May 24, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 2.2

 

Sudah terlambat baginya untuk menaikkan senjatanya. Meskipun kekuatan senjata itu sangat merusak, Zheng lupa dengan kecepatan alien ini. Alien adalah ras yang unggul dalam pertempuran jarak dekat, jika kau tidak bisa membunuh mereka sebelum mereka mendekat, manusia tidak akan punya kesempatan dalam pertempuran jarak dekat. Tentu saja, itu hanya berlaku untuk orang normal atau bahkan mereka yang berada dalam pasukan khusus. Zheng bisa melawan satu alien secara terbuka dengan kekuatannya dibandingkan ketika ia berada dalam film alien pertama.

Saat jarak antara Zheng dan llien itu mendekat, ia merasakan firasat bahaya yang familiar. Bahaya ini tidak menurun setelah ia menjadi lebih kuat. Karena dia akan mati jika ia terkena serangan ekornya tepat di jantung, atau kepalanya hancur oleh lidah alien itu. Selain itu, sulit untuk menangkis sebuah serangan dilihat dari kecepatan alien itu. Perbedaan dengan film alien sebelumnya adalah kekuatan ofensif yang lebih tinggi.

Boom! Zheng mulai menghindar, lidah alien itu menghantam area kosong tepat di atasnya. Sebuah medan tranparan muncul di atas kepalanya dan bergetar seolah-olah itu akan pecah. Zheng menyadari bahwa seekor alien dewasa memiliki kekuatan jauh lebih tinggi daripada bentuk-bentuk tahap awal mereka. Perisai pertahanan tersebut memang hamper pecah. Berdasarkan ini, ini juga bisa bertahan dari gigi alien tetapi tidak bisa menahan ekor mereka. Karena ekor itu memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi.

Zheng merasa menggigil tiba-tiba. Dia melemparkan pistol ke samping kemudian menebas secara horizontal dengan pisau. Ini memotong terbuka sepertiga dari perut Alien. Its organ dan cairan asam memercik dari luka. Untungnya, Zheng tidak takut keasaman. Meskipun pakaiannya terkorosi seketika tetapi tidak berpengaruh pada kulitnya. Cairan menetes dari tubuhnya ke lantai dan mulai mengkorosi lantai.

Alien itu meratap. Meluncurkan lidahnya ke kepala Zheng lagi. Kecepatan lidahnya terlalu cepat bahkan Zheng tidak bisa melihat jalan di depannya dengan jelas. Perisai itu menangkisnya lagi tapi perisai itu tampak menjadi lebih transparan. energinya hampir habis.

Zheng segera berlari ke dinding di samping. Dia melompat dari dinding dan menuju kepala alien itu. Pada saat yang sama, alien itu  menembakan ekornya ke Zheng. Perisainya langsung hancur. Zheng menutupi tangannya dengan Red Flame dan menebas kepala alien. Pisau menembus tubuhnya, membelah alien menjadi dua. Menghancurkan organ, daging, dan cairan asam terciprat ke mana-mana. Adegan itu begitu mengerikan dan menjijikkan.

Zheng merasakan lengannya kesakitan sesudahnya. Ekornya begitu kuat sehingga menghancurkan perisai dan menusuk beberapa sentimeter ke lengannya. Untungnya, itu tidak merusak tulang atau pembuluh darah utamanya.

Pertarungan hanya berlangsung dalam beberapa detik. Meskipun terlihat bahwa Zheng membunuh alien begitu cepat, tapi pertarungan itu tidaklah mudah. Perisai itu adalah faktor besar. Dia tidak bisa menyamai kecepatan alien itu hanya dengan tahap pertamanya. Alien di film ini jauh lebih kuat daripada film pertama.

Zheng mengambil pistol dan mendesah. Pistol itu memang kuat, cukup untuk membunuh seekor alien dengan satu tembakan. Namun, ini terlalu lambat untuk memulai tembakan berikutnya. Akan lebih berguna melawan alien jika pistol ini bisa menembak terus menerus seperti senapan mesin.

Tapi kemudian dia ingat bahwa senjata energi ini tidak memakan rank reward apapun. Dia bisa menukar senjata ini dalam jumlah banyak asalkan ia memiliki poin. Jika bisa menembak terus menerus, maka harganya mungkin akan naik dengan setidaknya dengan sebuah rank C reward.

Zheng berjalan di dekat pintu dan berteriak kepada orang-orang di dalam. “Semuanya mundur! Jangan dekat-dekat dengan pintu!”

Dia mendengar beberapa suara benturan dari pintu kemudian berteriak.

Zheng mundur sedikit dan mengarahkan pistol ke pintu. Pintu baja itu meleleh menjadi cairan setelah sebuah kilatan cahaya terlihat, membuang sebuah lingkaran lubang. Lubang ini bahkan sampai sepuluh sentimeter ke dalam lantai.

Ada empat ilmuwan di dalam ruangan, tiga pria dan satu wanita, semuanya orang barat. Mereka terkejut ketika mereka melihat Zheng dan terutama kekuatan senjata peleleh itu. Bagian ini masih sangat panas. Zheng berkata. “Apakah kalian memiliki air di dalam? Bawa keluar semua air itu.”

Para ilmuwan berhenti sejenak kemudian membawa keluar beberapa batu yang solid. Mereka melemparkan batu pada bagian lelehan di pintu dan batu itu langsung meleleh menjadi air dan memenuhi daerah sekitar pintu dengan uap.

Zheng berdiri di bagian luar pintu dan menunggu sebentar sampai semua anggota timnya tiba. Semua orang terkejut melihat lubang di lantai itu.

“Kita akan diskusikan sambil berjalan. Lan.” Zheng berjalan ke dalam lorong. Suhu masih lumayan tinggi tapi itu cukup bagi mereka untuk melewatinya.

Lan tahu apa yang ingin dikatakan Zheng. Dia berdiri di sana dengan mata terpejam selama beberapa detik kemudian berkata. “Tidak masalah. Tidak ada alien di sekitar sini. Karena tiga alien itu berasal dari lantai atas. Mereka mungkin telah menyadari keberadaan kita.”

“Itu pasti. Mereka bisa dengan mudah mencium aroma teman mereka.” Zheng menghela napas lega kemudian berteriak ke kamar. “Keluarlah, cepat. Kalian dengar kan? Alien itu akan kemari jika kalian tidak keluar!”

Tidak butuh waktu lama bagi empat ilmuwan itu untuk keluar. Mereka terkejut melihat kelompok Zheng. Ilmuwan wanita itu bertanya. “Bukakah kalian sudah menjadi inang? Bagaimana keadaan kalian.” Dia berhenti di sana, menyadari kesalahannya.

Zheng marah setelah mendengar ini. Tangannya yang memegang pisau bergetar. Ilmuwan wanita itu mundur beberapa langkah dalam ketakutan dan bersembunyi di balik seorang pria. Pria itu tampak seperti suaminya dan dia juga takut, tapi ia berdiri di tempat dengan kokoh.

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan berkata. “Kami memiliki dua orang yang menjadi inang. Saya memerlukan kalian untuk mengeluarkan alien di dalam tubuh mereka. Saya tahu kalian telah melakukan prosedur ini sebelumnya. Jangan bilang kalian tidak tahu bagaimana caranya. Saya akan membunuh kalian!”

Ekspresi para ilmuwan berubah dan satu orang berkata. “Kita harus lari secepat mungkin. Kapal ini akan meledak di lima puluh menit. Dibutuhkan setidaknya empat puluh menit untuk sampai ke pesawat dari sini. Prosedur ini memakan waktu tiga puluh menit. Kita tidak punya waktu! Kita akan mati!”

Hati Zheng berhenti berdetak. Dia menarik kerah ilmuwan itu dan berkata. “Apa maksudmu? Mengapa kapal ini meledak dalam lima puluh menit? Anda sebaiknya menjelaskannya dengan jelas.”

Para ilmuwan lainnya berteriak. “Apakah kau benar-benar ingin membawa alien ini kembali ke bumi? Kapal ini diprogram untuk kembali ke bumi jika ada yang tidak beres pada laboratorium. Dan hanya kami yang mengetahui password untuk meledakan diri ini. Tidakkah kau berpikir bahwa kami ingin hidup? Tapi aku lebih baik mati daripada membawa alien ini ke bumi. Penghancuran diri sudah dipasang. Tidak ada cara lain untuk mengubahnya bahkan jika kau membunuh kami!”

Zheng mengambil beberapa napas dalam-dalam. Dia ingin menenangkan dirinya tapi dia tidak bisa. Menuju pesawat butuh empat puluh menit. Mungkin mereka bisa sedikit memangkas waktunya tapi tidak ada cara untuk memperpendek tiga puluh menit untuk operasi itu. Para ilmuwan ini juga tidak akan mengorbankan hidup mereka untuk membantu mereka melakukan operasi ini bahkan jika ia mengancam untuk membunuh mereka. Karena melakukan operasi itu sama saja dengan mati. Bagaimana dia bisa menyelamatkan Lori?

Pikiran Zheng menjadi kacau. Tidak peduli seberapa keras dia berpikir, dia tidak bisa menemukan cara untuk menyelamatkan Lori.

Wajah Zheng berubah tanpa ekspresi, seolah-olah semuanya tidak ada artinya baginya. Dia menatap para ilmuwan itu diam tanpa kata sampai mereka menundukkan kepala mereka. “Kalian berdua suami istri kan? Yang perlu kalian tahu sebenarnya, ada sangat banyak alien di kapal ini. Jika hanya kalian berempat, kemungkinan tewas dalam perjalanan ke pesawat setidaknya tujuh puluh persen. Mungkin salah satu dari kalian akan mati. Kalian sudah melihat kekuatan senjata saya. Salah satu dari kalian tinggal di sini untuk melakukan operasi dan tim saya akan melindungi yang lainnya sampai ke pesawat. Tentukan pilihanmu.”

“Saya telah menghitung kecepatan kami. Kecepatan saya sekitar dua kali lipat kecepatan kalian ketika menggunakan teknik gerakan. Jadi, jika mereka membutuhkan empat puluh menit, kalian membutuhkan sekitar tiga puluh menit, dan saya hanya perlu sekitar lima belas menit. Setelah operasi selesai, saya masih akan punya waktu untuk mencapai pesawat. Misi kalian adalah untuk menyelesaikan misi dengan aman. Peluang saya untuk bertahan hidup lebih dari lima puluh persen.”

Ekspresi dan cara berpikir dengan efisiensi dan probabilitas kelangsungan hidup ini persis seperti Xuan!

 

Translator / Creator: isshh