May 1, 2017

Terror Infinity – Volume 8 / Chapter 5.2

 

Garis keturunan elf Heng hanya meningkatkan keahlian memanahnya. Enhancement itu tidak meningkatkan kekuatan secara keseluruhan. Meskipun begitu, itu membawa sebuah kemampuan, Charged Shot, yang meningkatkan kekuatan dan kecepatan tembakan setidaknya lima kali lipat, jauh lebih kuat dari tembakan sebelumnya!

Firasat bahaya ini mencapai puncaknya yang tak tergambarkan saat Heng hendak melepaskan tembakannya. Semua yang terlihat di mata Zheng hanyalah kepala panah. Tekanan itu memberinya perasaan bahwa ia akan tertusuk oleh panah itu jika ia bergerak sedikitpun. Perasaan ini begitu ekstrim bahwa ia tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan memaksa dirinya untuk berhenti. Dia hanya tiga meter dari Heng. Tak satupun dari mereka yang bisa mundur sekarang.

“Jangan mendekat!” Heng menggeram dengan suara rendah. Matanya masih tidak fokus sehingga Zheng tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Namun tekanan terasa begitu kuat hingga Zheng tidak bisa berbicara. Ia takut panah akan mengenainya begitu dia membuka mulutnya. Itu bukan sesuatu yang bisa dia tahan atau hindari. Tembakan sebelumnya hanya melukainya namun tembakan kali ini pasti akan mengambil nyawanya.

Zheng perlahan-lahan menggerakan tangannya. Tindakan kecil ini membuat dia berkeringat dingin karena ia takut rangsangan apapun akan membuat Heng melepaskan panah. Untungnya, Heng tidak sadar. Dia memandang kepala Zheng. Zheng menaruh jarinya ke luka yang disebabkan oleh tembakan sebelumnya lalu memutar-mutarkan jarinya. Darah langsung memercik, membuka luka yang sudah sembuh. Beberapa percikan darah ini mendarat di wajah Heng.

Alis heng berkedut. Matanya mulai kembali normal, tangan dan kakinya mulai gemetar, dan ia akhirnya melepaskan panah. Panah terbang melewati Zheng, hampir menyentuh kepalanya. Tekanan udara yang disebabkan oleh panah itu membelah kulitnya. Tembakan ini sebanding dengan senapan Gauss.

Zheng masih merinding di jantungnya. Dia memutar kepalanya untuk melihat. Tidak ada penampakan panah tapi ada sebuah lubang seukuran koin di dinding belakang. Saat itu, dinding mulai retak dimulai dari lubang itu. Retakan pertama membagi dinding menjadi dua kemudian muncul retakan dengan pola sarang laba-laba, seluruh dinding hancur.

Heng langsung bergelinding di lantai setelah ia melepaskan panah. Gelembung-gelembung yang keluar dari mulutnya dan otot-ototnya mengejang dengan keras. Itu mungkin efek setelah memasuki mode berserk untuk pertama kalinya.

Zheng mendesah sambil berlari ke Heng kemudian memberinya sebuah tamparan, menjatuhkannya. Lalu ia berpaling ke Honglu. Anak laki-laki itu segera menghabiskan apelnya dan berkata. “Aku akan melakukannya sendiri.” Dia mengambil pot bunga dengan kakinya dan menghantamkannya ke kepalanya. Dia jatuh pingsan bersamaan dengan pot yang hancur itu.

Zheng tertawa sambil menatap anak itu. Dia dengan cepat berlari dan menangkap Honglu sebelum ia jatuh ke lantai, kemudian membaringkannya di samping Heng yang masih kejang-kejang. Wajah Heng tampak putih pucat. Tangannya masih memegang busur dengan erat. Sepertinya dia masih takut.

Heng memiliki ketakutan pada perkelahian, sejujurnya, dia adalah pengecut. Ketakutan untuk melukai orang lain dan juga dirinya sendiri. Dia cenderung memiliki akurasi yang besar pada tembakan pertama. Namun, setelah ia membayangkan bahwa lawan akan menyerang, dia akan mulai menarik diri. Zheng tidak akan bisa memikirkan semua ini sendirian, ia berpikir apa yang akan Xuan lakukan di posisinya?

Kemudian ia membuka lukanya tanpa berpikir dan memercikkan darah ke Heng. Zheng hanya bisa mengambil risiko ini meskipun Heng berada di mode berserk. Karena jika itu adalah Xuan, ia akan percaya bahwa ada setidaknya peluang 50% Heng akan membuat kesalahan atau bahkan kehilangan kontrol tembakannya!

Seperti yang diharapkan, pikiran Heng menjadi kacau setelah terkena percikan darah. Naluri ketakutannya mengalahkan tekadnya untuk melawan dan akhirnya membuat tembakannya meleset. Zheng tidak pernah mengira Heng si pengecut ini menyelamatkan hidupnya.

Dia menghela napas ke Heng kemudian bergumam. “Cukup bagus. Tembakan ini lebih kuat daripada yang kubayangkan. Jika itu tidak meleset, tidak ada yang mampu menahannya. Sayangnya itu meleset.” Dia mulai berjalan menuju tangga.

Menaiki tangga membutuhkan total beberapa menit. Zheng akhirnya mencapai puncak gedung. Atap terbuka dan datar dengan satu antena besar. Angin bertiup ringan dari jauh. Jie dan Nana duduk di tepi dinding memandang pemandangan.

“Kau terlambat, Zheng.” Kata Jie sambil tersenyum.

Zheng meludahkan darah di mulutnya. Cederanya memburuk. Dia mengatakan dengan nada tidak menyenangkan. “Jangan sok akrab dengan saya. Teman tidak akan melakukan hal seperti ini! Cepat suruh Yinkong untuk berhenti. Dia masih mengejar Lan!”

Jie menepuk tangan Nana kemudian berbalik untuk menghadapi Zheng. “Maaf. kemampuan saya adalah Suggestive Eyes dan Mind Force. Ini hanya sugesti dan juga dapat menyerang para pengguna jiwa. Saya tidak mengendalikan mereka. Pengendalian pikiran tidak bisa mengeluarkan potensi penuh seseorang. Jadi saya tidak bisa memberikan perintah ke Yinkong. Dia hanya ingin membunuh semua musuh-musuhnya. Plus, bagaimana saya bisa menatap matanya ketika dia begitu jauh? Kecuali kalau…”

Zheng berteriak. “Kecuali apa?”

Jie tersenyum. “Kecuali kau mengalahkan saya. Setelah akar dari sugesti dikalahkan, maka Yinkong secara alami akan kembali normal. Dia harusnya sudah hamper menangkap Lan sekarang. Kau hanya memiliki dua sampai tiga menit. Setelah dia tertangkap, maka hanya perlu satu pukulan. Jadi, apakah kau ingin mengalahkan saya?”

Zheng mengertakkan gigi. Dia langsung mengaktifkan pisau progresif kemudian berkata dengan nada dingin. “Jie, katakan yang sebenarnya lalu saya akan mengalahkanmu. Atau apakah kau benar-benar ingin mati?”

Jie tertawa getir. “Siapa yang ingin mati? Tidak ada yang ingin mati jika ia bisa hidup. Saya lebih suka menyerahkan semua kekuatan saya dan menemukan tempat yang damai untuk menghabiskan sisa hidupku bersama kekasihku. Tapi apakah kau benar-benar ingin meluangkan waktu untuk berbicara dengan saya? Kau tidak punya banyak waktu tersisa.”

Zheng berteriak kemudian berlari ke Jie memegang pisau. Tangannya lainnya telah menarik pelatuk pada senapan mesin ringan.

Serangkaian peluru menembak Jie. Namun, yang membuat Zheng terkejut, semua peluru ini membeku dua meter di depannya. Tidak satupun yang bisa mendekati Jie.

“Kemampuan AA, Mind Force. Sebagai seorang Guide, saya dapat menggunakan enhancement apapun untuk mencapai potensi penuh. Ini adalah hal khusus untuk Guides. Aku akan memberitahu kau apa itu Guide.”

Jie melambaikan tangannya. Peluru dipantulkan kembali di Zheng. Untungnya, peluru tersebut menembak kembali dengan bagian belakang menghadap ke arahnya. Jadi itu hanya menyakitkan tapi tidak menyebabkan luka apapun. Jika tidak, dia tidak akan bisa menghindari begitu banyak peluru.

“Guide adalah manusia simulasi yang diciptakan oleh dewa. Dia akan bersembunyi dalam sebuah tim seperti orang normal. Namun, ia tidak akan bisa mati. Jika ia tewas dalam sebuah film, maka akan ada seorang Guide dalam salah satu pemula di film berikutnya. Kami adalah kepribadian buatan dan tidak benar-benar ada.”

Jie melambaikan tangannya lagi saat ia berbicara. Sebuah kekuatan besar yang tak terlihat menghantam Zheng. Meskipun tidak cepat, namun ia tidak bisa menghindar di atap kecil ini. Zheng terlempar oleh kekuatan itu.

“Guide tidak bisa membantu tim melewati kesulitan, terutama sebagai pejuang utama. Dia juga tidak bisa menyerang orang lain selain pemimpin yang dia tunjuk. Ketiga, setelah pemimpin yang ditunjuk melewati tes, Guide akan menghilang, membuka kendala genetik pemimpin yang ditunjuk ke tahap berikutnya dan memberinya posisi resmi sebagai pemimpin.”

“Saya pemimpin tim China dan juga seorang Guide. Orang terakhir yang lulus tes di Nightmare on Elm Street tetapi ia terbunuh selama penggabungan kami. Aku menyerap ingatannya dan mengambil alih tubuhnya jadi saya melanggar beberapa keterbatasan dewa. Saya tidak bisa menjadi pejuang utama dalam film namun saya dapat menyerang setiap anggota.”

Zheng terlempar dari atap ketika Jie sedang berbicara dan dia jatuh ke bawah gedung.

 

Translator / Creator: isshh