May 22, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 2.1

 

Kelompok ini terus maju melewati koridor. Zheng menggandeng Lori sementara Heng menggandeng Honglu. Meskipun Honglu merasa cukup kesal saat ia melihat Yinkong menggandeng Ran. Lagipula dia tidak bisa melakukan pekerjaan ini dengan tubuh kecilnya. Lan dan ChengXiao berdua terus mengejar tim dari belakang. Adapun lima pemula yang sedang berjuang untuk mengejar ketertinggalan mereka, sayangnya kekuatan fisik mereka tidak sebanding dengan para veteran. Para pemula dengan cepat tertinggal jauh di belakang dan setelah beberapa belokan di koridor, mereka sudah tidak terlihat.

Zheng berkata dengan tenang. “Aku meninggalkan mereka. Mungkin ada seseorang dari mereka dengan bakat yang kita butuhkan. Ini adalah kesalahanku. Jika kita dapat kembali hidup-hidup, saya akan meminta maaf dengan lebih baik. Maaf.”

Yang lain tidak tahu bagaimana menanggapinya. Lan berkata. “Mereka masih belum menjadi bagian dari tim. Keputusan itu untuk tim. Fisik, kecepatan, dan reaksi mereka tidak cukup untuk film ini. Mungkin akan jatuh korban jika kita harus melindungi mereka.”

Alasan ini terasa dipaksakan. Karena jika ada bakat yang dibutuhkan oleh tim, seperti orang-orang yang ahli menciptakan barang-barang, atau memiliki kemampuan langka seperti Tengyi, risiko itu layak demi melindungi mereka. Selain itu, kesulitan film ini seharusnya tidak terlalu tinggi. Satu-satunya masalah adalah awal tak terduga yang menempatkan mereka dalam posisi pasif. Tapi selama mereka bisa menghapus Chestburster dari Lori, itu tidak terlalu sulit untuk menyelamatkan para pemula. Semua itu hanya memerlukan beberapa operasi lebih sesudahnya. Meskipun membawa mereka bersama akan membutuhkan waktu lebih. Tidak ada yang ingin membawa wadah dimana Chestburster itu mungkin keluar dalam waktu setengah jam. Jadi Zheng cukup egois dengan keputusannya.

ChengXiao tertawa. “Maka saya sedikit beruntung untuk bisa diakui oleh kalian.”

Zheng mengerutkan kening dan memotongnya. “Kau masih belum mendapatkan pengakuan kami. Kau masih dalam ujian dan kami membutuhkan seorang dokter.”

ChengXiao bersiul. “Tidak masalah. Menjadi dokter adalah profesi saya, meskipun saya melakukannya hanya untuk mencari nafkah. Tapi saya masih beruntung. Begitu banyak wanita cantik di sini. Oh. Saya tidak tahu apakah ini adalah surga. Tipe favoritku adalah wajah dengan ekspresi dingin, dan fisik yang sempurna ini.”

Pah! Lan menampar wajahnya ketika dia melihat dia menatap dadanya.

ChengXiao tidak marah dan terus tertawa. “Ditampar seorang gadis adalah tanda kehormatan. Ha. Sayang sekali kebanyakan orang tidak mengerti kehormatan. Lagipula, ini masih suatu keberuntungan saat saya bisa melihat begitu banyak gadis-gadis cantik, meskipun saya dibawa ke dunia aneh dari film horror ini. Ha ha.”

Semua orang mengabaikannya. Meskipun kata-kata ini tidak menyenangkan untuk didengar, mereka tidak bisa merasakan niat buruk darinya, setidaknya tidak ada yang terlihat jelas. Lagipula, ketiga pria dalam tim berpikir tidak ada yang salah dengan menyukai wanita. Heng dan Honglu bahkan mengangguk untuk diri mereka sendiri. Gadis-gadis itu merasa konflik. Mereka marah mendengarnya tetapi juga senang bahwa ada seseorang menyebut mereka cantik.

Saat mereka berlari, Yinkong tiba-tiba bertanya. “Saya penasaran. Kenapa kau begitu sehat secara fisik? Kau belum kehabisan napas setelah berlari begitu lama.”

Mata ChengXiao segera berubah menjadi hati. “Lady, tidak, lady kecil, itu karena saya dari keluarga praktisi pengobatan China. Orang tua saya memaksa saya untuk minum obat-obatan herbal dan berlatih kungfu sejak aku masih kecil. Haha, itu bukan sesuatu yang berguna. Kita bisa mendiskusikannya secara pribadi jika kau suka. Saya benar-benar percaya diri dalam menyeduh teh dan bernyanyi. Lihat, aku bisa menggerakan laringku ke atas dan ke bawah.” Dia kemudian membuka mulutnya untuk menunjukkan kepada Yinkong.

Yinkong memberinya pukulan tanpa ragu-ragu kemudian terus berlari seperti tidak terjadi apa-apa. Salah satu mata ChengXiao menjadi hitam lebam, tetapi dia masih tertawa. Ketika ia melihat dada Yinkong, matanya melebar tak percaya dan menatapnya. Setelah cukup lama, ia berkata. “Itu tidak mungkin, itu sungguhan? Benar-benar kesempurnaan seperti itu?”

Heng tampaknya tertarik dengan ChengXiao dan bertanya. “Apa yang tidak mungkin? Kesempurnaan apa?”

Mata ChengXiao menjadi cerah. “Ya tuhan, loli berpayudara besar. Kamu tahu? Mimpi terbesar saya adalah memiliki loli super dengan stoking terkenal. Tuhan, tidak bisa dipercaya mimpi saya sudah setengah jalan.”

Bang! Mata ChengXiao satunya menjadi hitam tapi dia masih tertawa. “Mencapai setengah mimpi saya. Setengahnya lagi memerlukan perjuangan. Ha ha.”

Yinkong menanggapinya dengan menarik keluar belatinya. Wajah ChengXiao segera berubah menjadi tatapan serius. Dia menyentuh nadinya dan berkata. “Sekitar tujuh belas menit lagi. Haha, atau aku akan mati.”

Zheng tersenyum. Dia merasa dia adalah orang yang menarik. Meskipun ia tidak bisa menjaga sikap di depan perempuan, tindakan dan kata-katanya berhati-hati untuk tidak melewati batas. Dia adalah seorang cabul dengan sebuah batasan. Selebihnya, ketenangan menuju kematian itu hanya terlihat pada Xuan, Zero, dan Yinkong. Dia tidak memiliki aroma darah dari pertempuran. Jadi sebagai orang normal, ketenangan ini adalah kualitas yang langka.

Kelompok ini mencapai pintu masuk ke tangga dan berhenti. Ini adalah pintu keluar darurat. Terdapat lift tidak jauh dari sana tapi semua orang tahu itu bukan pilihan yang baik. Meskipun mengambil tangga dibutuhkan lebih banyak energi tapi itu tidak signifikan dengan kebugaran fisik mereka dan buff stamina dari Lan. Tidak ada yang kehabisan napas setelah beberapa menit berlari.

Zheng melihat Lan. Dia mengangguk kemudian menscan tangga. Beberapa detik kemudian, katanya. “Tidak masalah. Tidak ada alien atau manusia di tangga. Tangga mengarah ke ruang 1. Lalu kita akan mencapai ruang 13 sekitar lima menit berlari. Ada beberapa ilmuwan di ruang medis. Mereka menyegel pintu dan mengendalikan komputer pusat dari jarak jauh.”

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan berkata kepada semua orang. “Ayo lari! Tembak ketika kalian melihat alien.”

Yang lain berlari bersama Zheng ke tangga. Anak tangga itu tidak pendek. Mereka naik selama lebih dari tiga menit. Hanya tersisa dua belas menit dengan batas tiga puluh menit.

ChengXiao masih acuh tak acuh pada kematian yang akan datang. Dia terus berusaha untuk memulai percakapan dengan Lan dan Yinkong tapi tidak ada yang punya mood untuk membalas dalam situasi seperti ini. Setelah beberapa saat, wajahnya penuh memar.

Ketika mereka sampai di lantai berikutnya, mereka segera mencium aroma menyengat. Lan berkata, “Alien-alien itu telah mulai mengkorosi kapal ini seperti dalam film pertama. Cepat! Ada dua alien yang menyerang pintu ruang 13. Semuanya bergegas!”

Zheng merasa cemas. Hanya para ilmuwan itu harapannya. Lori tidak akan bisa hidup jika mereka mati. Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi! Begitu mendengar kata-kata Lan, ia menyerahkan Lori kepada Lan dan berlari ke depan dengan teknik gerakannya.

Teknik gerakan dan buff akselerasi dari Lan meningkatkan kecepatannya pada puncaknya. Dia menyelesaikan lima menit perjalanan hanya dalam dua menit. Dua alien yang tingginya tiga meter muncul di depannya. Yang di depan menyerang pintu baja dengan ekornya. Pintu itu sudah tidak berbentuk.

Zheng merasakan sebuah tekanan yang tidak asing. Kedua alien itu lebih besar daripada yang sebelumnya dan memberikan firasat bahaya yang lebih besar. Sepertinya monster dalam film akan menjadi lebih kuat seiring serinya. Tapi apakah perkembangan mereka lebih dari Zheng? Jawabannya jelas!

Zheng mengeluarkan pistol peleleh dari cincinnya dan mengarahkannya ke alien. Alien itu juga menyadarinya. Mereka melompat ke arahnya secara bersamaan. Dalam hampir sekejap mata, mereka telah bergerak sejauh sepuluh meter dari Zheng. Dia langsung menarik pelatuk. Bola energi keluar dari laras senjata dan mengenai bagian depan alien. Dengan sebuah kilatan cahaya, alien ini menguap.

Zheng menjadi buta sejenak karena kilat tersebut. Dia dengan cepat melihat sekeliling dan alien satunya telah hilang. Saat itu, ia mengangkat kepalanya tiba-tiba dan melihat alien bergantungan di langit-langit. Kemudian melompat ke Zheng.

 

Translator / Creator: isshh