May 10, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 7.2

 

Honglu masih bermain dengan rambutnya lalu ia segera melompat setelah ia mendengar kata-kata ini. “Apa apaan. Apa yang kau kira tentang dunia dalam film? Memaksa dua wanita tanpa enhancement, yang bahkan tidak bisa menghadapi sebuah pistol di dalam dunia ini. Apa kamu gila?”

Honglu telah kehilangan ketenangannya dan bertindak seperti anak kecil. Mereka bisa melihat kepanikan di wajahnya. Tapi Zheng hanya menatapnya diam.

Wajahnya memerah kemudian ia mengambil beberapa napas dalam-dalam sebelum kembali ke kursinya. Dia tampak lebih seperti anak kecil sungguhan dibandingkan dengan diri biasanya. Dia memegang kakinya dengan kepala di atas lutut dan air matanya mengalir di wajahnya. Dia mengangkat kepalanya setelah cukup lama kemudian bertanya. “Apakah tidak ada cara untuk mengubah ini? Apa yang terjadi jika mereka tidak masuk?”

Zheng mendesah. Dia tahu bahwa pasti terjadi sesuatu di masa lalunya yang menyebabkan perubahan ini. Meskipun ia masih anak-anak, ia bisa tetap lebih tenang daripada kebanyakan orang dewasa dalam banyak situasi. Setidaknya Zheng tidak bisa menghadapi kematian seperti dia. Tapi dia tiba-tiba menjadi takut ketika mendengar dua wanita ini harus masuk ke dalam film. Zheng bisa membayangkan bahwa sesuatu terjadi padanya dan ia menciptakan wanita ini berdasarkan pada seseorang di masa lalu, seseorang yang begitu sayang kepadanya tewas dalam peristiwa itu.

“Jika ada yang tidak masuk dalam balok cahaya tepat waktu, maka setiap bagian yang berada di luar balok cahaya akan dilenyapkan. Jika hanya tubuh bagian atasmu yang brada dalam balok, maka tubuh bagian bawah akan hilang. Kita tidak punya pilihan. Yang bisa kita lakukan adalah mempelajari rincian Alien: Resurrection sebanyak mungkin, bayangkan misi seperti apa yang mungkin dewa berikan ke kita, dan senjata dan item yang cocok. Kita akan menyerahkan semua ini kepadamu, Honglu.” Zheng berkata kepadanya dengan nada serius.

Honglu mulai tenang. Dia memejamkan mata dan menarik rambutnya satu persatu. “Pada dasarnya apa yang kita butuhkan adalah senjata energi, senjata getaran, dan senjata korosif. Karena kenyataan bahwa kita akan berada di dalam sebuah pesawat ruang angkasa, senjata peledak bisa menyebabkan kerusakan pada kapal, senjata penetratif mungkin menembus kapal dan menempatkan kita dalam lingkungan yang tidak menguntungkan. Jadi saya lebih memilih tiga jenis senjata ini.”

Zheng bangkit dari kursinya dan tertawa. “Tidak banyak yang bisa dibahas di sini. Mari kita langsung ke dewa dan melihat senjata. Keuntungan dari pemimpin dapat membantu kita dengan cepat memilih item yang cocok. Ayo pergi.”

Mereka mengikuti Zheng ke platform. Kemudian dia menutup matanya untuk terhubung dengan dewa. Setelah beberapa saat, Zheng membuka matanya dan berkata dengan getir. “Semua yang kau sebutkan adalah senjata berteknologi tinggi. Untuk senjata energi, dua kategori besar adalah senjata laser dan senjata neutron. Senjata laser lebih murah tetapi juga kurang kuat. Yang berbaterai fisi dapat menembakan lima puluh tembakan. Senjata neutron menggunakan baterai fusi dan dapat menembakan tiga ribu tembakan. Kekuatannya sebanding dengan RPG. Tapi bahkan yang termurah untuk kedua jenis senjata ini membutuhkan rank D reward. Baterainya juga mahal.”

Honglu berpikir sejenak. “Bagaimana dengan senjata getaran?”

Zheng membuka tangannya. “Sama. Senjata berteknologi tinggi. Selain meriam udara dan senjata udara, yang lainnya berukuran sangat besar. Meriam udara dan senjata udara perlu menguras energi dari pengguna sehingga kau tidak bisa menggunakannya. Kategori ini tidak memungkinkan. Adapun senjata korosif, saya menemukan pistol yang mungkin digunakan.”

“Ini juga menggunakan baterai fisi tapi jangkauan hanya lima puluh meter. Senjata ini bisa menembak bola energi bersuhu tinggi sebesar bola basket. Bola energi akan melepaskan panas ribuan derajat dan melelehkan siapapun. Ini hanya membutuhkan 1000 poin. Baterainya juga hanya 200 poin masing-masing. Setiap baterai bisa bertahan selama dua puluh tembakan. Kau hanya perlu satu tembakan untuk membunuh seekor Alien.”

Honglu bertanya dengan sedikit khawatir. “Kedengarannya tidak buruk tapi itu besar? Aku takut aku tidak kuat membawanya.”

Zheng tertawa. “Senjata energi biasanya tidak besar. Kita tidak bisa menukar yang besar juga. Tapi aku punya sesuatu untukmu, Heng, Yinkong, dan Lan. Heng, kau masih dapat menggunakan busurmu. Ada beberapa panah yang mungkin akan kau suka. Panah Enchanted +3 yang masing-masingnya 10 poin. Ada juga yang +4 tetapi harganya sepuluh kali lipat dan yang +5 masing-masing 1000 poin. Saya pikir yang +3 harusnya sudah cukup kuat. Deskripsi mengatakan akan meningkatkan daya tembakan tanpa memodifikasi kecepatan dan jangkauan tembakan, dan dapat menembus beberapa benda yang keras. Ingin mencobanya?”

Heng bersemangat. Ia memperoleh 3000 poin entah dari mana. Jika ia tidak wajib menukar pistol pelelh, maka ia bisa menggunakan minimal 1000 poin di panah. Tentu saja, dia harus mencoba dulu satu.

Zheng kemudian beralih ke Yinkong. “Sesuatu yang mungkin kau suka adalah sebuah kawat memori. Ini akan mengingat suhu orang pertama yang menyentuhnya. Jadi tidak ada orang lain yang bisa menggunakannya setelah kau menyentuhnya. Ketika berada dalam kontak dengan suhu tubuhmu, itu akan menjadi lembut seperti sutra. Ketika meninggalkan tubuhmu, itu akan menjadi keras. Yang paling penting adalah kawat ini sepanjang delapan meter, setipis rambut, sangat tangguh, dan memiliki resistensi tinggi terhadap korosi. Ini akan sangat cocok untuk seorang pembunuh jika kau dapat mempelajari cara menggunakannya dalam waktu sepuluh hari ini.”

Dia berhenti sejenak kemudian bertanya seperti anak kecil. “Kawat memori? Yang digunakan oleh agen khusus dalam film untuk mencekik leher seseorang, bukannya untuk menusuk jantung mereka?”

Kedengarannya bagi Zheng seperti agen-agen tersebut gagal. Dia menyeka keringat dan berkata. “Jika kau tidak suka maka saya akan mencari yang lain untukmu.”

“Tidak, tidak.” Matanya cerah. “Aku akan ke mencobanya. Kedengarannya kuat.”

“2500 poin, tidak memerlukan rank reward.”

Keempat orang lainnya tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Yinkong adalah orang yang paling tenang selain Zero. Tidak seorangpun yang pernah mengira ia memiliki sisi kekanak-kanakan. Tapi dia memancarkan jenis kecantikan yang berbeda ketika matanya cerah.

Zheng melihat Lan dan berkata. “Psyche force diffusion plate. Lempeng logam ini menggunakan bahan khusus dan bisa meningkatkan kekuatan jiwamu dalam waktu singkat. Deskripsi mengatakan ini hanya bisa digunakan pengguna jiwa, jika tidak seseorang bisa kelelahan secara mental. Saya pikir senjata ini cocok untukmu. Ini juga dapat mengganggu atau bahkan mengontrol organisme dengan kapasitas mental yang rendah. Namun, dengan durasi yang sangat pendek. Setiap lempeng hanya bisa bertahan selama tiga puluh detik, harganya 1000 poin. Saran saya adalah tukarkan tiga. Kita akan menghadapi alien dengan pertarungan biasa. Saat situasi kritis, kita akan bergantung padamu. Ok?”

Lan mengangguk patuh. Dia menjadi lebih mengalah tetapi juga lebih menjauh terhadap Zheng setelah keluar dari film.

Zheng mendesah pada dirinya sendiri. Lalu ia berpaling ke yang lainnya. “Pada dasarnya itu dulu. Saya berharap semua orang bisa terbiasa dengan senjata baru sebelum film berikutnya datang. Heng dan Honglu, kalian dapat menggunakan sepertiga dari amunisi untuk mempelajari mereka, kalian juga akan perlu untuk mengontrol jangkauan peluru. Kawat memori tidak memiliki batasan seperti itu jadi Yinkong lakukanlah yang terbaik. Lan terus berlatih dengan pemindai jiwa. Kekuatan psikis juga merupakan sejenis energi yang dapat ditingkatkan melalui latihan, meskipun itu akan memakan banyak waktu.”

Zheng berhenti sebentar kemudian melihat ke bola cahaya itu. “Ini adalah pertama kalinya kita masuk ke dalam film sebagai tim yang sebenarnya. Mungkin kita akan bertemu dengan tim lain atau film yang lebih berbahaya di masa depan, juga akan ada para pemula yang bergabung dan tewas. Tapi saya harap kalian berempat bisa bertahan bersama saya sampai akhir, sampai kita mati bersama atau meninggalkan dunia yang kejam ini bersama-sama. Mari kita berjuang sampai mati!”

 

Translator / Creator: isshh