya dengan berhati-hati? Hampir mustahil untuk tidak terluka ketika melawan alien. Zheng telah bersiap untuk mempertaruhkan hidupnya. Saat ia memegang pistol, ia tahu ia hanya memiliki kesempatan untuk menembak dua kali. Jika ada lebih dari dua alien maka ia harus melawan sisanya dalam pertempuran jarak dekat. Dia ingin menghindari situasi seperti ini karena hidupnya tidak akan berada di bawah kendalinya. Kecelakaan apapun seperti jika ekor alien menusuk jantungnya, maka ia akan mati. Karena kelemahan dari keturunan vampire adalah jantung dan otak.

Zheng berdiri di koridor diam-diam. Dia memejamkan mata dan memusatkan seluruh perhatiannya pada telinganya. Ia bisa mendengar suara-suara samar gesekan antara logam. Suara ini semakin keras dan lebih keras. Akhirnya, Zheng membuka matanya, mengangkat pistolnya dan membidik ke sudut koridor.

“Tiga.”

“Dua.”

“Satu!”

Dia menarik pelatuk meskipun tidak ada alien terlihat. Namun, segera setelah pistol ditembakkan, sosok hitam besar berlari keluar dari sudut. Bola energi menghantam tubuhnya dan kepalanya segera menguap, bersama dengan bagian dari dinding itu. Hampir sekejap, sosok hitam lain berlari ke Zheng. Dia baru saja merilekskan jarinya dari pelatuk. Sosok tersebut sudah maju beberapa meter ke koridor. Zheng langsung melompat ke belakang sambil melepaskan tembakan lagi. Alien itu tertembak saat melompat ke arah Zheng. Kemudian menguap setelah sebuah kilatan cahaya terlihat.

Zheng mengambil napas dalam-dalam. Namun, sebelum ia memiliki kesempatan untuk meletakkan senjatanya, ia merasakan bahaya yang datang dari rumah sakit. Dia segera berlari dengan panik. Ruangan itu tenang seperti sebelumnya. Lan menatapnya dengan senyum pahit.

“Di atas. Empat alien berada di antara lapisan logam itu. Tidak tahu bagaimana mereka bisa masuk. Lihatlah! Logam ini semakin berkarat!” Lan menunjuk ke sebuah sudut.

Mereka berdua mengangkat kepala mereka. Langit-langit logam itu melunak. Itu tidak memerlukan lebih dari beberapa detik untuk menjadi sebuah lubang.

Kemudian sebuah ekor menembus lapisan itu. Namun, serangan itu belum datang. Dan sebaliknya, langit-langit pada ruang isolasi di mana operasi itu berlangsung mulai berkorosi. Para alien itu telah menemukan lokasi ratu mereka. Mereka berencana untuk memasuki ruang isolasi secara langsung dan membawa ratu mereka!

“Ah!”

Zheng berteriak dalam hiruk-pikuk. Dia berancang-ancang ke langit-langit yang telah terbuka dan melompat. Tangannya meraih tepi lubang kemudian membalikan dirinya ke dalam, bertabrakan dengan seekor alien.

Ada empat alien di atas langit-langit.

 

 

Translator / Creator: isshh