May 19, 2017

Terror Infinity – Volume 9 / Chapter 1.2

 

Semua orang menghela napas dan ekspresi Lan berubah. Dia merasa sedikit bersalah karena berpikir jika Lori mati. Meskipun ini tidak ada hubungannya dengan dia, tapi dia masih merasa bersalah ketika terjadi sesuatu pada Lori. Dia juga merasa hina akan dirinya sendiri.

Yang lain tidak melihat perubahan Lan. Honglu memutar-mutar rambutnya dan berkata. “Ayo kita tangkap beberapa ilmuwan sebelum alien membebaskan diri dari kurungan. Suruh mereka melakukan operasi untuk mengeluarkan Chestburster dari Lori dan pemula lainnya. Mungkin kita bahkan dapat mengambil kendali kapal dan membunuh alien yang masih dalam kurungan. Pernah mendengar tentang farming? Terjadi di banyak game.”

Tiba-tiba sirene terdengar tajam. Mereka berada di sebuah pesawat ruang angkasa militer di ruang angkasa! Satu-satunya kemungkinan penyebab bunyinya sirene itu adalah para alien itu telah lolos dari kurungan!

Zheng perlahan tenang lalu menghela napas. “Sepertinya plot melakukan perubahan. Perubahan ini juga cukup drastis. Kalian  berenam, Sebutkan nama, pekerjaan kalian dan apa yang kalian kuasai. Aku akan memberikan kesempatan tiga puluh detik setiap orang.”

Lima pemula lainnya juga mulai terbangun. Selain pemuda pirang itu, lima lainnya mulai membuat keributan. Mereka adalah tiga pria dan dua wanita, semuanya di usia dua puluhan. Tidak ada satupun remaja atau orang tua saat ini.

Pemuda pirang menguap kemudian berkata. “Cheng Xiao, dua puluh satu tahun. Single. Uh, anak seorang praktisi pengobatan tradisional China. Saya masih setengah praktisi pengobatan China. Saya harus belajar beberapa teknik pembedahan untuk mencari nafkah. Apakah sudah waktunya bagi anda untuk memberitahu kami tempat apa ini?”

Zheng menatapnya dengan seksama. Pemula lainnya mengabaikan apa yang dia katakan dan terus bertanya tempat apa ini dan bagaimana mereka sampai di sini. Lima menit kemudian, Zheng berkata dengan tenang. “Honglu, jelaskan dasar-dasarnya pada mereka. Jangan buang waktu, hanya untuk mendapatkan poin. Tinggalkan lima orang lainnya. ChengXiao ikuti kami. Heng sebagai asisten jarak jauh. Kau dapat menyerang kapanpun saat kau yakin bisa membunuh alien dalam satu tembakan. Selebihnya berjaga-jaga terhadap serangan apapun. Yinkong lindungi Honglu, Ran, dan ChengXiao. Lan, kami akan menyerahkan keselamatan kami kepadamu. Pastikan kau memeriksa lingkungan sekitar dengan teliti. Alien seharusnya tidak dapat menyergap kita dengan adanya kau di sini.”

Semua orang mengangguk. Honglu mulai menjelaskan dunia ini dan film apa saat ini. Dua menit kemudian, ia kembali ke tim sementara lima pemula masih melihat ke sekitar dengan bingung. ChengXiao adalah satu-satunya yang cukup pintar untuk tinggal dalam tim.

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan berkata. “Ok, lebih dari dua puluh menit lagi. Lan, scan kapal ini. Saya ingin tahu tempat mana yang paling banyak orang. Oh ya, juga pilih sebuah tempat yang dekat dengan kita.”

Lan mengangguk kemudian menutup matanya. Dia membuka mata satu menit kemudian dan berkata. “Kapal ini lumayan rumit. Memiliki enam lantai. Pesawat ulang-alik di lantai paling atas dan kita berada di lantai lima, kedua dari terakhir. Sekelompok orang bersenjata mendekat. Saya masih belum menemukan alien satupun.”

Zheng berkata. “Urus alien nanti saja. Kita akan memulai pertarungan segera. Saya akan mengurusnya. Kalian berdua tidak bisa mengendalikan serangan kalian. Lori, kau sudah bangun?”

Lori telah membuka matanya. Dia melihat sekitar dengan sedikit bingung. Ketika dia menyadari Zheng menggendong dia dan mata semua orang terfokus pada dia, dia tersipu kemudian melompat turun dari Zheng. Lori tertawa dan berkata. “Saya ketiduran. Jadi ini adalah dunia film horor?”

Zheng merasakan sakit di hatinya. Dia membelai rambutnya dan berkata. “Kau gadis bodoh. Tunggu aku di sini. Ingatlah untuk tetap berada di tengah tim. Jangan berkeliaran sendiri. Paham?”

Lori mengangguk patuh. Kemudian Zheng berjalan ke pintu logam itu. Dia mengaktifkan Red Flame dan fokus pada telapak tangannya. Dia menempatkan telapak tangannya ke pintu. Hanya dalam sepuluh detik, melelehkan lubang yang cukup besar bagi seseorang untuk melewatinya. Lan segera berkata. “Di luar ruangan ini adalah sebuah koridor lurus. Mereka berjalan dari sekitar sudut koridor. Mereka akan berbelok ke koridor ini dalam sepuluh detik.”

Zheng mengangguk. Dia berlari keluar dengan mengaktifkan teknik gerakan. Yang lain mengikutinya keluar pintu sesudahnya. Dia mencapai sudut hanya dalam beberapa detik. Lalu ia mulai menghitung diam-diam. Saat ia menghitung sampai sepuluh, matanya tampak tidak fokus dan ia langsung melompat keluar.

Karena ia melompat keluar pada kecepatan tinggi seperti itu, ia langsung menuju ke arah dinding di depan. Zheng mendarat di dinding kemudian membuat lompatan lain. Ia berlari ke dalam sebuah kelompok yang berisi sepuluh tentara dalam sekejap.

Kelompok tentara ini menerima peringatan dari pengawas dan menuju ke ruang penetasan telur dengan senjata mereka. Namun, sirene terdengar saat mereka di tengah perjalanan. Tapi tanpa menerima perintah selanjutnya, mereka terus menuju ruang penetasan. Sirene itu membuat mereka tidak tenang. Jadi ketika orang pertama kehilangan kepalanya, yang lain menatap lehernya dengan syok. Sampai kepala tentara lainnya terbang lagi membuat mereka sadar kembali dan melepaskan tembakan. Sayangnya, itu sudah terlambat. Zheng ada di tengah-tengah kelompok itu dengan pisau hutannya.

Zheng sedikit menggila saat ini. Dia tidak mengira akan langsung berada dalam sebuah situasi yang mengerikan setelah ia memasuki film dan ini seharusnya bukan sebuah film yang sulit. Hal itu membuatnya gila. Daan saat itu, sekelompok tentara ini kemari sehingga ia tidak perlu menekan kemarahannya lagi. Dia seperti harimau di antara kawanan domba karena statistik fisiknya sangat tinggi, Qi, dan naluri tempurnya dari tahap pertama mode berserk. Ketika ia menyadari ada sesuatu yang salah, hanya ada dua orang yang tersisa. Mereka menjatuhkan senjata mereka dan jatuh ke lantai. Semuanya terjadi dalam waktu kurang dari satu menit.

Zheng mengambil napas dalam-dalam saat ia mencoba yang terbaik untuk menekan keinginan gilanya untuk membunuh. Dia berkata dingin. “Katakan padaku, di mana para ilmuwan kalian? Di mana ruang medis?”

Kedua tentara itu terkejut. Zheng menebas dinding, membuat sebuah potongan lebar pada logam itu. Siapa lagi yang bisa menebas logam itu dengan mudah? Dua tentara itu segera menjawab secara bersamaan. “Mereka berada di ruangan 14 di lantai atas. Mereka tampaknya akan mengamati kemajuan pelatihan hari ini. Ruang medis juga di lantai atas di kamar 17.”

Zheng menatap tentara itu dengan dingin, sampai jantung mereka berdetak keras, lalu ia berkata. “Jatuhkan senjata kalian dan lari selamatkan hidup kalian. Alien telah menyebar ke seluruh kapal. Lari sejauh yang kalian bisa jika masih ingin hidup.”

Para tentara itu menatapnya ganjil seolah berkata, kau bukan alien? Menewaskan delapan tentara bersenjata lengkap dengan pisau hutan dan bahkan menebas dinding ini hingga terbuka lebar. Bagaimana bisa manusia melakukan ini? Tentu saja, mereka tidak akan berani untuk benar-benar mengucapkan kata-kata ini. Keduanya menjatuhkan senjata api mereka yang tersisa kemudian lari. Mereka tidak tampak ketakutan melainkan seperti mereka menemukan harta di depan. Ini hanya memakan waktu sebentar sebelum mereka menghilang dari koridor.

Yang lain berdiri di sudut. Yinkong, Lan, Honglu, dan ChengXiao berdiri tanpa ekspresi. Ran meraih kemeja Honglu erat-erat. Wajah Heng putih pucat dan tubuhnya tampak gemetar. Lori memandang Zheng dengan lembut saat Zheng berdiri di atas genangan darah. Air mata mengalir di pipinya diam-diam.

Lima pemula lainnya juga keluar. Mereka langsung tercengang setelah mereka melihat ini kemudian mulai muntah. Tampaknya kelima orang ini hanyalah warga sipil biasa. Mereka tidak pernah berada di militer atau organisasi pembunuh. Hal ini memperkuat keputusan Zheng untuk meninggalkan mereka.

Zheng tampak jauh ke dalam koridor dan mengambil napas dalam-dalam. “Lan, scan lantai atas. Sepertinya para ilmuwan sedang meneliti alien yang ditangkap. Cari lokasi mereka. Ayo kita pergi, scan sambil kita berjalan. Cari juga pintu masuk ke lantai atas.”

Lan mengangguk pelan. Dia berjalan di tengah tim dengan mata tertutup. Lori berpegangan padanya. Setelah beberapa saat, ia berkata. “Kita harus cepat. Alien yang kabur dari kurungan menewaskan banyak orang. Hanya empat yang berhasil melarikan diri dari ruangan. Alien ini membawa mayat-mayat itu ke dalam koridor berkarat. Saya tidak tahu seberapa kuat empat orang itu masih bisa berlari.”

Zheng mengambil napas dalam-dalam. “Ayo pergi! Kita seharusnya bisa menyelamatkan mereka tepat waktu!”

 

Translator / Creator: isshh